The first 200 lines.
Aku tidak percaya aku melahirkan malaikat ini.
Benar. Siapa lagi?
Malaikat kecil ini
membawaku ke dunia ini, dunia yang baru.
Ibumu melahirkanmu ke dunia ini
dan nenek melahirkannya ke dunia ini.
Kenapa dia belum datang?
Siapa?
Benar, kamu bilang dia akan datang lebih awal.
Siapa?
- Suamimu. - Suamimu.
Itu dia.
Maukah kamu
menikah denganku?
"Woo Ri dan Kang Jae Selamanya"
"Selalu Bersinar, Oh Woo Ri"
Kang Jae, aku hamil.
Kamu hamil?
Dia hamil, ganti.
Dia hamil?
- Hamil? - Apa yang terjadi?
Siapa ayahnya?
Dia bertanya siapa ayahnya.
Misi gagal. Kita mundur. Ayo!
Jangan bilang
Kamu akan mempertahankan bayi itu.
Aku bukan orang bodoh.
Untuk apa aku membahayakan masa depanku?
Aku akan mengurusnya.
Aku akan mengurus semuanya.
Apa maksudmu?
Aku akan membawamu ke rumah sakit
agar kamu bisa melakukan aborsi.
Aku juga akan menuntut dokter dan rumah sakitnya.
Ya...
Aku akan mengurus semuanya untukmu.
Anggap saja tidak terjadi apa-apa.
Ya.
Itu hanya kecelakaan, jadi, kita akan membereskannya.
Aku akan mengerjakan semuanya.
Kita masih sama.
Tidak ada yang berubah.
Aku akan mengusahakannya.
Saat semuanya sudah beres,
kamu akan menikahiku, bukan?
Pergilah.
Masuklah.
Kamu harus pergi.
Setelah kamu masuk. Masuklah.
Woo Ri, kamu sudah pulang. Kamu sudah makan?
Ya, sudah.
Astaga.
Apa yang terjadi kepadamu, Sayang?
Apa kamu sakit?
Tidak. Aku baik-baik saja.
Aku agak lelah. Itu saja.
Aku harus tidur.
Baiklah.
Ibu harus memesan obat herbal untuknya setiap musim.
Dia terus terkena flu sejak musim gugur lalu.
- Ibu. - Apa?
Apa? Kamu juga mau obat herbal?
Cucu Ibu sehat.
Dia sangat sehat sampai...
Apa?
Jaga saja kesehatan Ibu sendiri.
"Malapraktik inseminasi buatan"
"Sperma disuntikkan ke dalam telur"
"Kesalahan IVF, diberikan embrio yang salah?"
"Mencari contoh kasus malapraktik"
"Pertanyaan dan Jawaban, Penulis Oh di Bukgajwa-dong"
Bagaimana rasanya mengandung anak orang asing
karena kesalahan inseminasi buatan?
Aku calon penulis.
"Halo, aku calon penulis TV berusia akhir 20-an"
"Ini tentang alur cerita yang kupikirkan"
Imajinasimu liar.
Aku bahkan tidak ingin membayangkan seperti apa rasanya. Terlalu buruk.
Sinetron yang buruk.
Itu akan menjadi cerita yang konyol.
Aku mungkin akan melakukannya jika dibayar mahal.
Berapa? Berapa yang kamu inginkan?
Harus lebih dari enam digit.
Aku rela dipenjara 10 bulan jika ditawari 500.000 dolar,
tapi aku tidak bisa mengandung bayi selama 10 bulan!
Aku bahkan tidak akan melakukannya untuk satu juta dolar.
Ada banyak apartemen di Seoul yang harganya lebih dari satu juta dolar.
Jika dua juta, akan kupertimbangkan.
Dua juta dolar dalam sepuluh bulan. Maka hidupku sejahtera.
Aku sangat mau.
Dua juta dolar...
Kamu mau ikut dengan ibu?
Aku tidak bisa minum. Aku hamil.
Maaf soal tadi.
Seharusnya kamu aborsi hari ini.
Kamu tidak bisa karena ibu membuat keributan.
Sungguh, ada apa dengan Ibu?
Aku tidak percaya Ibu memukulnya.
Dia pantas mendapatkannya, bukan?
