The first 200 lines.
Tak ada yang bilang cinta bisa menyakitkan,
cinta seperti mawar.
Jika bertahan melewati durinya, kau dapat bunganya.
DARI NOVEL WATTPAD BOULEVARD KARYA FLOR M. SALVADOR
Selamat pagi.
Ini hari pertamamu di SMA. Semoga harimu luar biasa, Sayang.
Pasti kau akan suka dan dapat banyak teman.
Ibu sudah di rumah sakit, doakan Ibu, ya?
Salam kecup, Sayang. Ibu menyayangimu.
Maaf, di mana ruangan kelas sebelas?
- Pintu yang itu. - Terima kasih.
Maaf, aku terlambat.
Kau siapa?
Dasar bodoh.
- Salah satu periode brilian… - Hai.
Maaf. Aku murid baru dan…
Kau terlambat.
Hasley… Weigel?
Weigel.
- Ayahku orang Jerman. - Baiklah.
Pak…
Murid terlambat dilarang masuk kelasku.
Sungguh?
Lanjut, tahun ini akan kita mulai dengan Zaman Keemasan.
Kau berengsek.
- Mereka mengusirku. - Secara teknis tidak.
Karena harus diizinkan masuk dulu.
Lalu kenapa kau di sini, mengisap ganja?
Mau kelihatan keren?
- Kau mau? - Jijik.
Apa itu?
Sial.
Ini odol.
Kau lucu…
Hasley.
Weigel. Hasley Weigel. Ayahku orang Jerman. Puas?
"Hasley Weigel."
Hasley saja.
Siapa namamu?
Hasley.
- Kau Hasley, 'kan? - Ya.
Aku Olivia. Panggil aku Oli.
- Dari kelas? - Ya.
Dengar, tadi menyebalkan.
Jangan cemas, dia yang terburuk. Yang lain tak terlalu buruk.
- Sedikit saja. - Sedikit saja.
Hei, kami di luar di tangga, sedang minum.
Mau bergabung?
- Boleh? - Ya.
Baik. Aku beli sesuatu dulu.
Bagus. Sampai jumpa.
Hasley.
Baik, Semuanya. Biar kuperkenalkan. Ini Hasley.
- Itu Dylan. - Hei.
- Zev. - Halo.
Neizan dan Carla.
- Hai. - Hai.
Bagaimana?
Hei, Oli, siapa pria pirang itu?
Dia?
Itu Luke Howland.
Dia pecundang. Sebaiknya jauh-jauh dari dia.
- Kenapa? - Dia gila.
Dia aneh. Kadang dia marah-marah.
- Kalian jahat. - Apa?
- Kalian sedang membahas apa? - Hei, membahas si pemadat itu.
- Luke. - Bagus.
Hai. Aku Matt.
Senang bertemu.
Hasley.
Hasley?
Nama yang cantik. Kau murid baru, 'kan?
Masih ada waktu untuk kabur.
Abaikan dia.
Itu akan sulit. Ibuku psikolog yang baru.
- Di sekolah? - Sial.
Di rumah sakit juga.
Ibumu psikiater sekolah?
Kenapa pakai kata itu? Kau bodoh?
- Maaf. Jangan sensitif begitu. - Apa masalahmu?
Mereka baik, aku berjanji.
Jika mengganggu, hubungi aku. Jika tidak, tetap hubungi.
Saatnya masuk kandang lagi.
Jadwal latihan akhir pekan ini. Kalian datang?
Ya, tentu.
Kau ikut juga agar bisa kami jelaskan semuanya.
Ya, baiklah.
Jangan kecewakan aku.
Baik, Romeo.
Sampai nanti.
Bagaimana? Keren, 'kan?
Apa yang salah dengan Luke ini?
- Semuanya salah. - Sejak saudaranya bunuh diri.
- Dia gila. Selalu buat masalah. - Ayolah.
Apa? Dia harus tahu agar tak dekat-dekat dengannya.
Sayang, jika kau mau kabur,
tulis pesan untuk Ibu tanpa tipo, tolong.
Selamat malam.
Ibu menyayangimu.
Sial.
…tiga puluh lima di Sevilla di Palacio de Dueñas
yang disewakan ke beberapa keluarga yang tinggal di sana.
