The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Hei.
Hei.
Hei.
Tidak.
Ini tidak benar.
Ini tidak benar!
Ambulans!
Ambulans!
Ji Sup?
Ibu.
Ini rumah teman?
Kamu berbohong kepada ibu dan membuat ibu tampak bodoh?
Maaf. /- Maaf, Kak Suh Ra.
Ibu mau mengulitiku hidup-hidup,
jadi, aku harus memberitahunya.
Duduklah, Bu.
Di mana Ji Sup?
Dia pasti keluar berjalan-jalan.
Sementara istri dan anaknya di sini seperti ini?
Kemas barang-barangmu.
Ibu.
Bagaimana bisa kamu tinggal di sini, padahal kita punya rumah?
Orang tuamu masih hidup dan sehat,
terlebih, kamu punya anak.
Kebodohan macam apa ini?
Ini tidak apa-apa.
Kami tidak akan lama di sini. Hanya untuk beberapa hari.
Kamu mau membunuh ibu?
Bukankah sudah ibu suruh berkemas?
Lagi pula, tidak ada yang perlu dikemas.
Kakak bawa sisanya.
Ayo pergi. Bangunkan Hae Sol.
Aku tidak bisa ke sana.
Bagaimana bisa aku ke sana lagi?
Memangnya kenapa? Dae Ra melarangmu kembali?
Bukan begitu. Aku merasa tidak enak.
Kak Dae Ra kini hamil.
Aku tidak mau membuatnya kesal.
Aku sungguh-sungguh, Bu.
Ibu.
Ya? /- Halo, Nenek.
Sayangku. Malangnya nasibmu.
Kamu salah apa? Ayo pulang.
Naik ke punggung nenek. Awas.
Lepaskan ibu.
Bu, jangan begini.
Kamu tidak perlu ikut jika tidak mau.
Ibu!
Cha Ra, buka pintunya!
Buka pintunya! Cepat.
Buka pintunya!
Masuk. Ayo.
Ayo.
Hae Sol! Ibu! /- Belok kanan di sana.
Hae Sol! Ibu! /- Jalan terus.
Ji Sup, kamu di mana?
Apa? Di mana?
Astaga. Hae Sol.
Baik.
Di mana Suh Ra? Dia tidak ikut?
Kami hanya membawa Hae Sol dan barang mereka saat ini.
Bagaimana dengan Suh Ra dan Ji Sup?
Entahlah. Tidurkan dia dahulu.
Sejak tadi dia menangis dan nyaris tidak tidur.
Astaga, malangnya.
Yang benar saja.
Hae Sol di sini. Bagaimana dengan Suh Ra?
Astaga, nanti dia bangun.
Jika aku makan ini,
akankah rasa tidak nyamannya sedikit menghilang?
Sayang, ada Hae Sol.
Apa? Bagaimana dengan Suh Ra?
Dia tidak ikut.
Apa itu tadi? /- Apa?
Kamu menyembunyikan sesuatu dariku?
Kamu mengigau?
Apa yang bisa kusembunyikan?
Apakah kamu...
Aku apa?
Kamu menyembunyikan kudapan dan makan tanpa aku?
Biar kulihat. /- Aku bukan dirimu!
Bukan apa-apa. Ada apa denganmu?
Aku hanya bercanda.
Kamu tidak banyak mengidam selagi hamil?
Katanya biasanya orang hamil menginginkan makanan tertentu.
Tidak. Bukan begitu.
Maaf. Aku akan lulus kali ini
dan menjadi ayah serta suami yang baik.
Haruskah kita punya anak saat kondisi keuangan seperti ini?
Apa maksudmu?
Kita menumpang di rumah orang tuaku
karena tidak mampu menyewa bahkan kamar kecil.
Kamu tidak punya pekerjaan, jadi, bagaimana bisa mengasuh anak?
Coba pikirkan.
Apa kita pantas menjadi orang tua?
Jika tidak mengasuh dengan benar, itu tidak baik bagi anak.
Maksudmu, jika tidak punya rumah, kita tidak boleh punya anak?
Jika tidak punya pekerjaan, kita tidak pantas menjadi orang tua?
Ibuku bilang
seseorang lahir dengan hartanya sendiri.
