Release info

삼남매가-용감하게-Three -Bold-Siblings-E02-NEXT
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2022-10-05
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kakak tertua masih hidup, sehat, dan lajang.

Beraninya kau ingin menikah lebih dahulu.

Apa kau dari keluarga kelas bawah

yang tidak peduli dengan orang tua mereka?

Taeju.

Kami hanya...

Kau tak boleh menikah sebelum aku.

Jangan pernah.

Mengerti?

Apa?

Beraninya dia.

Astaga.

Astaga.

Astaga.

Apa?

Ini tidak perlu dikhawatirkan.

Kakak kami pasti stres bekerja belakangan ini.

Maaf soal itu.

Apa yang akan disajikan berikutnya?

Tteokgalbi, bukan?

Namsoo, aku tahu kau suka tteokgalbi.

Benar, bukan?

Ibu, Ayah,

kurasa kita terlalu cepat menyimpulkan.

Akan lebih bijak jika Taeju menikah lebih dulu.

Benar.

Tidak mungkin.

Ada wanita tua yang sangat tertarik.

Kalau begitu, kita bisa menunggunya di pameran.

Dia keren sekali. Terima kasih, Bu.

Bu?

Apa-apaan Apa dia gila?

Hei, Bu!

Tidak boleh.

Aku bisa saja menangkapnya. / - Apa kau gila?

Menepi! / - Tidak, jalan saja.

Kau tokoh masyarakat, Sangjun.

Jika ada masalah... / - Pakai sabuk pengaman.

Minta aku selesaikan masalah apa pun untukmu.

Tapi wanita itu!

Ibuku bilang merobek poster itu salah.

Astaga.

Astaga.

Astaga.

Cepat.

Bagus.

Sudah.

Bagaimana menurutmu? Apa itu cukup?

Akan kuberikan pada Sangjun tanpa dia tahu.

Bunga tidak pernah terlalu banyak, bukan?

Ibu!

Bagaimana penampilanku? / - Kau cantik.

Apa ini?

Sulit dipercaya. Ini palsu.

Ibu membuatnya seolah-olah dari penggemar.

Omong kosong.

Aku memesannya untuk penggemar

yang tidak bisa datang ke pamerannya.

Bagaimana hari ini?

Syutingnya berjalan lancar.

Dia pintar mempromosikan pamerannya.

Tidak, bukan soal itu.

Ada apa dengan film mahal itu?

Maksudmu, "Man on Motorcycle".

Ya, yang itu.

Mereka memotongnya dari film itu, bukan?

Mereka memilih pemeran yang lebih muda.

Lihat? Kini dia di usia yang sulit.

Dia tidak bisa lagi memerankan karakter liar

atau membintangi film romantis.

Dia juga tak bisa memerankan seorang ayah.

Apa maksudmu dia di usia yang sulit?

Kau tidak tahu 40 itu seperti 25?

Benar, bukan? / - Tentu saja.

Kau masih muda bahkan di usia 80 tahun.

Astaga.

Kakakmu masih bisa

melakukan romansa, horor, dan aksi laga.

Astaga.

Apa kakakmu membiayaimu di luar negeri

hanya agar kau bisa bicara "Astaga"?

Astaga kimchi.

Aku hanya mengatakan yang Ibu bisa paham.

Aku paham, bicaralah dalam bahasa Inggris.

Saudaraku.

Di atas?

Ya.

Sulit dipercaya.

Sangjun, Ibu membuat janchi guksu.

Mereka menyiksaku.

Aku mulai berpikir untuk membunuh.

Apa meminta baik-baik tidak cukup?

Aku tidak keberatan membuat mereka

merasakan perbuatan mereka sendiri.

Maka wanita itu akan menguburmu.

"Aktor Lee Sangjun melecehkan tetangganya."

Dia akan mengunggahnya di internet.

Bukankah ini bisa dianggap siksaan?

Apa yang bisa kau lakukan selain menerimanya?

Ini harga menjadi selebritas terkenal.

Baiklah. Mari kita turun sekarang.

Sangjun.

