The first 155 lines.
Perhatian, pembagian surat.
Meg, Teen People. Chris, Amazing Spiderman.
Lois, Redbook. Tentara PD II, surat dari pacar.
-Bukalah suratnya, Kawan. -Baiklah, tenang.
"Willy Sayang, aku kesepian karena kau pergi."
Kalian dengar? Dia merindukanku.
Kau basah.
Lihat ini. Kita diundang pesta.
"Peter Griffin, kau dan keluargamu
diundang makan malam mewah untuk menghormatimu
di Manor Rocky Point."
-Dari siapa undangannya? -Entah, tak tertulis di sini.
Kau takkan datang, 'kan? Ini jelas penipuan.
Mungkin kami akan datang dan kau di penitipan anjing.
Jangan ke sana. Terakhir kali aku ditinggalkan di sana selama sejam
atau 10 tahun. Entah, di sana tak ada jam.
Baumu busuk setelah dari sana.
Ayah, apa sudah hampir sampai?
Ya, menurut petanya, kita sudah cukup dekat.
Peter, lihat!
Astaga, ini sungguh indah.
Jeff Probst pasti punya rumah seperti ini.
-Joe? -Peter?
Sedang apa di sini?
Kami dapat undangan makan malam untuk menghormatiku.
Kupikir ini untuk penangkapan yang kulakukan bulan lalu.
Ini mencurigakan. Menurut undanganku, ini untuk menghormatiku.
Kukira ini karena aku mampu buang gas sesuai abjad.
Hampir sukses, tapi aku buang air besar di huruf S.
Sudahlah. Semua orang di bus sudah marah jauh sebelum itu.
Apa-apaan ini?
Derek dan Jillian?
Sedang apa di sini?
Aku dapat kartu. Katanya mereka mengadakan makan malam untukku.
Tunggu, ada apa ini? Semua dapat undangan serupa?
Kupikir tak akan ada yang kukenal di sini.
-Ini Stephanie. -Hai, Semua.
Astaga. Aku tak pernah mengira akan bertemu teman-teman Glenn.
Ya, kenapa tidak? Kita bertemu sesekali.
Astaga. Kami belum pernah bertemu.
Dia ini, kau menghilang sebulan, lalu kau meneleponku? Konyol.
Kau beruntung aku begitu menyukaimu.
Masuklah dulu dan bawa tasnya.
Sepertinya seisi kota diundang.
Semua, ikuti aku ke lantai 3. Akan kutunjukkan kamar kalian.
Semua diharap datang makan malam pukul 20.00.
-Bagus. Aku kelaparan. -Tenanglah.
Semua ini tak masuk akal. Semua dapat undangan
dari sumber tak dikenal soal makan malam penghormatan.
Itu jelas tak terjadi.
Kita sudah di sini, tapi mana tuan rumahnya?
Setidaknya kalian disediakan pakaian malam.
Kukira acaranya pesta kebun. Aku tak membawa celana panjang.
Agak canggung melihat Jillian ada di sini bersama Derek.
Aku penasaran apa dia memikirkanku.
Entahlah, kau kuda poni atau warna biru?
-Derek, lihat. -Itu lucu.
Astaga, Meg, kau cepat besar.
Aku tahu, dia bertambah besar tiap hari.
-Meg, kau ingat dr. Hartman? -Pasti.
Aku yang melakukan pemeriksaan panggul pertamanya.
Kecuali aku salah orang.
Tidak, itu memang kau.
-Selamat malam, Semua. -James Woods!
Terima kasih sudah bergabung di manor sederhanaku.
Perkenalkan, ini pendampingku yang cantik, Pricilla.
-Senang bertemu kalian. -Siapa dia?
-James Woods. -Kukira namanya Shark.
Bukan, dia main film Shark.
-Tapi dia terbuat dari kayu? -Bukan.
Itu nama keluarganya, tapi dia bukan dari kayu.
Tak seorang pun terbuat dari kayu.
Ini malam yang patut dirayakan, terutama bagiku.
Ada apa in? Menurut undangan acara ini untuk menghormatiku.
-Undanganku juga begitu. -Aku juga.
-Punyaku juga. -Sama.
-Mana makanannya? -Sebenarnya begini.
Makan malam ini untuk menghormati semua.
Mulai dari mana, ya?
