The first 200 lines.
Cara kejahatan pelaku
aku sudah tahu.
Jadi kenapa kamu kembali?
Pesta prasmanan.
Tuan Lu,
Anda tadi belum selesai bicara.
Karya Anda ini,
adalah sebuah mahakarya.
Pelukis Eropa di era yang sama
bahkan tidak memenuhi syarat untuk membawa sepatu Anda.
Picasso dan Monet
melihat lukisan Anda ini
sangat malu pada dirinya.
Kamu ingin menjijikkan aku hingga mati.
Terlalu memuji...
Begini Tuan Lu,
semua lukisan yang ada di sini,
jika Anda tidak keberatan boleh pilih salah satu.
Bawa pulang, bawa pulang.
Tidak perlu begitu sungkan.
Jika bisa,
aku ingin bawa pergi itu.
Tuan Lu.
Ketemu lagi. Duduk.
Bagaimana, apa kasus sudah ada perkembangan?
Tentu saja.
Kami sudah tahu siapa pelakunya.
Siapa?
Apa perlu dikatakan lagi?
Kamulah orangnya.
Tuan Lu bercanda lagi denganku.
Tidak.
Kali ini,
kami memiliki bukti yang kuat.
Aku ingin bertemu dengan Kepala Detektif Qiao.
Qiao, ada yang mencarimu.
Sudah periksa berkali-kali,
Tidak ada celah.
Tidak ada celah
adalah celah yang paling besar.
Apa maksudnya?
Biasanya
tempat kejadian perkara,
saksi karena mengalami rangsangan yang kuat
jadi akan berada di tengah kekacauan yang ekstrim.
Misalnya supir waktu itu,
tidak bisa berpikir logis, sulit untuk ungkapkan maksudnya.
Tapi dia,
baik hal besar atau kecil, logikanya sangat jelas.
Bahkan membawa lampu minyak tanah berjalan ke lantai berapa
terjadi ledakan
semua diingat dengan jelas.
Jika tidak,
kamu kira bagaimana aku bisa menjadi sekretaris.
Aku sudah tahu kamu akan berkata seperti ini.
Baik. Kita lakukan eksperimen dulu.
Salem.
Harap kamu fokus melihat bulatan ini.
Setelah 30 detik,
kita buka jawabanya.
Sebenarnya tegasnya,
orang yang membunuh Ding Rongxian
bukan Xie Zhen
melainkan arwah pendendam.
Kamu jangan omong kosong.
Yang dimaksud arwah pendendam ini
juga bukan arwah hantu.
Hanya saja ilusi yang dilihat Ding Rongxian.
Dia keliru Xie Zhen adalah Mo Lan.
Jenis kelamin saja berbeda.
Ini masih bisa keliru.
Jika jangka panjang menerima petunjuk psikologis tingkat tinggi,
ditambah lagi mabuk,
kamu juga akan salah lihat.
Waktunya tiba.
Sekarang kamu lihat baju yang dikenakannya,
kemudian beritahu aku perubahan apa yang terjadi.
Bulatan warna merah menjadi warna hijau.
Betul.
Ini adalah teknik rahasia
Xie Zhen membunuh Ding Rongxian.
Warna komplementer psikologis.
Setelah mata manusia menatap warna tertentu
dalam waktu yang lama,
tiba-tiba mengubah pandangan
dikarenakan mengalami kelelahan visual jangka pendek
akan timbul warna afterimage psikolog.
Xie Zhen.
Saat kamu kuliah,
pasti pernah berhubungan dengan teori warna
yang diterapkan Helling.
Aku tidak tahu apa yang sedang kamu katakan.
Seperti baju operasi warna hijau,
memanfaatkan prinsip warna komplementer.
Karena Dokter dalam waktu lama melihat darah,
jadi saat melihat baju operasi warna putih
atau dinding
akan muncul ilusi warna hijau,
ini mengakibatkan mereka tidak bisa fokus.
dan berpengaruh pada kualitas operasi.
Jadi warna hijau muda yang ada di baju operasi dan dinding,
adalah untuk menghilangkan
kelelahan visual yang terjadi
karena terlalu lama melihat warna merah.
Tuan Lu,
berdasarkan logika kamu,
semua orang yang mengetahui prinsip ini,
semua menjadi tersangka tindakan kejahatan.
