The first 200 lines.
[Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa adalah fiktif]
Apa akhirnya aku mendekati akhir?
Tembakan pertama kosong.
Kalian tahu selanjutnya, bukan?
Kemarilah.
Tembakan pertama kosong.
Aku tidak tahu soal sisanya.
Jangan bergerak.
Mundur.
Pak Do. Pak Do! Sadarlah.
Sadarlah, Pak Do.
Ya. Tidak apa-apa. Pergilah ke sana.
Pak Do, bangun. Sadarlah.
Pak Do!
Kubilang, bangun. Pak Do.
Halo?
Halo.
[Yukgaejang, Sup kimchi, Sup pasta kedelai, Sup ayam rebus]
Mau pesan apa?
Aku pesan sup kimchi.
- Kau mengejutkanku. - Dokter Min.
Apa? Apa yang terjadi?
Apa... AKBP Do!
Apa ini? Apa yang terjadi?
Dia ditusuk dengan jarum.
Aku tidak tahu apa isinya.
Goresan ini dari mana?
- Sepertinya dia tergores. - Sebuah truk menabrak mobilnya.
AKBP Do. Kau bisa mendengarku?
- Apa kepalanya terbentur? - Entahlah.
Tapi dia baik-baik saja sebelum mereka menyuntiknya dengan jarum.
Cedera eksternalnya tidak parah, meski aku harus melakukan tes.
Dari yang kulihat sekarang, kurasa itu obat bius.
Permisi.
Halo.
Tunggu.
Apa yang harus kumakan?
Jangan terlalu khawatir.
Aku tidak melihat ada masalah dengan tesnya.
Cederanya tidak parah.
Dia akan baik-baik saja setelah tidur nyenyak.
Istirahatlah sebentar.
Aku akan ke atas dan mengambil barang lain yang kita butuhkan.
Ada masalah.
Kurasa Do Jung-woo membuntuti kita.
Aku sudah dihubungi.
Itu kesempatan bagus bagi kita untuk menangkapnya.
Orang-orang bodoh itu.
Aku beruntung kau membuat keamanan ketat di sekelilingku.
Kudengar putrimu membawanya.
Apa?
Bagaimana bisa?
Dia pasti mengikutimu juga.
Jadi, begini situasinya.
Tikus yang hilang 28 tahun lalu
tidak tahu tempatnya.
Sebaiknya kita perketat pengamanan karena sudah seperti ini.
Untuk saat ini, aku akan melanjutkan eksperimen dengan para subjek ini.
Tentu saja. Kita tidak tahu kapan Do Jung-woo akan menyerang lagi.
Kita tidak bisa membuang sampah seperti sebelumnya.
Tidak. Tolong hubungi aku setelah memikirkan tindakan baru.
Bagaimana kita bisa bertemu di tempat seperti ini?
Minumlah.
Kenapa kau minum pagi-pagi sekali?
Kau tidak tahu seseorang lebih bertenaga saat mereka minum daripada makan?
Bagaimana kau tahu tentang tempat ini?
Inspektur Gong datang menemuiku.
Dia membawa dokumen yang ditemukan
di laptop yang mereka temukan di Jangyi-dong.
Laptop itu terkunci dan dilindungi dengan sidik jari. Bagaimana dia...
Dia bilang itu terbuka dengan sidik jarinya.
Bukankah ini menarik? Kau tahu apa yang lebih menarik?
Ayahnya, Gong Il-do, ada hubungannya dengan Desa Malam Putih.
Ayahnya?
Itu pasti Do Jung-woo.
Bukan kebetulan Inspektur Gong menjadi anggota Tim Kejahatan Khusus.
Itu mungkin saja.
Tapi serius, kau tidak bekerja?
Aku akan bekerja sekarang.
Bibi sudah lama tinggal di sini?
Apa urusannya denganmu?
Sebenarnya aku reporter.
Aku mencoba menulis kisah luar biasa untuk menghasilkan uang.
Itu sebabnya aku datang jauh-jauh ke kota kecil ini.
Duduklah.
Kau tidak akan dapat berita besar dari desa terpencil seperti ini.
Astaga. Tentu saja ada.
Sudah sekitar 30 tahun,
tapi kudengar ada insiden besar di mana seluruh keluarga tewas.
[Itu bukan alasan untuk membawa mereka pulang.]
[Kami hanya berpikir mereka kabur dari rumah.]
[Mereka memasukkan larutan alkali padahal kami tidak melakukan kesalahan.]
Entah ke mana mereka pergi setelah itu.
Saat aku bangun,
mereka sudah menghilang.
Astaga. Wanita yang kita tanya ternyata adalah korban insiden itu.
Astaga. Ini menyenangkan.
Kita datang ke tempat yang tepat.
Itu mungkin anak ketiga.
Keadaan lebih serius daripada dugaanku.
