Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 20 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton :):) Kunjungi www.sultankhilafsub.wordpress.com

Tags

other
Published on: 2017-12-23
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 20"

"Kelas Memasak Jang Ok Ja"

Ibu.

Ibu! /- Ada apa?

Ibu, jangan terkejut.

Ingat cincin yang Eun Seok kenakan di lehernya?

Dia melakukan ini.

Eun Seok melakukan ini?

Memangnya siapa lagi?

Dia tidak mengizinkan orang lain menyentuhnya.

Kurasa akhirnya dia melupakan Soo Kyung.

Baguslah jika begitu.

Jangan katakan apa pun kepadanya sebelum dia membicarakannya.

Baik.

Omong-omong, apa itu?

Panekuk Japchae.

Itu unik.

Bagaimana ide hidangan ini bisa muncul?

Bukan ibu yang memikirkannya.

Tapi pekerja paruh waktu yang membantu berbelanja.

Aku melihat ada yang keluar saat aku masuk tadi. Apa itu dia?

Ya.

Dia gadis yang manis.

Ibu pasti sangat menyukainya.

Ibu selalu memujinya.

Ini resume yang lolos tahap seleksi.

Lihat. Ini punyamu, bukan?

"Lembar Pendaftaran Kontes Resep Rahasia Grup WL"

Ya, ini punyaku.

Tapi aku gagal menyerahkan pendaftaranku hari itu.

Mungkin orang lain melakukannya untukmu.

Orang lain?

Kini aku ingat.

Sepertinya pacarmu yang menyerahkannya.

Apa? /- Pada hari terakhir,

pacarmu datang sambil berlari tepat sebelum tenggat.

Ayo. /- Baik.

"Pendaftaran Kontes Resep Rahasia Grup WL"

"Pendaftaran Kontes Resep Rahasia Grup WL"

Tunggu!

Kamu baik-baik saja? /- Ya.

Aku baik-baik saja. Tolong bawa ini juga.

Terima kasih.

Saat mengatakan waktu tenggat hanya tinggal 10 detik lagi,

dia meminta kami membawa ini juga. Aku ingat itu.

Sepertinya jarinya terluka. Dia baik-baik saja?

Omong-omong, selamat telah lolos tahap seleksi.

Kali ini persaingannya cukup berat.

Terima kasih.

Aku lolos tahap seleksi?

Sungguh?

Kenapa kamu mencubit wajah cantikmu?

Aku ingin memastikan bahwa aku tidak bermimpi.

Aku lolos tahap seleksi

sebuah kontes.

Itu hebat.

Gadis ini lolos tahap seleksi sebuah kontes.

Selamat.

Terima kasih. /- Selamat.

Hebat.

“Anda Ingin Kopi?”

Saat mengatakan waktu tenggat hanya tinggal 10 detik lagi,

dia meminta kami membawa ini juga. Aku ingat itu.

Sepertinya jarinya terluka. Dia baik-baik saja?

Kamu demam.

Apa sungguh dia?

Aku pulang.

Selamat datang. Kamu pasti lelah.

Ji Seok, Eun Seok... /- Ya...

Naiklah, dan mandi. /- Baik.

Ada apa?

Dia akan senang mendengar

Eun Seok memotong cincin ini.

Aku yakin Eun Seok akan mengatakannya sendiri.

Jadi, diamlah.

Kenapa dia selalu menyuruhku diam?

Aku lapar.

Wanita materialistis itu menemukan pria lain?

Siapa pria itu?

Ayo. Kamu bisa terserang flu.

Ya, dia pria itu.

Dia pacarnya?

Kenapa aku peduli dia punya pacar atau tidak?

Aku pulang.

Di mana itu?

Kenapa pakaian ini di sini?

Di mana itu?

Ada di sini.

Kakak sedang apa? /- Apa?

Itu yang terjadi?

Ada apa dengan wanita itu?

Kenapa dia mengambil cincin orang lain

dan mengenakannya?

Karena itulah.

Cincin itu tidak mau lepas dan jarinya bengkak.

Itu satu-satunya cara

melepaskan cincin ini.

Belakangan ini, banyak orang yang tidak memahami

perasaan orang lain.

Orang-orang

makin tidak sopan dan tidak memedulikan orang lain.

Andaikan memikirkan perasaanku,

pasti dia tidak akan melakukan hal egois begini.

Aku juga begitu.

