Alien Worlds

Alien Worlds

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Alien Worlds S1 NF-360P/720P/1080P
A Commentary by DD_Movie
NF Retail [ EPISODE 1-4 END ] | Streaming : dongdotmovie.my.id

Tags

720p
720
1080
Published on: 2020-12-04
Downloads: 28
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL DOKUMENTER NETFLIX ORIGINAL

Bumi, rumah bagi jutaan spesies.

Namun apa yang mungkin hidup... di luarnya?

Ada banyak planet di seluruh alam semesta.

Jika kehidupan hadir hanya di sebagian kecil planet,

alam semesta pasti... hidup.

Semua makhluk hidup memiliki kebutuhan yang sama:

Makan...

berkembang biak...

dan berevolusi.

Dengan menerapkan hukum kehidupan di Bumi

ke seluruh alam semesta...

dapat dibayangkan

apa yang mungkin hidup...

di dunia alien.

Semua bentuk kehidupan butuh planet untuk ditinggali.

Namun ada berapa planet di alam semesta?

Pikirkan bintang kita:

Matahari

dengan Bumi, Mars, Jupiter yang mengorbitnya.

Selama berabad-abad,

orang bertanya, "Bagaimana dengan bintang lain?

Apa ada planetnya juga?"

Dan 24 tahun lalu,

aku menemukannya!

OBSERVATORIUM PARANAL CHILI

Didier Queloz adalah astrofisikawan terkemuka.

Dia meraih Penghargaan Nobel karena menemukan planet pertama

di luar tata surya kita.

Usiaku 28 tahun saat menemukan planet itu.

Aku hampir menyelesaikan gelar doktor

dan penasihatku memberiku kunci peralatan.

Setelah mengamati bintang 51 Pegasi beberapa kali,

aku sadar terjadi sesuatu pada bintang itu.

Terus terang, saat itu aku panik.

Kupikir ada yang salah dengan peralatanku.

Makin aku ingin memahaminya, makin tak masuk akal itu.

Sampai akhirnya aku yakin itu pasti sebuah planet.

Kemungkinan besar itu planet.

Mungkin Jupiter.

Bagus sekali.

Planet jauh tak terlihat teleskop

karena itu tak memancarkan cahaya.

Namun jika sebuah planet lewat di depan bintang,

itu menimbulkan bayangan kecil,

dan terjadi peredupan kecil dari cahaya bintang.

Saat penurunan di tingkat cahaya ini terdeteksi,

astronom menemukan sebuah planet baru.

Halo.

Ini yang disorot teleskop.

Ini foto dari teleskopnya.

Di tengah, ada target yang kami amati.

Kami menganalisis seluruh bidang ini, lalu memproses datanya,

dan jika cukup beruntung, kami mendeteksi ini.

Terjadi sedikit penurunan fluks,

dan ini menunjukkan ada planet yang mengorbit bintang itu.

Kita tahu ada sejumlah besar planet di alam semesta.

Pasti ada banyak sekali kehidupan yang berbeda.

Mari kita anggap Bumi ada di sini.

Anggap satu meter adalah 20 tahun cahaya.

Jadi, dua meter adalah 40 tahun cahaya.

Di sinilah 51 Pegasi terletak, tempat planet pertama terdeteksi.

Tiap lampu kecil ini melambangkan sebuah bintang,

tempat planet ditemukan.

Selama beberapa tahun ke depan,

planet-planet muncul di mana-mana.

Planet di mana-mana

Ini terlihat bagus.

Sebuah cakrawala bintang dan planet...

di sekeliling.

Planet di luar tata surya kita disebut eksoplanet.

Para astronom telah menemukan lebih dari 4.000 eksoplanet.

Mereka terus menemukannya.

Mereka kini percaya

setidaknya ada satu planet untuk setiap bintang di alam semesta.

Itu berarti lebih dari satu juta, miliar, triliun eksoplanet.

Lebih banyak daripada semua butiran pasir di Bumi.

Kanvas luas untuk evolusi kehidupan.

Jaraknya menakjubkan.

Eksoplanet terdekat berjarak triliunan kilometer dari kita.

Namun semuanya tunduk

pada kekuatan yang sama yang menahan Bumi di tempatnya.

Gravitasi.

Bayangkan dunia berukuran dua kali lipat dari Bumi,

dengan dua kali lipat gravitasi.

Ini adalah Atlas.

Bagaimana kehidupan beradaptasi di dunia seperti ini?

Gravitasi menarik vegetasi ke permukaan planet.

Namun, benih dapat melayang di langit.

Itu karena gravitasi di sini sangat kuat.

Molekul udara amat padat.

Menciptakan atmosfer apung yang tebal, sehingga benih bisa melayang.

Di mana ada benih...

di situ ada hewan langit.

Herbivora raksasa dengan enam sayap

di atas bantal udara yang padat.

Karena gravitasi ekstra,

bobotnya dua kali lipat jika mereka di Bumi.

Namun mereka tak jatuh dari langit.

