Platonic

Platonic

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Platonic S01E08 WEB-DL
A Commentary by equertez
00:29:13 | Retail Apple TV

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2023-06-28
Downloads: 40
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Hai! Hai, Sayang. - Hei. Ibu pulang!

- Ibu merindukanmu. - Hai, Bu.

- Bagaimana? - Ya, bagus.

Luar biasa. Dan kauhanya butuh dua hari untuk beradaptasi.

- Jadi, soal itu... - Ya.

Ibu, aku ada kejutan untukmu.

Duduklah.

- Ya, kauharus melihatnya. - Baik.

Kami diminta membuat presentasi di sekolah soal pahlawan kami, dan aku memilih Ibu.

IBUKU ADALAH PAHLAWAN YANG BEKERJA.

SEKARANG DIA PENGACARA SEPERTI AYAHKU.

Wah.

TERNYATA WANITA SAMA DENGAN PRIA.

- Ibu menyukainya. - Bagus sekali. Terima kasih, Sayang.

Ya. Ini indah. Ini sangat manis, Sayang.

Jadi, beri tahu kami, bagaimana hari keduamu?

Baik. Sama saja seperti hari pertama. Ya.

Tak pernah salah, Sayang. Kau cantik memakai apa pun.

- Hei. - Hei.

Apa yang kaulakukan di sini?

- Aku dipecat. - Sungguh?

Karena lukisannya.

Astaga. Kau dipecat gara-gara itu?

- Itu baru terjadi tadi? - Kemarin.

Kemarin? Lalu kenapa kau berpakaian seperti ini?

Kau belum bilang ke Charlie.

- Kau pura-pura masih bekerja. - Ya.

- Kenapa begitu? - Entahlah.

Aku merasa sangat malu, dan dia membantuku dapat pekerjaannya.

- Ya. - Dia amat sempurna. Sangat mapan.

Dan aku hanya... Aku payah.

Kau tidak payah. Ayolah. Itu bisa terjadi pada siapa pun.

Itu terjadi. Dan tahukah kau? Siapa yang peduli?

Dia akan memaafkanmu. Aku yakin menurutnya itu lucu.

- Ya. - Hal-hal seperti itu,

itulah alasannya dia jatuh cinta padamu.

- Perasaan itu. Itu lucu. - Ya.

- Kupikir itu lucu. Dia akan tertawa. - Ya. Benar, 'kan?

Dia akan bangga padamu. Dia akan mengerti.

- Ya. - Dia akan paham.

- Kau benar, akan baik-baik saja. - Ya.

- Aku akan ke kantornya... - Ya.

...dan memberitahunya. Penting untuk dia tahu secara langsung.

Pergilah sekarang dan beri tahu dia.

- Aku akan... Ya. - Bagus.

Saat dia pulang dari kantor malam ini. Secara langsung.

- Akan kuberi tahu dia. - Baik. Malam ini. Beri tahu dia.

- Ya. - Mau kopi?

Sebenarnya, Will, dia membuatkanku kopi untuk dibawa ke kantor.

- Bagus. - Ya.

- Kau tak memberitahunya! - Bukan malam yang mudah.

Anak-anak menggila dan sangat sibuk.

Kau benar. Aku tak khawatir.

Charlie baik. Akan baik-baik saja.

Kauharus memberitahunya. Kumohon. Ini semakin aneh.

Ini tak menjadi aneh.

Ini cukup aneh, dan rasanya aku membiarkanmu begini.

Kauharus memberitahunya.

Kau tak boleh datang ke bar ini lagi kecuali kaubawa catatan dari Charlie

yang isinya dia tahu kau sudah dipecat, dan dia tahu kau di sini.

Catatan yang ditandatangani?

Apakah ini The Handmaid's Tale ?

Apa aku mengikuti kediktatoran patriarkimu?

Apa kau mau tahu kapan aku menstruasi?

Beri tahu dia.

Baiklah.

Tidak. Ayolah. Kau pasti bercanda.

Apa ini? Kaupunya catatan? Catatan dari Charlie?

"Will, aku tak masalah Sylvia datang ke barmu.

Mari menonton bisbol lagi. Tertanda, Charlie. Ayo, Dodgers."

Ejaan Dodgers-nya salah.

Bukan pria yang menulis ini.

Beri tahu saja dia!

- Beri tahu dia! - Baik, akan kuberi tahu dia!

Hanya ingin menghabiskan kopiku dulu.

"Dari meja Charles Greeves."

Detail yang bagus.

Aku harus memberi tahu sesuatu,

dan aku tak tahu cara mengatakannya, jadi akan kubilang saja.

- Aku dipecat. - Apa yang terjadi?

Aku...

Ini cerita yang bodoh.

Jadi, aku kelelahan.

Terlalu banyak pekerjaan... lebih banyak dari yang bisa kuingat...

dan aku sangat kelelahan.

Dan aku sedang di lorong menunggu mesin fotokopi,

dan aku tertidur.

Dan aku terjatuh menabrak lukisan dan sikuku menggores kanvasnya,

dan itu adalah lukisan Kirk Friedkin yang mahal.

- Tunggu, apa? - Aku tahu, dan aku malu.

Aku tahu aku tersesat tanpa tujuan beberapa bulan terakhir ini,

dan kauhanya mencoba membantuku agar bisa produktif lagi,

dan lihatlah aku.

- Aku gagal. - Tidak, tidak.

Kau tidak gagal.

Kau jatuh menabrak lukisan?