Saat usia delapan tahun…
IMPIAN
Weigel.
Kau seharusnya di kelas, 'kan?
Kau benar, Luke Howland.
Aku sedang tak ingin.
Jadi, kau tahu namaku.
Sepagi ini sudah teler?
Ini meringankan stresku.
"Tidur di bawah bintang."
"Bepergian ke Paris."
"Jalan-jalan pakai van hippie…" .
Hei.
"Menanam pohon."
"Menari di depan umum tanpa peduli."
"Menyalakan kembang api."
Cukup. Itu pribadi.
Apa? Ini daftar keinginan?
Kau sekarat.
Ini impianku.
Namun, agak aneh.
Jelas kau tak pernah harus hidup selalu berpindah.
Asal tahu saja, aku iri kepadamu.
Punya impian dan lain-lain.
Itu bukan untukku.
Lagi pula, pada akhirnya impian hancur.
Tidak, aku tak setuju.
Impian memberiku harapan. Seperti…
Seperti ada tujuan hidup lain.
Dengan kata lain, target buatan demi memberi makna di hidup yang berat.
Untuk apa hidup dari kebohongan?
Hanya bohong jika tak kau penuhi.
Tenanglah, kau pasti punya impian juga.
Saat ini aku ingin bronis ganja
demi melewati pagiku.
- Tentu, cuma itu yang kau pikirkan, 'kan? - Tidak.
Aku juga ingin berenang bersama lumba-lumba.
Lompat dari tebing. Menyetir tanpa tujuan.
Juga bepergian ke Amsterdam. Itu juga.
Untuk makan bronis?
Benar.
Hei, yang di kausmu itu dispersi cahaya?
Kau bercanda.
Kau tak tahu Pink Floyd?
Ya, nama itu tak asing.
Jelas saja. Ini salah satu band rock terbaik dalam sejarah.
Radiohead.
The Offspring. The Doors.
Pasti aku pernah mendengarkan mereka.
Bahkan Green Day?
Sudah, cukup. Ampuni nyawaku. Biar kuambil ponselku dan…
Apa? Tidak, berhenti.
Jika ini kali pertamamu, harus benar.
Bagaimana caramu?
Piringan hitam.
Berapa usiamu? 80 tahun?
Kau butuh petunjuk bagaimana musik bagus dibuat.
Kau aneh.
Mau ganja? Terkadang melanggar aturan itu bagus.
Aku tak sudi mengisap ganja itu.
Hei, Kalian. Sedang apa? Ayo berdiri.
Ke kantor kepsek.
- Punyaku. - Sekarang.
Aku tak kenal dia.
Kau, ke kantor kepsek. Kau, ke kelas.
Aku tak masuk kelas bukan karena kemauanku.
Sungguh. Aku terlambat lagi
dan karena dia melarangku masuk, ya sudah.
Ya, "bukan" karena kemauanku. Kau bernyali.
Jangan cemas. Kau akan terbiasa dengan jadwalnya.
Hasley, ada rencana nanti?
Tidak, kenapa?
Mau beli minuman?
Ya, tentu saja.
Sempurna. Sampai nanti, kalau begitu.
Baik, duduklah.
Matt, kenapa kau di sini? Kembali ke kelas, kau terlambat.
Alasannya bagus.
Bagaimana proses pindahanmu?
Biasanya aku tak pernah sempat membongkar dus-dusnya.
Bagaimana bisa?
Kami biasanya sudah pindah lagi sebelum sempat.
Aku selalu tinggal di sini, tapi aku bepergian bersama timku.
Basket, 'kan?
Kapten tim, pula.
Bagaimana kehidupan di sini?
Kau tahu, hidup bisa menyebalkan di kota kecil.
Namun, tenang saja. Akan kupastikan kau senang.
Aku sangat tersanjung.
Untuk awal baru.
Terima kasih kau mengantarku.
Dengan senang hati. Aku jadi bisa lebih lama bersamamu.
Kita sampai.
Aku senang hari ini, Has.
Aku juga.
Itu seribu kali lebih baik dari bayanganku.
Hasley, Sayang.
Ibu, ada apa?
No comments yet. Be the first to leave one.