Young Lady and Gentleman

Young Lady and Gentleman (신사와 아가씨)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

신사와-아가씨-Young-Lady-and-Gentleman-E25-NEXT-VIU
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-12-19
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 25"

Astaga, turun salju.

Aku tahu kamu akan datang.

Park Dan Dan,

aku tidak akan memanggilmu Nona Dan Dan mulai sekarang.

Kamu hanya Dan Dan bagiku.

Karena

kamu sekarang milikku.

Tentu, Young Guk.

Lakukan sesukamu.

Dan Dan, kenapa kamu di sini?

Kenapa kamu datang?

Kamu tidak seharusnya berada di sini.

Dia mungkin menyukaimu sekarang,

tapi begitu ingatannya pulih,

dia akan menikahi Nona Cho.

Salah jika merasa bahagia

di atas penderitaan orang lain.

Pak Lee, aku tidak akan pergi ke Gunung Nam malam ini.

Jadi, jangan menungguku.

"Pak Lee, aku tidak akan pergi ke Gunung Nam malam ini"

"Matikan daya"

Aku bahkan tidak boleh mengiriminya pesan.

Dae Bum, ayo selesaikan semuanya dan pulang.

Tidak, Ayah. Pergilah dengan Ibu dan Nenek.

Aku akan tinggal dan bersih-bersih sedikit lagi.

Dae Bum, kamu sudah mengelap itu tadi.

Kenapa kamu terus mengelapnya?

Cukup. Kamu bisa merusaknya.

Dia benar, Dae Bum. Jangan bekerja terlalu keras.

Kamu bisa melakukannya besok.

Ibu, ayo pulang. Sayang, ayo pergi saja.

Ayah akan mengantar nenek dan ibumu pulang. Sampai nanti.

Ayo. - Sampai jumpa.

Bateraiku hampir habis.

Aku harus bagaimana?

Kenapa dia tidak datang?

"Nona Dan Dan"

Nomor yang Anda tuju tidak aktif.

Silakan tinggalkan pesan setelah nada berikut.

Anda akan dikenai biaya setelah nada berikut.

Aku yakin Nona Dan Dan akan datang.

Jika tidak bisa datang, dia akan meneleponku.

Ayah di mana? Kenapa Ayah belum pulang?

Jae Ni, ayah di Gunung Nam sekarang.

Gunung Nam? Dengan siapa?

Ayah sendirian.

Sendirian?

Ayah, sekarang sudah lewat pukul 22.00.

Sedang apa Ayah di sana sendirian selarut ini?

Di luar dingin dan bersalju. Apa yang bisa dilakukan di Gunung Nam?

Ada yang harus ayah lakukan.

Jangan cemaskan ayah dan tidurlah.

Bagaimana aku tidak khawatir saat Ayah sendirian di Gunung Nam?

Omong-omong, suara Ayah kenapa?

Apa Ayah mabuk?

Bukan begitu.

Dingin sekali sampai ayah hampir tidak bisa bicara.

Astaga, Ayah. Apa yang Ayah lakukan di sana sekarang?

Bisakah Ayah bersikap dewasa?

Yang benar saja, aku tidak bisa merasa tenang karena Ayah.

Pulanglah sekarang.

Sekarang juga!

Ayah akan segera pulang.

Jangan khawatir.

Astaga. Aku tidak memahaminya.

Jae Ni, ada apa? Apa ada masalah?

Masalahnya

Ayah ada di Gunung Nam sekarang.

Dingin sekali sampai dia hampir tidak bisa bicara.

Aku bisa mendengarnya gemetar di telepon.

Apa yang dia lakukan di sana dalam cuaca seperti ini?

Apa dia masih di sana sampai selarut ini?

Jadi, dia akan pulang sekarang?

Ya. Dia bilang akan pulang.

Namun, aku takut sesuatu mungkin terjadi kepadanya.

Apa Pak Lee masih menungguku di sana?

Dia seharusnya pulang saat aku tidak datang pukul 20.00.

Ada apa dengannya? Dia membuatku khawatir.

Aku salah

tentang semuanya.

Nona Dan Dan

tidak menyukaiku.

Nona Dan Dan, kamu di sini.

Sudah kuduga.

Aku tahu kamu pasti akan datang.

Pak Lee.

Kenapa kamu terus menyusahkan orang lain?

Apa?

Apa maksudmu?

Sedang apa kamu di sini selarut ini?

Kenapa kamu membuat orang mencemaskanmu?

Aku hanya menunggumu.

