The first 200 lines.
"Saat itu tahun ke-49 pemerintahan Lim Ho"
Bahasa tertulis berbeda dengan bahasa lisan,
dan sulit bagi warga biasa
untuk mempelajari aksara Mandarin.
- Apa tulisannya? - Tolong bacakan untukku.
Dan Kim Lim Ho yang Agung
ingin membawa perubahan pada hidup banyak penduduk.
Ini tidak boleh terjadi.
Jadi, dia menciptakan emotikon Lim Ho, yaitu sebuah sistem tulisan
yang lebih mudah untuk dibaca.
Itu brilian, Yang Mulia.
Berkat bahasa tertulis baru ciptaannya,
Kim Lim Ho kurang fokus pada kewajibannya yang lain.
Dia pun memutuskan mengangkat putra mahkota,
yang telah dia tunda sejak lama.
Empat pangeran energik
mencalonkan diri menjadi putra mahkota.
Pertama adalah pria ambisius,
yang didukung oleh faksi mayoritas dan menunjukkan keinginannya
menjadi putra mahkota.
Ambil saja semuanya.
Soo Geun, pangeran pertama yang sangat ambisius.
"Soo Geun, pangeran pertama yang sangat ambisius"
Dia berbakat dalam seni, cerdas,
dan bahkan mewarisi wajah raja.
Hyun Moo, pangeran kedua yang terkenal karena ketampanannya.
"Hyun Moo, pangeran kedua yang terkenal karena ketampanannya"
Tidak ada yang tahu apa dia pintar atau bodoh.
Pria tampan yang tidak bisa membaca.
Ji Won,
pangeran ketiga yang bergaya glamor.
Sosok humoris yang konyol.
Se Yoon, pangeran termuda yang kekanak-kanakan.
Keempat pangeran ini memimpikan Joseon yang berbeda.
Keempatnya kini akan berhadapan
untuk melihat siapa yang akan menjadi putra mahkota.
- Minggir. - Yang Mulia.
- Minggir. - Yang Mulia.
Kemarilah.
- Minggir. - Kemarilah.
Pergi sana.
Situasinya selalu tidak terduga dalam acara ini.
Bisa jelaskan ini acara apa?
Bukankah ini "Ekspedisi Waktu"?
Diam.
Kru produksi di belakang sana bisa mendengarmu.
- Begitu rupanya. - Itu orang?
- Mereka semua kru untuk MBC. - Begitu rupanya.
Kita berpakaian seperti ini khusus untuk Chuseok.
Ya, kita pikir butuh perubahan
untuk merayakan Chuseok.
Aku rasa para pemirsa tidak akan paham konsep kita,
tapi kita tiba-tiba berada di Joseon hari ini.
- Jadi, inilah Era Joseon. - Begitu rupanya.
- Dia pangeran sulung. - Pangeran.
- Aku putra sulung. - Putra sulung.
Jadi, dia sulung, dan aku pangeran kedua.
- Kamu? - Dan dia sulung ketiga.
- Sulung ketiga. - Dan dia bungsu.
Bungsu kita, Seung Kwan, diutus kuliah ke luar negeri.
Lalu apa kita ini putra mahkota?
Salah satu dari kita akan dinyatakan sebagai putra mahkota.
- Kita harus diangkat. - Diangkat?
Bagus. Intinya, bukan hanya kita yang ada di sini.
Ayah akan datang juga nanti. Saat dia sampai,
kita akan bertanya siapa di antara kita
yang akan menjadi putra mahkota.
Apa biasanya hanya ada satu putra mahkota?
- Tentu. - Dari semua pangeran?
- Ya. - Begitu rupanya.
Orang itu yang akan menjadi raja.
Aku memanggilmu apa?
Kamu harus memanggilku "Kakak".
- Dengar, Kak. - Ya, kamu sudah di sini?
- Lihat ke sini. - Apa ini akan pantas ditayangkan?
- Apa yang kamu lakukan? - Apa ini?
"Dia berakting secara canggung lagi"
Aku akan jadi putra mahkota.
Apa katamu? Aku yang harus menjadi putra mahkota, aku anak sulung!
Aku tidak bisa terima.
Kenapa begitu?
Karena kamu...
- Para kasim... - Ibu.
- Para kasim... - Ibu.
Para kasim, masuklah.
"Mengibas"
"Para kasim kerajaan ini"
"Akan berperan penting saat pencalonan"
"Mereka adalah orang kepercayaan terbaik"
"Masuk, Para kasim"
"Bertekad"
Dasar berandal!
Dari mana saja kalian?
Kenapa kalian
mabuk makgeolli di siang hari?
Mabuk makgeolli di siang hari!
Kenapa?
"Astaga"
Aktingmu bagus.
- Kenapa kamu memukul tamu kita? - Bagus.
- Apa maksudmu "tamu"? - Mereka rekan kita.
