The first 200 lines.
Butuh Jasa Desain Interior Apartemen dan Rumah ? Hubungi CV Putra Pratama 085 100 458 973
Ibu.
Bagus.
Ibu.
Kay ?
Hei !
Halo !
Hei.
Petunjuk Penggunaan
Peringatan - Karantina Dalam Rumah Tengah Dilaksanakan
Kita punya tiga makanan.
Empat jika berhemat.
Baik.
Artinya, kita harus melakukan jatah makanan.
Baik.
Ada rencana yang tak kuketahui ? Aku boleh ikut serta ?
- Tidak, aku suka rencanamu. - Yang mana ?
Rencana kita memakan bolpen.
Dengar, ada Kota di sini.
Jaraknya sekitar 30 - 40 Km dari sini.
Paham ? Itu Kota pedalaman. Tak banyak orang di sana.
Kita cari mobil, isi penuh dengan makanan, Kita lihat ada apa di luar sana.
- Blue, kita sudah melihat ada apa di luar sana. - Tidak, kita melihatnya berminggu - minggu lalu.
- Tepi Sungai memang sunyi... - Kita sudah membicarakannya.
- Bagaimana jika keadaan membaik ? - Bagaimana jika belum ?
Tempat yang kita butuhkan sebenarnya..,..
- Di sini. --- Pangkalan Militer ---
Sungai membawa kita sejauh ini.
Jika terus waspada, kita bisa sampai ke sana. Kita harus tetap melakukan kebiasaan kita.
Kebiasaan kita ? Andy, kau tak pernah Jadi nahkoda sebelum menemukan Kapal ini.
Kita berdua tak pernah mengetahui hal semacam ini.
Bagaimana jika mesinnya mati ? Apa yang terjadi kemudian ?
Kita harus memikirkan Rosie.
Benarkah ? Aku tak pernah memikirkan itu, Kau pikir apa yang kulakukan ?
Kita tak boleh menepi Sampai itu jadi pilihan terakhir kita.
Begitulah caranya, maafkan aku.
Jadi kita menepi sebelum atau sesudah Puteri kita mati kelaparan ?
Yesus Kristus.
Ya Tuhanku.
Wauw.
- Dapat ? - Um-mm, masih belum.
- Oh, tunggu sebentar. - Cepat, tusuk tangkapanmu.
- Tusuk dengan apa ? Whoa. - Ya, cepat tarik, cepat !
- Apa ? - Apa itu ?
- Darimana kau dapat ini ? - Dari perahu terdampar itu.
Ucapkan terima kasih, lihatlah ini.
Ada cukup makanan, untuk tiga bulan.
- Hei, ini berita bagus, Blue. - Ini berita hebat.
Jangan khawatir, itu tugasku.
Masuk lalu keluar, mudah, aman.
Ayolah, ini keberuntungan kita, Blue. Ini keberuntungan kita.
Kita harus merayakan...
- Situasi seperti ini, sebentar saja. - Tidak.
- Kau yakin itu aman ? - Aman.
Apa ada pencukur di kotakmu itu ?
Mengapa ? Kau harus tahu, Ini memang kasar.
- Kurasa terlalu kasar. - Kasar.
Kasar.
Bagaimana puteriku ? Bagaimana si Kera kecil ?
Dia tidur cukup lama.
Mungkin kau harus menemaninya.
Aku tak yakin dia akan suka.
Hei, kau hanya perlu berbaring di sana.
- Ya ? - Ya, pergilah.
Pria.
- Itu kau. - Wanita.
Anak pintar, Rosie. Ya.
Selamat Ulang Tahun Untuk Blue Sejatiku Kita Masih Di sini, Dengan Penuh Cinta, Andy
Ya.
Baik.
Oh !
Hei.
- Ibu. - Hei, sayang, tak apa.
Ibu.
Di mana Ibu ?
Di mana dia ?
Kay ?
Kay ? Kau di dalam sana ?
Kay ! Ayolah, biarkan aku masuk, sayang.
Biarkan aku masuk.
Sial, Kay, apa...
Apa yang kau lakukan ?
- Tidak, jangan... - Biar kulihat.
- Tidak. - Tekan lukanya.
- Ibu. - Tak apa, tak apa.
Oh, sial.
Ayolah, biar kulihat.
Oh, sial.
Baik, Kay, Ini...
Apa yang kau lakukan ?
- Maafkan aku, sayang. - Tak apa, tak apa.
