The first 200 lines.
Sepertinya kamu terjerumus dalam kebingungan.
Wajahmu menjadi suram.
Setelah hari itu, aku terus berpikir
kenapa kamu bisa berbuat seperti itu.
Orang yang berselingkuh ketika Yeongmin masih belum bisa berjalan,
melepas hak asuh tanpa ragu di depan pengadilan,
kenapa sekarang tiba-tiba ingat untuk menginginkan hak asuh?
Kenapa dibanding usaha mencari anak kembali,
keinginan menghancurkan pasangan selingkuh bisa lebih kuat?
Hak asuh dan pria Han Jaehyun ini, kenapa bisa dijadikan perbandigan?
Kenapa aku berbuat seperti itu?
Apakah sudah temukan jawabannya?
Ayah pernah mengatakan sebuah kalimat padaku pada 25 tahun lalu.
Mengenai modal kesempatan.
Memilih satu, harus melepas salah satu.
Antara memilih yang paling ingin dilakukan diri sendiri,
atau menghindari yang paling ditakuti diri sendiri.
Pilih salah satu dari keduanya.
Jadi...
Aku
memutuskan menghindari yang paling ditakuti.
Tidak peduli saat itu ataupun sekarang,
yang paling aku takuti
adalah dia dihancurkan karena aku.
Tidak peduli pilihan aku tepat atau tidak.
Aku akan kembali ke sisimu.
[When My Love Blooms Beberapa bagian kejadian dan materi yang muncul dalam drama ini murni fiksi]
Bukannya ditarik ke neraka.
Ekspresi menyedihkan ini membuatku sedikit tidak nyaman.
Akan membaik.
Tidak hanya kamu berubah, aku juga sudah berubah.
Aku tidak bodoh hingga harus mengulang kejadian lama.
Bagaimana dengan menikah?
Kamu terserah saja.
Aku berikan sedikit waktu buat kamu
untuk membereskan yang perlu dibereskan, bisa tidak?
Terutama... sejenis hubungan yang lama.
Anda menjawab dengan segera.
Kemajuannya terlalu cepat juga.
Buatlah catatan kepastian setelah makan.
Anda mau makan apa? Ada pilihan sup kental dan sup darah penawar bir.
Sup darah penawar bir saja.
[Ragu peminjaman nama saham, Wakil Diektur Hyeongsung Han Jaehyun menghadiri kejaksaan]
Kamu tidak seharusnya mencari Jisoo.
Mantan suami Jisoo menggugat pengembalian hak asuh.
Apakah karena kejadian sekolah?
Bukan. Karena kamu.
Katanya curiga ada perselingkuhan.
Ini termasuk sup daun bawang.
Aku sangat menyukai daun bawang, sering makan seperti ini.
Gurih dan nikmat, dan sama sekali tidak berminyak.
Daun bawang paling ampuh untuk membuang minyak.
Aku sudah mulai makan banyak daun bawang sejak mulai melakukan pekerjaan ini.
Tapi Wakil Direktur,
kapan Anda berencana untuk mengeluarkan kartu berikutnya?
Apa maksud perkataan ini?
Kamu jangan menganggap remeh Jaksa Republik Korea.
Baik.
Pada suatu hari, kantor kejaksaan kami
menerima beberapa dokumen terkait pelanggaran hukum Grup Hyeongsung.
Sangat mudah dimengerti dan sangat mudah dipahami,
membereskannya dengan sangat rapi juga,
makanya merasa kebingungan.
Berselang tidak lama,
koran dan televisi dengan jelas sekilas mulai berkata sama.
Siapa pun yang melihatnya akan mengira sengaja membocorkan informasi untuk kami.
Tersangka mengumumkan kenyataan.
Ternyata ada hal seperti ini.
Makanya hari ini kami kebetulan mengundang Wakil Direktur kemari,
lalu pun datang ke tempat Wakil Direktur.
Datang sendiri tanpa seorang pengacara yang dibawa seorang konglomerat,
dan juga mengakui semua tuduhan tanpa luput.
Semua pertanyaan yang aku siapkan pun tidak terpakai.
Kalau setiap investigasi selalu begitu mudah,
Jaksa akan menjadi sebuah pekerjaan yang sangat nyaman.
Intinya jika memang sudah jadi begini,
bisa menebak perkiraannya juga.
Jaksa Republik Korea,
bukannya angkutan umum atau subway yang melewati jalur dan waktu yang ditentukan.
Terlebih lagi bukan taksi yang dipanggil dan pergi begitu saja.
Ayo, beritahulah padaku.
Apa kartu berikutnya?
Sup daun bawang, makanlah mumpung panas.
Lanjutkan katakan berikutnya saja.
Bagaimana?
Uhm, lumayan bagus.
Bagus pada siapa?
Apa maksud kamu?
