Release info

오!-삼광빌라-Homemade-Love-Story-E55-E56-NEXT-VIU
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-12-21
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Permisi.

Hwang Na Ro.

Na Ro?

Selamat pagi, Bit Chae Woon.

Kenapa kamu kemari?

Kemari?

Sebenarnya aku

mencari seseorang.

Siapa?

Apa dia temanmu, Pak Woo?

Halo.

Dia bukannya teman. Hanya seseorang yang kukenal.

Begitu rupanya. Jadi, dia bukan teman.

Siapa yang ingin kamu temui?

Itu...

Kamu datang untuk menemui Pak Lee?

Kamu terus melirik dia.

Kenapa? Kami belum pernah bertemu.

Aku tahu.

Aku terus menatapmu karena kamu tampak tidak asing,

tapi mungkin kita belum pernah bertemu.

Apakah namamu Park...

Bukan, Lee Dong Chun.

Lee Dong Chun?

Sepertinya kita orang asing.

Hei, apa yang kamu lakukan?

Kamu tidak bisa masuk begitu saja seperti ini.

Aku mengunjungi toko cabang di sekitar sini

dan mampir untuk mengatakan sesuatu.

Sesuatu semacam apa?

Selagi kamu di sini, bagaimana kalau minum kopi?

Kamu bukan teman Pak Woo, tapi tetap saja...

Tidak apa-apa.

Aku tidak minum kopi yang dibuat orang asing.

Begitukah? Kalau begitu, aku akan kembali bekerja.

"Episode 28"

Cilukba!

Apa-apaan...

Berandal. Kamu tidak akan pernah mendapatiku lengah.

Kamu sudah lupa dengan salah satu julukanku?

Macan Hening.

Yang tinggal di Gunung Jiri.

Inikah yang kudapatkan karena mengikuti permainan, Pak Tua?

Kulihat kamu menggunakan otakmu sedikit.

Bagaimana kamu bisa menebak aku di sini?

Yang benar saja.

Kamu sudah lupa dengan salah satu julukanku? Itu...

Aku tidak tertarik. Omong-omong,

tampaknya anak-anak bermusuhan denganmu.

Saat kamu masuk,

mereka melihatmu seolah-olah kamu anjing kotor.

Seo Yeon dan calon menantuku.

Calon menantumu? Yang benar saja.

Aku kasihan kepadamu, Na Ro.

Jadi, kamu ingin akrab dengan mereka?

Karena darah lebih kental daripada air?

Begini,

apa dia akan berpikir begitu jika tahu

bahwa kamu yang menelantarkannya?

Tutup mulutmu, Berengsek.

Atau aku akan memastikan kamu tidak pernah kemari lagi.

Aku penasaran sampai kapan kamu bisa senyaman ini.

Terutama saat aku sudah unggul.

Apa?

Kamu juga harus membuat rencana pensiun,

jadi, aku akan berusaha tidak terlalu menghancurkan hidupmu.

Jadi,

jangan memancingku.

Mengerti?

Selain itu,

jangan pernah menarik kerahku lagi.

Lebih baik orang melihat kita juga bisa menjadi pria sejati.

Semoga harimu menyenangkan.

Sial.

Baiklah. Mari saling menjauh.

Tapi jangan berani menyakiti Seo Yeon-ku.

Jika kamu menyakiti Bit Chae Woon dengan cara apa pun,

aku akan mencincangmu. Mengerti?

Astaga.

Apa ini yang disebut cinta seorang ayah?

Ayolah, kamu tidak begini.

Ini tidak cocok denganmu.

Kalau begitu, semoga harimu menyenangkan.

Tentu, Na Ro.

Dahulu aku juga kurang ajar saat seusiamu.

Aku tidak tahu betapa kerasnya dunia.

Mungkin jatuh dengan wajah dahulu akhirnya bisa memberimu pelajaran.

Dasar berandal.

Dari mana asal mainan ini?

Sayang jika dibuang.

Tapi kenapa ini tampak tidak asing?

Menjangkaulah ke depan

dan arahkan kaki ke belakang ruangan.

Bayangkan seseorang menarik lengan dan kakimu

dan teruslah menjangkau ke depan dan ke belakang.

Rasakan tubuhmu memanjang.

