The first 127 lines.
Setelah jutaan tahun berevolusi,
Leluhur jauh kita yang telah mengisi lautan...
dan merangkak keluar menuju daratan.
Mereka telah bertahan hidup dari para serangga raksasa penghuni rawa...
dan berkembang pesat menjadi reptil yang besar, dengan bersenjatakan gigi.
Tapi sekarang perang yang telah mereka mulai sejak lama...
yang jauh lebih lama dibanding pertarungan antara pemangsa dan mangsanya.
Seluruh planet ini sedang memasuki jenis krisis yang berbeda,
salah satunya akan menghancurkan sebagian besar reptil raksasa...
dan menghapus 90 % kehidupan di Bumi.
Semua benua di Bumi sekarang sedang menyatu...
yang akan membentuk daratan besar yang disebut dengan Pangaea.
Dan di pusatnya terletak gurun pasir terbesar yang pernah ada di Bumi.
Ini dunia yang kejam bagi binatang apapun.
Namun sempurna buat para reptil.
Ini adalah seekor Siberian Scutosaurus seberat satu ton,
kerabat jauh dari Kura-kura.
Meski dia tidak punya cangkang, punggungnya ditutupi oleh hal keras, lempeng tulang.
Dan begitu juga : gundukan pasir ini menyembunyikan predator yang menakutkan.
Scutosaurus biasanya bepergian dalam kawanan.
Tapi pejantan tua ini sudah tertinggal, dan dia mencium ada bahaya.
Saat dia kelelahan, saat itulah dia sangat rentan.
Penyerangnya adalah seekor Gorgonopsid karnivora.
Dia cepat, kuat dan dipersenjatai...
dengan senjata mematikan yang tidak satupun pemangsa pernah miliki sebelumnya.
Kelelahan, terjebak dan telah lemah karena lukanya,
Scutosaurus tua ini tidak bisa melawan lagi.
Semua yang bisa dia lakukan hanyalah menunggu pemangsa menghabisinya.
Rahang besar Gorgonopsid ini punya sepasang taring sepanjang 12 centimeter.
Dia telah mengembangkan gigi pedang pertama di dunia,
sebuah senjata mematikan yang beberapa mamalia akan gunakan nantinya.
Di daratan yang keras ini,
sekarang pertempuran besar para reptil adalah dengan alam.
Sebuah ledakan besar dari aktivitas gunung berapi adalah awal bagi cuaca super panas,
menciptakan suhu tertinggi di bumi yang pernah diketahui.
Setiap tahun gurun menyebar.
Bahkan di sini, di Siberia, jauh di utara katulistiwa,
para hewan dipaksa berkumpul bersama untuk sebuah sumber air yang masih tersisa,
tidak peduli meskipun itu sangat kecil.
Sang betina besar Gorgonopsid ini datang untuk minum dimana Scutosaurus sedang minum,
dan bahkan Gorgonopsid kecilpun akan membuat mereka untuk menjauh.
Dengan panjang lima meter dari hidung ke ekor,
dia adalah pemangsa teratas di Bumi.
Tidak ada yang bisa menyainginya...
sampai para Dinosaurus berevolusi di 30 juta tahun mendatang.
Tapi tidak seperti para Dinosaurus,
reptil pertama ini lebih berkaitan dengan leluhur kita,
para mamalia, dibanding kadal dan buaya.
Mereka tidak punya bulu,
tapi mereka sudah mengembangkan kelenjar bau pada kulit mereka.
Dengan begini, semuanya bisa tahu dimana wilayah kekuasaan Gorgonopsid raksasa ini.
Meski adanya makhluk kelas berat ini,
makhluk-makhluk yang lebih kecil juga berusaha bertahan hidup di sekitar lubang air ini.
Diictodon, seekor penghuni liang kecil, dengan ukuran hanya setengah meter.
Mereka hidup berpasangan diliang yang berbentuk spiral yang menjaga mereka tetap dingin dipanasnya gurun.
Seperti para pemangsa besar diluar sana,
Diictodon adalah kerabat jauh mamalia mirip reptil,
dan meskipun itu butuh 30 juta tahun sebelum mamalia sejati pertama menampakkan diri,
namun sudah ada kemiripan pada mereka ini.
Khususnya, , indera pendengarannya yang terhubung dengan tulang kecil di rahang bawahnya.
Suatu saat nanti, ini akan berevolusi menjadi tulang tengah telinga kita,
hal yang tidak dimiliki reptil.
Beberapa pasangan Diictodon tinggal di sekitar lubang air,
tapi ini bukanlah sebuah koloni,
mereka berusaha mati-matian untuk mendapatkan tumbuhan yang sangat langka yang merupakan makanan mereka.
