The first 200 lines.
-Jangan lupa Follow Akunku untuk Info Update Sub Dramanya- Instagram:@JoshuaFernandez_ & Twitter :@JoshuaHwang_
Aku mengadakan pesta karena merasa hampa,
tapi malah merasa lebih kesepian.
Yu Na,
kamu mau bepergian denganku?
Apa? Hanya kita berdua? Sekarang?
Maksudku, dengan semua orang di Mon Chou Chou.
Bangunkan semua orang.
Nicky! Mari kita bepergian.
Jalan-jalan? - Yoon Min dan Andy juga.
Ke mana?
Kedengarannya bagus.
Benarkah? - Kemarilah!
Bangun, So Ra. Kita akan bepergian.
Apa? Ke mana?
Aku tidak tahu. - Ayo.
Apa?
Tunggu aku.
Bisakah aku hidup semauku seperti ini?
Jin Woo sangat spontan dan melakukan apa pun keinginannya.
Semalam kami berpesta, dan hari ini berwisata.
Apa yang kamu lakukan?
Aku memimpikan menjalani hidup yang spontan seperti ini,
tapi keadaan tidak selalu berjalan sesuai keinginanku.
Aku tidak tahu ke mana tujuan kami.
Tiba-tiba itu tidak terasa penting.
Hanya lari dari kenyataan
sudah cukup.
Kamu sedang apa?
Teruskan!
Apa itu tadi? - Tembak!
Tunggu!
Jangan bunuh aku.
Tolong jangan bunuh aku. - Aku tidak boleh menyerang mereka.
Nicky adalah tumbal kita.
Percayalah, itu bukan apa-apa.
So Ra berada di peringkat kesepuluh dalam permainan perang daring.
Dia menakutkan.
Tunggu. Aku tidak akan bersikap baik.
Kita tidak punya pisau.
Jangan khawatir, aku di sini. Ini bukan apa-apa.
Kamu bahkan tidak bisa memukul semangka?
Teruslah bergerak. - Berdirilah di belakangku.
Nicky.
Kamu lebih lemah dari So Ra. - Perhatikan ini.
Aku merasa kamu bisa melakukannya.
Kamu baik-baik saja? - Minggir.
Apa itu tadi?
Dibelah dahulu sebelum memakannya.
Kita hampir berhasil.
Kamu pasti bisa!
Satu, dua, tiga!
Satu, dua, tiga! - Yoon Min, satu dorongan lagi.
Yoon Min, sekali lagi saja. - Sekali lagi saja.
Dia melakukannya. - Dia hampir berhasil.
Baiklah!
Ini tampak lezat.
Ini lezat. - Kenapa makan seperti pengemis?
Ini lezat.
Aku mendaftar untuk perjalanan ke Eropa
lewat biro perjalanan kecil,
tapi pimpinan agensi
kabur membawa uangnya.
Begitulah akhirnya kenapa aku tidak menyetor uang sewa
dan terlantar di jalanan.
Itu sebabnya kamu membawa panci dan wajan.
Ya.
Kamu sudah pergi ke mana saja sejauh ini?
Aku belum pernah keluar negeri.
Bahkan ke Tiongkok?
Bahkan Jepang? - Bagaimana dengan Thailand?
Kamu pernah ke Pulau Jeju?
Pulau Jeju masih Korea.
Jangan bilang kamu belum pernah ke Pulau Jeju.
Kamu belum pernah ke Pulau Jeju?
Ayo pergi sekarang. Aku akan mengantarmu.
Apa maksudmu? Ikut denganku.
Pergilah keliling dunia bersamaku mulai hari ini.
"Keliling dunia"
"Lagi dan lagi"
"Keliling dunia"
Kamu belajar pariwisata,
jadi, kenapa kamu belum pernah ke mana-mana?
Kamu pikir semua mahasiswa pariwisata selalu bepergian?
Bepergian membutuhkan uang.
Hidup Yu Na sulit karena dibesarkan seorang ibu tunggal.
Aku tidak begitu kesulitan.
Aku juga sayang ibuku.
Ibu Yu Na memiliki salon rambut di pedesaan
dan menabung
untuk mendukung semua saudara laki-lakinya belajar di luar negeri,
tapi Yu Na tidak sempat melakukan hal yang sama.
Dia bilang baik-baik saja,
tapi sebenarnya pasti sangat sedih.
Dia tidak bisa bepergian,
tapi ada kesempatan bepergian jika kamu di pariwisata,
karena itulah
dia mengambil jurusan pariwisata.
