The first 200 lines.
Semua karakter, organisasi, lokasi dan kejadian yang muncul dalam drama ini hanyalah fiktif belaka.
- Dia keluar. - Dia keluar!
Sini, sini!
Tolong jelaskan!
Kenapa kau membungkuk?
Dia membungkuk!
Aku Direktur Pengatur dari Perusahaan Kelautan Bukcheon Jang Joon Seo.
Mewakili Perusahaan Kelautan Bukcheon, aku akan menyatakan sikap kami tentang pernyataan mantan Kepala Polisi Jeong Yoon Mi.
Mewakili Perusahaan Kelautan Bukcheon, aku akan menyatakan sikap kami tentang pernyataan mantan Kepala Polisi Jeong Yoon Mi.
Insiden para detektif yang hilang tiga tahun lalu, fakta bahwa kejadian itu berhubungan dengan Perusahaan Kelautan Bukcheon,
dan mantan Wali Kota Jang Beom Ho,
adalah asumsi pribadi mantan Kepala Polisi Jeong Yoon Mi tanpa dukungan barang bukti apapun.
Itu hanya desakannya yang keliru.
Akan tetapi, kasus itu telah diselidiki.
Jika ada bukti yang mengungkap insiden itu berkaitan dengan Perusahaan Kelautan Bukcheon,
tak peduli posisi atau siapapun orangnya, kami akan dengan tegas meminta pertanggungjawaban penuh orang itu.
Bahkan jika orang yang bertanggung jawab mungkin adalah mendiang ayahku, mantan Wali Kota Jang Beom Ho,
aku akan memastikan dia membayar perbuatan jahatnya.
Tak Tersentuh 10
Dahulu kala, mereka biasa untuk melakukan hal ini yang disebut eksekusi anumerta.
Jika kejahatan diungkap setelah penjahatnya meninggal,
mereka akan membuka peti dan mengeluarkan mayatnya.
Mereka akan memenggal kepalanya dan membuangnya di jalan.
Joon Seo, anak itu, dia berupaya membuka peti mati ayahnya.
Aku tak menduga dia akan berbuat sejauh ini. Aku akan menghentikannya entah bagaimana.
Kenapa? Dia bekerja dengan bagus.
Gi Seo, anak itu lemah. Dia tak bisa melakukannya.
Yang dia lakukan bertentangan dengan tatanan alam antara ayah dan anak.
Tukang Potong Rambut Ho Beop
Di mana Joon Seo?
Halo.
Lama tidak bertemu.
Jadi kau tak bisa mengangkat telepon karena sedang di sini?
Ahjussi, aku ingin mencukur adikku untuk pertama kalinya setelah sekian lama.
Hah?
Akulah yang pertama kalinya mencukurnya.
Jangan khawatir, pergilah untuk merokok.
Oke.
Kenapa kau lakukan itu?
Karena itu sesuatu yang semestinya sudah kulakukan sejak lama.
Kalau begitu harusnya kau lakukan itu saat Ayah masih hidup.
Kau tampaknya terlalu pengecut.
Apa kau tidak memikirkan aku?
Sebentar lagi aku mengikuti pemilihan wali kota.
Aku takkan membiarkan kau terpengaruh.
Kau selalu egois.
Kau cuma memikirkan dirimu sendiri.
Kau sama sekali tak peduli tentang apa yang kupikirkan, kan?
Jangan bergerak, kau akan terluka.
Jangan membenciku untuk apapun yang terjadi kelak.
Semua karena kaulah yang memintanya.
Kerjamu bagus. Kau boleh pergi.
Kau terlihat kurang sehat.
Aku tak bisa menghubungimu selama beberapa hari.
Apa terjadi sesuatu?
Apa yang ingin kau katakan?
Gi Seo memiliki rekaman video dengan Ahn Jin Kyeong.
Dari mana dia mendapatkannya?
Jang Joon Seo mungkin memberikan padanya?
Joon Seo?
Apa itu artinya kau sudah tahu tentang itu?
Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal?
Aku akan meninggalkan Bukcheon.
Apa maksudmu?
Aku... mengandung.
Apa?
Kalau dipikir-pikir, aku tak pernah memiliki apapun sendiri.
