His Dark Materials - Third Season

His Dark Materials - Third Season

Download Indonesian Subtitle

Season 3

Release info

His Dark Materials S03E02 The Break 1080p WEB-DL x265 10Bit DD5 1-Pahe in
A Commentary by Pug_Pug
Resync dari tedi untuk versi WEB-DL Pahe.in Durasi 57:10

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
x265
Published on: 2022-12-06
Downloads: 43
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku tahu kau tidak ingin berada di sini.

Tapi tanpamu dan Baruch...

Aku mungkin tidak akan pernah menemukannya.

Jadi, terima kasih.

Hampir 400 tahun bersama Baruch pasti telah melembutkanku.

Empat ratus tahun?

- Kau tahu di mana dia sekarang? - Tentu saja.

Malaikat bisa terhubung ke pikiran mana pun...

Tapi di antara kami, ikatannya bahkan lebih kuat.

Kami merasa sebagai satu, meskipun kami ada dua.

Dia dekat dengan Asriel sekarang.

Kau tahu apa yang Asriel akan minta darimu.

Ayahku memberitahuku tentang perang sebelum dia meninggal.

Dia bilang aku punya tugas.

Ada jiwa pejuang dalam dirimu, Will.

Kau mengalahkan Raja Beruang.

Kau pasti akan menemukan cara melindungi orang yang kau cintai.

Lyra.

- Lyra. - Roger!

Kau harus membantuku.

Baik.

Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu.

- Mereka menyakitiku . - Siapa?

Katakan saja kau di mana dan aku akan menemukanmu.

Negeri Orang Mati.

Roger!

Roger!

Roger!

Roger.

Aku mengalami mimpi itu lagi.

Kita harus menemuinya saat keluar dari sini.

Kau pergi ke mana? Aku...

Aku tidak bisa mengikutimu ke sana.

Negeri Orang Mati.

Ini tempat yang bagus.

Hanya permulaan, Komandan. Hanya permulaan.

Sangat mengesankan, Lord Asriel.

Tapi semua prajuritmu ini butuh struktur.

Itu sebabnya kau di sini.

Ruta, selamat datang kembali.

Komandan Ogunwe...

Izinkan aku memperkenalkan Ratu Ruta Skadi...

Dari klan penyihir Lake Lubana...

Dan daemon-nya, Sergi.

Dia anggota Dewanku yang penting.

- Komandan. - Yang Mulia.

Ruta, ikut aku.

Kau sangat dikenal Ruta, Komandan. Dia yang memilhmu.

Memilihku?

Aku mendengarkan bisikan antardunia.

Aku mendengar yang tidak didengar orang lain.

Kami sedang membangun pasukan.

Kau dan prajurit perlawananmu adalah salah satu yang terbaik.

Aku senang kau setuju.

Kami berharap bisa memenuhi reputasi kami.

Kita semua berharap begitu.

Berapa banyak lagi yang kita butuhkan?

- Butuh apa? - Ini. Tentara. Penyihir.

Kekuatan Otoritas terletak pada jumlah.

Sekelompok orang yang bersedia membela sifat mistis dan dogmanya.

Kita hanya butuh secukupnya untuk memprovokasi.

Jadi, semua ini hanya provokasi?

Ayo. Lihat saja nanti.

Carikan aku rencana terbaru untuk Pesawat Niat.

Ya, Pak.

Bagaimana kau tahu ini tidak akan membunuhmu?

Butuh lebih dari sekadar tabrakan kecil...

Untuk mengakhiri kita berdua.

Komandan...

Tadi kau bertanya berapa banyak prajurit yang kita butuhkan.

Sebenarnya, aku tidak tahu.

Tapi kunci untuk memprovokasi Otoritas...

Bukan terletak pada manusia...

Tapi pada Debu.

Asriel, kau bicara penuh teka-teki, biar aku yang urus strategi.

Aku kurang jelas.

Kita harus memaksa Otoritas memperlihatkan sosoknya.

Lalu...

Lalu kita butuh semua pejuang yang bisa kita dapatkan.

Aku tidak bermaksud menakuti kalian.

Apa maumu?

Aku tidak bermaksud buruk. Aku mencari seseorang.

Seorang anak perempuan yang bernama Lyra.

Kau diikuti?

- Kurasa tidak. - Prajurit Biara ada di hutan.

Aku belum melihat siapa pun.

Sesuatu terjadi di sini beberapa hari lalu...

Dan kini mereka di mana-mana.

Ikut kami.

Dia menjauh.

Sayang sekali.

Aku menantikan untuk memakannya.

Maaf.