"Woo Jung Hoo"

Sulit dipercaya.

Dia senang meneleponku sekarang.

Angkat tangan dan kakimu sedikit.

Tunggu.

Dorong dari lantai dengan lengan berlawanan.

Tarik dagumu.

Baiklah.

- Itu aneh. - Sekarang tarik napas.

Kenapa aku tegang seperti dahulu sebelum bercerai?

Tarik napas sekali lagi.

Lalu embuskan napas.

Turunkan tangan dan kakimu.

Sulit dipercaya.

Kini jangkau ke depan dengan tangan kirimu.

- Baiklah. - Sekarang kaki kanan.

Dia belum sepenuhnya pulih menjadi dirinya yang semula,

jadi, aku akan menjadi teman yang setia.

Begitu pula dengan tulang belakangmu.

Halo?

Kenapa lama sekali menjawabnya? Aku khawatir.

Ada apa lagi kali ini?

Kamu ingin tahu cara memasak millet dengan nasi?

Kamu sudah sarapan?

Omong-omong, kamu mengenali ini?

Apa itu? Bisa pindahkan kameranya lebih dekat?

Manis. Itu Manis! Di sana dia rupanya.

Manis?

Karena itukah orang-orang bilang kamu cemas setiap saat?

Di mana kamu menemukannya?

Aku mencarinya ke mana-mana sebelum pindah.

Di dalam ruang pemanas.

Di ruang pemanas? Manis-ku?

Jangan dibuang, ya?

Aku akan datang untuk mengambilnya.

Jangan berani-berani membuangnya, ya?

Kalau begitu, apa ini milikmu?

Ya, itu milikku. Itu mainan penenangku.

Mainan penenang? Astaga.

Kenapa orang dewasa membeli hal semacam ini?

Itu tidak dibeli.

Yang benar saja, Jung Hoo. Kamu tidak ingat?

Ingat apa?

Sudah kuduga.

Aku tahu kamu tidak akan mengingatnya.

Pastikan kamu menyimpannya di sana.

Jangan dibuang, ya?

Aku tidak akan membuangnya. Aku tidak membuang apa pun.

Inikah alasanmu meneleponku?

Apa?

Ya.

Ini aneh.

Kamu tidak pernah meneleponku sama sekali.

Kalau begitu, aku harus pergi.

Astaga.

Di mana sopan santunnya?

Bagaimana bisa dia tidak ingat boneka itu?

Apa yang bisa kuharapkan darinya?

Dia bukan James.

Kamu baru saja sarapan. Kenapa makan berondong jagung?

Apa?

Ada yang harus kupikirkan.

Aku harus mengunyah sesuatu saat mencoba berpikir.

Astaga.

- Kak Sun Jeong. - Apa?

- Tentang Na Ro dari basemen. - Ya?

Kakak pernah curiga tentang dia?

Entahlah.

Tidak juga. Sebenarnya, dia sangat baik kepada kakak.

Kakak tahu Na Ro kesulitan bergaul dengan orang lain,

tapi jiwanya baik.

Dan dia sopan. Kakak menyukainya.

Tidak diragukan lagi.

Semua orang baik kepada Kakak, bukan?

Di dunia Kakak sendiri,

bahkan orang jahat punya alasan tersendiri.

Dan tidak ada yang tidak bisa dimaafkan, bukan?

Tidak.

Ada

beberapa orang yang tidak bisa kakak maafkan.

Ada dua.

Benarkah?

Itu mengejutkan.

Ada dua? Siapa mereka?

Siapa?

Kamu bersalah karena menjadi ibu Bit Chae Woon.

Sakit, Sun Jeong.

Hanya beberapa orang.

Sun Jeong.

Bibi tidak bekerja.

Bibi?

Aku libur hari ini.

Begitu rupanya.

Sun Jeong, kamu butuh bantuan?

Tidak perlu. Aku hampir selesai.

Baiklah.

Kalau begitu, aku harus pergi ke restoran.

Baiklah.

Paman Hwak Se.

Paman Hwak Se, kita harus bicara.

Apa yang terjadi?

Maksudmu PL?

Kamu melihatnya di penjara?

Kamu tidak pernah memanggil Na Ro PL.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left