Cosmos: Possible Worlds - First Season

Cosmos: Possible Worlds - First Season

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Cosmos Possible Worlds S01E06 The Man of a Trillion Worlds iNTERNAL 720p WEBRip x264-CAFFEiNE
cosmos possible worlds s01e06 the man of a trillion worlds 480p webrip x264 rmteam
A Commentary by purakrisna
Eps 6 durasi 43:55 semua WEBDL/WEBRIP. *** Please rate. Bikin subtitle butuh setidaknya 5 jam, ngasih rate hanya butuh 1 detik. Jangan pelit ngasih rate! ***

Tags

webrip
web
x264
BRip
480p
480
720p
720
Published on: 2020-03-29
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

John Goodricke adalah seorang pria yang hanya diijinkan

untuk melihat bintang-bintang hanya sekilas .

Namun, dapat dikatakan jika ia membuat salah satu

penemuan terbesar dari semua.

Dia tuli total karena penyakit masa kecil.

Dan mungkin itu sebabnya dia melihat dengan sangat teliti.

Pada malam musim panas yang cerah pada tahun 1784,

Dia pergi ke luar untuk melihat apakah bintang tertentu masih ada

melakukan sesuatu yang membingungkannya.

Sesuatu yang tidak pernah dilaporkan oleh astronom lain sebelumnya.

Goodricke tidak bisa mempercayai matanya sendiri.

Bintang itu, disebut Beta Lyrae,

berubah kecerahannya secara teratur selama periode waktu yang sangat singkat.

Hanya beberapa hari.

Apa yang bisa membuat bintang melakukan itu?

Yang lebih mengejutkan lagi, Goodricke menemukan dirinya bisa

memprediksi variasinya dengan akurasi tinggi.

Apa yang bisa menyebabkan perubahan kecerahan bintang?

Tak satu pun dari skenario yang muncul dalam pikirannya yang bisa

menjelaskan bukti di hadapannya.

Dan kemudian, dia memikirkan kemungkinan lain.

Misalkan ada sesuatu yang mengorbit Beta Lyrae

yang memudarkan bintang itu secara teratur.

Tapi apa itu?

"Apakah sebuah dunia?"

Bagaimana dengan satu triliun?

*** Diterjemahkan oleh Purakrisna, Twitter: @rasjawa ***

Ketika penemuan John Goodricke menjadi perhatian

dari British Royal Society yang bergengsi pada 1786,

dia langsung diangkat menjadi anggota.

Kehormatan ini tidak pernah sampai padanya,

Karena beberapa hari kemudian dia meninggal karena pneumonia.

Usianya baru 21 tahun.

Butuh sekitar 150 tahun sebelum astronom lain

bisa memecahkan misteri Goodricke.

Dan dalam prosesnya, mengubah kosmos kita selamanya.

Sebagai seorang anak, Gerard Peter Kuiper bisa

melihat lebih jauh dari orang lain.

Dia bisa melihat bintang yang sangat jauh dan sangat pudar bagi orang lain

tanpa bantuan teleskop.

Ini terjadi di Belanda lebih dari seabad yang lalu.

Saat itu, putra penjahit yang miskin itu tidak bisa

berharap menjadi astronom.

Tapi bocah itu tidak mau berhenti.

Saat itu, para astronom berpikir bahwa kosmos terdiri dari

hanya segelintir planet, yang ada di tata surya kita.

Banyaknya bintang-bintang lain hanyalah titik-titik tandus

cahaya yang tidak pernah melahirkan dunia.

Kita di Bumi masih bisa menganggap diri kita istimewa.

Para ilmuwan mengatakan, Sistem bintang kita,

adalah yang paling langka, yang diberkati dengan dunia-dunia dan bulan-bulan.

Kuiper sangat ingin mengetahui bagaimana sejarah terbentuknya

Matahari dan planet-planetnya itu.

Hal ini membuatnya diterima di Universitas Leiden,

di mana dia dengan cepat menjadi seorang ahli astronom

Dia diundang untuk bergabung dengan komunitas astronomi yang dinamis

di Amerika Serikat, tetapi Kuiper memiliki kebiasaan yang buruk,

dia senang berdebat, dan mudah terseret ke dalam konflik

dengan rekan-rekannya.