Ya. Aku sangat bodoh. Terima kasih sudah pengertian, Sayang.

Ya. Kurasa aku paham.

Ya.

Dengar, kau sudah lama tak bekerja.

- Dan ada alasannya... - Ya.

...hanya orang berusia 20-an tahun yang bisa bekerja selama itu.

Dan aku diserang oleh lukisan secara tidak adil.

Ya. Kirk Friedkin, jelas saja, dia tak ada masalah pribadi denganmu,

tapi, kautahu, dia harus menjalankan bisnisnya.

Dan itu hanyalah rangkaian kesialan

yang terjadi kepadamu.

Ini situasi yang sulit.

Aku memahami alasan kedua pihak.

Dan dia bilang, "Aku paham alasan kedua pihak."

Yang ingin kudengar hanyalah, "Persetan itu. Persetan Kirk Friedkin."

Tapi aku malah mendengar omongan yang sangat politis.

Tapi bukankah kau yang merusak lukisannya?

Ya, aku paham aku salah, dan aku layak dipecat.

Tapi terkadang aku hanya ingin Charlie memihak padaku.

Dan tak memahami semua pihak dalam suatu argumen.

Tapi sudah jadi tugasnya untuk memahami semua pihak.

- Astaga. - Jadi aku paham opininya.

Apa aku perlu ada obrolan lain hari ini di mana aku harus menghinamu?

Astaga. Andy sangat menyebalkan.

Dia tak berhenti mengirim pesan padaku.

- Tiba-tiba saja tanpa alasan. - Sungguh?

Seperti, "Sayang, kau sangat cantik. Sayang, aku merindukanmu."

Itu seperti...

- Sangat menyebalkan, bukan? - Ya.

Tahu apa pesan yang baru dikirim oleh Charlie? "Butuh mayones."

Butuh mayones? Kau tak butuh mayones.

- Kembali ke topik soal pacarku. - Kautahu itu?

Dia sangat manis, karena tiba-tiba saja, tadi malam,

dia mengundangku ke San Diego untuk perjalanan dinas.

Lucu sekali dia ingin aku ikut.

Tunggu. Apakah itu untuk urusan bar?

Ya. Kami akan menemui seorang dirut, Johnny Vroom.

Apa?

- Ya. - Kaubisa bertemu Johnny Rev?

Ya, itu dia.

Kenapa Will tak mengundangku? Aku suka Johnny Rev.

Kurasa dia tak ikut.

Entah. Aku harus beli pakaian.

- Baik. Baiklah. - Baik, dah.

- Johnny Rev. - Dah.

Itu omong kosong.

- Yo! - Hei.

Hei, kenapa bisa Katie ikut menemui Johnny Rev dan aku tidak?

Itu omong kosong.

Perjalanan ke San Diego itu? Aku tidak ikut.

Ya, kita akan ikut. Ayolah.

Tidak, tak akan. Aku tak mau terlibat dalam urusan korporasi.

Ayolah. Kau ahli birnya.

Kauharus ambil alih urusan bisnismu.

Kita akan ke San Diego. Akan seru. Kalau tidak, hanya mereka yang dipuji.

Dan ini adalah sesuatu yang sangat kau usahakan.

Kauhanya ingin bertemu Johnny Rev.

Lalu kenapa?

Ayo. Akan menyenangkan. Tak berarti itu tak benar.

Kau ada benarnya. Aku harus pergi.

Dan harus kubuktikan aku berharga bagi tim ini.

Dan mereka akan menyesal

tak mengajakku dalam bisnis kombucha itu.

Kau yang beli camilan.

Hei, kapan kau mulai menyiapkan deposisi itu?

Tunggu sebentar.

Aku harus cetak foto untuk buku ulang tahun Maeve.

Memakai pencetak foto milik firma?

Tentu saja.

Baiklah.

Baik, 2020. Sudah.

BUKU FOTO MAEVE!

2021, sudah.

Apa ini?

PERJALANAN MENYENANGKAN!!!

Kapan ini?

Apa kau siap bekerja?

Apa kaubisa ke ruanganku?

Jadi, istrimu menongkrong dengan pacarnya.

Kita tahu ini terjadi. Apa masalahnya?

Ini sangat penting. Ini masalah yang amat penting.

Lihat tanggal di fotonya.

Ini sehari sebelum dia bilang dia dipecat dari firma Friedkin.

Baiklah.

- Kita tahu dia dipecat hari Selasa. - Ya. Selasa. Larut malam.

Dia menunggu sampai Jumat untuk bilang.

- Dan di sini dia pada hari Kamis... - Ya.

...bermain-main dengan Will.

Artinya dia bilang ke Will dia dipecat, tapi tak bilang ke suaminya.

Apa lagi yang dia sembunyikan dariku?

Mereka sekarang jalan-jalan bersama.

- Ke mana? - San Diego.

- Sedang apa mereka di San Diego? - Urusan pekerjaan.

- Apa kauyakin? - Entahlah.

Aku memanggil bantuan sekarang.

Jackie! Kode hijau.

SAN DIEGO BATAS KOTA

GASLAMP QUARTER PUSAT HISTORIS SAN DIEGO

KEBUN BINATANG SAN DIEGO

MARKAS KORPS MARINIR KAMP PENDLETON

Halo.

- Sylvia! Kau ikut! - Astaga, aku bersemangat!

Tentu, tak akan kulewatkan.

Bung, sedang apa kau di sini?

More Indonesian subtitles for Platonic

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left