Release info

오!-삼광빌라-Homemade-Love-Story-E23-E24-NEXT-VIU
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-10-26
Downloads: 28
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Nona Jang, aku akan pulang lebih dahulu...

Apa ada masalah?

Ibu.

Ya?

Siapa

dia?

Apakah kamu

yang mengambil foto ini?

Siapa dia?

Nona Jang, aku pergi ke ruang arsip...

Seseorang memberikannya kepada ibu.

Siapa?

Kenalan ibu.

Teman Ibu?

Ibunya Jae Hee?

Maaf soal ini.

Aku mengambilnya di kantor Ibu tempo hari,

tapi lupa mengembalikannya.

Kenapa baru sekarang?

Aku melihatnya di laciku

dan tiba-tiba penasaran.

Itu bukan dari Min Jae,

tapi teman lama lainnya.

Kamu masih ada pekerjaan, bukan?

Kalau begitu, ibu pulang lebih dahulu. Lanjutkan.

Itu aneh.

Kenapa Seo A tidak mengatakan apa pun

saat dia menemukan foto ini?

Ibu menutup bab yang mencakup 50 tahun.

Itu tidak akan mudah.

Tapi ibu akan bersemangat, ya?

Ibu butuh bantuanmu.

Baiklah.

Terima kasih, Bapak-bapak. Selamat malam.

Selamat malam, Bapak-bapak.

Hei, Jae Hee.

Aku lihat kamu juga bekerja lembur hari ini.

Sementara itu, Paman masih bekerja.

Benar.

Kamu tidak lapar? Masuklah untuk makan daging kaki.

Tidak mungkin.

- Aku serius! - Kamu terlalu melebih-lebihkan.

Kulihat kalian baru kembali.

- Paman Hwak Se! - Hai, Paman Hwak Se.

Haruskah seseorang selantang itu pukul sebegini?

Terima kasih atas tawarannya, Paman Hwak Se.

Ini bukan perpustakaan!

Chae Woon, masuklah untuk makan daging kaki. Kamu juga, Na Ro.

Tapi kami sudah makan camilan.

Kalian di usia yang mudah lapar, jadi, masuklah.

Aku yang traktir.

Mungkin lain kali. Ayo, Chae Woon.

Tapi aromanya enak.

Ayo masuk untuk makan.

Lagi?

"Daging Kaki Terenak"

Baiklah. Ini hidangan terbaik restoran

yang akan menjadi traktiranku hari ini.

Aku hampir lupa. Dor, dor.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Chae Woon,

ini.

Terima kasih.

Astaga, ini tampak lezat.

- Enak, bukan? - Benar.

Aku menyadari ini kali terakhir, tapi daging kaki di sini enak.

Katakan, bagaimana toleransi alkoholmu?

Itu biasanya dikatakan mereka yang tidak tahan minum alkohol.

Aku lebih suka daging kakinya.

Benar, bukan?

Kamu akan menyewakan kamarmu kepada pemuda itu?

Bagaimana denganmu?

Aku bisa tidur dengan Kak Chae Woon atau Bibi Man Jeong.

Kamu?

Awalnya, kamu bahkan menentang Ra Hoon mengambil loteng

dan mogok makan berhari-hari.

Aku belum dewasa saat itu.

Sebagai balasannya, boleh aku minta setengah dari sewa bulanan?

Kenapa? Apa untuk perawatan wajah lagi?

Bukan.

Aku tidak menghasilkan uang setelah menjadi siswa latihan,

jadi, aku ingin uang tambahan.

Astaga, Hae Deun. Ibu akan memberimu uang saku.

Tidak mungkin. Aku ingin menghasilkan uang

dengan melakukan sesuatu untuk keluarga juga.

- Aku pulang! - Kamu sudah pulang.

Apa aku mencium pertemuan keluarga?

Aku akan sekamar dengan Bibi jika hanya merepotkan Kakak.

Benar, Kak Hae Deun. Itu terdengar lebih baik.

Baiklah, kakak akan berbagi.

Kak Chae Woon? Terima kasih banyak!

Tidak, hentikan itu.

Ayo kemasi barang-barangku sebelum dia berubah pikiran.

Terima kasih, Kak Chae Woon. Ayolah.