Baru-baru ini aku jadi Kristen yang terlahir kembali.
Berkat malaikat kecil yang cantik ini.
Dia datang dalam hidupku seolah dari antah berantah.
Memikatku melampaui mimpi terliarku.
Dia membuka mataku akan kebenaran kasih Yesus.
Tidak, Sayang, itu selalu ada dalam dirimu.
Aku hanya membantumu menemukannya.
Apa hubungan semua keanehan ini dengan kami?
Sebenarnya, aku sudah bersalah terhadap kalian semua.
Lalu karena kini aku murid Yesus, aku benar-benar bertobat.
Jadi, kalian kuundang kemari untuk menebus kesalahanku.
Kenapa kami harus percaya?
Kau meneror keluarga kami bertahun-tahun.
Sepertinya harus ada pemulihan malam ini.
Aku siap untuk bersabar.
Kumohon, bisa beri aku kesempatan?
Aku janji kau tak akan kecewa.
Permisi, biar kuperiksa makan malamnya.
Biar kubantu, Sayang.
-Ini semua terasa ganjil sekali. -Setuju. Ada yang tidak beres.
Entahlah, mungkin kita harus memberinya kesempatan.
Mungkin dia benar-benar sudah lahir kembali.
Mungkin saja. Itu tergantung pada zodiaknya.
Diam...
Aku sangat intuitif dengan hal macam ini.
Mungkin jika duduk di kursinya, aku bisa memahami energinya.
Jika zodiaknya Aquarius, lahir kembali itu wajar saja.
-Cukup, Stephanie. -Seperti meramal zodiak Glenn.
Apa gabusnya mengenaiku?
Astaga. Dia sudah mati.
Dia tertembak.
Kurasa ini akan lebih sedih jika dia tidak berat.
Astaga. Ini pasti ulahnya. Pasti ulah James Woods.
Dia membunuh Stephanie.
Aku tahu dia memang gila, tapi tak kukira dia pembunuh.
Kita pasti dikumpulkan untuk dibunuh.
Lari, selamatkan diri!
Cepat, kita harus keluar dari sini!
Ayo, masuk ke mobil.
-Astaga, Peter, mundur. -Begitu, Lois?
Kupikir aku akan maju. Kupikir itu pasti seru.
Berhenti bertengkar.
Astaga. Cepat, Peter, pindah ke belakang.
Syukurlah, kita selamat.
Leherku! Kau menabrakku, dan kini...
Sepertinya kita terjebak di sini.
Badai membuat bendungan luber dan jembatannya terputus.
Untuk saat ini, tak ada jalan keluar.
Bagaimana ini?
Kita tak bisa tetap di sini saat James Woods mengintai kita.
Ada yang punya ponsel?
-Tak ada sinyal. -Sama.
-Sinyalnya kosong. -Kita pakai telepon rumahnya.
Jangan, kurasa itu tidak pantas. Kita tamu, sedangkan itu SLJJ.
-Tak masalah. Jaringannya putus. -Astaga.
Baiklah, semua kecuali Chris, harap tenang.
-Mari kita cari solusinya. -Dia benar.
-Kita harus tetap tenang. -Dengan pembunuh di rumah?
Ada pembunuh di rumah.
Semuanya. apa ada yang melihat James?
Sayang, mungkin kita perlu diskusi.
-Ada yang ingin taco kecil? - Taco kecil. Aku mau.
-Ini dia. -Maaf, aku pergi begitu lama.
Aku ke kamar kecil. Aku tak bisa berhenti melihat kemaluanku,
karena itu fantastis.
Kau monster fantastis. Kau monster, James Woods!
Pikirmu bisa membunuh, lalu lolos begitu saja?
-Quagmire mencintai gadis itu. -Sabar.
-Jimmy, apa maksudnya? -Aku tak tahu ada apa ini.
Benarkah? Mungkin mayat gendut di ruang sebelah akan mengingatkanmu.
Apa maksudmu? Tak ada apa pun di ruang sebelah.
-Mayatnya hilang. -Di mana dia, Woods?
-Kau apakan mayatnya? -Mayat apa?
Mungkin dia tidak mati.
Kuakui, kadang aku tak yakin dengan hal-hal itu.
Entah apa yang terjadi di sini, tapi aku melakukan banyak hal.
No comments yet. Be the first to leave one.