The first 162 lines.
Perang ini telah berlangsung selama 7 tahun.
Para prajurit jatuh satu per satu.
Kini hanya tinggal aku sendiri.
Musuh prajurit puluhan juta,
tapi aku tidak akan mundur.
Selama ada aku,
maka masih belum kalah.
=Terlilit Takdir Cinta=
=Episode 1=
Ini di mana?
Kenapa aku ada di sini?
Kenapa?
Hanya kau sendiri?
Tampaknya nyawaku
tidak begitu berharga seperti yang dibayangkan.
Ada apa ini?
Tunggu perintah Tuan saja.
Kau siapa?
Aku.
Aku tidak ingat siapa aku.
Tunggu.
Feng Xi.
Aku bisa kungfu.
Terima pedang.
Kenapa seorang wanita?
Dia baru target.
Maju!
Tuan.
Kau baik-baik saja?
Aku tidak apa-apa.
Tuan, kau tidak apa-apa?
Aku tidak apa-apa.
Kakak Jing.
Sebelumnya, simpan dulu mayat-mayat pembunuh ini.
Baik.
Kau masih belum kasih tahu aku, kau siapa?
Aku hanya bisa bilang,
aku bukan kawanan pembunuh tadi.
Tapi, aku sebenarnya siapa,
aku tidak bisa menjawab kau.
Kalau begitu,
aku harus berterima kasih atas pertolonganmu.
Kau sudah mengatur orang di sekeliling.
Aku bantu atau tidak,
kau tetap bisa menangkap para pembunuh itu.
Lihat.
Kau juga bukan tidak tahu apa-apa.
Seruling ini ajaib.
Bisa bunyi sendiri.
Seruling ini sepertinya milikku.
Tapi di otakku,
sama sekali tidak ada ingatan tentang ini.
Terima kasih atas baju kau.
Aku rasa, aku sudah harus pergi.
Lebih baik tinggal di tempatku untuk berobat dulu.
Karena kau terluka gara-gara aku.
Obat luka terbaik.
Tuan.
Lu Yuantong besok akan sampai di pangkalan Zhuming.
Berdasarkan laporan mata-mata,
membawa puluhan ribu rombongan prajurit.
Baginda sudah lama was-was dengan Lu Yuantong.
Kali ini undang dia ke ibu kota karena ingin menghapus hak militernya.
Dan perjalanan Lu Yuantong kali ini membawa puluhan ribu prajurit.
Niatnya juga sangat jelas.
Tugas menyambut Lu Yuantong ini,
pejabat lain berusaha menghindar.
Kenapa Tuan menawarkan diri?
Demi rencana besar kita.
Aku harus melakukannya,
baru bisa menaiki kapal besar Lu Yuantong
menaungi lautan.
Bagaimana dengan dia?
Asal usul tidak jelas.
Tidak dikenal tapi kungfunya hebat.
Pasti mata-mata yang dikirim seseorang.
Harus hati-hati.
Identitasnya memang mencurigakan.
Kakak Jing tenang saja.
Kalau dia adalah mata-mata,
aku juga ingin memanfaatkan dia.
Terima dia,
aku punya pertimbangan sendiri.
Ditiup tidak ada suara, tapi bisa bunyi sendiri.
Itu bunga holly.
Pohon bunga holly ini tumbuh sendiri.
Seperti Nona,
datang tanpa diundang.
Nona benar-benar tidak ingat apa-apa?
Termasuk nama sendiri?
Orang hidup di dunia ini,
kalau sampai tidak tahu nama sendiri
bukankah seperti tumbuhan?
Bagaimanapun harus ada nama.
Angin bertiup di bawah rembulan.
Bunga holly bermekaran.
Bagaimana jika panggil kau
Dong Yue.
Dong Yue?
Kalau tidak ada andalanmu di dunia ini,
kapan pun bisa cari aku di Kediaman Feng.
Kau mau pergi?
Aku ada tugas penting.
Namun, Nona boleh tinggal di sini.
Tapi, aku masih belum tahu siapa kau.
Di atas plakat giok ada
Feng Xi.
Xi dalam kata Jin Xi He Xi.
Tuan tua.
Seruling ini tidak bisa ditiup.
Tolong bantu aku lihat sebentar.
Nona.
Seruling kau bukan benda biasa.
Ini... ini benda gaib.
Benda gaib.
Benda gaib.
Tahun 50 Qiyuan.
Kekacauan di Negeri Yin,
pengkhianat Feng Xi mengacaukan hukum kerajaan.
Konflik partai semakin sengit.
Marquis Dingyuan Lu Yuantong gerakkan prajurit,
melakukan perang dengan alasan membinasakan pejabat licik.
Mulai saat itu dunia hancur berantakan.
Rakyat menderita.
Er Yu.
Alangkah baiknya bisa kembali ke masa sebelum perang.
Aku ingin lihat sekali lagi.
Melihat sekali lagi dunia yang makmur dan damai.
Wen Xin, aku tidak akan membiarkanmu mati.
Kesadaran spiritualku hanya tersisa di seruling ini.
Kelak kau bawa ini,
bisa melindungimu.
Aku akan buat pelindung tubuhmu dengan akar teratai,
kirim kau ke masa sebelum perang.
Rohku yang tersisa hanya bisa menemanimu sampai sini.
Semoga kehidupanmu bahagia.
Belum tahu hari ini hari apa.
Aku.
Aku benar-benar kembali ke 8 tahun yang lalu.
Kalau tidak ada andalanmu di dunia ini,
kapan pun bisa cari aku di kediaman Feng.
Feng Xi.
Xi dalam kata Jin Xi He Xi.
Ternyata kau adalah Feng Xi.
Feng Xi pengkhianat yang bersekongkol
dengan Lu Yuantong.
Perang itu juga tidak terlepas dari kaitanmu.
Aku ingat berita ibu kota pernah catat,
tanggal 20 Juni tahun 14 Qiyuan,
Pejabat Kementerian Ritus Feng Xi ditugaskan
menyambut Marquis Dingyuan Lu Yuantong ke ibu kota.
1 tahun kemudian terjadi perang Dingyuan.
Er Yu.
Kalau aku bisa bunuh Lu Yuantong.
Perang Dingyuan tidak akan terjadi.
Rakyat jelata yang tidak bersalah itu,
tidak akan mengalami bencana ini.
Karena aku sudah kembali ke masa sebelum perang.
Kalau begitu, Lu Yuantong
harus mati.
Pelanggan pesan apa?
Yang penting bisa kenyang.
No comments yet. Be the first to leave one.