Lakukan aborsi besok pagi.
Ibu.
Aku ingin menanyakan sesuatu.
Apa?
Kenapa Ibu...
Lupakan saja.
Katakan saja.
Kubilang, lupakan saja.
Baiklah.
Pasti banyak yang kamu pikirkan sekarang.
Katanya kebanyakan anak perempuan bernasib sama seperti ibu mereka.
Kenapa ini harus terjadi kepadamu juga?
Tidurlah.
Bagaimana aku bisa tidur sekarang?
Ada sesuatu.
Aku selalu ingin bertanya kepada Ibu sejak kecil,
tapi aku tidak bisa melakukannya.
Ibu.
Kenapa Ibu
memutuskan untuk mempertahankanku?
Ibuku melahirkanku saat dia masih sekolah.
Ayahku meninggal dalam kecelakaan,
tapi dia memutuskan mempertahankanku walaupun dia masih muda.
Andai aku tidak melahirkan Woo Ri saat itu...
Andai aku tidak...
Astaga.
Kenapa Ibu mempertahankanku?
Jika sangat menyesalinya,
seharusnya Ibu tidak mempertahankanku.
Sayang.
Sedang apa kamu di sini?
Aku meneleponnya.
Kupikir aku harus memberi tahu hasilnya
saat kalian di sini bersama.
Begitu rupanya.
Tunggu, aku belum menjalani tes.
Maafkan aku.
Kamu tidak bisa pergi begitu saja!
Mari tuntut mereka.
Kita akan menuntut dokter dan rumah sakit ini juga!
Ma Ri.
Bagaimana bisa dia memberikan sperma terakhirmu ke orang asing?
Ma Ri!
Ini pasti melelahkan bagimu.
Semua tingkah putus asamu pasti menguras tenagamu.
Ini benar-benar sudah berakhir.
Hubungan kita sudah selesai.
Aku hanya punya satu kesempatan untuk membuat bayi.
Lalu memikirkan itu
membuatku merasa mungkin ada seseorang di luar sana
yang ditakdirkan untuk bersamaku.
Ada apa? Kamu tidak hamil?
Orang lain yang hamil.
- Apa maksudmu? - Dokter itu
menyuntikkan spermanya ke orang yang salah.
Itu gila.
Ibu, semua sudah berakhir.
Tidak!
Kita tidak boleh menyia-nyiakan kerja keras selama tiga tahun.
Namun, kita tak punya pilihan lain!
"Pilihan"? Itu...
Kita akan menemukan cara.
Kamu selalu pesimis. Dengar, itu masalahmu.
Sudah ibu bilang kamu harus lebih positif soal semuanya.
Ibu, aku lelah.
Sayang.
Kamu lelah mengerjakan semuanya sekarang?
Lantas, biarkan beruang melakukan semua pekerjaan
agar kita bisa duduk dan menikmati pertunjukan.
Apa?
Ingat, kekuatan pikiran positif. "Aku bisa melakukannya."
"Aku bisa."
- Siapa dia? - Astaga! Siapa?
Wanita itu. Yang hamil itu!
Kenapa Anda bertanya?
Aku tidak bisa mengungkap informasi pasien.
Ada pil merah dan pil biru di depanmu.
- Mana yang akan kamu ambil? - Apa?
Jika ambil yang merah,
kamu harus berbagi sel kecil
dan bahkan toilet dengan delapan teman satu sel.
Jika memilih yang biru,
kamu bisa terus bekerja sebagai dokter.
Yang biru. Aku ambil pil biru.
Aku hanya ingin dia melahirkan bayinya.
Aku hanya butuh wanita itu melahirkan dengan selamat!
Tunggu sebentar.
Ini.
"Nama, Oh Woo Ri"
"Oh Woo Ri"?
Astaga, nama itu tidak asing.
Dia datang hari ini untuk aborsi.
Tidak mungkin!
- Astaga. - Jadwalkan ulang.
- Baiklah. - Cobalah mengulur waktu.
Baik, Bu.
Hei, ada apa?
Kamu tidak ke dokter? Kamu tidak enak badan?
- Aku tidak apa-apa. - Kamu tidak terlihat sehat.
Ada apa? Katakan.
Nona Yu.
No comments yet. Be the first to leave one.