Atmosfernya cukup tebal untuk menahan mereka tetap di udara.

Entah di Atlas atau di Bumi,

terbang adalah perjuangan untuk mengatasi gravitasi.

DANAU GARDA ITALIA

Bisa dikatakan, hubunganku dengan gravitasi cukup rumit.

Gravitasi terasa menarik kita ke bawah

saat kita berusaha naik.

Namun pada akhirnya, impianku adalah untuk bisa terbang.

Yang paling kusuka dari paralayang adalah itu sederhana dan intuitif.

Hanya kau dan udara.

Seperti hewan langit di Atlas,

pilot paralayang memakai sayapnya agar terangkat.

Namun atmosfer di Bumi tak terlalu padat...

sehingga butuh usaha lebih untuk tetap mengudara.

Kebanyakan orang tak menganggap udara sebagai zat.

Bagiku, saat aku terbang,

aku berpikir ini cairan yang bergerak naik turun di lembah

dan di punggung bukit.

Akan sangat aneh terbang di atmosfer yang sangat padat.

Kau bisa terus melayang dengan mudah.

Cara terbaik untuk dapatkan ketinggian adalah menemukan arus udara,

yang dikenal sebagai termal.

Saat dapat termal,

itu serasa lift mulai naik.

Terasa ada dorongan ke atas.

Ya, itu dia!

Hanya kekuatan alam mengangkatku.

Saat aku terbang dan lihat burung berputar-putar,

artinya ada termal di sana.

Jadi, kami selalu terus melihat mereka.

Kau bisa rasakan keseimbangan antara gravitasi menarik ke bawah

dan udara mengangkatmu.

Kau bisa gunakan berat badanmu

untuk menambah kecepatan dan menghasilkan energi lebih

dan bergerak di udara.

Gravitasi mungkin lebih lemah di Bumi daripada di Atlas...

tapi atmosfer lebih tipis berarti lebih sedikit daya apung.

Jadi, pada akhirnya, semuanya jatuh.

KEPADATAN ATMOSFER

Di Atlas, hewan langit tak perlu mendarat.

Sayap depan dan belakang mereka adalah untuk arah dan daya dorong.

Sayap tengah panjang mereka untuk menangkap termal.

Kendati berat mereka,

udaranya cukup tebal bagi mereka untuk hidup

di langit.

Namun hidup mereka tak selalu damai.

Seperti di Bumi, herbivor menarik predator.

Menggunakan bakteri penghasil hidrogen

untuk menggembungkan kantong udara,

mereka terbang ke langit.

Sendirian, mereka bukan tandingan mangsa...

jadi mereka berburu dalam kawanan...

menunggu hewan langit menyimpang dari kelompok.

Target terlihat, mereka mengeluarkan gas...

dan menyerang dari atas.

Predator tercepat di Bumi

menggunakan taktik yang sama.

Aku meminati alap-alap terbang

karena naluri predator dan kecepatan mereka.

Juga pemanfaatan kecepataan itu.

Hanya melihat predator teratas melakukan keahliannya...

adalah kesempurnaan.

LEMBAH SUNGAI WIND WYOMING, AS

Aku punya sekitar 30 burung saat ini.

Tiap burung berkepribadian berbeda.

Yang kusuka dari alap-alap

adalah bagaimana evolusi membuat spesimen paling sempurna.

Aku punya hubungan dengan mereka.

Menurutku, tentu begitu.

Sepertinya alap-alap tak begitu,

tapi aku dianggap bagian dari tim.

Vahe Alaverdian melatih alap-alap penangkaran cara berburu.

Mereka diprogram secara genetik

untuk menjadi predator burung terbaik.

Kami mencoba

membangkitkan sifat predator pada burung.

Latihan umpan adalah langkah awal.

Ayo, Kawan!

Aku taruh umpannya di depan burung

dan buat ia menyelaraskan mata dan kaki...

dan mengulurkan kakinya seolah-olah akan meraihnya.

Saat itu terjadi, kutarik umpannya dari alap-alapnya

untuk membuatnya terbang dan mengulangi proses ini.

Aku ingin melihat burung itu turun severtikal mungkin.

Itu sesuatu yang akan mereka terapkan saat berburu.

Saat alap-alap siap, Vahe memperkenalkan target mangsa:

merpati balap.

Alap-alap itu tak dapat mengimbangi merpatinya,

yang terbaik adalah menjatuhinya...

menggunakan gravitasi.

Saat burung berpikir ia punya keuntungan,

saat itulah sayapnya masuk.

Mereka membungkuk menjadi bentuk tetesan air mata...

turun dari langit.

Energi kinetik alap-alap yang membentur merpati

akan seperti terkena peluru meriam.

Dalam latihan, merpati selalu lolos,

karena alap-alap membungkuk dari jarak kurang dari 300 meter.

Saat berburu sungguhan,

ia turun dari tempat lebih tinggi...

menuju hasil mematikan.

More Indonesian subtitles for Alien Worlds

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left