Kokdu: Season of Deity

Kokdu: Season of Deity (꼭두의 계절)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

꼭두의 계절 / Kokdu Season of Deity S01 COMPLETE 720p WEB-VIKI-LoveBug
A Commentary by Belensky
VIU Retail.

Tags

web
720p
720
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (16)
Download Indonesian Subtitle
Translate with Pro
Show all subtitles
Published on: 2023-05-04
Downloads: 84
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode Satu"

Hari saat seluruh keluargaku sangat gembira adalah

pemakamanku.

Datang perlahan dari tempat yang jauh untuk membunuhku

adalah

priaku tersayang.

Kamu tampak siap,

jadi, aku akan menyiapkan kendaraanmu.

Aku cantik, bukan?

Aku selalu menunggu hari itu

untuk menapaki jalan berbunga

dengan kesayanganku mengenakan pakaian yang indah.

Namun, aku tidak tahu aku akan dijual oleh tanganmu

pada hari itu.

Kamu akan pergi ke tempat yang diberkati.

Jangan bilang kamu akan dijual.

Kalau begitu, haruskah kubilang aku akan mati?

Tempat itu tidak berarti bagiku.

Bagiku,

itu hanya kuburan.

Rawa daun salam.

Kamu bilang itu ada di dunia ini dan neraka.

Aku ingin kita bersama, hidup atau mati.

Namun, karena kini aku tidak bisa bersamamu bahkan di dunia ini,

akan kukembalikan.

Malam ini, parade tandu akan berhenti di gunung dekat Jeodong.

Sembunyilah di gua.

Aku akan menjemputmu.

Kamu lupa aku mau ke mana?

Jika aku menghilang, kedua keluarga kita akan dibantai.

Negara ini akan runtuh

dan akan ada pertumpahan darah.

Serahkan urusan negara pada pemerintah.

Mari kita cemaskan diri sendiri.

Serta

cincin ini.

Aku akan mengembalikannya kepadamu bagaimanapun caranya.

Tuan Oh Hyun!

Tuan Oh Hyun!

Lepaskan!

Seol Hee.

Tidak.

Tuan Oh Hyun!

Tidak!

Pagi hari kekasihku kehilangan semua cahaya

oleh anak panah yang diarahkan ke dia sebagai ganti sinar mentari.

Tuan Oh Hyun...

Tidak.

Tuan Oh Hyun!

Dengan itu, pertarungannya berakhir.

Serta pertarunganku

dimulai.

Kamu, yang telah mencuri cahaya tersayangku,

tidak akan pernah melihat cahaya matahari lagi.

"Rumah Sakit Eonju"

"Han Gye Jeol"

Jadi, apa yang terjadi selanjutnya?

Bukankah sudah jelas? Dia meninggal.

Itu akhirnya?

Memangnya ada apa lagi?

Meresahkan saat cerita tidak berakhir bahagia.

Mereka berdua membunuh lebih dari selusin orang.

Bagaimana mereka bisa berakhir bahagia?

Bagi dewa yang mencintai semua ciptaan seperti anak mereka sendiri,

mereka berdua hanyalah pendosa.

Kalau begitu, mereka pasti menerima hukuman.

Ya, hukuman berat.

Takdir sang putri yang kehilangan orang tercintanya dan membunuhnya

terus berulang di dunia ini.

Serta prajurit itu menjadi Kokdu, terikat dengan neraka selamanya.

Mereka tidak akan pernah bisa bertemu lagi.

Itulah hukuman mereka.

Ada apa? Kamu tidak suka ceritanya?

Apa itu Kokdu?

Astaga, kamu dokter. Bagaimana bisa kamu tidak tahu apa itu?

Begini...

Aku hanya berlatih teknik,

jadi, aku agak lemah dalam seni liberal.

Saat seseorang mati,

jalan menuju neraka terbuka di depan mereka.

Namun, mereka tidak tahu harus ke mana

karena mereka belum pernah mati.

Saat itulah Kokdu memandu mereka

ke jalan yang bagus agar mereka tidak tersesat.

Apa dia seperti Malaikat Maut?

Bagaimana kamu bisa membandingkan makhluk aneh dengan Kokdu?

Tidak ada yang seperti itu di neraka.

Hanya ada Kokdu.

Apa Kokdu tampan?

Kenapa kamu bertanya?

Jika cerita Anda benar,

semua orang akan bertemu dengannya setidaknya sekali di neraka.

Jadi, bukankah bagus

jika dia tampan?

Anggap saja dia tampan.

Kamu akan menggodanya dan menjadikannya pacarmu?

Astaga. Itu ide bagus.

Astaga, kamu.

Ayolah.

Apa pun dia, raja atau dewa, bukankah dia luar biasa?

Bayangkan dia sebagai kekasih Anda.

