Moorim School

Moorim School (무림학교)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Moorim School E05
A Commentary by tsubasa_raa
IDFL™ Subs Crew

Tags

other
Published on: 2016-01-26
Downloads: 37
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Diterjemahkan Oleh tsubasaraa IDFL™ Subs Crew

Pergi sana!

Terima kasih.

Kau menyelamatkanku di tebing, dan aku menyelamatkanmu dari serigala itu.

Jadi, kita sudah impas.

Apa kita bisa berhasil?

Kita sudah beruntung jika bisa pulang hidup-hidup.

Kenapa kau mau ke sekolah itu?

Apa karena telingamu?

Ya.

Wang Chi Ang, hati-hati!

Kita sudah hampir sampai. Kenapa harus menyerah?

Kau juga pasti tak akan meninggalkanku.

Yoon Si Woo dan Wang Chi Ang sudah diterima di Moorim School.

Dia tidaklah kabur,

Semuanya pasti kembali seperti sedia kala.

Kita sudahi basa-basinya, kita bisa berangkat ke Seoul.

Hari ini?

Kau sedang tak bertugas, 'kan?

Yoon Si Woo!

Orang mungkin pikir kau sedang melihat hantu.

Kau tak pergi ke Seoul?

Jika aku pergi pasti akan banyak orang yang sedih.

Jadi, kau akan tetap di sini?

Sepertinya, sih.

Baguslah.

Apa yang kau butuhkan sekarang adalah istirahat, bukannya popularitas.

Jika kau mau ke sekolah, apa aku bisa ikut juga?

Oke. Tunggu. Aduh!

Lukamu dari Puncak Moorim masih belum sembuh?

- Naiklah. - Biar aku yang bawa.

Kau juga perlu istirahat setelah kerja seharian ini.

Kau bisa tidur di belakang nanti.

Tapi, jika kau tertidur kau bisa jatuh, jadi pegangan yang erat.

Wang Chi Ang. Kau sedang apa di sini sendirian?

Aku tak bisa tidur. Kau sendiri?

Aku juga... aku hanya mau menghirup udara segar.

Apa kau tahu di mana Yoon Si Woo?

Jika aku bertanya, harus jawab, dong.

Dia sudah keluar.

- Apa? - Dia sudah keluar.

Dugaanku memang benar ternyata.

Jika dia mau keluar, kenapa harus repot-repot ke Puncak Moorim?

Semua usahanya sungguh sia-sia saja.

Diam saja, jika kau tak tahu apa-apa.

Dia pasti punya alasan sendiri, jadi tak usah bicara yang tidak-tidak.

Apa... aku tidak sedang bermimpi?

Cubit aku.

Apa yang sedang kalian lakukan?

Apa kalian sedang menungguku?

Menunggumu? Aku sedang menunggu Ariel.

- Ariel~~ - Dasar!

Jangan tertawa.

Kenapa?

Karena aku bisa menyukaimu nantinya.

[Moorim School -Episode 5-]

Oh! Aku pikir kau sudah keluar, jadi aku mau tidur di sini.

Ternyata bagian ini tak begitu bagus, aku bisa kena matahari langsung.

Tidurlah di sini.

Tak perlu, kau bisa tidur di situ saja.

Benarkah?

Ya.

Kau yang bilang, ya? Jangan berubah pikiran lagi.

Mungkin soal tempat tidur ini lah hal yang terakhir aku mengalah padamu.

Apa kau bisa tak sok keren begitu?

Yoon Si Woo, Wang Chi Ang, kalian telah diundang dalam Upacara Penyambutan.

Undangan Upacara Penyambutan?

Apa-apaan ini? Apa mereka masih tak bisa menerima kita?

Kau serius? Kau tak mau bergabung?

Sudah kubilang, aku tak setuju dengan penerimaan mereka.

Terserah kau sajalah.

- Mereka sedang sibuk beristirahat. - Oke, ayo mulai!

Gudang menara itu adalah tempat di mana biasanya sekolah menyimpan senjata.

Tempat itu adalah tempat terlarang.

Kenapa?

Sejak dulu, tempat itu tak boleh di masuki oleh kalangan murid.

Ruang rahasia, ya?

Kalian akan merasa penasaran dan membuat masalah-

Tak usah dilanjutkan.

Jadi, untuk apa kami disuruh masuk ke sana?

Untuk apa lagi?

Karena mereka masih tak mau menerima kita dan ingin kita keluar.

Kalau kau takut, kau tak usah pergi.

Takut? Kau takut?

Aku tak ingin membuat diriku ditendang lagi dari sini.

Ya, kita sudah berjuang ke puncak itu, tempat rahasia? Apa hebatnya itu?

Ayo.

Ayo.

- Jika aku ke sana, mereka pasti kaget, 'kan? - Sudahlah, anggap saja kau tak tahu.

Ini adalah tradisi Moorim School.

- Kapan tradisi ini di mulai? - Ah

Mungkin karena, kau masih baru jadi kau tak tahu soal itu.

Kami lah yang membuat tradisi itu.

Jadi, tradisinya agak mirip dengan yang dulu itu?

Tak akan ada yang menandingi masa lalu, iyakan?

Oh ya, aku ingin mengulanginya.

