The first 200 lines.
"Ra Mi Ran"
"Um Ji Won"
"Lee Jong Hyuk"
"Kim Won Hae"
"Kim In Kwon"
"Kim Hye Hwa"
"Park Gyeong Ree"
"Seo Zi Hu"
"Kim Min Seo"
"Cold Blooded Intern"
"Sponsor produksi"
"Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, KOCCA"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Episode Enam, Awal Video dengan Sepuluh Juta Penayangan"
In Wook.
Bisa beri aku ulasan proposal untuk produk dapur baru kita?
Aku akan memeriksanya dan meneleponmu kembali.
Baiklah.
Apa itu telepon sungguhan?
Astaga, lupakan saja. Aku akan mengambilnya sendiri.
Dia sangat mengganggu saat berada di sini.
Tapi setelah dia pergi, di sini terasa kosong.
Astaga, benar.
Ketidakhadiran Pemagang Go cukup besar.
- Ini sudah sepekan. - Jangan berlebihan.
Kamu merasa seperti itu karena mendapatkan tugasmu kembali.
Dengan perginya Bu Lee dan Hae Ra,
memang terasa agak sepi di kantor.
Setidaknya dia harus berpamitan sebelum berhenti.
Bu Geum.
Apa dia memberitahumu sesuatu? Kamu sungguh tidak tahu?
- Kalian berdua akrab. - Benar.
Mungkin, hanya aku yang berpikir kami dekat.
Dia tidak merespons.
Awalnya, aku sedih.
Sudah sepekan sejak dia pergi.
Sekarang, aku mulai khawatir jika sesuatu terjadi dengannya.
Melihat dia tiba-tiba berhenti,
mungkin dia punya alasan yang tidak bisa dia katakan.
Alasan yang tidak bisa dia katakan?
Atau dia ditawari
posisi tetap di tempat lain?
Kenapa kamu tiba-tiba berhenti?
Kamu tidak menjawab teleponmu.
Tolong hubungi aku saat kamu melihat pesan ini.
Tolong aku!
Tolong!
Tolong aku.
Tolong aku!
Tolong aku.
Tolong... Baiklah.
Yang berikutnya.
"Naskah untuk pengeras suara AI"
Beri tahu aku jadwal hari ini.
Astaga, tenggorokanku serak.
Aku sudah bicara berjam-jam.
Beri aku air.
Aku tidak mengira akan mudah, tapi ini cukup sulit.
Sulit dipercaya aku mendidik pembicara AI.
Aku tidak pernah melihat putri kita mengerjakan materi belajar.
Kamu ayah yang hebat.
Itu pekerjaan paruh waktu yang sulit untuk ditemukan dan bergaji besar.
Lihatlah.
Waktu adalah uang.
Ayo.
- Berikutnya. - Hei.
Aku khawatir saat kamu berhenti bekerja.
Bukankah kamu ahlinya pekerjaan paruh waktu?
Halo, Bu Choi.
Jika kamu bilang akan datang, aku akan menyapamu.
Aku tahu kamu sibuk. Aku sengaja tidak menelepon
karena tidak mau merepotkanmu.
Kuharap semuanya berjalan lancar.
Jika kami punya banyak pekerjaan, itu kabar baik bagi perusahaan.
- Permisi. - Tentu.
"Ji Won, ini bibimu. Ayahmu sudah meninggal"
Lihat tumpukan kotaknya.
Itu luar biasa. Astaga.
Anggap ini uang. Mengerti?
Kita dibayar per pengiriman. Makin banyak, makin meriah.
Aku melihat kalian bekerja selama beberapa hari
dan memberi lebih banyak pekerjaan hari ini. Kalian tidak keberatan?
Astaga. Tentu saja.
Walau kamu memberi kami lebih, kami bisa melakukannya.
- Baiklah. - Terima kasih.
Sepertinya seseorang akan menjadi sangat kaya.
Sayang.
"Keluarga bahagia, aroma menenangkan"
Kukira hanya ini.
Kita tidak punya ruang lagi sekarang.
Kita selalu bisa membuat ruang.
Membuat yang mustahil menjadi mungkin.
Buka pintunya.
Awas.
Kamu baik-baik saja?
Dan sabuk pengaman.
"Piza kayu bakar ala Naples"
"Market House"
Kita sudah selesai, bukan?
- Ya. Mari kita lanjutkan. - Baiklah.
- Baiklah. - Ini.
"Kamu tidak menjawab teleponmu"
Tunggu. Apa yang terjadi?
Ada apa? Periksa pesanmu.
Wawancaraku sebentar lagi. Aku lupa waktu.
Aku akan mengurus sisanya. Kamu harus bersiap dan pergi.
Setelanmu ada di mobil.