Anda punya pendukung yang bisa diandalkan.

Apa? Pendukung?

Kamu mau ke mana?

Yang benar saja.

- Astaga. - Apa yang terjadi?

Benar.

Kamu bertahan karena ada seseorang di belakangmu.

Benar, bukan, Pembunuh?

Pembunuh?

Itu keterlaluan.

Apa?

Namun, kamu membunuh ayahku.

Kenapa kamu tidak tahu malu?

Sudah kubilang dengan jelas saat itu.

Sudah kubilang dia tampak baik-baik saja dari luar,

tapi tulang lehernya patah,

jadi, berbahaya jika itu menekan sumsum tulang belakangnya.

Aku menyuruhmu dioperasi di sini karena dia tidak boleh bergerak.

Bahkan setelah itu, kamu membawanya ke Seoul.

Lihat dirimu.

Itu tetap salahku?

Han Gye Cheol! Satu musim, bukan empat.

Kudengar kamu lulusan Universitas Yeoni.

Bagaimana aku bisa memercayai orang dari universitas sampah,

di tempat seperti ini, selain itu, untuk mengoperasi ayahku?

Jadi, aku berusaha menghentikanmu sekuat tenaga.

Aku bahkan berlutut dan memohon. Kamu tidak ingat?

Aku bahkan menghentikan ambulansnya.

Seharusnya kamu berusaha lebih keras.

Seharusnya kamu berhenti dengan melompat ke depan mobil.

Seharusnya kamu menghentikanku dengan menyerahkan nyawamu!

Bagaimana bisa kamu, seorang dokter, membiarkan pasien pergi

padahal kamu tahu dia akan mati?

Inikah yang diajarkan universitasmu?

Jadi, kamu bahkan mengajukan gugatan.

Tidak ada lagi yang bisa kukatakan.

Mari ikuti hukum saja.

Hukum? Beraninya kamu.

Lepaskan aku.

Kubilang lepaskan aku!

Kenapa kamu bertingkah?

Siapa yang mendukungmu?

Aku membela diriku sendiri!

Kamu memukulku dengan botol sepuluh hari lalu.

Lima hari lalu, kamu mencakarku.

Tiga hari lalu, kamu melemparku dengan kopi.

Aku punya banyak bukti di tubuhku

sampai aku merasa sangat bisa diandalkan.

Aku akan mengumpulkan semua bukti dan mengajukan gugatan juga,

jadi, bersiaplah!

Lupakan soal gugatan.

Gugatan apa?

Minta maaf dan berdamailah.

Aku tidak perlu minta maaf.

Ada alasan dia membuat keributan.

Dia membuat ayahnya meninggal dengan sifat keras kepalanya

dan dia merasa cemas soal itu.

Saudara-saudaranya mungkin menyalahkannya,

dan dia mungkin akan dirugikan saat pembagian warisan.

Setidaknya dia harus mendapatkan permintaan maafmu untuk membelanya.

Aku akan mengatur pertemuan dengannya apa pun yang terjadi,

jadi, berlututlah dan minta maaf.

Anda tahu itu menjadi malapraktik medis

saat aku minta maaf, bukan?

Jika dia melanjutkan gugatannya,

aku akan bersalah.

Aku tidak bisa.

Sial.

"Rumah Sakit Eonju"

Dokter Han Gye Jeol.

Kamu tahu aku sakit kepala

karena gajah putih itu, bukan?

Aku tahu.

Pembayaran konstruksi sudah terlambat, jadi, Anda khawatir.

Aku sangat tahu.

Aku bahkan memakai uang dari Pilseong Bio untuk itu.

Itu sebabnya aku merawat dua atau tiga pasien

sementara yang lain hanya merawat satu

dan bekerja siang dan malam untuk meningkatkan pendapatan kita.

Anda tidak bisa menemukan dokter lain seperti ini.

Jangan lepaskan aku.

Apa gunanya?

Sepuluh dokter tidak bisa mengalahkan satu tuan!

"Tuan"?

Kepala, bukankah Anda menganut agama Buddha?

Aku membuat banyak lampion teratai di hari ulang tahun Buddha.

Bukan tuan itu. Tuan tanah.

Wanita itu adalah tuan tanah gedung itu.

- Apa? - Jika aku memecatmu,

dia tidak akan mengatakan apa pun meski pembayarannya

terlambat beberapa tahun.

Dia bahkan tidak akan menagih bunga.

Kalau begitu, berapa jumlahnya?

Bolehkah aku membuang uang itu

dan memelukmu erat? Bolehkah?

Kenapa kamu terkejut dengan lemah?

Kamu baik-baik saja?

Apa ini cukup?

Atau haruskah aku berlutut lebih keras?

More Indonesian subtitles for Kokdu: Season of Deity

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left