The first 200 lines.
Hei, ada apa? Aku datang secepatnya.
Judul rekaman seksmu. Dapat.
Pernah dengar pria bernama Bruno Rojas?
Ya, pria besar di kartel Kolombia.
Tadinya, sampai dia ditembak kemarin
oleh letnannya.
Ternyata, peluru menembus putingnya.
Wah. Titik sasaran alam.
Astaga. Aku suka cara pikirmu
Pokoknya, dia koma, dan Kapten Holt pikir
jika aku ada saat dia sadar, aku bisa membuatnya bicara.
- Kenapa meneleponku? - Aku butuh rekan.
- Lalu mereka? - Kami tak di sini untuk kerja.
Aku bawa Scully sebab dia butuh tes medis.
Ya, aku selalu di sini.
Aku seperti wali kota tempat ini.
Cheryl, ada kantung baru untukku?
Kusimpankan yang terbesar, Scully.
Kau terlalu baik padaku. Baiklah, sampai bertemu.
Dan, Dan, pria enema.
Kurasa bagus melihat Scully dalam elemennya.
- Wow! - Jake, aku tak bisa di sini bersamamu.
Aku sangat sibuk.
Ya, aku juga.
Maksudku, aku sudah kerja dua sif nonstop,
tapi kita belum mengobrol selama hampir sebulan.
Hari jadi kita sebentar lagi,
dan kita tak ada rencana.
Ya, tapi kita sudah membahas ini.
Kita akan berwisata setelah punya waktu.
- aku janji. - Seperti janjimu
kita akan nonton film Bumblebee ?
Aku tak janji. Aku yakin kubilang,
"Itu film anak-anak".
Ya, dan aku yakin yang kukatakan adalah, "Itu untuk remaja".
Dengar, aku mengerti kau tak bisa libur kerja,
tapi ini celah. Masih tetap kerja.
Kita bisa bersama di sini
dan mengobrol, dan tertawa,
dan secara teknis, kita akan bekerja.
Aku menyebutnya "kasuswisata"
Kasuswisata Yang kuinginkan
Kasuswisata Harus pergi jauh
Sayang, ini sangat manis,
tapi kau sungguh berpikir Holt akan biarkanku
tinggal di sini tanpa batas waktu?
Ya. Bilang aku butuh diawasi.
Kuhabiskan enam tahun membangun reputasi
sebagai si bodoh tak bertanggung jawab untuk saat ini.
- Itu konyol. Holt menghormatimu. - Sungguh?
Halo, kau menelepon kantor Raymond Holt.
Aku bisa jawab telepon.
Hei, Pak, aku di rumah sakit bersama Jake,
dan kurasa dia butuh...
Pengawasan? Setuju.
- Jadi? - Kasuswisata, yang kuinginkan,
bersiap untuk romantis.
Voilà.
Bienvenue à Paris.
Bonjour, Madame. Fromage?
- Charles akan pergi. - Sungguh?
Ya, kau cuma menyiapkan.
Baik. Nikmati hari jadi anehmu
hanya dengan pasangan, bajingan egois.
Terima kasih atas bantuanmu!
- Bagaimana menurutmu? - Aku suka sekali.
- Ini sangat romantis. - Oh.
Maksudku, kecuali tubuh koma di tengah ruangan.
Anggap saja dia bagian dari Paris.
Bayangkan kita sedang berjalan-jalan di Louvre, dan dia adalah patung.
- Oh. - Ya. Mari, ma chérie ?
Aku tanya pada wanita di toko apa keju favoritnya,
dan semua itu sangat mahal,
jadi, aku beli keju lokal hemat anggaran.
Jadi, setahun penuh pernikahan. Apa bagian favoritmu?
Kau mau aku lakukan hitung mundur saat indah pernikahan
seperti NBA Inside Stuff ?
Maksudku, bukan itu yang ku...
Nomor lima!
Ahmad Rashad. Tiruan terbaikku.
Nomor lima adalah saat
lensa kontak kita tak sengaja tertukar.
Aku melihat dunia dari matamu.
Tapi resep kita berbeda,
- dan dunia begitu buram. - Ya, gila. Kukira aku kena stroke.
- Baik, giliranmu. - Nomor empat!
Apa penyihir tua yang memperkenalkan acara ini?
Kau terdengar seperti itu.
- Tidak. - Ya.
- Setuju untuk tak setuju. - Baiklah. Nomor empat adalah
saat kita main laser tag dan menembak semua anak kecil itu.
Oh, ya. Kita mengacaukan pesta ulang tahun Mason.
Itu pantas. Dia berengsek.
Baik, apa yang nomor tiga?
Aku tahu.
Saat kita berbagi Uberl dengan Michael Caine.
Michael Caine!