Apa? Kenapa kamu egois?

Aku menyuruh seorang wanita

melupakanku

dan dia tidak pantas mendapatkanku.

Aku bahkan menuduhnya materialistis yang mengencani pria beristri.

Terlebih lagi,

aku menyuruhnya berhenti memanfaatkan ayahnya.

Aku tidak tahu dia harus menggantikan peran ayahnya

dan mengurus adiknya yang sakit.

Apa masalahnya jika tingkat kemenanganku 95 persen?

Itu tidak berguna.

Aku bahkan tidak bisa memahami keadaan satu orang.

"Kelas Memasak Jang Ok Ja"

Nenek, aku pergi.

Sudah larut. Kenapa tidak menginap?

Hye Eun juga sedang tidak di sini.

Aku tinggal di sini selama 30 tahun,

tapi merasa lebih nyaman di apartemenku sendiri.

Ibumu akan kecewa.

Kalau begitu, pulanglah dan beristirahat.

Baik.

Itu...

Bukan apa-apa. Lupakan saja. /- Eun Seok...

Butuh keberanian untuk mencintai seseorang,

tapi butuh keberanian lebih untuk melupakan seseorang.

Kamu tahu maksud nenek, bukan?

Ya.

Beranikan dirimu.

Kamu telah mencintainya sepenuh hati.

Kini lupakan dia tanpa penyesalan.

Demi dia dan dirimu sendiri.

Baik.

Lihat itu.

Siapa yang menghubungi malam-malam begini? Astaga.

Ini Go Ya. /- Suruh dia kemari.

Hai, Go Ya.

Apa?

San Deul.

Apa yang kamu bicarakan? Kamu lolos tahap seleksi?

Aku lolos seleksi pertama.

Bagaimana bisa? Kamu tidak menyerahkan pendaftaranmu.

Pria itu menyerahkannya untukku.

Pria itu?

Maksudmu pria yang dokumennya tertukar denganmu?

Ya. /- Itu tidak mungkin.

Dia yang membuatmu gagal menyerahkannya.

Lalu bedebah itu menyerahkan pendaftaranmu?

Mungkin dia bukan bedebah.

Apa? Mungkin.

Aku harus bagaimana?

Kamu lolos tahap seleksi berkat dia.

Kamu harus berterima kasih kepadanya.

Temui dia besok.

Aku yakin dia enggan menemuiku.

Aku mengamuk kepadanya.

Aku menyebutnya bedebah, dan kubilang dia yang terburuk.

Kamu mengira tidak bisa menyerahkan pendaftaranmu karena dia.

Bahkan jarinya terluka

karena menyerahkan pendaftaranku dan aku tidak mengetahuinya.

Aku bahkan memuntir lengannya seperti ini.

Tidak apa-apa.

Aku juga mengatainya. /- Kamu mengatainya?

Saat salah paham,

wajar jika kamu memuntir lengannya dan mengatainya.

Aku bahkan menampar wajahnya.

Go Ya, dengar.

Jauhi dia.

Dia mungkin akan membalasnya.

Jangan pernah muncul di hadapannya lagi seumur hidup.

Hanya itu caramu untuk bertahan. Mengerti?

Baik.

Apa yang terjadi kepada Go Ya?

Bukan apa-apa.

Ada apa?

Ibu tidak akan memberi tahu siapa pun. Jangan khawatir.

Go Ya lolos seleksi pertama kontes resep.

Bukankah dia bilang tidak sempat menyerahkannya karena bedebah itu?

Tapi bedebah itu yang menyerahkan pendaftarannya.

Itu bagus.

Perbuatan baiknya telah dibalas.

Ibu harus melakukan sesuatu. Tunggu sebentar.

Apa yang Ibu lakukan?

Ibu ingin menyampaikan berita baik ini kepada Yang Sook.

Ibu!

Jangan khawatir. Ibu tidak akan bilang siapa pun.

Dia sangat berhati-hati.

Dia masih harus melewati seleksi kedua dan ketiga.

Kita tidak bisa membuatnya sial. Mari tunggu saja.

Astaga, Dewa, Makhluk, apa pun yang ada di luar sana,

kumohon bantu Go Ya lolos semua tahap seleksi.

Astaga.

Kak Go Ya. /- Hei, Go Woon.

Kamu pasti lapar.

Tunggu sebentar. Kakak memasakkan sesuatu yang enak.

Ini.

Apa ini?

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left