Prospek untuk mengepalai sebuah observatorium

yang jauh dari keramaian kota,

sangat menarik baginya

Dan selain itu, Anda bisa melihat bintang-bintang dengan lebih baik di sana

daripada di tempat lain.

Kuiper ditempatkan di Observatory McDonald,

yang terletak di sudut Texas Barat.

Pada pergantian abad, observatorium itu telah menemukan bahwa setengah

dari bintang yang terlihat ternyata memiliki pasangan gravitasi.

Sebagian besar bintang biner seperti kembar,

terbentuk dari rahim gas dan debu yang sama.

Yang lain menjadi dewasa secara terpisah, dengan gravitasi

yang saling mempengaruhi sepanjang hidup mereka.

Dan sebagian lainnya tetap melajang sepanjang hidup mereka.

Kuiper memilih untuk berkonsentrasi pada bintang-bintang biner.

Dia bertanya-tanya apakah mereka bisa menjelaskan cara

bagaimana planet-planet di tata surya kita terbentuk dan kemudian

terikat secara gravitasi pada Matahari kita.

Kenaikan ke arah kanan. 18 jam, 50 menit.

Deklinasi plus 33 derajat.

2175 menit.

Mm-hmm.

Kuiper sedang mengamati bintang yang sama dengan

bintang yang telah membingungkan John Goodricke 150 tahun sebelumnya,

tapi Kuiper melihatnya dengan teleskop yang jauh lebih besar.

Dan Kuiper dipersenjatai dengan kekuatan luar biasa yang tidak

ada di zaman Goodricke, Spektroskopi.

Spektroskopi adalah cara untuk membedah cahaya apa pun

dari bintang tunggal untuk menemukan atom khusus dan

komposisi molekul.

Kuiper meneliti spektrum cahaya yang dihasilkan

oleh Beta Lyrae dan menemukan bahwa seperti semua bintang lainnya,

di Beta Lyrae selain terdiri dari hidrogen dan helium,

juga mengandung silikon dan sodium besi.

Sejauh ini, tidak ada kejutan di sana.

Sekarang, inilah kejutannya.

Garis-garis terang?

Dari mana datangnya garis-garis terang itu?

Pada saat itu, tidak ada astronom yang mengerti mengapa garis-garis terang

akan muncul dalam spektrum bintang.

Kuiper langsung menyimpulkan bahwa kedua bintang itu

begitu dekat sehingga mereka bertukar materi,

gas super panas yang akan menghasilkan ciri-ciri seperti itu.

Untuk mencoba memahami apa yang dilihatnya malam itu,

Kuiper menemukan dan menamai hubungan yang paling

banyak terjadi dalam kosmos.

Bintang secara fisik terkunci dalam kesatuan abadi,

terikat bersama oleh gravitasi dan jembatan api

yang terbuat dari bahan bintang.

Panjang jembatan itu sejauh tiga belas juta kilometer,

yang menghubungkan dua bintang,

satu hingga tiga kali lebih besar dari Matahari kita,

bintang lainnya bisa 13 kali lebih besar.

Sistem kontak bintang biner.

Mengapa mereka tidak bulat seperti bintang kita sendiri?

Mereka begitu dekat antara satu dengan lainnya,

gaya pasang surut gravitasi menyatukan dan meregangkannya

menjadi seperti tetesan air mata yang menyala.

Sistem Beta Lyrae berjarak sekitar 1.000 tahun cahaya dari bumi.

Teleskop terbesar di pertengahan abad ke-20 tidak ada yang cukup kuat

untuk untuk bisa melihat bahwa mereka sebenarnya bukanlah bintang individual.

Anda membutuhkan kekuatan baru dari spektroskopi

untuk bisa mengurai mereka.

Kuiper membayangkan bagaimana formasi kontak

sistem bintang biner bisa terjadi.

Dia menyimpulkan bahwa mereka terbentuk ketika awan besar

gas dan debu menjadi sangat padat sehingga terbentuk pusaran gravitasi.

Ketika ia membayangkan kontak biner ini,

Kuiper hanya bisa menduga-duga, apakah ada di antara bintang-bintang ini

yang pernah gagal untuk menyala.