Maksudku, jelas Michael Caine
syuting film di London saat itu, dan,
kenapa Michael Caine naik Uber?
- Tapi itu tetap keren. - Sangat.
- Kita satu mobil dengan Alfred. - Ya!
Baiklah, nomor dua.
Ini mungkin momen favoritku
selama kita berpasangan: 6 Januari,
- ulang tahun Eddie Redmayne. - Kenapa kau tahu itu?
Sebab dia aneh di Jupiter Ascending.
- Oh, ya. - Aku penggemar.
- Ya, bukan itu. - Baiklah.
Itu malam terdingin tahun ini,
dan kau pakaikan kaus kaki di kakiku saat aku tidur.
Kau bahkan tak menerima pujian.
Tapi kini aku dapat pujian untuk itu
dan untuk tak menerima pujian.
Itu kredit ganda, bodoh.
Kalian hanya yang termanis.
Aku tak sabar untuk nomor satu!
Oh, itu Ahmad Rashad.
Aku Pam. Aku dari sebelah.
Aku mendengarkan kalian berdua bicara
dan harus melihatnya.
Kalian berdua sangat menarik.
- Benar, bukan? - Boyle, pulanglah!
Pam bisa tinggal, aku tidak?
Ya, karena dia pasien.
Kurasa, karena gaunmu.
Ya. Aku punya usus terbelit.
Aku punya tabung, aku punya kantung. Kau mau lihat?
Tidak. Tapi terima kasih, Pam.
Kabari jika kau cium apa pun.
Aku bahkan tak menyadarinya.
Aku yakin aku sudah mencium sesuatu.
- Tidak, kau akan tahu. - Oh.
Kalian punya anak?
Bayi ras campuran selalu menggemaskan.
Kau bilang kata-kata.
Ya, kami belum punya anak,
tapi kami akan mulai mencoba.
Aku hanya punya satu, Bobby-ku.
Dia anak kecil yang manis sampai dia temukan penisnya.
Pam, kau di sana. Sudah waktunya untuk infusmu.
Kau mainkan musik di sini? Itu tak boleh.
Kenapa tidak, Suster Janet?
Apa akan mengalihkan perhatian dokter?
Ya, tepat sekali.
Baik, akan kumatikan segera.
- Kita orang jahat di sini? - Ya, sepertinya.
Kita tak perlu pura-pura menyamar di sini.
Pegawai rumah sakit tahu kita polisi.
Aku tak buat penyamaran.
- Ya? - Hanya soal anak itu.
Bilang kita akan mulai mencoba.
Oh, maaf. Maksudku tidak segera.
Maksudku dalam waktu dekat.
Oh. Baik.
Keren,
kecuali ada satu masalah kecil,
bahwa aku tak tahu bahwa aku tahu
bahwa aku pasti ingin punya anak,
jadi...
- Kau tak mau? - Tidak.
- Kau mau? - Ya.
Aku tak mengerti.
Kupikir kita berpikir sama soal anak.
- Kita sudah bahas ini. - Benarkah?
Lihat foto Matthew yang dikirim kakakku.
Kita harus lakukan ini kelak. Bagaimana menurutmu?
Kau bercanda? Tentu saja.
Aku bicara soal pergi ke taman air.
Kau bicara soal punya anak?
Ya! Aku bilang, "Kau pikir kita mampu?"
Dan kau bilang, "Kita akan segera menabung."
Biar kuperjelas.
Semua uang taman air yang kutabung,
kau mau habiskan untuk anak?
Ya. Kenapa habiskan uang sebanyak itu
untuk taman air?
Maaf. Aku tak tahu harus berkata apa.
Aku tak pernah menginginkan anak.
Yah, aku selalu ingin.
Baiklah, bagaimana kita menangani ini?
Hanya satu hal yang harus dilakukan saat dua orang
punya pandangan berbeda tentang sebuah subjek.
Bicarakan dengan cinta dan putuskan cara maju?
- Debat terstruktur. - Oh. Asyik.
Format SMA. Modifikasi Lincoln-Douglas.
Ambil satu jam terpisah untuk penelitian dan persiapan. Ya.
Bagus, akan kulakukan Lincoln-Douglas.
Aku akan hati-hati jika jadi kau. Hubungan seperti usus.
Setelah terbelit, mereka tak bisa diuraikan.
Pam, kau di sini lagi.
SATU JAM KEMUDIAN
- Itu yang kau siapkan? - Ya, aku memeriksa hatiku
dan tulis perasaanku.
Aku akan menghabisimu, Bodoh.
Keren. Lalu kita akan punya anak bersama?
Ya. Ini akan hebat.
Baiklah, topiknya hari ini
adalah haruskah kita punya anak atau tidak.
Aku ambil yang setuju.
No comments yet. Be the first to leave one.