Hal ini selalu menimbulkan keributan.
Pertarungan inilah yang jadi alasan...
kenapa para pejantan dan betina memiliki sepasang gading pendek di mulut mereka.
Namun begitu, ada sebuah keuntungan hidup ditengah kawanan seperti ini :
kalau seekor tetangga melihat bahaya, semuanya akan tahu secepatnya.
Seekor Gorgonopsid datang untuk memeriksa.
Sebuah gigitan dari rahang besar ini akan membunuh Diictodon,
kalau mereka bisa menangkapnya.
Namun ukuran besar tidak selalu menang.
Lubang kecil ini lebih sulit dari yang mereka kira.
Gorgonopsid ini tahu bahwa kalau dia sabar menunggu di sekitar lubang air ini,
mangsa yang lebih besar pasti akan datang padanya nanti.
Ada yang lain, yang tidak terlihat, penghuni dari kolam air ini.
Seekor monster yang tidak pas untuk perubahan iklim macam ini dibanding para reptil.
Seekor pengungsi dari dunia gurun ini yang dulu masih hijau dan subur.
Dia menunggu untuk menyergap dari bawah air, layaknya seekor Buaya.
Seekor amphibi raksasa, Labyrinthodont.
Tapi pada serangan ini, betina ini salah memilih sasaran.
Serangan oleh amphibi penyergap ini mungkin didorong oleh rasa putus asa.
Selama beberapa generasi, kolam air ini telah mendukung berbagai macam hewan,
termasuk beberapa Labyrinthodont lainnya.
Tapi yang satu ini adalah yang terakhir,
dan saat air yang dia handalkan menghilang, dia akan terjebak.
Musim hujan sudah tiba, tapi tidak ada hujan.
Dengan kehidupan di bawah tekanan macam ini,
Banyak spesies akan mati...
akibat lingkungan yang tidak memungkinkan ini sampai manusia berevolusi dalam 250 juta tahun mendatang.
Kolam air ini sekarang tidak lebih dari sebuah genangan air besar.
Diictodon lebih mudah beradaptasi dibanding kebanyakan makhluk lainnya di sini.
Mereka bisa menggali lebih dalam untuk menghindari panas,
menggali terowongan di lumpur sekeras batu.
Tapi amphibi raksasa ini sedang dalam masalah besar,
dan saat dia semakin lemah, musuhnya mengawasi dan menunggu.
Ini sebuah permainan mematikan kucing dan tikus.
Tapi kehidupan disini akan mengubah semuanya.
Sekawanan Scutosaurus yang bermigrasi telah mencium keberadaan kolam air.
Dia mungkin mengendusnya dari beberapa mil jauhnya,
dan ini mungkin minuman pertama mereka sejak enam bulan terakhir.
Tumbuhan gurun tidak kaya akan nutrisi,
tapi para reptil besar ini dirancang untuk memeras nutrisi sebanyak mungkin,
meski mereka tidak bisa mengunyah.
Ada batu di dalam perut besar mereka yang mereka ambil dari gurun pasir.
Ini membantu menggiling makanannya sehingga enzim pencernaan mereka bisa bekerja.
Diictodon kecil yang lincah ini diciptakan untuk menghindari bahaya.
Tapi kehadiran Gorgonopsid ini sekarang membuatnya untuk menjauh.
Bahkan dia tidak akan berani menyerang kawanan besar bertameng macam ini.
Ini sebuah masalah.
Ini menjadi masalah besar bagi kehidupan Scutosaurus...
yang tinggal di sekitar kolam air dibanding predator lainnya.
Dalam beberapa hari mereka bisa meminum nya sampai kering.
Dan bergerak lagi untuk penjalanan pencarian makanan mereka.
Mereka mewakili nasib dari semua makhluk di Benua Pangaea ini.
Kekeringan global sekarang melenyapkan evolusi jutaan tahun.
Semua kehidupan di sini akan mengarah ke jurang kematian.
Bagi hewan yang tidak melakukan migrasi,
situasi ini mencapai puncaknya.
Kelaparan membawa Gorgonopsid ini kembali mengincar Diictodon,
dan kali ini dia mencoba untuk menggali mereka.
Tapi kerja keras Diictodon pun akhirnya terbayar.
Terowongan mereka yang melindungi dari teriknya matahari cukup dalam untuk menjaga mereka tetap aman.
Sebaliknya, penciuman Gorgonopsid ini membuatnya kembali ke kolam air yang telah mengering.
Dia merasakan ada sesuatu yang tidak biasa.
No comments yet. Be the first to leave one.