The first 138 lines.
The Return of Superman episode 134,
"Cara Membuat Hari Spesial."
Dibanding minggu lalu, kau kelihatannya lebih santai.
Mengasuh anak...
2 malam 3 hari sangat mudah.
Teman-temanmu akan datang, Ha Eun.
Bagus.
Bagus.
Kau pintar.
Apa kau akan baik-baik saja?
Apa kau akan kalah game seperti minggu lalu, oppa?
Aku harusnya tak berkata begitu.
Kali ini tak akan terjadi.
Oh.
Ini sangat luar biasa.
- Apa terlihat lezat? - Iya.
Cicipilah.
- Lezat? - Sangat lezat.
- Oppa. - Iya?
Sampai nanti.
Sampai nanti.
- Baik-baik ya. - Oke, oke.
- Kau bisa kan? - Jangan khawatir.
Pergilah.
- Semoga berhasil. - Baiklah.
Sementara itu, Dong Geun "swag" tiba dengan baby walker.
Hei, Guri Guri Bang Bang.
Ji Ho membuat tampilan yang mengesankan layaknya aktor.
- Berkemas itu sangat sulit. - Tidak mudah.
Bagaimana kabar kalian?
Kau bisa lihat.
Aku ingin tahu apa Gyo Jin menyerah.
Apa ada orang dirumah?
- Ya, ada. - Baiklah.
- Oh, sudah sampai. - Halo.
- Halo. - Halo.
Senang bertemu denganmu.
Astaga.
Wow terang.
- Disini menyenangkan. - Iya.
Sapalah Paman Gyo Jin.
- Halo. - Halo.
Kau sudah besar.
- Dimana Ha Eun? - Tidur.
- Ha Eun tidur? - Ya.
- Dia bisa membuat kontak mata sekarang. - Iya.
- Ha Eun pasti sudah tumbuh besar. - Ya.
Para bayi tumbuh sangat cepat.
Halo, Joy.
Dia tumbuh besar.
- Lihat dia. - Wajahnya terlihat lebih kecil.
Benar. Wajahnya lebih kecil.
- Dia bisa merangkak sekarang. - Benar.
- Benarkah? - Pasti itu sebabnya dia lebih ramping.
- Kemari. - Pintar.
- Dia pintar. - Bagaimana bisa?
- Sangat pintar. - Bagus.
Oh, Joy.
Dia akan segera berbaris. Berbaris.
Seo Heun, kau harus cepat merangkak juga.
- Kemarilah. - Wow.
- Lihat. - Yi Hyun luar biasa.
Dia juru masak yang baik.
- Tidak. - Selesai.
- Cicipi. - Lezat.
Dia bilang sudah lama.
Artinya senang bertemu mereka lagi.
Pasti mereka berdua terhubung.
- Benarkan? - Pastinya.
Apa dia menangis lagi?
Aku melihatnya kemarin di TV. Dia menangis ketika dia meninggalkan anaknya.
Tapi sekarang aku sadar saat dia...
- Oke. - Oke.
Dia memintaku untuk mengambilnya.
Aku ambil.
Ini. Kau harus memegangnya.
Jangan menjatuhkannya.
Ha Eun.
Kau tidur nyenyak?
Halo.
- Halo. - Halo teman-teman.
Ha Eun senang.
Ha Eun kelihatannya senang.
- Ha Eun senang. - Mereka teman mu.
Ya, teman-teman mu.
- Kau gembira. - Lihat, teman-teman!
Mereka ingin tahu bagaimana bisa mereka membuat ayah mereka menderita.
Kalian adakanlah pertemuan selama tiga menit.
- Buatlah rencana yang baik. - Ngobrol lah selama tiga menit.
Hanya tiga menit, oke?
Saling ngobrol saja tiga menit, oke?
Senyum Ha Eun sangat manis.
- Ya. - Dia tersenyum?
Dia memperhatikan bayi-bayi.
Apa mereka masih ngobrol?
- Ya. - Hah?
Ji Ho, ada pasar di dekat sini. Pasar.
Ada segala macam jajanan lezat.
Ada Tteokbokki, jokbal dan sebagainya.
Kita bisa pergi ke sana dan... - Jokbal?
Apa yang diperlukan saat makan jokbal?
Cuaca nya bagus juga.
Kita harus pergi ke Ttukseom dan minum di hari begini.
Benar. Ttukseom dekat sini.
- Sungai Han juga dekat. - Di sana.
Apa yang di lakukan sungai Han?
Kenapa kau tersenyum?
- Dia sekarang tertawa? - Ya. Dia menertawai ayahnya.
Ketiga ayah keluar.
Benar-benar hijau.
Ya.
- Ku kira ini perkantoran. - Iya.
Kita hampir sampai.
Disini. Kita hanya perlu menyeberang jalan.
Kemana ketiga ayah pergi?
Ini workshop yang dipenuhi kerajinan tangan.
Kepala Seo Heun relatif kecil.
Tidak banyak bando yang pas.
Semua gaya rambut para gadis...
Mereka semua sangat unik.
Jika kita memakaikan mereka bando...
- Halo. - Halo.
- Halo. - Halo.
Kalian akan membuat bando untuk putri kalian.
Kita akan mulai dengan memilih gaya yang ayah suka.
- Sangat mudah membuatnya, kan? - Iya.
Apa sangat rumit?
- Kau akan belajar dengan cepat. - Bagus.
Tanganku benar-benar buruk. Aku bilang tadi dalam perjalanan kesini.
Beberapa orang datang membuatnya untuk pacar mereka.
Kami kesini untuk putri kami.
Apa istriku akan suka ini?
Kau pernah melakukan ini sebelumnya?
- Tidak. - Beberapa orang melakukannya.
Mereka datang untuk pacar mereka.
Untuk istrinya juga ada...
- Kau belum pernah melihat ini? - Belum.
Sangat menyedihkan.
No comments yet. Be the first to leave one.