The first 167 lines.
5.
4.
3.
2.
1.
Ignition.
Liftoff.
Kakak!
Yeei!
Lihatlah, Mutta!
Sudah liftoff.
Wah.
Silaunya.
3.
2.
1.
Wah.
Gila.
Gemuruhnya besar sekali.
Ayo.
Ayo.
Ayo!
Lepaskan tingkat pertama.
Dia sudah pergi.
Cepat sekali.
Apa dia berhasil ke luar angkasa?
Akhirnya aku berhasil.
Seven Days
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
Sebelum kegelisahanku
berakhir
menjadi kebahagiaanku
Aku datang pada dirimu
dan kita pun bersatu
Halo Halo
Terbanglah
Di dunia ini kita bermimpi
dan terus berdansa
Di antara cahaya dan bayangan
kita terus berubah
sehingga angin tak berhenti
Meski masa depan samar dan tak dapat dipercaya
kita
tak sendiri
tak sendiri
#31 Jalur Roket
#31 Jalur Roket
Tingkat roket pertama sudah lepas.
Melepaskan Sistem Peluncuran Lepas selanjutnya.
Melepaskan tingkat kedua.
Nah, mari bentangkan sayap Orion-nya.
Oke.
Panel matahari sudah melebar.
Akhirnya aku berhasil.
Selamat datang di luar angkasa.
Hanya butuh waktu sebentar, 'kan, Hibito?
Setengah menit dari daratan ke luar angkasa.
Tapi butuh latihan lima tahun untuk sampai ke sini, Hibito.
Perjalanannya singkat saja.
Ini membutuhkan lebih dari lima tahun.
Aku sudah menunggu 20 tahun untuk kesempatan ini.
Peluncurannya belum selesai, anak anjing.
Tunggu sebentar lagi.
Kau harus nikmati saat-saat ini.
Peluncurannya belum berakhir sampai asap itu hilang.
Itulah bagian
dari peluncuran luar angkasa.
Dia terbang, Ayah.
Hibito sudah terbang.
Ya, peluncuran yang sempurna.
Sempurna.
Wah!
Syukurlah.
Aku belum pernah berdebar seperti ini.
Kau pasti deg-degan, Profesor.
Ya.
Dia benar-benar berhasil.
Dan selanjutnya pasti...
Aku tak sabar menyaksikannya.
Apa itu peluncuran pertama yang pernah kausaksikan, Mutta?
Ya,
tadi itu singkat sekali.
Tentu saja.
Perjalanan roket lebih cepat dari pada peluru.
Dia benar-benar
berhasil ke luar angkasa.
Sekarang, waktunya acara inti.
Kita dapat pesan dari astronot Akihiko Hoshide dari Stasiun Luar Angkasa Internasional!
Itu dia!
Ayo panggil Tuan Hoshide bersama.
Satu, dua...
Tuan Hoshide!
Hai, selamat siang.
Aku Akihiko Hoshide, astronot JAXA.
Hebat.
Tn. Hoshide ada di luar angkasa sekarang.
Hari ini, aku ingin menjawab pertanyaan apa pun yang kalian punya.
Silakan tanya.
Baik, siapa yang ingin bicara dengan Tn. Hoshide?
Aku! Aku! Aku! Aku!
Kalau begitu, mulai darimu.
Silakan.
Asyik!
Enaknya.
Apa yang terjadi kalau Bapak sakit di luar angkasa?
Ada obat di stasiun kalau ada yang sakit.
Para astronot juga mendapat latihan pertolongan pertama untuk keadaan darurat.
Baik.
Sudah terjawab?
Terima kasih banyak!
Siapa lagi yang mau tanya?
Aku! Aku! Aku! Aku!
Kau, silakan.
Baik.
Perhatikan semua orang yang ada di sini.
Susah untuk terpilih.
Tidak, aku pasti akan terpilih!
Apa Bapak pernah menangis di luar angkasa karena hal yang menyedihkan terjadi?
Apa yang membuat Bapak menangis?
Biasanya aku sangat ingin menangis.
Terkadang, aku sangat tersentuh sampai mencucurkan air mata.
Dan tanpa gravitasi, air matanya tak mengalir di pipiku.
Malahan terbang mengapung.
Begitulah.
Terima kasih banyak!
Selanjut—
Aku! Aku! Aku! Aku!
Hei...
Kau semangat sekali, ya.
Kalau begitu, kau.
Asyik!
Tuh, 'kan? Sudah kubilang pasti dipilih!
Itu curang. Kau teriak duluan.
Silakan bertanya.
Baik!
He-Hei...
Selamat siang!
Aku Hibito Nanba!
Aku pasti akan menjadi astronot!
Apa benar?
Aku ingin pergi ke bulan.
Apa ada tempat yang ingin Pak Hoshide datangi?
Ada banyak tempat yang ingin kukunjungi.
Aku ingin pergi ke bulan dan Mars.
Tapi, aku gagal dalam ujian seleksi astronot dua kali.
Dua kali?
No comments yet. Be the first to leave one.