Bisakah pacarku makan bersama kapan-kapan?

Kau berkencan? / - Sudah kubilang begitu.

Dia seorang jaksa.

Sulit bagiku untuk mengimbangi semua pacarmu.

Dia orang yang tepat. Aku bisa merasakannya.

Kenapa dia memacarimu?

Dia kutu buku yang rajin belajar dan paling polos.

Kurasa dia tergila-gila kepadaku.

Bisakah kau bertemu dengannya?

Begitukah? Tentu.

Polos seperti bodoh, bukan?

Makan tteokbokki mengalahkan diinfus.

Ini enak.

Sekarang aku sangat terjaga.

Kau menyukainya?

Seharusnya kau makan dengan tenang

dan menunggu sampai pulang.

Haruskah kau membuat keributan di sana?

Kurasa itu melampaui batasku.

Aku tidak menyesal.

Baiklah. Bagus.

Sulung tak pernah menahan diri. / - Benar.

Astaga, yang benar saja.

Apa?

Apa lagi sekarang? / - Kau bercanda?

Kenapa mereka melakukan ini

setelah kubelikan roti dan buah?

Cara membalas dendam tetangga yang berisik.

Ini tempatnya.

Di sini. / - Apa?

Kurasa di sini. / - Tusuk di sini.

Kau mau melakukan ini?

Hei!

Ada orang yang tinggal di bawah.

Jangan macam-macam denganku hari ini, Bodoh.

Bisakah kau diam?

Apa?

Astaga, mengejutkan. / - Kurasa berhasil.

Itu kau, bukan? / - Hei!

Bisa hentikan itu? / - Mari lakukan ini.

Habislah kau.

Hei, Berandal!

Kau suka itu?

Rasakan itu!

Hentikan. / - Hei!

Halo.

Hei!

Taeju, hentikan. / - Apa?

Halo.

Kau mau tteokbokki?

Apa kau sudah gila?

Haruskah kau melakukan itu

di depan keluarga Namsoo?

Bagaimana aku menatap Namsoo tanpa malu?

Pakailah kacamata hitam.

Hei!

Yang seharusnya membuatmu malu

adalah motif tersembunyimu

untuk mengambil rumah ini dariku.

Aku tidak mengambil apa pun darimu.

Ibu menyuruh kami tinggal di sini

sampai tabungan kami cukup.

Kau pernah membayar hipotek setidaknya sekali?

Dan aku mengurus biaya pemeliharaan.

Aku selalu memasak dan bersih-bersih.

Kau tidak memasak. Kita selalu pesan makanan.

Dan kau hanya membersihkan kamarmu.

Kau tidak mau aku menyentuh barangmu.

Memesan makanan dan mencucinya merepotkan.

Cukup.

Sorim, jika tidak bisa menemukan tempat tinggal,

kau bisa tinggal bersama kami setelah menikah.

Ayah!

Baguslah kau tidak perlu membeli kulkas

dan mesin cuci baru.

Aku akan mengosongkan gudang hari ini.

Ayah, itu tidak benar.

Jika temanku Namsoo tinggal bersama kita,

aku akan merasa sangat tidak nyaman.

Dan juga,

Ibu yang salah kali ini.

Kenapa Ibu menyuruh mereka tinggal di sini?

Ini sewa, tapi tetap saja, ini rumah Taeju.

Kau mau kakakmu melajang selamanya?

Siapa yang peduli jika mereka tidak menikah?

Namsoo yang salah.

"Kami akan memulai pernikahan kami"

"di rumah atap atau kamar semi-rubanah."

Kenapa dia tidak bisa mengatakan itu?

Siapa yang mau memulai pernikahan seperti itu?

Jadi, aku hanya memintanya menunggu

sampai mereka menabung.

Astaga.

Hei, Kim Gunwoo. Jangan egois.

Kau seorang dokter, mudah bagimu

untuk mengambil pinjaman dan melunasinya.

Tapi tidak bagi pekerja biasa sepertiku.

Maka pindahlah ke rumah keluarga Namsoo.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left