Run (Street Run)

Run (Street Run) (Run)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Run-Street Run~Du bist dein Limit 2013 720p BRRip-INA Pml-Klk
A Commentary by Dedet Cafe
Terjemahan perkalimat dibantu pendengaran yang pas2an. Cocok untuk pilem Run (2013) BluRay 720p 5.1CH 560MB DFB di http://idfl.us/showthread.php?t=45750

Tags

brrip
720p
720
Published on: 2013-10-06
Downloads: 39
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

D

De

Ded

Dede

Dedet

Dedet C

Dedet Ca

Dedet Caf

Dedet Cafe

-> Dedet Cafe Pelambua, Pomalaa-Kolaka

Berhenti!

Berhenti!

Tersangka menuju ke arah jalan antara Warren & Chase. Aku mundur.

Apa?

- Aku kejar. - Adam 4 disini.

Kami mengikuti tersangka.

Turun kau kemari!

Hey!

Hey!

Berhenti!

Sialan!

Tolong!

Simon!

- Simon, kau tidak apa-apa? - Oh, tidak!

Aku kesitu sekarang.

Berhenti!

L A R I

L A R I

L A R I

L A R I

Hey! Mau kemana kau?

Selamat malam, Pak.

Namaku Sam Burns. Saya anggota jaga siskamling disini.

Aku lihat seorang pemuda menerobos masuk apartemen Anda.

Maaf, saya tidak... Tidak... Saya tidak dengar apa-apa.

Mungkin pengaruh suara TV Anda, dan...

Ya, mungkin karena itu. Nanti saya kecilkan. Mohon maaf.

Oke, terimakasih atas perhatiannya.

- Maaf. - Oke. Saya akan waspada.

Lagi-lagi jam rusak.

Rusak.

Bangun!

Tak usah pura-pura. Bangun!

Apa ini? Kau tahu ini tidak bisa menghasilkan uang 'kan?

Berapa kali kita harus membahas ini?

- Iya, maaf. - Kau tahu aturannya.

Dan kau membuat kita hampir ketahuan oleh tetangga. Kasihan!

- Kemasi barangmu! - Tapi aku tidak...

Kemasi barangmu! Kita pindah.

Ayolah, Ayah! Tak lagi terulang. Dia itu bukan masalah.

Hey! Kau terlalu berani. Itu sebabnya kita harus menghindar.

Kau hampir mempertaruhkan kebebasan kita lagi.

Mau aku apakan jam rusak itu?

Siapa yang mau beli jam rusak?

Selalu begini. Karena rasa takut, dia memaksa untuk berkemas lagi.

Memang benar, seharusnya Polisi itu aku biarkan. Tapi aku tak bisa diam saja.

Ada kalanya aku menikmati suasana seperti ini.

Menyenangkan, seperti permainan.

Sekarang sudah jadi rutinitas.

Jangan bikin masalah dan jangan meninggalkan jejak.

Kami selalu belajar untuk sembunyi. Agar hidup kami bisa berjalan.

Dengan caranya sendiri dia berusaha melakukan yang terbaik buat kami.

Yang lucunya adalah...

Walau kami ini pencuri, sedikitpun itu tidak menggangguku.

Masih banyak tempat bisa didatangi, ada banyak identitas untuk dilupakan.

Ada bagusnya juga.

Aku tak perlu ikut ujian matematika besok.

Waktu sering dihabiskan di mobil dibanding di apartemen yang pernah kami tinggali.

Kami pergi kemana dan kapan saja kami mau.

Bagiku, merasa bebas itu adalah di saat aku berlari.

Itu sebabnya kami terus bergerak.

Karena jika berhenti, maka kami mati.

Bertahanlah. Tetaplah bersamaku.

Kenapa berhenti?

Sedikit perubahan rencana, Danny.

Jadi kita mau kemana?

New York.

New York?

- Ayah pernah bilang kita tak boleh kesana. - Iya, terlalu berbahaya.

Ayah harus cari tahu apa sebabnya kita begini.

Kesalahan fatal bekerja pada bos penjahat dan kau jatuh cinta dengan adiknya.

Sama halnya kau cari masalah.

Aku pikir, Ayah masih merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi padanya.

Ibuku tertembak.

Dan beliau wafat ketika melahirkanku.

Paman menyalahkan Ayah sejak peristiwa itu.

Dia bahkan tidak tahu kalau aku hidup.

Artinya, selain Ayah, takada yang tahu aku masih hidup.

Petugas Korup; Semua Orangnya Jeremiah

Ayah mau teh hangat?

Iya.

Itu bagus.

Ingat! Tempat yang baru...

- Aturan yang sama. - Aturan yang sama.

Hey!

- Aku tahu. - Oke.

Iya, aku tahu.

Aturannya sederhana dan gampang di ingat.

Aturan No. 1 : Kenali sekitarmu.

Dan semua hal akan tampak sama.

Koridor, jendela, pintu keluar, ruang kelas, wajah-wajah.

Dan orang-orang yang tidak perlu kau tahu.

Aturan No. 2 : Ikuti nalurimu.

Agar kau tak pernah ragu. Benar 'kan?

- Aturan No. 3 : ... - Lepaskan aku!