- Kamu sudah berganti pakaian? - Ya.
Jangan berlebihan. Santai saja.
Aku akan segera menyelesaikan wawancara dan melakukan sisanya.
Jangan terburu-buru menyelesaikannya. Mengerti?
Cobalah membuatnya bertahan selama mungkin.
Santai saja, lakukan yang terbaik.
Baiklah. Ini.
Kenapa kamu memberiku sol dalam?
Pakai di sepatumu.
Telapak kakiku sangat sakit setelah mengantar kotak-kotak ini.
- Semoga berhasil. - Baiklah.
"Rumah Duka Yedam"
"Turut Berduka Cita"
- Kenapa kamu tidak makan? - Tentu.
Astaga, kalian cepat datang padahal cukup jauh.
Tentu saja, kami harus datang. Ini tentang keluargamu.
Kamu pasti sedih.
Keluargamu pasti sangat sedih.
Aku tidak tahu harus mengatakan apa untuk menghibur mereka.
Dia sudah lama sakit.
Mengingat kondisinya, hidupnya sudah lengkap.
Sayang.
Ya. Baiklah. Aku datang.
Ada banyak hal yang harus kuputuskan.
Terima kasih sudah datang. Makanlah sebelum pergi.
Astaga, tidak perlu berdiri.
Kamu sibuk hari ini?
Aku ada rapat dengan kepala departemen pukul 5 sore.
Jika tidak mendesak, batalkan saja.
- Kenapa tidak tinggal di sini saja? - Apa?
Aku ada janji, jadi, aku harus segera pergi.
Tapi Direktur Shin akan datang nanti.
Entah apa yang akan dikatakan Direktur Shin kepadanya.
Kamu harus tetap di sini dan mengamati.
Baik, Pak. Aku akan melakukannya.
Dengan menggabungkan semuanya...
"Bullet Delivery, 78 dolar. Rekaman pengeras suara AI, 160 dolar"
"Happy Delivery, 93 dolar. Twinkle Star Delivery, 56 dolar"
Jika penghasilanku terus seperti ini, aku akan kaya.
Aku pantas mendapat camilan.
Kimchi...
"Nasi Belut, Gambas al Ajillo, Steik Daging Panggang"
"Nasi Goreng Sayuran Sehat"
Astaga.
- Kamu sudah selesai. - Hei.
Bagaimana wawancaranya?
Pendapatku tidak penting.
Pendapat mereka tentang aku lebih penting.
Kuharap kamu mendapat tawaran pekerjaan dari mereka.
Kamu tahu,
kita menghasilkan cukup uang dengan beberapa pekerjaan paruh waktu.
Bagaimana jika kita terus melakukan ini untuk sementara?
Dengan begitu, kita bisa menabung dengan layak.
Menghasilkan uang seperti ini bagus,
tapi setidaknya salah satu dari kita harus punya pekerjaan tetap.
Dengan begitu, saat sewa kita jatuh tempo,
kita bisa mengambil pinjaman untuk pindah ke rumah baru.
Peluangmu mendapatkan pekerjaan lebih besar daripada aku.
Kupikir ini akan lebih baik daripada bekerja di perusahaan
karena mereka bisa memecatku kapan pun mereka mau.
Pasti ini alasan para tetua menyuruh kita
mempelajari keterampilan fisik. Kamu tahu itu?
Omong-omong, putri kita berpikir untuk mempelajari perdagangan.
Kurasa itu arah yang bagus. Kamu setuju, bukan?
Jangan mengatakan hal seperti itu di depannya.
- Aku mendapat satu. - Baiklah.
Bagus.
Astaga, sudah kubilang jangan mengemudi jarak jauh.
- Ayo pergi. - Baiklah.
Kuharap pria ini tidak menyebalkan.
"Meminta sopir yang berjarak 20 menit"
"Maaf, tapi tidak ada sopir yang tersedia"
"Rumah Duka Yedam"
Halo.
Ya.
Ke Seoul dari Yeoju.
"Tidak ada taksi yang tersedia. Maaf atas ketidaknyamanannya"
Masih tidak ada sopir yang tersedia?
Ya. Tolong cari secepat mungkin.
Baiklah.
Permisi.
Kurasa juga sulit mencari sopir di kota ini.
Aku sudah memanggil taksi selama 40 menit,
tapi aku tidak bisa mendapatkan satu taksi pun.
Begitu rupanya.
Tunggu.
Tapi ada cara untuk mencari sopir.
Pantas saja. Aku tidak mau minum hari ini
di aula pemakaman.
Sebenarnya, kamu dan aku...
"Bibi, Kamu jahat sekali. Kamu sungguh tidak akan datang?"
"Kamu anak tunggalnya"
No comments yet. Be the first to leave one.