The first 200 lines.
Kami sedang menggali kuburan untuk babi itu.
Si tolol Yang melukai kakinya sendiri dengan sekop.
Dia jatuh ke dalam lubang itu!
Dia mencengkeram kaki Fatty agar bisa keluar.
Tapi, Fatty malah ikut tertarik ke dalam lubang itu juga!
Yang si Bodoh pun terhimpit.
Dia menangis seperti kambing kesakitan.
Dia mengaduh "Baa, baa!"
Anjing-anjing menggonggong di segala arah.
Rumah-rumah mulai menyalakan lampu!
Sialan...
Kemudian, lubang itu mulai penuh dengan air hujan.
Yang nyaris tenggelam di dalamnya.
Seseorang sebodoh itu mestinya memang dikubur saja!
Kami berusaha menolongnya, tapi dia tertanam dalam lumpur.
Dia tak bisa bergerak sedikit pun. Lama sekali!
Kami belepotan karena lumpur dan benar-benar lecek,
tapi terus mencoba menariknya.
Akhirnya, kami berhasil mengeluarkan dia.
Yang telanjang dari pinggang ke bawah!
Kau tahu!
Telanjang bulat!
Dia menutupi selangkangannya dan menjerit: "Jangan lihat!"
Dan kemudian begini. Dia masuk ke lubang lagi.
Kami menariknya lagi.
Sialan. Celananya terpakai lagi!
Luar biasa!
Kupikir aku melihatnya.
Celana dalamnya juga?
Bagaimana dia melakukannya di dalam lumpur?
Celana dalamnya kembali dia pakai?
Sehari kemudian, mayat Fatty ditemukan.
Beritanya dimuat di koran-koran.
Mereka menemukan hal lain.
Mereka menemukan sepasang... celana dalam wanita!
Di mana celana dalam Yang?
Yang itu suka memakai pakaian dalam wanita?
Benar sekali!
Sulit dipercaya.
Orang idiot itu benar-benar terlambat. Apa saja yang dia lakukan?
Menurutku, mereka menangkapnya.
Semoga dia tutup mulut.
Akan lebih baik kalau mereka membunuhnya.
Bagus. Itu artinya lebih banyak bagian untuk kita.
Apa aku harus membunuh si bodoh itu?
Yang, apa yang kau lakukan?
Kemari.
Besok malam, Tokyo. Roppongi.
Akan ada supir di sana.
Hei...
Mencoba-coba?
Dia datang jauh-jauh dari Taiwan?
Ya.
Untuk menghajarmu?
Benar.
Kamu bergerak-gerak.
Kembalikan gadis itu padaku.
Memangnya kamu siapa?
Kembalikan pacarku.
Bangsat!
Brengsek!
Tangkap dia!
Berikan padaku...
kekasihku... Kembalikan dia.
Di sana!
Di mana dia?
Aku akan cari dia.
Bangsat!
Dia tak di sini.
Ke mana perginya?
Kamu berasal dari mana?
Apa kau anjing yang pernah aku selamatkan?
Memangnya anjing bisa membalas budi?
Yummi.
Kamu bisa bahasa China?
Ibuku orang Taiwan.
Jun! Kemari!
Sekarang!
Ke sini.
Ayolah. Cepat!
Ada apa?
Kembali ke garasi.
Aku tak mau kembali ke sana.
Lakukan apa yang kusuruh. Pergilah.
Cepat.
Ibu akan mati tanpa ini!
Dasar sampah! Pemadat!
Lepaskan aku!
Jun. Ke sini.
Tolong lepaskan aku.
Cepat!
Lepaskan ibumu!
Lepaskan ibumu, lepaskan aku!
Lepaskan aku!
Apa yang kau inginkan?
Lepaskan aku!
Halo.
Angie?
Apa? Aku tak bisa mendengarmu.
Siapa ini?
Halo?
Jepang? Kau sedang di Jepang?
Kapan kapal berikutnya akan berangkat?
Kehilangan paspormu?
Kapal berikutnya... Kapal berikutnya...
Kupikir tanggal 30 Agustus.
Keberangkatan dari Yokohama.
Aku akan memberitahu bos.
300,000 yen.
Tidak ada uang?