Bagus untuk kamu atau bagus untuk ayahku?
Dari sisi mana lebih bagus untukmu?
Kalau aku, berharap keduanya bagus.
Harmonis, tidak bertengkar.
Sementara siapa pun tidak akan ada masalah besar.
Apakah tidak ada masalah lain?
Masalah lain selain masalah perusahaan,
bisakah bicara seperti biasanya?
Baik. Aku tidak cocok dan tidak sanggup untuk berbelit-belit.
Yoon Jisoo, apakah wanita itu tidak ada hal lain lagi?
Bersiap proses gugatan hak asuh. Hanya ini.
Apakah sudah bisa?
Sementara sudah bisa.
Nak, kenapa dengan kakimu?
Terlalu banyak berjalan.
Kenapa berjalan begitu jauh?
Karena membenci.
Membenci siapa lagi?
Aku sendiri.
Aduh, anak kecil benar-benar memiliki emosi.
Sungguh kasihan.
Kaki tuan putri yang begitu kecil,
kenapa begitu kejam dan tidak kasihan padanya?
Kamu harus menyayanyi dirimu, orang lain juga akan menyayangi kamu.
Nenek.
Kamu jadi ibu aku saja.
Kenapa ingin aku jadi ibu kamu?
Karena...
Karena terlalu merindukan ibu.
Ingin memiliki ibu yang memanggilku
bocah tengik dan memukul punggung aku.
Apakah kamu sungguh ada sesuatu masalah?
Sudah mengoleskan obat, sakit.
Bertahanlah.
Akan segera membaik.
Di dunia ini tidak ada luka yang tidak membaik.
Nenek sangat pintar.
Kamu baru tahu ya?
Tidak bisa sebentar menangis, sebentar tertawa.
He.
Anda adalah Yoon Jisoo, kan?
Siapa?
He. Jisoo, bahkan suara kakak saja sudah tidak bisa mengenalinya.
Senior Dongjin.
Wah, Jisoo kita tidak berubah sedikit pun.
Masih ada perangai 3 gadis cantik angkatan tahun 93.
Senior juga.
Iya, kan? Sama sekali tidak seperti usia aku sekarang.
Masalah aku adalah semakin tumbuh muda.
Sepertinya kelak akan menjadi anak kecil.
Intinya, kemampuan aku memang bagus.
Jadi, aku yang bertugas membantu
gugatan pengembalian hak asuh kamu.
Aku khusus melakukan gugatan perceraian.
Perihal hak asuh ini bisa dilakukan dengan tutup mata.
Tidak akan kalah pada orang ini.
Slogan kantor kami.
Intinya, kamu mendapat keberuntungan besar.
Gugatan bersama aku, bercerai pun bisa menjadi mendapat hadiah utama.
Senior.
Eh, tidak apa-apa.
Hubungan kita berdua, untuk apa berterima kasih.
Aku tidak terima gugatan.
Tidak terima?
Apakah karena uang?
Meskipun aku adalah pengacara perceraian yang paling mahal di Republik Korea,
secara istimewa gratis untukmu.
Bagaimana bisa aku terima bayaran kamu?
Terima kasih atas niat baikmu.
Tapi sejujurnya,
aku berencana menghapus gugatan.
Kenapa tiba-tiba menghapus gugatan?
Aku tidak tahu mengenai ini.
Harusnya kamu tanyakan jelas.
Bukankah menghapus gugatan itu hal bagus?
Meragukan alasan menghapus gugatan itu yang aneh.
Joonwoo.
Ya.
Awasi seseorang.
Kepada publik, anggap saja kamu cuti.
Aku akan cari orang untuk gantikan kamu.
Beraksi secara diam-diam saja.
Baik. Tapi aku akan mengawasi siapa?
Pengacara Lee Sehun,
mantan suami Jisoo.
Apa?
Dari dia keluar hingga tiba di rumah,
selama ini bertemu siapa, berbuat apa dan pergi ke mana.
Tidak boleh ada yang terlewatkan.
Baik, mengerti.
Kamu sudah datang.
Apa kabar.
Menanyakan kabar ketika bertemu, seperti orang asing saja.
Katakan aku sudah pulang.
Maaf.
Pergilah mencuci.
Pria sangat mirip wanita.
Apakah karena pengaruh dirawat ibu?
Aku berencana berbaikan dengannya?
Apa?
Untuk apa?
Berbaikan?
Apakah kamu dikendalikan wanita itu lagi?
Aku ingin kamu bawa anaknya kemari.
Aku sudah putuskan.
Hanya memberitahu Anda.
Kalau bersikap tidak senang terhadap Yeongmin,
aku tidak akan menemui Anda lagi kelak.
Terima kasih sudah rekomendasikan rumah.
Kamu lihat bagaimana dengan sini?
Kelihatannya bagus
Ini bagus. Yang tadi juga bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.