Tapi orang yang selalu berada di sisinya,
dan juga memahami kebiasaan dia
hanya kamu sendiri.
Isi surat berulang-ulang
tentang kematian Mo Lan yang berkaitan dengan Ding Rongxian.
Dia yang menghancurkan hidup Mo Lan.
Kamu tidak berhenti menekankan.
Seiring berjalannya waktu,
kesan ini terukir dalam kesadarannya.
Selanjutnya saat Ding Rongxian mabuk,
kamu melakukan segala persiapan.
Ding Rongxian yang mabuk
sudah tidak tahan dengan surat ancaman cukup mengganggu.
Di bawah bimbingan surat terakhir,
akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan penulis surat.
Selama pendakian,
dalam mata korban hanya ada warna merah.
Penglihatannya kelelahan ditambah lagi mabuk
dan juga pemakaian kina dalam jangka panjang
mengakibatkan kontraksi pembuluh darah retina.
Saat lihat kamu yang memakai jaket warna putih,
keliru bahwa
arwah Mo Lan yang memakai baju warna hijau.
Dalam kepanikan, kehilangan pijakan dan jatuh dari menara.
Jika aku sungguh ingin pura-pura sebagai Mo Lan,
aku langsung memakai baju warna hijau saja,
kenapa mesti warna komplementer?
Apakah perlu memutar begitu jauh?
Karena mata manusia hanya saat warna komplementer
baru akan mengalami rasa pusing
dan akan mengakibatkan ilusi.
Sehingga membuat dia ucapkan kata terakhir.
"Mo Lan, kamu sebenarnya manusia atau hantu?".
Juga karena kata ini menganggu
arah penyelidikan kami.
Kami menemukan kina dalam jumlah besar di rumahmu.
Dulu kamu sering melakukan eksperimen, kan?
Tunggu.
Kina adalah obat yang selalu disiapkan.
Lagi pula
supir sudah berkata,
saat dia mendengarkan suara langsung lari ke bawah menara.
Saat itu aku juga sudah berada di bawah menara.
Aku ingin bertanya pada kalian semua,
siapa yang bisa turun dari menara dalam waktu singkat?
Jika kamu bukan turun dari tangga
melainkan turun dengan menggunakan tali.
Seperti ini.
Kedua sisi tali diikat di tembok secara paralel.
Setelah turun tarik satu sisi
akan bisa dikembalikan dengan cepat.
Harap kamu angkat kakimu.
Buat apa?
Angkat dulu.
Sebenarnya dilihat dari cara dia berjalan,
dan juga selalu memakai sepatu hiking sudah kelihatan bahwa
dia adalah seorang penggemar mendaki.
Dan seorang ahli mendaki ingin memanfaatkan tali
dalam beberapa detik turun dari atas menara,
juga bukan hal yang sulit.
Ini semua hanya dugaan kamu.
Kamu sedang menfitnah aku.
Aku beritahu kalian.
Ingin menghukum aku,
keluarkan bukti nyata.
Bukti ini,
untuk sementara belum aku temukan.
Aku suka melihatmu panik.
Selanjutnya kita persilakan Guru Salem.
Topi ini kamu pakai saat melakukan kejahatan,
juga adalah model yang sering dipakai Mo Lan saat masih hidup.
Sangat unik.
Tapi sudah berhenti diproduksi sejak awal.
Kamu gambar untuk penjahit supaya dia mejahitnya.
Salem menemukan riwayat pembelanjaan.
Aku ada seorang pendamping wanita.
Aku ingin berikan padanya sebagai hadiah ulang tahun.
Baik.
Kita lihat bukti kedua.
Ini adalah riwayat pembelanjaan toko cat.
Pria pelayan itu masih ingat tampangmu.
Kami berdasarkan deskripsi dia,
melukis smulasi gambar.
Mirip denganmu tidak?
Aku memesan cat untuk cat ruang tamu rumahku.
Kamu cat atau tidak,
pergi lihat ke rumahmu sudah tahu.
Awalnya memang ingin di cat,
tapi setelah tiba di rumah,
merasa warna cat ini terlalu terang,
aku langsung membuangnya di saluran pembuangan.
Kalian juga tahu,
No comments yet. Be the first to leave one.