The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
"Episode 114"
Ibu...
Astaga, Ibu.
Si Woo.
Si Woo!
Sepertinya kamu bermimpi buruk.
Apa yang terjadi di mimpi itu?
Aku tidak tahu.
Aku tidak ingat.
Kamu memanggil Si Woo.
Bahkan dalam mimpimu, dia membuatmu kesal?
Tidak.
Apa kamu pernah melihatku kesal kepadanya?
Ayo makan.
Ayo.
Baiklah.
Kelihatannya enak, bukan? Makanlah.
Siapa itu?
Aku tidak menunggu siapa pun.
Tunggu sebentar.
Pak Jang, ini aku. Buka pintunya.
Apa yang terjadi? Kamu datang tanpa meneleponku.
Bu Choi, aku datang.
Aku tidak boleh meninggalkanmu dengan pria berpikiran kotor ini.
Aku kemari untuk menjagamu.
Aku senang kamu datang.
Aku membawa ubi karamel untukmu. Kamu mau mencobanya?
Kita akan makan dahulu.
Dia tidak akan mau makan jika menyantap makanan manis dahulu.
Astaga, kenapa memasak banyak, padahal kamu tinggal sendiri?
Kamu menyembunyikan peri masak?
Astaga, sudahlah.
Bu Yang membawa semua makanan ini untuk kita.
Kamu sudah makan?
Sudah, tapi jika ini masakan Bu Yang,
- aku bisa makan lagi. - Ini. Makanlah.
Aku akan mengambil nasi untukku.
Yeon Ji.
Yeon Ji, ada apa?
Yeon Ji, ada apa?
Apa yang terjadi?
Apa ini?
Aku sungguh hamil.
Astaga. Bagaimana ini?
- Turunkan aku. - Yeon Ji.
Asyik! Aku sangat senang!
Sulit kupercaya hal menakjubkan ini terjadi kepadaku.
Yeon Ji, aku sangat senang
sampai akan menangis.
Kamu sangat senang?
Ya. Aku sangat senang.
Aku sungguh senang.
Aku sangat senang sampai merasa akan menjadi gila.
Jangan beri tahu siapa pun.
Kenapa?
Aku tidak mau mereka membicarakan kehamilanku sebelum pernikahan.
Pernikahan kita kurang dari sebulan lagi.
Jadi, orang-orang akan percaya jika kita bilang bayi bulan madu.
Aku juga tidak boleh memberi tahu ayah dan ibuku?
Gawat.
Ayo beri tahu orang tuaku saja.
Mereka pasti akan senang.
Baiklah.
Ayo beri tahu mereka bersama saat Ibu pulang dari rumah sakit.
Baik.
Aku baru ingat. Yeon Ji, apa katamu yang kamu ingin makan?
Tteokbokki, jjolmyeon, kkanpunggi, jjajangmyeon, dan...
Apa lagi?
Jokbal pedas.
Jokbal pedas.
Aku akan pergi sekarang dan membelikan semuanya untukmu.
Duduk saja di sini dan beristirahatlah.
Ayo. Duduklah.
Aku akan segera kembali.
Si Woo, kamu baik-baik saja?
Ya. Aku baik-baik saja.
Apa yang terjadi?
Kurasa itu karena susu dan bubur beras.
Itu ada susunya.
Syukurlah Bu Choi menyiapkan obat untukmu.
Kondisimu bisa lebih buruk.
Aku ingat Bu Choi bilang dia memiliki resep
untuk obatmu tiap enam bulan.
Dia bilang dia selalu menyimpan obat untukmu
karena kamu sering sakit.
Maafkan aku, Si Woo.
Aku tidak tahu kamu
alergi susu.
Kamu bersikap seperti menyayangi menantumu.
Tapi kamu bahkan tidak tahu dia alergi susu?
Bagaimana jika kamu mengusir kami semua dari rumah ini?
Tidak apa-apa. Aku akan membaik setelah beristirahat.
Aku akan ke atas untuk beristirahat.
Baik.
Aku menanak nasi dan memasak sup.
Kamu seharusnya memberikan makanan yang kumasak saja.
Kenapa melakukan yang tidak pernah kamu lakukan dan membuat masalah?
Aku tidak tahu itu.
Aku tidak pernah melihat siapa pun yang alergi susu.
Pikirkan Jin Ah.
Pikirkan apa yang bisa kamu lakukan untuk membantunya bahagia.