Karena kandungan garam yang membakar akarnya.

Dan yang ini ke garnisun selatan.

Dan 250 ke barat.

- Lord Asriel. - Roke.

- Tidak ada orang. - Pak.

- Ada apa? - Sebuah pesan...

Dari mata-mata Magisterium kita, Agen Salmakia.

Dia bilang mereka bersiap melakukan misi pencarian.

- Untuk apa? - Putrimu, Pak.

Mereka pikir dia anak terpenting yang pernah hidup.

Salmakia yakin dia dalam bahaya.

Kapan Lyra tidak dalam bahaya?

Ada lagi?

- Tidak ada lagi. - Bagus sekali.

Kau terlalu mudah mengabaikan Lyra.

Kau tahu apa yang Magisterium percayai tentang dia.

Menurut Otoritas, Hawa adalah ibu dari penciptaan.

Lyra hanyalah hasil penciptaan oleh Marisa dan aku.

Dia bukan Hawa, dia cuma anak perempuan.

Dia pasti punya informasi yang mereka butuhkan...

Atau keterampilan yang kita lewatkan.

Selain bisa membaca aletiometer...

Sayangnya keterampilannya sedikit, selain mencari masalah.

Kenapa?

- Kau ingin aku bilang apa? - Yang sebenarnya.

Ada malaikat di atas kamp.

Apa yang mereka lakukan?

Mereka bertarung.

Kosongkan kamp!

Jangan terlalu dekat.

Mundur.

Dadanya bergerak.

Anggap saja, salah satunya di pihak Otoritas...

- Lainnya di pihak kita, yang mana? - Entahlah.

Mungkin bukan keduanya.

Ruta?

Yang ini statusnya lebih tinggi. Mungkin malaikat agung.

Yang ini, entahlah.

Mau lihat apa kita bisa memindahkannya?

- Kau urus yang itu? - Ya, Pak.

Mundur.

Apakah kau agen Otoritas?

- Tolong... - Bisa katakan lagi?

Ada pesan yang aku harus berikan kepadamu.

Kita akan berasumsi yang itu di pihak Otoritas...

Dan yang ini di pihak kita.

Aku akan membawanya masuk. Sersan.

Bawa dia ke ruang lapangan intersisi.

Baik, sampaikan pesanmu.

Kami menemukan anak lelaki itu.

Si pembawa.

Anak lelaki apa? Apa yang dia bawa?

AEsahaettr . Pembunuh Tuhan.

Satu-satunya senjata yang akan menghancurkannya.

- Menghancurkan siapa? - Otoritas.

Apa?

Serta Walinya.

Saudaraku, Enoch.

Otoritas memiliki Wali?

Baruch.

Bagaimana bisa? Siapa yang melakukan ini?

- Seorang malaikat. - Kami sudah memenjarakannya.

Dia sekarat.

Jangan dulu. Katakan di mana aku bisa menemukan anak itu.

Dia sedang menuju Lyra.

Lyra?

Temukan dia.

Ada malaikat yang menunggu.

Balthamos-ku.

Temukan mereka.

Temukan pisaunya.

Balthamos.

Baruch!

Aku tidak mengerti. Ini tidak masuk akal.

Apa yang tidak masuk akal?

Apa yang mereka lakukan kepadanya?

Apa yang terjadi, Balthamos?

Ini salahmu.

Kau memaksaku datang ke sini.

Aku ingin kami tetap bersama. Aku ingin pergi dengannya.

Mereka membunuhnya!

Pembawa pesan telah kembali.

Dia tidak melawan.

Tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya...

Menatapku.

Kemarin, aku percaya malaikat hanyalah simbol...

Dan penyihir adalah penjahat dalam cerita anak-anak.

Tapi di sinilah aku.

Di sanalah kau.

Kaum kami pernah ke duniamu.

Berabad-abad lalu.

Biara akan membakar wanita yang mereka curigai sebagai penyihir.

Aku ingat.

Penyihir hidup selama ratusan tahun.

Malaikat hidup selama ribuan tahun.

Itu memberi mereka kekuatan dan perspektif...

Yang jauh lebih hebat dari pemahaman kita.

Kurasa mereka pandang kami, penyihir, sama seperti kami pandang manusia.

Seperti apa?

Hidup kalian singkat dan mudah dilenyapkan.

Lalu kenapa kalian berjuang bersama kami?

Harapan.

Aku yakin ada kemungkinan kita bisa menang.

Jadi, kau memercayai Asriel?

Aku rela mempertaruhkan nyawaku.

Kau sudah bangun. Bagus.

Ruangan ini.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left