Cepat!

Astaga.

Chae Woon, kamu yakin soal ini?

Apa aku punya pilihan?

Aku bangga kepadanya karena memikirkan ini.

Mungkin dia sudah besar.

Kak Hae Deun, Kakak yakin soal ini?

Kakak bersumpah tidak akan pernah tidur dengan Kak Chae Woon lagi

karena omelannya.

Kenapa itu penting sekarang

padahal kakak trainee K-pop tanpa pemasukan?

Kakak butuh uang tambahan.

Kakak tidak punya tabungan?

Bukankah bagus memakai uang saku Kakak sekarang?

Kakak memang menabung, tapi itu...

Banyak hal terjadi dan kakak menyesal.

Tolong menyesallah.

Hati-hati dan jangan ada yang terjatuh.

- Hei! - Astaga.

Bantu aku. Kakak hanya membawa itu?

Hei!

Aku harus membeli pispot atau semacamnya.

Kenapa toilet wanita ada di lantai satu?

Apa itu?

Hwak Se, kamu masih belum berangkat kerja?

Kamu harus menghasilkan uang.

Bukankah begitu?

Apa yang dia lakukan?

Kenapa pintunya terkunci?

Kenapa kamu mengunci pintunya?

Apa yang kamu rencanakan?

Hei, apa yang kamu lakukan?

Apa yang kamu lakukan sendirian? Buka pintunya. Buka!

Buka pintu ini.

Kamu ingin berkelahi?

Buka pintunya. Biarkan aku masuk!

Buka pintu ini. Kamu makan makanan enak?

Buka pintunya. Buka sekarang juga!

Astaga.

- Buka. - Hei.

- Apa yang kamu lakukan, Man Jeong? - Apa?

Hwak Se sendirian dan dia tidak mengizinkanku masuk.

Dia pasti makan sesuatu. Tunggu.

- Buka pintunya. Buka! - Hei.

- Biarkan aku masuk. - Man Jeong.

Jadi, Hwak Se...

Dia pergi bekerja, tentu saja dia mengunci pintunya.

Dia keluar?

Tapi aku mendengar pintu tertutup.

Apa itu pencuri?

Ada pencuri. Astaga!

Hei.

Siapa kamu?

- Hei! Buka pintunya. - Tidak.

Hwak Se belum berangkat kerja.

Kamu, ikut dengan kakak. Ada yang ingin kakak katakan.

- Kakak mau bicara, bukan? - Ya, kemarilah.

Kita harus bicara. Kemarilah.

Kemarilah.

- Astaga. - Duduklah.

Bicaralah denganku sekarang.

Bicaralah denganku. Ada apa?

Apa?

Kakak bilang ingin mengatakan sesuatu.

Curahkanlah hati Kakak kepadaku.

Apa orang tua kandung seseorang menelepon Kakak?

Bukan begitu.

Begini, kakak agak depresi belakangan ini.

Mungkin karena perubahan musim.

Kakak baru dari makam suami kakak.

Mencari udara segar.

Sungguh?

- Ibu sedang kesulitan. - Kakak serius.

Jae Hee.

Kamu sudah pulang?

Apa aku salah?

Perhatikan baik-baik.

Kamu lihat itu?

Itu hanya beberapa tetes.

Konyol.

Perhatikan baik-baik.

Kamu lihat itu?

Mereka sama-sama tidak bisa minum dan saling menantang?

Mereka menggemaskan sekali.

Hei, Jae Hee.

Ada satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu.

Apa? Rahasia untuk menang dalam gulat kaki?

Kakimu...

Aku tidak akan memberitahumu.

Bukan itu.

Jae Hee, kamu.

Bit Chae Woon yang itu.

Kamu menyukainya, bukan?

Bit Chae Woon?

Kamu...

Tunggu. Di mana Sundulan?

Di mana Sundulan?

Bit Chae Woon, kamu sudah pulang?

Chae Woon sudah pergi, katanya dia lelah.

Benarkah?

Sundulan sudah kabur?

Kukira dia pergi ke toilet.

"Sundulan", "Koala".

Kalian saling memanggil julukan.

Konyol sekali.

Kalau begitu, beri tahu aku, Pak Koala.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left