Kamu tahu seperti apa kamu sekarang?
Seperti apa aku?
Seseorang yang mengusir orang-orang yang membiarkanmu masuk
agar kamu bisa menghangatkan diri dan mengambil kamar mereka.
Aku setuju dengannya.
Aku pulang.
Selamat datang, Nam Jin.
Kenapa suasana di sini tegang?
Apa terjadi sesuatu?
Sudah jelas.
Aku dimarahi oleh ibumu.
Dia memarahi Anda?
Dia tidak mungkin memarahi Anda.
Bukan memarahi, tapi mendidiknya.
Si Woo hampir mati karena susu dan bubur beras
yang dimasak mertuanya.
Hidup Si Woo dalam bahaya saat kami pergi.
Lalu, bagaimana keadaan Si Woo?
Dia baik-baik saja sekarang?
Ya. Kondisinya sudah membaik.
Syukurlah.
- Aku baru ingat. Ibu. - Ya?
Bisa kita bicara sebentar?
Tentu saja, Nak.
"Obat alergi, obat pengendali tekanan darah, obat penenang,
"obat sakit perut, obat pilek"
Ibumu sangat mengesankan.
Aku harus belajar banyak darinya.
Karena rentan terkena penyakit kecil,
aku menjadi sering sakit.
Terkadang, aku demam tinggi pada tengah malam.
Perutku kram.
Aku juga mengalami reaksi alergi seperti tadi
karena masakan yang kumakan di luar rumah.
Tiap sakit, aku memanggil ibuku,
dan dia menyingkirkannya.
Kamu tahu dia membesarkanmu dengan penuh kasih sayang.
Sampai kapan kamu akan marah tiap melihatnya?
Kamu benar. Tapi aku tidak tahu.
Ayo temui ibumu besok.
Ayo jemput dia.
Ibuku
mengira aku belajar di Italia.
Karena aku dingin
dan terlalu kejam kepadanya.
Kurasa
dia mengirimku jauh dari pikirannya.
Ibu.
Ibu tahu kamu sudah menyerahkan surat pengunduran dirimu.
Apa? Bagaimana Ibu bisa tahu?
Pak Heo memberi tahu ibu dan meminta ibu menghentikanmu.
Lalu, apa yang Ibu katakan kepadanya?
Hanya ini yang ibu punya.
Karena banyak yang ibu pakai untuk menyelesaikan masalahmu
dalam babak ketiga kontes. Jadi, sisanya tidak banyak.
Ibu.
Lakukan yang ingin kamu lakukan.
Jika kamu ingin belajar, belajarlah.
Jika kamu ingin mengelola bisnis, lakukanlah.
Namun,
lakukan yang terbaik dalam melakukan itu.
Ibu hanya ingin kamu melakukan yang kamu suka
dan hidup bahagia.
Terima kasih, Ibu.
Kamu pasti butuh lebih banyak uang untuk memulai bisnis.
Ibu akan mengumpulkan uang lebih banyak.
Jadi, mulailah persiapkan bisnismu dengan uang ini untuk sekarang.
Bagaimana cara Ibu akan menghasilkan uang?
Jangan khawatir.
Ibu mengatakan ini karena yakin bisa mendapatkan uang.
Sebagai gantinya, kamu bisa
menaikkan jabatannya menjadi manajer keamanan
dan memberinya meja.
Manajer keamanan?
Tidak. Karena kamu akan menaikkan jabatannya,
jadikan dia manajer keamanan.
Harapannya adalah menjadi manajer sekali seumur hidup.
Jadi, dia pasti akan menerimanya jika kamu menaikkan jabatannya.
Siapa dia?
Maksud Ibu Pak Bang?
Dia tidak punya banyak uang.
Dia punya banyak uang.
Sebenarnya, uang itu milikmu.
Intinya, kamu harus pura-pura tidak tahu apa-apa.
Astaga. Anak ibu yang manis.
Kamu pasti sangat menderita karena Seung Joo.
Terima kasih sudah melalui itu.
Ayo kita
berpikir kamu dan Seung Joo tidak ditakdirkan bersama.
Ibu, bagaimana jika kita menghabiskan waktu bersama besok?
Menghabiskan waktu bersama denganmu?
Ibu mau.
Ibu tidak perlu menemui Geum Soon besok.
Besok sempurna.
Pak Jo, tolong.
Aku sungguh payah mengoperasikan komputer.
No comments yet. Be the first to leave one.