Tak usah dibahas, aku adalah murid laki-laki terhebat saat itu.

Dan aku adalah murid perempuan yang terbaiknya.

Aku jadi rindu.

Iya, ya?

Ada apa ini? Sepertinya momen nostalgia kalian ini mencurigakan.

Sudah lama, ya? Kau mau sedikit pemanasan?

Sejarah Moorim.

Apa harus sejauh ini?

Inilah tradisi Moorim.

Kekanak-kanakan sekali!

Beraninya kalian bersikap sok jagoan seperti itu?

Jika takut, kalian bisa menyerah.

Ariel!

Sebaiknya kalian harus sopan padaku mulai sekarang,

bersiaplah.

Apa Upacara Penyambutannya bisa dimulai sekarang?

Selamat Datang di Moorim!

Bersulang!

Mereka pasti sedang mabuk-mabukan sekarang.

Mereka pasti muntah-muntah sepanjang hari besoknya, 'kan?

Mereka lemah sekali, dulu kita bisa berpesta selama 4 hari berturut-turut.

Kau terlalu berlebihan.

Berlebihan apanya?

Benarkah itu?

Mungkin, sih? Kita hanya bisa berpesta 3 hari berturut-turut.

Tapi, penyambutan kita memang lah yang terbaik.

Tapi, dulu saat di Serengeti, aku pernah mabuk-mabukan selama seminggu.

Tapi Sam, kau tak bisa minum, 'kan?

Menurutmu kenapa?

Aku hanya tak mau wajahku merah karena bir.

Wajahmu bisa merah, ya?

Apa warna kulitku sudah berubah?

Bukannya Jerman terkenal dengan alkoholnya?

Aku tak menganggap bir itu alkohol.

Kita bisa minum bir saat kita sedang haus.

Benar sekali!

Saat kecil, aku memberi makgeolli gula dan meminumnya seperti minum yoghurt.

Di Ghana, aku bahkan sudah mulai minum saat umur 3 tahun.

Hanya karena aku tak suka jika wajahku ini memerah saja.

Aku tak mungkin percaya itu.

Aku adalah rajanya minum bir.

Maaf ya~ tapi bahkan dokter heran dengan liverku ini,

karena mereka takjub dengan kehebatanku dalam minum.

Mereka pikir, liverku ini terbuat dari baja.

Kau sedang melawak, ya?

Kau tak percaya? Kau mau ke rumah sakit itu?

Siapa yang duluan mabuk, dia yang teraktir, oke?

Setuju.

Sepertinya, aku bisa minum bir sambil melihat sunrise, deh.

Kami pesan bir yang banyak!

Sial! Padahal aku ingin hidup dengan damai di Korea.

Prof. Yoo Di, kau mau jadi jurinya?

Kalian sedang apa sebenarnya ini?

Kenapa tak mengajakku? Aku juga mau bertanding.

Kupikir kau sudah pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal.

Kenapa kau berubah pikiran?

Karena kau.

Apa?

Sudah kubilang aku akan menjalani hukumanku.

Apa kau bisa membersihkan semuanya?

Aku tak bisa pergi karena kasihan padamu.

Dasar.

Kau harus menepati janjimu itu, oke?

Tapi, kau masih tak sehebat diriku ini.

Lihatlah siapa yang sedang bicara.

Aku yang menyebabkan insiden kelas memasak itu.

Apa?

Aku tak ingin kalian ada di sini.

- Apa kau tahu betapa bahayanya itu? - Aku hanya ingin kalian menyerah.

Sepertinya kau salah, tapi kami tak akan menyerah.

Dan oh ya, karena kau sudah datang sebaiknya minta maaflah dan akui kami.

Mari berteman mulai sekarang!

Mengakui kesalahanku bukan berarti aku mengakui keberadaan kalian.

Aku tetap tak menyukai kalian.

Hei, Ko Yeob Jeong!

Kau datang, ya? Mau minum juga?

Apa kau tahu dampak buruk alkohol itu bagi otot-ototmu?

Aku tak punya waktu untuk bermain-main dengan kalian.

Dia sungguh menyebalkan.

Ya?

Ini aku, Hwang Moo Song.

Apa?

Anda bilang apa tadi?

Jadi, totalnya adalah $207,5,

Tapi, bayar saja $200.

- Apa? - $ 200.

Mereka terus saja minum begitu,

dan akhirnya pingsan begini.

Aku pikir totalnya bisa $ 500 tadi.

Apa dagingnya enak?

Ya, sangat enak.

Apa besok akan kiamat? Kau meneraktirku?

Aku sudah dapat kerja.

Dan oh ya... Soon Deok pulang kan besok?

Ya, kenapa? Kau mau meneraktirnya juga?

Tidak perlu, dia kan sudah makan enak di sekolahnya.

Sekolah apa memangnya? Bukannya dia hanya masuk sekolah biasa?

Aigoo. Aku bicara apa, sih?

Sekolah biasa juga pasti punya makanan enak, jangan khawatir.

Senang rasanya bisa berduaan denganmu begini.

- Suara macam apa itu? - Kau tak suka, ya?

Diamlah.

Oh ya, aku baru sadar kita pakai baju orange. Seperti baju couple.

Couple-an apanya... Apa kau tak bisa diam?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left