The first 200 lines.
"Hotel Del Luna"
"Episode 13"
Astaga, apa kamu sebegitu mengantuknya?
Apa itu dari si magang? - Ya.
Yu Na harus menyelesaikan pekerjaan rumahnya
dan aku membangunkannya karena dia bilang sedang mengantuk.
Hyun Joong.
Apa Yu Na tahu kamu berencana untuk pergi
bersama adikmu setelah dia meninggal?
Tidak, dia belum perlu mengetahuinya.
Aku hanya memberi tahu Yu Na aku menunggu adikku.
Begitu rupanya.
Selamat datang. - Selamat datang, Pak.
Apa Anda ingat sudah berapa lama Anda meninggal?
Aku tidak ingat jelasnya.
Tapi sekitar dua hari.
Kalau begitu... - Pak.
Aku akan mengantarmu.
Silakan lewat sini.
Pak.
Apa kamu Yoon Seung Beom,
cucu tertua keluarga Yeongju Yoon
yang dahulu tinggal di Beomcheon City?
Dan usiamu 42 tahun?
Ya, benar.
Kamu masih lajang, bukan?
Ya.
Aku tidak bisa menikah.
Begitu.
Keluargamu pasti sangat sedih
karena cucu penerus keluarganya wafat
tanpa memiliki seorang anak.
Bu Choi.
Tadi kupikir kamu Nona Jang.
Kenapa kamu rapi sekali?
Pak Kim, sepertinya sebentar lagi aku akan bisa pergi.
Aku dalam perjalanan mewujudkan dendamku selama 200 tahun.
Apa maksudmu...
Dia sudah mati.
Putra terakhir keluarga itu wafat
dan ke sini sebagai tamu.
Pohon keluarga
dari keluarga terkutuk itu akhirnya habis.
Aku dalam perjalanan menuju pemakamannya
agar bisa menyaksikan keluarga Yeongju Yoon
meneteskan air mata darah.
Bu Choi.
Kamu tidak boleh menyebabkan kejadian
seperti 42 tahun silam.
Dahulu aku ke sana karena murka, tapi sekarang
aku ke sana karena bahagia.
Sanchez masih di restoran.
Jadi, aku hanya perlu menemui Sanchez
dan meminta maaf, bukan?
Permintaan maafku bisa lebih bagus dengan segelas alkohol.
Ini air soda.
Anggap saja ini sampanye dan minumlah.
Ini terlalu berbuih. Kamu punya soju?
Campurkan dengan soju. Kita lihat bagaimana rasanya.
Kalau enak, kamu minum ini
dan bukan sampanye.
Merampas sampanye dan kaviar dariku
sama saja seperti merampas saus pedas dan acar dari piza.
Menyebut piza membuatku mencemaskan Sanchez sekarang.
Baiklah. Kita berbelanja.
Kita pergi sebelum tokonya tutup.
Kenapa percakapan ini berakhir dengan pergi berbelanja?
Aku harus minta maaf kepadanya.
Daripada datang dengan tangan kosong dan berkata,
"Maafkan aku, Sanchez,"
membelikan sesuatu yang indah
dan berkata, "Maafkan aku, Sanchez"
akan sangat berbeda.
Bilang saja kamu mau berbelanja.
Kamu hanya perlu bilang kepada Sanchez
bahwa Veronica telah meninggalkan dunia ini dan kamu mengantarnya
ke jembatan menuju akhirat.
"Ke jembatan menuju akhirat"?
Bagaimana bisa aku mengantarnya ke jembatan
yang belum pernah kuseberangi?
Kamu belum pernah ke jembatan menuju Sungai Sanzu?
Aku tidak akan ada di sini kalau sudah pernah ke sana.
Begitu menginjakkan kaki di jembatan itu,
mustahil bisa kembali.
Aku bisa memberi tahu kalau kekasihnya
sedang menyeberangi jembatan itu.
Dia masih di jembatan?
Apa jembatannya sepanjang itu?
Alur waktu di sana berbeda.
Waktu singkat untuk menyeberangi jembatan menuju akhirat
membutuhkan 49 hari di dunia ini.
Selagi mereka menyeberangi jembatan,
mereka melupakan ingatan dari dunia ini satu per satu.
Mereka tidak dipaksa untuk menetap di akhirat.
Mereka tidak kembali karena semua ingatan mereka hilang.
Aku yakin kekasih Sanchez menyeberangi jembatan sekarang
dan ingatan tentangnya dihapus satu per satu.
Itu kisah yang pahit
bagi mereka yang ditinggalkan.
Chan Seong.
Aku bisa menjanjikanmu satu hal.
Usiaku 1.300 tahun.
Saat aku menyeberangi jembatan,
banyak ingatanku akan menghilang.
