The first 200 lines.
Kenapa? Ada yang mau kamu katakan?
Atau kamu mau mengakui kesalahan?
- Apa? - Kenapa mengikutiku?
Kamu berusaha merayu bosmu atau semacamnya?
Kamu mau menanyakan kenapa aku membencimu?
Apa itu alasanmu mengikutiku?
Anda membenciku?
Karena kamu mengikutiku,
aku hanya bilang katakan yang mau kamu katakan.
Aku takut Anda salah paham,
tapi aku pindah kemari.
Apa?
Aku tinggal di gedung yang sama dengan Anda.
"Episode 7"
Anda tinggal di lantai berapa?
Lantai 18.
Kamu pasti dari keluarga kaya.
Cukup mengejutkan anak baru tinggal di sini.
Lantas, Anda juga pasti dari keluarga kaya.
- Bukan itu maksudku. - Tidak apa-apa.
Anggap saja impas.
Baik, aku salah bicara.
Aku tidak seharusnya membahas keluargamu.
Aku hanya mau memujimu
karena memiliki pengalaman kerja yang banyak
sebelum bergabung dengan perusahaan.
Aku berniat bilang kamu pasti bekerja keras
untuk menghemat dan membeli rumah seperti itu,
tapi aku salah ucap.
Maaf.
Anda membaca resumeku?
Ya.
Kenapa?
Memangnya salah membaca resume bawahanku?
Tidak salah sama sekali.
Aku malah bersyukur
Anda memperhatikanku.
Semoga malam Anda menyenangkan.
Apa maksudmu?
Ibuku tidak datang lagi?
Jadi, kamu harus mengantar Da Bin hari ini.
Kamu belum meminta maaf ke ibumu?
Kemas tasmu, Da Bin.
Baik.
Aku bertanya.
- Itu tidak penting. - Itu penting.
Karena dia tidak datang,
keadaannya merepotkan.
Bagaimana bisa dia melakukan ini?
Kamu menyakiti perasaannya sesekali,
jadi, kenapa dia mogok?
Dia amat tidak pengertian
sepertimu.
Ibu dan anak sama saja.
Kamu menyalahkan ibuku?
Maksudku, coba pikirkan.
Dia tahu semua situasi kita.
Dia pasti melakukan ini agar kita jera.
Apa dia mau kamu berhenti bekerja?
Jadi, aku mau mengundurkan diri.
Apa? Mi Sun!
Kamu punya cara lain?
Ibuku tidak datang. Ibumu juga tidak.
Salah satu dari kita harus mengurus Da Bin.
Kamu mau mengundurkan diri?
Kamu sudah gila?
Aku tidak gila. Aku bicara kenyataan.
Jawab saja.
Kamu mau mengundurkan diri? Atau harus aku?
Aku saja.
Akan kuserahkan surat pengunduran diriku hari ini
dan aku akan keluar dalam bulan ini.
Hei.
Ada apa denganmu?
Siapa yang akan membayar uang sewa apartemen kita?
Cicilan mobil kita juga besar.
Aku sudah kekurangan uang jajan.
Jika kamu berhenti bekerja, aku akan menjadi pengemis.
Pengemis?
Kamu mungkin selama ini hidup mewah,
tapi sejak menikah denganmu,
hidupku tidak pernah mewah.
Aku harus berjuang sendirian
untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya.
Kita harus pakai lebih banyak uang seiring Da Bin tumbuh.
Terserah. Pikirkan sendiri.
Aku mau menjadi ibu rumah tangga sekarang.
Aku mau cuti besok.
Kamu cuti lusa.
Aku pergi.
Hei, Mi Sun.
Mi Sun, jangan seperti ini.
Minggir. Aku terlambat bekerja.
Ayah.
Ikatan rambutku terlepas.
Kenapa tiba-tiba terlepas?
Bagaimana mengikatnya?
Ibu!
Ibu.
Masuk.
Kenapa kemari sepagi ini?
Apa?
- Bu Park tidak datang? - Tidak.
Kesayangan kakek kemari.
Halo, Kek.
Hai, Sayang.
Aku sudah terlambat.
Ikat rambutnya dan antarkan ke TK, ya?
Apa? Ibu tidak bisa melakukan itu.
Kami akan mengurusnya. Pergilah ke kantor.
Sayang.
Dah, Da Bin. Bersenang-senanglah di TK.
Hei, Jin Soo!
Ayo masuk, Da Bin.
Dia tidak masuk. Dia harus segera pergi.
Jangan ikut campur. Kemari, Da Bin.
Mau membolos TK
dan bermain dengan kakek hari ini?
Sayang.
Lukanya
harus diobati setidaknya tiga hari.
Tapi mereka malah menyuruh dia sekolah
karena tidak ada yang mengurusnya.
Kamu tidak merasa kasihan?
Maksudmu, kamu akan tinggal dengan Da Bin seharian ini?
Bereskan urusanmu.
Kami akan menghabiskan waktu berdua.
Da Bin.
Kita mau melakukan apa hari ini?
Aku mau bermain salon.
Salon?
Baik.
Rambut kakek panjang,
jadi, memang harus digunting.
Benar juga.
Kamu mengecat rambut juga?
Ya, Pak. Kami bisa melakukan semuanya.
Astaga.
Tunggu.
Permisi. Tunggu.
- Selamat pagi, Bu Kang. - Halo.
- Selamat pagi. - Halo.
Mulai rapat lima menit lagi. Siapkan semuanya.
- Baik. - Baik.
Tae Ju.
Kamu sedang apa? Cepat duduk.
Baik.
Bagaimana?
Apa kamu menyerahkan proposal dengan aman ke Bu Kang?
Ya.
Dia menyuruhmu memperbaikinya?
Tentu saja.
Lantas, perbaiki.
- Apa? - Perbaiki.
Mari mulai rapat.
Sisanya selesai. Bagaimana dengan hasil survei?
Hanya tersisa hasil akhirnya.
Bagaimana dengan survei pelanggan?
Kamu melakukannya di toko, Nona Lee?
Ya, aku menyusun hasilnya dengan Ji Sook.
Baik, bagaimana
dengan riset mendalam terkait narablog mode?
Aku akan melaporkan hasilnya kepada Anda pukul 13.00.
Bagus.
Laporkan data terkini
pukul 15.30 hari ini.
Bagaimana dengan 16.30, Bu?
Laporkan pukul 16.30 jika kamu mau bekerja lembur.
Lantas, 15.30.
Kita melaporkan ini besok.
Mari percepat.
Pak Han, serahkan yang kamu susun ke Pak Park.
Jangan lupa sampaikan perintahku kepadanya.
Baik, Bu.
Tenggatnya kapan?
Serahkan segera setelah selesai.
Mungkin masih ada yang perlu diperbaiki.
Kini kembalilah bekerja.
Astaga. Kenapa dia memburu-buruinya?
Karena kita punya presdir baru.
Mungkin dia mau menonjol
dengan proposal produk baru.
Bu Kang, tolong cepat dipromosikan.
Bagaimana jika kita berdoa setiap pagi
agar dia dipromosikan?
Diam.
Mari bekerja saja.
Astaga, hari ini sama seperti biasanya.
Minggir.
Pak Han.
Minta kopi lagi dari Tim Pendukung Manajemen.
Apa...
Ibu, ini aku.
Kenapa kamu terus menelepon ibu?
Aku ingin tahu apa ibu tidur nyenyak.
Tentu saja ibu tidur nyenyak.
Ibu tidak pergi ke rumah Kak Mi Sun hari ini?
Untuk apa ibu ke sana?
Berhentilah merajuk
dan maafkan dia sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.