Kini, aku benar-benar memiliki sesuatu sendiri.
Apa Gi Seo tahu?
Tidak.
Kau sudah siap? Siaran langsungnya akan dimulai.
Aku mengerti.
Singkirkan itu.
Anak itu terutama bukan milikmu.
Aku takkan pernah... membiarkanmu mengambilnya dariku.
Takkan pernah.
Dari mana kau belajar untuk membuat pertunjukkan memakai media?
Ibu dan anak perempuan memang tahu cara bekerja sama.
Apa kau musuh keluarga Jang? Kenapa kau mencari masalah dengan Perusahaan Kelautan Bukcheon?
Ah, ya, Direktur Pengatur Jang Joon Seo.
Ah, ya.
Aku mengerti.
Jadi kau punya pelindung di belakangmu.
Maaf?
Sudah terlanjur keluar ke media, jadi tak mungkin menutupinya.
Jaksa Seo, lakukan saja sesuka hatimu.
Ya, aku mengerti.
Bukcheon 24 Jam
Mantan Wali Kota Jang Beom Ho adalah seseorang yang menciptakan sejarah Bukcheon.
Ya.
Akan tetapi, menurutku sejarah Jang Beom Ho harus berakhir bersamanya.
Kurasa kita tidak semestinya berprasangka karena insiden ini
memojokkan Kandidat Jang Gi Seo yang akan mengikuti pemilihan wali kota Bukcheon berikutnya.
Ya.
Kandidat Jang Gi Seo melepas beban masa lalunya yaitu ayahnya.
Aku percaya kita harus membiarkannya membangun Bukcheon yang baru.
Kandidat Jang Gi Seo adalah menantumu, kan?
Apa ini terlihat seperti ayah mertua yang memamerkan menantunya?
Ya, itu sangat...
Di luar hubungan keluarga kami,
sebagai politisi yang pernah menjadi presiden sebuah negara,
aku yakin dan memercayai Kandidat Jang Gi Seo.
Aku yakin setiap warga Bukcheon memiliki pemikiran yang sama sepertiku.
Jadi, jika kita tidak memilih Kandidat Jang Gi Seo, itu berarti kota Bukcheon akan ditinggalkan dari peran mereka di pemerintah pusat.
Beginilah caraku menafsirkan perkataanmu, apa aku benar?
Warga Bukcheon akan memutuskan sendiri.
Kau mengubahku dari putra Jang Beom Ho menjadi menantu Goo Yong Chan.
Joon Seo sedang menggali masa lalu ayah kalian.
Bukankah lebih baik bagimu untuk menjauhkan dirimu dari ayahmu untuk berjaga-jaga?
Aku mengerti. Aku akan menganggapnya sebagai niat baikmu.
Kenapa ada begitu banyak?
Ini tidak hanya dari Kantor Polisi Bukcheon. Aku membawa semua berkas kasus dari lima kantor polisi lainnya. Itu sebabnya.
Omong-omong, di mana mejaku?
Mejamu?
Kenapa? Kau merasa canggung?
Tidak, tidak sama sekali.
Apa? Kau menganggapku sebagai wanita?
Aku-aku... aku minta maaf.
Jangan punya ide lain.
Jika kau memberitahu polisi, kau akan tamat. Mengerti?
Halo.
- Ketua Tim Go. - Kau di sini?
Kenapa kau meminta untuk bertemu denganku?
Aku memanggilmu kemari.
Kebanyakan orang yang berhubungan dengan kasus ini entah menyangkal atau menolak untuk bersaksi.
Aku tidak punya pilihan selain memanggil kalian berdua sebagai saksi referensi.
Ada apa? Apa yang terjadi?
Kita semua tidak perlu pergi. Aku akan pergi dan menanganinya.
Tidak, tidak, tidak. Aku saja yang pergi.
Dalam keadaan seperti ini, sebagai wanita, aku memiliki keuntungan. Aku akan menangani mereka diam-diam dan kembali.
Tetaplah di sini.
Sayang! Kenapa kau terlihat seperti itu?
Sayang?
Kau pembuat masalah! Aku sudah katakan bahwa aku akan memenjarakanmu jika kau selingkuh lagi, bukan begitu?
Ya.