Terima kasih sudah menceritakan kisah hidupku kepada semua orang.
Aku siap membantumu.
Ibu Yu Na mendesaknya
untuk mendapatkan lisensi penata rambut.
Setelah itu, ibunya menginginkannya
kembali ke rumah dan mengambil alih salon rambut,
sementara dia melarikan diri karena tidak mau.
Aku akan menyentil dahimu tujuh kali jika kamu tidak berhenti.
Impiannya adalah pergi ke luar negeri.
Yu Na, kamu paling ingin pergi ke mana di Eropa?
Jin Woo, seperti yang diharapkan, satu-satunya yang memahamiku.
Pegunungan Alpen.
Di sana indah dan damai.
Aku dengar suhunya semakin dingin saat kamu naik,
tapi ada toko kecil di puncak,
di mana kamu bisa membeli mi instan.
Kudengar itu lezat.
Kamu ingin jauh-jauh pergi ke Eropa untuk makan mi instan?
Kudengar itu lezat.
Aku tahu bagaimana rasanya.
Di Rusia, saat orang pergi memancing di es,
mereka memastikan untuk makan sup mi ayam.
Kudengar itu lezat. - Benar.
Hujan!
Hujan turun.
Ini hujan
yang mengabulkan keinginanmu.
Mari berlari dan menikmatinya.
Ayo. - Ayo.
Ayo.
Aku akan pergi lebih dahulu.
Jin Woo kehilangan orang tuanya dalam kecelakaan pesawat
di malam yang panas.
Pesawat itu diterpa badai
dan jatuh ke lautan.
Apa Jin Woo trauma?
Aku bisa mendengar detak jantungnya.
Bukan milikku, tapi milik orang lain.
Jin Woo, ayah pulang.
Dia tertidur, jangan dibangunkan.
Kamu tidak tahu betapa aku merindukannya.
Aku bisa mendengar detak jantung
mereka yang kurindukan
dan kucintai selama ini.
Kamu baik-baik saja?
Aku tidak takut lagi
kepada guntur atau petir.
Ini kali pertama
detak jantung orang lain
membuatku merasa damai.
Kita harus bagaimana?
Aku baik-baik saja.
Udaranya semakin dingin.
Apa yang kamu lakukan? Di luar dingin.
Dingin sekali setelah kehujanan. Ayo masuk.
Cepat!
Ayo.
Baiklah.
Saat itulah aku mulai merasakan getaran di dalam diriku.
Aku tidak tahu apa yang kurasakan,
jadi, aku tinggal di kamarku untuk sementara.
Jika dipikir-pikir,
aku pernah bertemu dengannya.
Aku dan teman-temanku
mencari tempat yang bisa kami sebut tempat pertemuan.
Sebagai bagian dari perayaan,
kami mengunjungi Rumah Biru Sarangchae.
Empat musim Korea membangkitkan imajinasi orang-orang.
Ada mata air menyegarkan saat tanah beku mencair,
lalu hujan akan menyejukkan musim panas,
dan setelah hujan lebat,
musim gugur berwarna-warni berlanjut dengan daun berwarna indah,
diikuti oleh salju
yang membawa angin dingin musim dingin.
Kalian akan lihat ada hal menarik
tentang hadiah yang diberikan setiap delegasi.
Jerman memberikan teropong,
yang artinya mereka bangga dengan produksi lensanya.
Rusia memberikan pedang dari Dinasti Joseon.
Ini tidak digunakan untuk pertempuran sungguhan,
tapi panjangnya menandakan itu digunakan untuk tujuan medis.
Amerika memberikan piring perak.
Inggris memberikan manset kemeja.
Lembut sekali.
Apa Spanyol tidak ada?
Spanyol?
Ini sebuah kapal.
Armada Spanyol.
Ini kapal kayu Indonesia.
Begitukah?
Tampak seperti Armada Spanyol.
Benar.
Jin Woo, kamu juga tidak akan makan hari ini?
Buka pintunya.
Aku tidak sanggup menghadapi Yu Na.
Jangan hiraukan dia.
Terkadang dia seperti itu.
Dia pasti melukis atau menulis lagu.
Aku tidak mengatakan apa pun.
Aku mengunci diriku seolah-olah tidak ada di dunia ini.
Aku hanya melacak tanggalnya
untuk memeriksa sekarang tanggal berapa.
No comments yet. Be the first to leave one.