Omong-omong, dia memang melewati kota ini.
Mari gali sedikit lagi.
["Seorang Pencuri Berantai Ditangkap, Penghargaan bagi sang Opsir"]
Aku akan membuat kalian menderita karena meninggalkanku.
Jangan pergi! Jangan tinggalkan aku sendiri!
Jangan pergi!
Dia mungkin akan mencoba membunuhku.
Ada apa ini?
Kenapa menghubungi orang tidak berdaya sepertiku?
Aku tahu pelaku asli pembunuhan yang diperingatkan.
Kupikir Do Jung-woo pelakunya.
Bukan.
Anak ketiga yang melarikan diri
dari Desa Malam Putih bersama Jamie Leighton dan Do Jung-woo.
- Moon Jae-woong. - Apa?
Kenapa tidak mengatakan lebih awal?
Jadi, saat Nam Woo-cheon dan direktur yayasan dibunuh,
kau sudah tahu siapa pelakunya?
Aku tidak punya pilihan.
Dia akan membunuhku jika aku tidak menurutinya.
Aku yakin kau tahu anak-anak itu luar biasa.
Lalu kenapa?
Kenapa mengatakan itu sekarang?
Pada akhirnya,
dia juga akan membalasmu.
Aku akan mengawasinya
dan memberitahumu apa rencananya.
Apa imbalannya?
Aku ingin kau menjamin keselamatanku.
Kau sudah memberi tahu orang lain soal ini?
Belum.
Ini hanya akan menjadi rahasia kita berdua.
Aku akan menghubungimu.
Mulai sekarang, aku akan memeriksa apakah kalian sehat.
Apa aku di rumah sakit?
Kenapa? Kau takut?
Haruskah kumulai dengan anak-anak lain?
Tidak. Aku bisa lebih dahulu.
Apa itu?
Apakah sakit?
Tidak, ini tidak sakit.
Aku akan memeriksa apakah otakmu sehat...
Tidak.
- Aku tidak mau melakukan ini! - Tidak.
- Aku tidak mau melakukan ini. - Tidak!
Tidak apa-apa.
Kau tidak perlu takut. Mengerti?
Tidak apa-apa. Tenang.
Kau tidak perlu takut. Mengerti?
Kau sudah bangun?
Kau baik-baik saja, Pak Do?
Ya. Bagaimana denganmu?
Aku baik-baik saja.
Kau sudah bangun.
Itu zolazepam dan tiletamin.
Biasanya, itu digunakan sebagai obat penenang hewan.
Dosis besar bisa berbahaya.
Tapi kau baik-baik saja.
Aku pasti tidur seperti bayi. Aku merasa segar.
Kurasa aku bisa bergerak setelah sedikit istirahat lagi.
Istirahatlah.
Aku akan pergi membeli makanan.
Ya. Berbaringlah. Kurasa obat itu belum sepenuhnya hilang.
Ya. Baiklah. Terima kasih.
Jangan. Jangan mendekat.
Ayah. Bedebah itu menatapku lagi.
Pergilah.
Jangan mendekat.
Jangan.
Bapak kedatangan tamu.
Kau tahu, setelah tragedi di Desa Malam Putih,
hanya tiga anak yang selamat.
Do Jung-woo adalah salah satunya.
Aku tidak tahu siapa yang satunya.
Tapi penyintas terakhir adalah Jamie Leighton.
Kebetulan, aku yang membawanya ke sini untuk mencari pelaku
atas pembunuhan yang diperingatkan.
Kau membawa seorang penyintas dari Desa Malam Putih?
Aku baru tahu belakangan ini. Dia sendiri yang mengatakannya.
Tapi dia pikir dia hanya salah satu anak dari desa, bukan penyintas.
Jamie Leighton akan menjadi kelemahan Do Jung-woo.
Bagaimanapun, berhati-hatilah dengan mereka.
Mereka akan segera menjadi ancaman besar bagi yayasan.
Jika kau tahu itu, apa ini hal terbaik yang bisa kau lakukan?
Kau terlalu mudah memberikan informasi kepada Do Jung-woo.
Seharusnya jangan beri tahu dia apa pun sampai akhir.
Apa Yang Mulia sudah diberi tahu soal ini?
Target Do Jung-woo adalah
Yang Mulia
Aku akan menanganinya sendiri. Kau boleh pergi sekarang.
Jika aku membawakanmu para penyintas,
apa yang akan kau lakukan?
Akan bagus jika kau bisa melakukan itu.
Sejak tragedi itu,
yayasan mengabaikanku.
Aku hidup mendekam dalam ketakutan
tidak tahu kapan seseorang akan membunuhku.
Jadikan aku direktur yayasan jika aku membawa anak-anak.
Akan kulakukan apa pun untukmu jika kau berhasil melakukannya.
Putramu punya masalah?
No comments yet. Be the first to leave one.