Dia juga mengatakan tidak punya anak adalah harta terbesar!
Kuperingatkan kamu.
Aku akan lolos ujian kali ini meski harus mati,
jadi, jangan berpikir yang tidak-tidak, mengerti?
Astaga, aku amat muak dengan sampah ini.
Aku berbicara denganmu di telepon.
Apakah ini?
Ya.
Ini milik suamiku.
Tapi kenapa ini...
Di mana suamiku?
Jangan membuatku mulai bicara.
Gangster, preman, atau seseorang mendobrak masuk,
merusak semuanya, dan membawanya keluar.
Tidak.
Ji Sup, kamu pergi ke mana?
Hei. /- Permisi.
Ji Sup.
Kamu baik-baik saja? /- Permisi.
Dia bau alkohol. Permisi. Tolong bangun.
Kamu tidak boleh tidur di sini.
Buka matamu, ya?
Bangunlah. Kumohon.
Buka matamu.
Dia sudah tiba, Nyonya Wi.
Han Ji Sup. Kamu menyadari perbuatanmu?
Bagaimana bisa kamu mengacau seperti ini?
Kamu tidak perlu membunuh orang.
Itu kecelakaan.
Aku hanya memukulnya sekali.
Hanya sekali.
Aku tidak tahu itu akan terjadi.
Kecelakaan atau bukan,
hasilnya tidak berubah.
Apa dia...
Apa dia tewas?
Dia dioperasi, tapi tampaknya kondisinya kritis.
Aku akan menyerahkan diri.
Akan kubayar kejahatanku.
Han Hae Sol.
Kamu mau membuat putrimu yang berharga
menjadi putri pembunuh?
Kukira kamu pintar, tapi ternyata kamu bodoh.
Aku memberimu kesempatan lain.
Jika kamu bekerja untukku,
perbuatanmu hari ini,
termasuk utangmu yang amat banyak,
akan kukubur
dan kuatasi.
Kuatasi?
Akan kujadikan itu kecelakaan yang tidak ada hubungannya denganmu.
Entah dia hidup atau mati,
akan kubungkam dia.
Serta aku harus memberi keluarganya kompensasi sebagai gantinya, benar?
Ibumu ditahan.
Kamu tidak bisa membiarkan seseorang seumuran dia berada di sana.
Dia tetap ibumu. Kamu harus mengeluarkannya.
Apa...
Apa yang Anda inginkan dariku?
Sudah kubilang.
Aku mau membeli tiga tahun hidupmu.
Jadi,
Anda mau aku menggantikan orang mati selama tiga tahun,
begitu?
Bagaimana jika aku menolak? /- Kamu sudah
menolak salah satu kesempatan yang kuberikan kepadamu.
Serta
kamu sudah menciptakan situasi terburuk yang mungkin ada.
Tapi
jika kamu melewatkan kesempatan ini lagi,
kamu akan terjatuh ke lubang yang lebih dalam dari ini.
Kenapa?
Karena aku tidak akan menyerah denganmu.
Kenapa aku?
Kenapa harus aku? Kenapa?
Dia sudah bersamanya
lebih lama dari bersamaku.
Walaupun dia menikahiku,
Jae Wook tidak akan berakhir dengannya.
Jae Wook.
Apa yang kamu pikirkan?
Aku dimanfaatkan.
Yang Jae Wook butuhkan
bukanlah aku melainkan kepunyaan ayahku.
Dia bahkan berselingkuh. Jae Wook sungguh memanfaatkanku.
Halo, Ibu. /- Kamu di mana?
Dengan Jae Wook. /- Kamu sebaiknya pulang.
Ibu menuju ke sana sekarang, jadi, jangan khawatir.
Tidak, aku menginap malam ini. Ibu pulang saja.
Turuti perintah ibu.
Kamu mau kakekmu memarahi ibu karena menyuruhmu menginap di sana?
Baiklah. Aku akan pulang.
Ibu juga jangan memaksakan diri.
Ini menjawab pertanyaanmu?
Kenapa harus kamu, Han Ji Sup?
Wajar saja terkejut.
Begitulah perasaanku
saat kali pertama melihatmu.
No comments yet. Be the first to leave one.