- Maaf kami terlambat. - Mereka rekan kita.
- Hwi Soon sudah kembali. - Kemarin
Astaga.
- Ini - Astaga.
- Kita kedatangan para kasim. - Mereka kasim yang hebat, ya?
- Haruskah kami berdiri di sini? - Sungguh
mereka adalah para kasim yang mengawasi pangeran.
Apa kamu berusaha melucu, Kasim Park Sung Kwang?
Siapa yang membuat kumismu seperti itu?
Aku selalu menderita Sindrom Setengah.
Aku hanya punya bulu di satu ketiak juga.
Kalau begitu pergilah ke "Gag Concert", Berengsek!
Kenapa kamu tiba-tiba membentakku...
Dia butuh waktu lama masuk ke MBC.
- Kenapa kamu marah? - Pergilah ke Sunday Night!
Sudahlah.
Kita akan mempersilakan para kasim
memperkenalkan diri mereka.
Yang ini kuliah di Jepang.
Aku telah menjadi kasim selama 13 tahun,
dan aku melayani Pangeran Soo Geun sebagai bagian dari kewajibanku.
Aku Kasim Lee Jin Ho.
Dia aktor yang hebat.
"Kasim Lee Jin Ho"
Orang kepercayaan Pangeran Soo Geun.
Dia pandai memuji.
Kasim Lee Jin Ho, satu dari sedikit orang yang bisa bangun pagi.
Dia aktor yang hebat.
Beri tahu semua orang kenapa kamu melayaniku.
Pangeran Soo Geun adalah senior
yang dikagumi oleh banyak juniornya.
Apa?
Dia tidak akan mentraktir makanan kalau kamu bertemu dia di jalan.
Walau begitu, aku mengagumimu.
Tentu saja!
Karena aku melayani pangeran tertua,
akulah yang terbaik di sini.
- Kasim yang terbaik? - Ya.
Siapa selanjutnya?
Selanjutnya, aku akan memperkenalkan Pangeran Jun Hyun Moo,
pangeran kedua.
Kami berdua
dahulu tampil di Stasiun K dan bersahabat,
tapi berkat perbedaan pendapatan kami yang besar,
statusku diturunkan.
- Jadi, hari ini - Itu benar.
Aku akan melayani Pangeran Jun Hyun Moo
dan akan berusaha semampuku
untuk memastikan dia terpilih sebagai putra mahkota.
"Kasim Park Hwi Soon"
Yang tidak bisa datang seperti angin dan pergi seperti embun.
Kasim Park Hwi Soon adalah seekor hiena,
yang selalu sigap melihat kesempatan disorot kamera.
Saat Pangeran Jun Hyun Moo menjadi pembaca berita,
- kamu sukses. - Kami sering bertemu.
Aku sangat bangga.
- Waktu itu dia sangat besar. - Bagaimana kamu memandangnya?
Dia hanya pembawa berita biasa waktu itu.
Dia hanya seorang pegawai.
Tapi siapa sangka dia akan sukses.
Aku tidak pernah menyangka.
Andai aku tahu, aku akan menjadi pegawai tetap juga.
Lebih baik aku pergi kalau seperti itu.
Waktu itu saat kamu cukup sukses
dan hanya menganggap Jun Hyun Moo sebagai pembawa berita,
kamu punya moto. Tunjukkan kepada kami.
Aku menghajar itik melewar sampai mati dengan tangan kosong.
Dia hebat.
Aku mengunyah tteokbokki seolah-olah itu batang baja.
Aku Yook Bong Dal,
yang jatuh dari Bus Desa 2-1!
Itu hebat.
Aku rasa dia mengubahnya.
Ya, dengan sengaja.
Bukankah aslinya "Bebek peking"?
Itu "Bebek Peking", tapi dia "itik melewar".
Awalnya "Itik melewar",
tapi sutradara bilang itu hewan kebanggaan Korea
jadi, tidak boleh dihajar sampai mati.
Sesuai harapan KBS.
Aku dipaksa mengubahnya jadi bebek Peking setelah episode 2.
- Itu cerita di baliknya. - Begitu rupanya.
"Inilah kontribusi dari sutradara KBS"
- Baik, siapa kasim selanjutnya? - Siapa?
"Aku"
Orang yang akan kuperkenalkan
adalah Pangeran Eun Ji Won.
Adakalanya putra sulung ketiga menjadi raja.
- Berikan contohnya. - Tentu.
Berikan contohnya.
- Dengar. - Gojong.
- Berikan kami contoh saat - Gojong.
- putra sulung ketiga menjadi raja. - Gojong.
Bodoh. Itu tidak benar.
Kamu percaya padanya?
Itu tidak benar.
Dia ditipu.
"Kasim Park Sung Kwang"
Dia penuh kebencian karena selalu dihina,
No comments yet. Be the first to leave one.