The first 177 lines.
Jiwa-jiwa paling agung tidak hanya memiliki kemampuan
untuk menentukan kebajikan terbaik namun juga dosa terburuk.
René Descartes - Discours de la methode.
Hentikan. Hentikan...
Kamu kira kami akan berhenti kalau kamu menangis?
Karuizawa pengecut sekali! Bisanya sembunyi di belakang laki-laki.
Sumpah, bikin kesal.
Sudah tidak bisa sok jago lagi seperti tempo hari?
Kamu dengar, tidak?
Aduh!
Mukanya lawak!
Ayo kita buat lebih cantik.
- Boleh! - Ayo kita lakukan!
- Hentikan... - Ayo, lihat sini.
- Sumpah, jelek sekali. - Ayo, lihat sini.
Ayanokoji!
Belum saatnya.
Jangan main-main!
Sedang apa kalian?
"Sedang apa"? Kami cuma sedang bicara. Ya, 'kan?
Benar.
Kalau bukan urusanmu, jangan ikut campur.
Akan kubuat dia tunduk di depan Rika.
Kamu tidak apa-apa?
Biarkan aku sendiri.
Kami ini cemas padamu.
Berisik!
Tidak ada yang minta bantuan kalian!
Dia ini kenapa?
Sepertinya aku mau mencoba sesuatu.
Sepertinya Grup Venus juga sudah tamat ujian.
Kalau begini, artinya ada persekusi terhadap orang yang mereka duga sebagai VIP.
Tebakan utamaku tentunya dari Kelas C.
Ryuen sudah mengetahui cara menentukan siapa sang VIP.
Sepertinya sudah saatnya aku menambah pion.
Semuanya tergantung pada apa yang kusaksikan.
Apa? Di sini tidak ada sinyal.
Kenapa Hirata menyuruhku datang ke tempat seperti ini?
Hah?
Kenapa mereka lagi?
Ayo kita mulai
sesi rekaman permintaan maaf dengan bersujudnya Karuizawa.
Rekam yang benar, Yamashita.
Oke.
Hentikan, aku tidak salah apa-apa.
Suaramu gemetar.
Dia ketakutan.
Lucu. Kakinya juga gemetar.
Kenapa, Karuizawa?
Dia mau menangis.
Siapa juga?
Sepertinya kamu
pernah dirundung, 'kan?
Benar, 'kan?
Tebakanku benar!
Berarti dia sudah jago sujud.
Ayo cepat!
Sujud! Sujud! Sujud! Sujud!
Bicara apa kalian?
Aku jadi muak...
Lepaskan!
Sudah kubilang, tundukkan kepalamu!
Wah, tanpa ampun.
Ayo, Rika. Kamu juga.
Aku tidak usah.
Ini semua buatmu.
Payah sekali.
Seharusnya begini!
Lakukan seperti itu!
Rasanya seru!
Sesuai eksperimen Milgram,
kekejaman seseorang akan dipercepat oleh keadaan.
Sumpah, mukamu bikin ketagihan!
Hebat juga, Manabe.
Padahal cuma menyiapkan panggung,
(Aku juga ingin membalaskan dendam ke Karuizawa. Aku akan membantumu)
Maafkan aku...
Akan lebih mudah kalau dia sudah hancur lebur terlebih dahulu.
Sedang apa kamu?
Sepertinya kamu tidak berubah, masih saja korban rundung.
Kamu lihat barusan?
Percuma saja memanggil Hirata.
Hubungan palsumu dengan dia,
dan perundungan yang kamu terima.
Aku tahu semuanya.
Kalau aku mau, aku bisa saja menyebarkan informasi ini kapan saja.
Apa ini?
Kamu sudah menyembunyikan masa lalumu supaya tidak dirundung lagi.
Dan memilih jalan sebagai seorang parasit.
Namun, hasilnya...
Kamu mengincar tubuhku?
Tawaranmu tidak buruk.
Buka selangkanganmu.
Aku tidak terima.
Ini bukan rundungan darimu.
Kamu hanya menyiksaku karena tahu rahasiaku.
Kamu tidak mau melawan, ya.
Apa kamu tahu?
Apa yang akan dilakukan seseorang ketika dihadapkan
dengan keadaan tanpa harapan?
Mereka akan berhenti melawan.
Lagi-lagi aku dimangsa.
Begitu anggapku dengan dingin.
Aku hanya bisa menerima tanpa melawan atau menangis.
Apa kepedihan sejati yang kamu terima?
Respons takutmu tidak normal.
Bahkan kamu sampai rela dilecehkan.
Apa ada sesuatu yang lebih mutlak
yang masih kamu sembunyikan?
Tidak—
Apakah ini sisi gelapmu?
Karuizawa, ada banyak jenis keputusasaan.
Termasuk juga yang kamu rasakan
tentunya juga rasa putus asa.
Mereka yang hatinya tertutup kegelapan akan saling menarik.
Siapa yang lebih kelam akan menelan yang lainnya.
Kamu ini kenapa?
Di dunia ini, ada kegelapan yang lebih dalam dibandingkan dengan apa yang kamu ketahui.
Aku bisa menjanjikan satu hal.
Aku akan melindungimu mulai dari sekarang, Karuizawa.
Hah?
Lebih baik lagi daripada Hirata atau Machida.
Tebakanku benar!
Berarti dia sudah jago sujud.
Jika mereka mengusikmu lagi,
akan kuancam Manabe dan kawan-kawannya dengan menyebarkan ini.
Jadilah rekanku.
Aku ingin bantuanku dibutuhkan.
Apa?
Kalau begini, kelas D tidak akan bisa menanjak ke atas.
Tapi kemampuanmu mengendalikan para siswi
bisa menambal kesatuan yang belum terjalin.
Inilah peran yang tidak bisa dilakukan Horikita.
Kamu ini...
Kamu bertindak untukku, aku bertindak untukmu.
Apa hubungan begini cukup buatmu?
Baiklah.
Tapi aku harus bagaimana?
Untuk permulaan, kita akan memenangkan ujian ini.
Hah?
Karena kamu...
Maaf sudah terlambat.
Ada perlu apa?
Ada sesuatu yang ingin kubeli dengan poin.
Ada yang hadir duluan.
Selamat pagi.
Maaf, aku memakai sofanya sendirian.
Tidak apa-apa.
Mau mengobrol sebelum diskusi?
Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan pada Ayanokoji.
Kepadaku?
Ya.
Sepertinya kamu ingin naik ke Kelas A, 'kan?
Tentu saja.
Pastinya, 'kan?
Aku juga sama. Ada impian yang ingin kuwujudkan setelah lulus dari Kelas A nantinya.
Sayangnya kelas kita berbeda.
Artinya hanya satu dari kita yang impiannya akan terwujud.
Begitulah.
Tapi pasti ada jalur pengecualian.
Maksudmu lewat menabung 20 juta poin?
Ya, sayangnya belum pernah terjadi.
Jumlahnya terlalu besar.
Ayanokoji...
sepertinya dulu kamu pernah lihat poinku, ya?
Maaf.
Aku tidak berniat mengintip.
Benar.
Bahkan sejak caturwulan 1, Ichinose sudah memiliki poin dalam jumlah yang sangat besar.
Aku tidak menyalahkanmu.
Tapi jangan bahas ini lagi, ya.
Baik, aku tidak akan mencari tahu lebih dalam.
Kamu sudah datang duluan, Ayanokoji?
Berduaan ditemani Nona Ichinose.
Jangan-jangan kalian sudah tidak-tidak.
Tidak.
Tidak begitu.
No comments yet. Be the first to leave one.