Maafkan aku, apa yang sebenarnya terjadi?
Bedebah ini, melecehkan istriku.
Sekarang kau membuat ulah dengan wanita yang sudah menikah? Kau sampah!
Maafkan aku, Sayang!
Permisi, uang kami.
Ya, jangan khawatir. Aku akan ganti rugi sepenuhnya.
Seberapa kecewanya perasaanmu? Aku tidak punya uang tunai sekarang.
Aku adalah Jaksa Seo I Ra dari Kantor Kejaksaan Bukcheon.
Jika kau datang ke kantorku di lantai 3 besok, aku akan membayarmu.
- Mohon datanglah. - Ya.
Harus.
Pakai pakaianmu.
Permisi, aku berterima kasih telah menyelamatkanku. Tetapi apa yang akan kita lakukan di kemudian hari?
Apa maksudmu?
Ya, maksudku jika kau memanggil seseorang yang lajang sebagai "Sayang",
kau seharusnya bertanggung jawab atas perkataan itu, kan?
Baiklah. Mari katakan saja bahwa kita menikah.
Datang ke kantorku besok.
Aku mengatakan bahwa aku akan memenjarakanmu jika kau selingkuh. Aku harus bertanggung jawab atas perkataanku.
Bahkan jika kau sepakat dengan korban, pelecehan paksa bukanlah kejahatan kecil, kau tahu itu, kan?
Bagaimana bisa kau menganggap candaan begitu serius?
- Jaksa Seo tidak benar-benar bercanda. - Jangan bohongi aku.
Benar.
Kalau begitu kau sungguh akan memenjarakanku?
Aku akan menganggap kenyataan bahwa korban memang memiliki niat yang tidak benar.
Aku akan mencoba untuk mendapatkan perintah pelayanan sosial untukmu.
Bersama orang-orang ini, aku berharap kau akan bekerja sama dengan penyelidikanku yang akan kulakukan di sini, mulai hari ini.
Baik, Sayang.
Ketua Tim Go, kau juga akan membantu, kan?
Ah, tentu saja. Karena Jaksa Seo bergabung dengan kami,
kami akan bisa melakukan ini dengan benar sekarang.
Hei, mari kita membentuk grup bersama dan menggali kasus Heugryeongdo dengan benar.
Mari kita selesaikan kasus para detektif yang meninggal dengan tidak adil,
dan memberikan anggota keluarga mereka kompensasi yang layak.
Lupakan saja. Mengapa kau harus mengikutkan itu ke dalamnya?
Detektif Lee.
Aku akan melakukannya dengan benar kali ini. Berikan aku satu kesempatan lagi.
Ah, benar-benar.
Sekarang, sekarang. Sekarang kita semua berada di halaman yang sama.
Mulai hari ini, kita berada di tim yang sama. Bersulang!
- Bersulang! - Bersulang!
- Hei! - Bersulang!
Beristirahat di hari Jumat
Presiden Jang Gi Seo?
Ah, sudah lama tidak berjumpa.
Ya, kelihatannya begitu. Aku pergi dulu.
Kau tahu bahwa aku mengubah afiliasi partaiku, kan?
Ya, aku tahu.
Semua itu berkatmu.
Tidakkah kau ingat? Kau memberiku peringatan yang sangat hebat.
Inilah apa yang dinamakan politik Bukcheon.
Yang kuat menginjak yang lemah. Inilah politik yang sebenarnya.
Apakah kau mengerti sekarang?
Kau mencalonkan diri dalam pemilihan walikota, kan?
Tetapi jujur saja, aku tidak bisa menyemangatimu.
Karena aku mengubah afiliasi partaiku.
Kalau begitu sampai jumpa lagi.
Aku tidak akan melakukannya lagi...
Apakah kau mengenal seseorang bernama Lee Byeong Seok?
Lee Byeong Seok?
Dia bekerja sebagai pelayan keluarga Jang seumur hidupnya dan tiba-tiba meninggal dalam kecelakaan mobil.
Dia adalah ayahku.
Aku tidak tahu apa hebatnya keluarga Jang sampai dia menyerahkan nyawanya, bekerja untuk mereka.
Aku tahu.
Kau mengenalnya?
No comments yet. Be the first to leave one.