Jangan percaya siapa pun.

Nyatanya, walau aku tahu aturan, tidaklah mudah untuk di ikuti.

Hey! Hey!

Jendelanya, tutup!

Bukan hari ini, pak Petugas.

Bung, aku berhutang padamu. Kita lihat saja nanti.

Hey, bro! Makasih yang tadi pagi.

Mark Baltimore.

- Eh, Sean Preston. - DeShawn?

Sean saja. Terkadang aku gagap.

- Asalmu darimana, bro? - Detroit.

- Pasti itu di Milwaukee, tapi... - Aku juga pernah disana.

Hey, Mark.

- iPhone-mu ada penanda lokasinya? - Ya.

Bagus. Lain kali kalau kau bohong sama Ibu, tolong dimatikan.

Sialan!

- Siapa dia? - Dia adikku.

Dia itu gila. Aku peringatkan, hati-hati saja dengannya.

Kembali ke aturan.

Haruskah aku ikut naluri dalam hal ini?

- Kenapa lengannya? - Kau mau tahu saja.

Dengar! Kau anak baru disini 'kan?

Biasanya akan aku hajar, tapi...

Karena tadi kau menyelamatkanku, aku mau mengajakmu keliling. Bagaimana?

- Terimakasih, tapi... - Tapi apa?

- Aku ada... - Kalian dengar itu? Luar biasa.

- Apa kabar, bung? - Apa kabar bro?

Halo kawan. Apa kabarmu?

Dia anak baru, DeShawn. Kita akan mengajaknya jalan-jalan.

Maafkan aku. Kalian benar. Jadi, pertama kita mau kemana?

Bagaimana kalau ke kantin?

Mantap, bung! Kau pandai menentukan tujuan.

Kau tahu Jeremiah 'kan? Masanya sudah berlalu.

Curang dalam bisnis. Menipu keluarga.

Ini hanya salah paham. Ini sudah kelewatan.

Terselamatkan bunyi telpon.

Siapa ini?

Lucius?

Michele? / Lama tak jumpa temanku. Bagaimana kabarmu?

Kenangan masa lalu.

Seperti ungkapan, merdeka atau mati. Iya 'kan?

- Kau dimana? - Dengar...

Lucius, aku butuh bantuanmu, oke?

Bisa kau pertemukan aku dengan Jeremiah?

Aku mau tahu yang sebenarnya.

Bukan maksudku mau cari masalah denganmu Lucius. Kau tahu itu.

Semoga saja kau beruntung.

Dan jangan bahas itu lagi. Aku harap bisa mempercayaimu.

Bisa kau lakukan itu?

- Sekali ini saja. - Aku tidak janji.

Kau tahu Jeremiah.

Dia takkan pernah lupa.

Lakukanlah yang terbaik. Oke? Nanti kuhubungi lagi.

Ya.

Bajingan ini cukup tangguh. Dia bilang, dia tidak tahu.

Tidak!

Bisa kau lacak nomor ini? Cari tahu asalnya darimana.

Yo! Kau baik-baik saja?

Iya, takada masalah. Cuma sedikit tegang.

Apa aku pernah melihatmu?

- Kau kenal Squirrel? - Tidak. Senang bertemu kamu.

Coba lihat ini.

Bro, kita tidak ikut lomba. Kau ingat?

Tapi kita bisa memenangkan ini.

Sebentar. Ada apa ini?

- Mereka ingin mengikuti semacam... - Pertandingan Tingkat SMU?

Saudaraku ini tidak berhasil membuat kami tenar.

- Aku Emily. - Sean.

Sepertinya dia harus belajar mengeja namamu, bro!

Senang kenalan denganmu.

Aku juga.

Jadi itu, kami latihan Parkour. Kami tidak ikut lomba.

Ayolah. Kenapa tidak? Tim yang menang dapat 5 ribu dollar.

- Tidak, Spider. - Kenapa? Kalian tidak suka uang?

Bukan begitu. Intinya untuk kebugaran dan daya tahan.

- Kau itu kampungan. - Oh, yah?

Yang kita lakukan sama saja. Lantas apa bedanya?

- Motivasinya bukan kesitu. - Kita bisa memanfaatkan uangnya.

Bisa digunakan untuk perbaikan gedung. Bukannya itu bagus?

Kita bisa buat video seperti para Rusia sialan itu.

Dan tentunya banyak pengalaman yang bisa di dapat.

Kalian lagi bahas apa?

Freerunning. - Parkour -

Pengembangan diri.

Tubuhmu bergerak bebas di semua lingkungan.

Ini seni jasmaniah.

Seakan seluruh ruangan ini kau jadikan kanvas.

Dan kau kuasnya. Sangat menyenangkan.

Tapi lumayan berbahaya. Bisa saja mencederai dirimu.

Benar, tapi tak usah takut, kawan.

Aku tidak takut.

Kalau takut, jangan di coba. Khusus buat lelaki.

Itu benar. / Ayo turun! Hentikan, kalian bubar semua.

Baiklah, saatnya kita ikut kebijakan.

- Hey, Sean. Lewat sini. - Cukup! Hey...

More Indonesian subtitles for Run (Street Run)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left