Kuiper kemudian bertanya pada dirinya sendiri, apakah dunia kita,

bulan dan semua planet di tata surya kita tidak lebih

dari sistem bintang biner yang gagal?

Dan jika memang seperti itu cara tata surya kita tercipta,

apakah fenomena yang sama juga terjadi di sekitar bintang-bintang lain di seluruh kosmos?

Gerard Kuiper memiliki kemampuan khusus,

dia bisa melihat lebih jauh dari siapa pun.

Dia adalah orang pertama yang membayangkan alam semesta yang kita tinggali sekarang.

Bukan angkasa luas tandus yang dihiasi oleh bintang-bintang tanpa anak,

tapi angkasa luas yang dipenuhi dengan banyak dunia,

planet, dan bulan yang tak terhitung jumlahnya.

Pada tahun 1949, Kuiper mengejutkan dunia dengan menyatakan bahwa

tata surya kita tidaklah begitu istimewa,

karena setiap bintang lainnya juga memiliki keluarga dunia sendiri.

Sebuah dunia mungkin?

Tapi sains belum siap untuk alam semesta seperti itu,

bahkan belum siap untuk mengambil langkah kecil untuk keluar dari planet ini.

Kenapa tidak?

Ilmu pengetahuan diukir menjadi kerajaan-kerajaan kecil,

yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, dan ilmuwan dari

satu disiplin tidak berkolaborasi dengan siapa pun dari ilmu lainnya.

Tapi kondisi itu harus berubah, agar kita bisa keluar dari Bumi.

Itu semua muncul di benaknya dalam perselisihan antara Kuiper dan

ilmuwan hebat lainnya.

Seperti dua bintang dari sistem kontak biner,

mereka tidak bisa melepaskan diri.

Tetapi meskipun mereka saling membenci satu sama lain,

mereka berhasil menciptakan jenis ilmu baru, yang akan

memelopori jaman Antariksa,

membimbing visioner dan suara terbesarnya.

Terkadang, kosmos hanya menerobos masuk

dan mendobrak pintu Anda, seperti malam ini.

Apa yang terjadi disini?

Planet kita melewati sisa-sisa ekor komet,

sebuah ladang puing sepanjang jutaan kilometer.

Itulah sebabnya seperti hujan bintang malam ini.

Tapi mereka sama sekali bukan bintang,

itu hanya potongan-potongan batu dan es yang terbakar di atmosfer Bumi.

Peristiwa ini disebut hujan meteor.

Dan ini terjadi pada waktu yang sama setiap tahun.

Mengapa?

Karena itu butuh satu tahun bagi Bumi untuk mengorbit Matahari dan

kembali ke tempat yang sama, ke jalur komet itu

lewat pada waktu yang lampau

Itu adalah setahun.

Ini mungkin saja bagian dari komet itu atau mungkin

sebuah pecahan dari asteroid.

Asteroid datang dari dunia lain,

sisa dari penciptaan tata surya kita.

Tapi bagaimana cara memahaminya?

Kembali ke masa Gerard Kuiper,

selama pertengahan abad ke-20,

itu tergantung dari jenis ilmuwan ilmu apakah Anda.

Para ahli geologi akan memecahkan batuan ini dengan palu mereka,

dan kemudian memeriksa debunya di bawah mikroskop untuk

mempelajari struktur kristalnya.

Itu adalah cara mereka untuk menemukan bagian yang hilang

dari teka-teki Bumi, yang bisa disediakan oleh meteorit ini.

Para ahli kimia mencari jawaban yang sama,

tetapi mereka akan menjatuhkannya dalam asam untuk melihat apakah bisa terjadi

perubahan dari satu senyawa ke yang lain,

dan kemudian menyiksanya untuk melihat apakah mereka akan menyerah

dan mengungkapkan rahasia tentang alam.

Para fisikawan ingin melihatnya dalam keadaan paling telanjang.

mereka mengukur massanya, kerapatannya, dan kekerasannya.

Serta ketahanannya terhadap panas.

Sedangkan para ahli biologi sama sekali tidak memperdulikan batu ini.

Pada saat itu, mereka tidak tertarik pada meteorit,

karena mereka berpikir, meteorit yang berasal

dari luar angkasa tidak ada keterkaitannya dengan mereka.

Hidup hanya ada di satu tempat saja, di sini, Bumi.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left