Merampoklah. Selamat tinggal!
Merampok...
Hei. Ikut denganku.
Aku sedang di sana, jadi aku mendekatinya.
Apa yang kau lakukan?
Diamlah. Aku akan memintanya memasak buat kita.
Ini sangat enak!
Nikmat. Sungguh nikmat!
Kau bisa datang ke rumahku?
Kami mengadakan pesta makan malam petang ini.
Ambil sayuran.
Itulah alasan aku datang. Waktunya sangat tepat!
Kamu juga, datanglah.
Aku ingin memberi kejutan untuk semuanya.
- Ayo kita ambil sekarang. - Ide bagus.
Terlambat! Kita harus bersiap-siap. Mereka datang.
Cepat!
Kelihatannya enak.
Bukan masakan China biasa, 'kan?
Lebih dari makan siang. Ini makan malam.
Makan malam berarti pisau dan garpu.
Ngomong-ngomong, ini sungguh lezat.
Benar, 'kan? Long memang pintar masak!
Jadi, kamu datang ke sini dari Taiwan?
Kenapa? Apa yang kau kerjakan di sini?
Apa kau dalam masalah, Tn. Long?
Kau bisa membuka restoran.
Tapi dia butuh surat ijin untuk membuka restoran.
Dia bisa mendapatkannya dengan membayar (suap).
Lalu bagaimana dia akan berbicara?
Dia tidak bisa bahasa Jepang.
Itu bukan masalah.
Kerja keras dan kau akan disukai orang.
Kamu tinggal di mana, Long?
Rumah kosong di Kuroda.
Apa? Kamu tinggal di tempat seperti itu?
- Mencurigakan. - Apa dia baik-baik saja?
- Apa dia berbohong? - Tidak mungkin.
Ya, pasti ada alasannya mengapa begitu.
Jangan kurang ajar, Tn. Rambut Cangkok jelek!
Jaga bicaramu!
Tukang kayu, kau harus perbaiki rumah ini.
Serahkan padaku.
Long, beri tahu aku kalau kau memerlukan bantuan.
Dia tak akan pernah minta. Dia punya rasa malu, tak seperti dirimu.
Hei, Long.
Aku akan mengurus listrikmu.
Daripada restoran, bagaimana kalau membuka kios?
Ide bagus.
Dan lebih mudah dibanding membuka restoran.
Aku penjagal. Aku bisa menyediakan daging.
Aku akan membawakanmu ikan segar.
Dan sayur-sayuran dariku.
- Kita harus merencanakan menunya. - Apa yang akan kita jual?
- Pizza? - Mengapa pizza?
Pizza Taiwan belum pernah ada yang menjual.
Kau mengada-ada.
Bagaimana kalau mie?
- Mie Taiwan. - Pilihan bagus.
Baiklah. Mari kita lakukan!
Ayo kita laksanakan.
Oh, "try" itu bahasa Inggris...
Aku tak paham, tapi rasanya...
Aku punya kaos yang benar-benar serupa.
Tidak mungkin dia memakai kaos yang sama seperti kamu!
Long, apa kamu suka Perfume (band) ?
Tidak sekarang juga, bodoh. Kita sedang makan.
Kau memilih tempat pelosok, aku juga begitu.
Apa salahnya 'tempat pelosok'?
Dan seperti aku, kau mungkin tak bisa ke mana pun.
Jangan bicara begitu.
Mereka menyebutnya 'kota penyu.'
Kami bersedia membantu. Kita saling terkait dan tak pernah mengabaikan.
Kita sama-sama 'penyu', benar 'kan?
Itu benar, tapi...
Ini. Ini tidak banyak, tapi tolong ambillah.
Terima kasih banyak.
Long, pakailah ini di rumah.
Kami juga punya barang-barang lain. Kami akan menaruhnya saat kau mau pulang.
Mampir ke rumah kami juga.
Buat apa semua ini?
Karena kamu hanya diam dan tak berkata apapun.
Pagi!
Mari kita mulai!
Lampu sudah menyala!
Kerja bagus!
Aku bawakan daging.
Ini ikannya.
Pisau daging, tepung roti, bumbu...
Sepatu dan pakaian bekas.
No comments yet. Be the first to leave one.