Kenapa kamu menungguku?

Kenapa kamu harus melakukan semuanya dengan caramu sendiri?

Serta kita seharusnya bertemu pukul 20.00.

Jika aku tidak muncul saat itu, seharusnya kamu menyerah.

Kenapa kamu masih di sini?

Lalu apa yang kamu lakukan di sini?

Bukankah kamu kemari untuk menemuiku?

Jae Ni mengira sesuatu terjadi kepadamu

karena kamu di sini sendirian kedinginan selarut ini.

Dia menangis kencang.

Dia ingin menelepon polisi, jadi, aku harus menjemputmu.

Jadi, maksudmu,

kamu bukan mau,

tapi memaksakan diri untuk datang?

Ya. Ponselmu dimatikan, jadi, aku tidak punya pilihan lain.

Jae Ni ingin menelepon polisi.

Aku tidak mau polisi membuang waktu di malam dingin ini.

Kenapa kamu menyebabkan banyak masalah?

Aku mengerti sekarang.

Maaf aku membuatmu datang jauh-jauh kemari.

Maaf sudah merepotkanmu.

Ayo pulang.

Jae Ni, ayahmu dalam perjalanan pulang.

Baterainya habis,

jadi, dia tidak bisa meneleponmu.

Jangan cemaskan dia dan tidurlah sekarang.

Park Dan Dan.

Yang salah tetaplah salah.

Tindakanmu benar.

Bagus.

Ayah. Kenapa Ayah ada di Gunung Nam semalam?

Ayah tidak bisa naik kereta gantung selarut itu.

Kenapa Ayah di sana?

Ayah tahu betapa cemasnya aku?

Ini omong kosong.

Seharusya Ayah yang mengkhawatirkan aku.

Namun, kini aku mencemaskan Ayah.

Ayah! Berhenti berpura-pura tidur!

Katakan sesuatu.

Ada apa, Ayah? Ayah sakit?

Astaga.

Bagaimana seseorang bisa sepanas ini?

Jae Ni.

Ayah sakit.

Bi Yeoju!

Ada apa?

Bi Yeoju, Ayah sakit. Dia demam.

Apa kita punya obat demam?

Pimpinan sakit?

Jae Ni, ayahmu sakit?

Ya. Dia tidak bisa membuka matanya

dan dia demam.

Baik, aku akan membeli obat.

Ayah, minumlah obat.

Duduklah.

Ini dia.

Kenapa Ayah pergi ke Gunung Nam semalam?

Saljunya lebat sekali.

Kamu pergi ke Gunung Nam kemarin?

Untuk apa?

Dengan siapa?

Dia di sana sendirian.

Dia sakit karena berada di sana sampai lewat tengah malam.

Aku ke sana untuk berolahraga.

Ini bukan masalah serius. Jangan khawatir.

Jae Ni, kamu akan terlambat ke sekolah.

Jangan cemaskan ayah dan pergilah.

Baiklah.

Nona Cho, tolong jaga dia untukku.

Baiklah. Jangan khawatir dan pergilah ke sekolah.

Dia menyuruhku ke toko perhiasan sendirian karena sesuatu terjadi

dan dia pergi berolahraga di Gunung Nam?

Dia hanya tidak mau pergi ke toko perhiasan denganku.

Apa dia sangat tidak ingin bertunangan denganku?

Dia masih belum memberi tahu anak-anak soal itu.

Aku sungguh tidak suka apa yang terjadi.

Andai aku bisa memukulnya.

Kuharap kita menjual lebih banyak hari ini.

Aku juga. Dalam perjalanan ke tempat kerja,

aku harus menyebarkan selebaran di apartemen dan mal terdekat.

Dae Bum.

Siapa yang akan datang ke sini dan memanggil namamu di pagi hari?

Bukankah itu suara wanita muda itu?

Suara siapa?

Siapa...

Lee Se Ryeon?

Dae Bum. Aku di sini.

Halo.

Astaga.

Siapa ini? - Nona Se Ryeon.

Se Ryeon, sedang apa kamu di sini?

Kalian sedang sarapan?

Itu tampak lezat.

Beri aku makanan juga.

Aku kelaparan.

Apa? - Apa?

Jangan hanya duduk di sana.

Bawakan nasi dan sup.

Dia bilang dia lapar, dan dia tamu kita.

Nenek.

Kita bisa bicara setelah sarapan.

Ini tampak enak.

Astaga, rumput laut kering.

Enak sekali.

Astaga.

Ini sangat lezat. Semanis madu.

Astaga.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left