Tapi aku akan selalu mengenang ingatan tentangmu hingga akhir.
Aku tidak menjanjikan aku akan mengingatmu di akhirat nanti.
Tapi hingga langkah terakhirku di jembatan itu,
aku akan mengingatmu.
Benar.
Kamu pasti bisa, dilihat dari 1.300 tahun pengalamanmu.
Aku memercayaimu.
Tapi kamu akan mengingat apa tentangku?
Kamu sangat mencemaskanku akan bereinkarnasi
menjadi anjing atau babi.
Kamu menjual semua mobilku, melarangku membeli kapal pesiar,
dan mengambil kartu kreditku.
Kamu memberikan saran konyol
menjadikan air soda pengganti sampanye.
Astaga, aku hanya bisa mengingat hal-hal konyol.
Banyak yang sudah kulakukan untukmu.
Kesombonganmu adalah hal utama yang tidak akan bisa kulupakan.
Aku mungkin akan mengingat kata "Harvard",
bukannya namamu, "Ku Chan Seong" di saat terakhirku.
Ini milikku.
Ya, aku mau memesannya lagi karena kamu suka aromanya.
Penjualnya menghilang.
Aku membawanya agar bisa kucari.
Baiklah. Kupikir kamu mencurinya dari hotel.
Itu mungkin saja.
Periksa jika ada barang-barangmu di sini.
Apa kamu sungguh mencuri dari hotelku?
Cari dengan cermat barang-barangmu.
Ini. Ini milikmu.
Aku akan menempelkan ingatan ini dalam kepalamu.
Aku senang kamu mengingatku dengan Harvard, manajer kejam,
tapi
jangan lupakan pria yang tersenyum kepadamu sekarang.
Ya.
Ingatlah saat-saat ini.
Sepertinya Sanchez akan pulang terlambat.
Kita harus menemuinya.
Dari Hyun Joong.
Sejak seorang pria datang ke hotel sebagai tamu kita,
Bu Choi tampak aneh.
Aku baru tahu ternyata tamu itu putra terakhir
dari keluarga yang sangat dibenci oleh Bu Choi.
Apa dia menghadiri pemakaman pria itu?
Ya.
Pak Kim juga sangat cemas.
Nona Jang.
Kejadian yang sama dengan 42 tahun silam tidak akan terulang, bukan?
Apa yang terjadi 42 tahun silam?
Pengawas pelayan, Choi Seo Hee,
meninggalkan hotel, nyaris menjadi roh jahat dan lenyap.
Bu Choi yang berkepala dingin?
Bajingan dari keluarga itu merusak makam putrinya,
yang menjadi dendam terbesarnya.
Ini makamnya.
Makam gadis yang telah wafat pada tanggal 25 bulan ini
akan membahayakan keluarga kalian.
Kalian harus menggalinya dan memusnahkannya
agar menantu kalian bisa melahirkan bayi yang sehat
yang sedang dalam posisi terbalik.
Kalian tidak boleh merusak makam tua seorang gadis.
Darah daging keluargaku nyaris habis.
Gali makamnya.
Hentikan.
Jangan menyentuh makam putriku.
Aku mengutuk seluruh keluargamu
hingga mati.
Akan kupastikan garis keluarga kalian berakhir di sini.
Mati!
Jika Ma Go menemuinya sebelum Malaikat Maut,
Bu Choi akan dilenyapkan.
Hari itu, Malaikat Maut dan Nona Jang membuat kesepakatan
agar Bu Choi tidak diseret ke akhirat
dan bisa melanjutkan bekerja di hotel.
Kalau tidak salah ingat, kita memberi bunga gratis sepuluh bulan.
Selama 12 bulan.
Ya.
Saat itu, bunga-bunga belum bermekaran di taman.
Manajer umum sebelum Bu Hwang
menghabiskan semua uang Nona Jang.
Itu masa paling terpuruk kami.
Kamu tahu yang dilakukan Nona Jang saat itu?
Setiap aku mengingat Nona Jang mencabut kudzu dengan cangkul...
Hei.
Jangan dibayangkan. - Baik.
Putra yang dilahirkan 42 tahun silam
meninggal tanpa memiliki seorang anak.
Tidak akan ada yang terjadi jika dia bertemu keluarga itu
di pemakaman, bukan?
Keinginannya selama 200 tahun akan terpenuhi.
Aku ragu akan terjadi sesuatu.
Itu berarti Bu Choi akan segera pergi.
Apa kamu sudah puas?
Akhir keluarga ini telah tiba.
Sekarang aku bisa pergi tanpa penyesalan.
Kamu datang.
Dia ayah bayiku.
No comments yet. Be the first to leave one.