Baik, terus tekan lukamu. Terus tekan.
Sial.
- Baiklah, kau tak apa ? - Ya.
Lihatlah aku.
- Tak apa. - Kau akan baik saja.
Demam - Pusing - Muntah - Kejang
Hei.
- Katakan padaku, apa yang kau pikirkan ? - Kita tak bisa tinggal di sini.
Ini baru satu jam. Gejalanya perlu tiga jam untuk...
Ya, aku tahu cara kerjanya. Kita mungkin tak punya waktu.
- Kita tak boleh ambil resiko. - Hari ini kita ambil resiko.
Di luar sana seperti ini ? Ya, itu resiko.
Jangan buat Rosie dalam bahaya Sampai kita tahu berhadapan dengan apa.
Ada lusinan makhluk yang Hidup dan makan di Sungai ini.
- Kita tak tahu makhluk yang menggigitmu. - Pelakunya manusia, Andy.
Sial !
Dengar, jika kau sakit, Waktumu 48 jam...
Lalu kita atasi nanti.
Tapi jika kau salah dan tak terinfeksi...
Maka dengan pendarahan seperti ini, Waktumu dua sampai tiga jam.
Itu resiko yang harus kutempuh.
Kita harus ke Rumah Sakit seperti katamu.
Seseorang akan mengobatimu Maka kita lakukan taruhan ini.
Bagaimana jika kita kalah ?
Bagaimana jika kita kalah ?
Maka aku akan tiada.
Ya.
Ayolah, ayolah.
Jangan lihat.
Kemarilah, puteri kecilku.
Baik.
Oh, anak pintar, kemarilah.
Kumasukkan kau kemari, ini dia.
Ayolah.
Oh, untunglah.
Baik.
Ini, di pasang kemari.
- Kemarikan. - Terima kasih, sayang.
Kemarikan, kau harus masuk ke dalam mobil, sayang.
Sukar dipercaya.
Aku akan masuk, ada yang harus ku-urus sebentar.
Aku akan cepat.
Baik.
Ini dia, manis.
Baguslah, kursi ini cocok untukmu.
Ibu di sini.
Anak pintar.
Cepat Pergi !
Bagaimana keadaanmu ?
Seperti biasa.
Baguslah.
Hei, Kera, ada apa, Sayang ?
Dia harus ganti popok.
- Biar kulakukan. - Tidak, aku saja.
Dia lebih tenang denganku.
- Sudah jelas. - Ayolah, celana bau.
Mari bersihkan dirimu.
Ini dia.
Hei !
Eeeww !
Hei, Rosie manis.
Kay !
Hei, Rosie.
Kay, angkat kepalamu.
Baiklah.
- Kay ? Bernafaslah. - Hentikan mobilnya.
- Lihatlah aku. - Hentikan mobilnya !
- Kau harus tenang... - Biarkan aku keluar !
Yesus ! Tunggu !
Demi Kristus !
Biarkan aku keluar.
Kay.
Kay.
Hei, dengar, bisakah kau...
Jangan sentuh aku !
Andy, kau tak bisa mengendalikan ini.
Kau tak bisa mengendalikan penyakit ini dariku !
Berapa lama kau anggap diriku baik saja ? Sampai aku menyerangmu ?
- Menyerang puteriku ? - Tidak.
- Kau harus membawa puteri kita. - Apa ?
- Apa maksudmu ? Meninggalkanmu ? - Kau harus membawa puteri kita.
Hentikan ! Hentikan !
Ayolah.
Aku di sini.
Semuanya akan membaik.
Ayo, mari bangun.
Kita tak akan ke Rumah Sakit.
Kita sudah dekat.
Kau dan Rosie jadi semakin jauh dari Sungai.
Tak ada apapun di sana untuk kita.
Ya, ada. Waktunya masih ada. Kau lihat ?
Ini waktumu, semuanya, setiap detiknya Tak akan kusia - siakan.
Jika kau berdarah, kau semakin cepat berubah.
Aku yang akan tiada, ingat ?
Meski aku tak ingin, apa aku tak punya pilihan ?
Benar, sayang, kau tak punya pilihan.
Kay.
Aku tak bisa melakukannya.
Awas kakimu.
Sial !
Kay ?
Rosie ?
Hei, bagaimana keadaanmu ?
Rosie ? Rose.
Kay.
Hei.
Selamatkan Puteri Kita
Blue ?
Rosie !
No comments yet. Be the first to leave one.