The first 200 lines.
BEIJING, CHINA
Siapa kalian?
Kami dari rombongan Opera.
Oh, Aku tidak mengenali kalian !
Aku fans berat kalian berdua.
Begitukah ?
Sudah lebih 20 thn sejak kalian manggung bersama, iya kan?
21.
22.
Ya, 22 thn.
Dan sudah 10 thn sejak kita saling bertemu.
11 thn.
Benar, 11 thn, ya.
Ini gara2 Geng 4 dan Revolusi Kebudayaan.
Ya, semua mengalaminya.
Segalanya lebih baik sekarang.
Benar. Segalanya lebih baik sekarang.
Silahkan, tunggu disini. Aku akan nyalakan lampu.
Maaf merepotkanmu.
FAREWELL, MY CONCUBINE
BEIJING, ERA PARA PANGLIMA.
Hey, Yanhong, kaukah itu ?
Sudah lama sekali. Aku sungguh merindukanmu.
Pelacur !
Bapak Ibu, Silahkan menonton!
Laizi mau kabur lagi!
Anak nakal! Aku mau lihat seberapa jauh kau bisa.
Cepat, tangkap dia!
Saudara2, mohon sabar!
Tuan, maafkan saya.
Sampah! Beraninya kau muncul disini.
Brengsek kalian semua!
Jangan ada yg pergi.Kalian pantas mendapat hiburan bagus.
Kujamin dgn namaku, Shitou.
Aku akan beri kalian pertunjukan
Kau berteriak buat apa? Aku belum bilang apa2.
Kau memalukan. Kau tidak bisa memerankan Monyet dengan benar.
Apa yg mau kau lakukan dengan hidupmu ?
Kau pikir bisa selamat dengan aksi bata itu, iya kan?
Itu sampah!
Bawa pisaumu untuk ditajamkan.
Tajamkan pisaumu!
Anak ini tidak ditakdirkan untuk jadi aktor.
Tidak dengan jari aneh itu.
Pikirkan itu.
Dia akan menakuti penonton.
Tajamkan pisaumu!
Bukannya Aku tidak mampu membesarkannya.
Tapi dia mulai terlalu besar utk tinggal di rumah pelacuran.
Tolong aku. Tolong ambil dia.
Kalau kau mau ambil dia, kau boleh lakukan apa yg kau suka.
Jangan merendahkan kami.
Eh, Jangan begitu.
Pelacur dan aktor sama-sama direndahkan oleh masyarakat.
Tapi aku tak ada tempat buat dia. Apa yg mesti kulakukan.
Ma, tanganku dingin, seperti es.
Ma!
Menjauh dari kita, kau anak pelacur!
Itu dari rumah pelacuran! Jatuhkan ke lantai!
Dingin!
Kalian menakutinya?
Kemari. Tidurlah denganku!
Kau hebat!
Laizi, tidurlah dengan Biksu Kecil.
Tangkap!
Dingin sekali diluar.
Air Kencing membeku di ujung 'anu'ku.
Aku hampir bisa kayang.
Bila kau manusia, kau pergi ke Opera.
Bila kau tidak ke Opera, kau bukan manusia.
Babi dan anjing tidak menonton Opera.
Apa mereka manusia? Mereka binatang.
Dimana ada opera, disitu ada kerja buat kita aktor2.
Berhenti menguik!
Aku tidak!
Luruskan punggungmu!
Jika kau pikir kau diatas yg lain..
kau memilih jalan yg sulit.
Ini baru permulaan. Tunggu sampai kau lihat lainnya.
Jgn kuatir, Douzi. Kita sudah setengah jalan.
Teruskan saja.
Shitou, kau bantu orang untuk curang?
Tapi, Guru, Aku mencari sesuatu. Aku tdk perhatikan apa yg ada di lantai.
Omong kosong! Ambilkan pedangku.
Cepat!
Ini !
Bangun!
Kau punya sesuatu untuk dikatakan?
Ya.Bersekongkol itu dilarang dan akan dihukum.
Aku tidak takut apapun.
Dari saat Opera dimulai..
tidak pernah sepopuler sekarang!
Kalian beruntung menjadi bagian dari ini !
Kami beruntung !
Kehendak Langit, bukan kurangnya kemampuan,
telah menghancurkan kerajaanku Chu.
Aku berlatih kung fu untuk menghangatkan diri.
Dingin di luar, cukup dingin.
Tapi aku telah menjadi Manusia Api. Menjauh dariku.
Aku sangat kuat.
Aku bisa mencabut gunung2.
Keberanianku sudah dikenal.
Aku pernah jatuh dalam masa sulit.
Tapi bahkan kudaku,
takkan kabur untuk menyelamatkan diri.
Ini adalah aturan kami.Kami harus mempelajarinya dg baik.
Sejak jaman kuno,manusia telah membutuhkan ketrampilan.
Telah memilih yg ini, kami akan mengabdikan diri.
Dalam perjuangan yg tekun tersandar landasan utk ketenaran di masa depan.
Sekarang pergi dan berlatih!
Perdengarkan "Pergi di Malam Hari".
"Aku menatap Pengadilan Langit dan bergegas pergi. ..
Tak peduli pada..tak peduli.."
Tak peduli apa?
"Tak peduli pada kesetiaan dan keberbaktian."
"Aku sangat kuat, Aku bisa mencabut gunung2
Keberanianku sudah dikenal.
Aku pernah jatuh dalam masa sulit, tapi bahkan kudaku..
takkan kabur untuk menyelamatkan diri.
Jika dia tak mau kabur, apa yg bisa kulakukan?
Dan Selirku tercinta, apa yg bisa kulakukan dgnnya?"
Bagus, tak ada kata yg salah.
Berikan tanganmu.
Ini agar kau terus ingat untuk kelak melakukan sama baiknya seperti tadi.
" Pada umur 16 aku biksuni, rambutku dicukur."
Teruskan.
"Aku secara lahir adalah laki2.." Huh?
"Aku secara lahir adalah laki2.."
Kau secara lahir adalah perempuan! Tak kau lihat kau salah?
Aku akan hukum kau, Laizi!
Kau masih belum benar, bisa kau?
Jangan pukul aku! Aku takkan salah lagi.
Nyanyikan "Memimpikan Dunia Diluar Kuil".
"Aku..Aku secara lahir.."
Kau secara lahir apa ?
"Aku secara lahir adalah laki2.."
Apa biksuni laki atau perempuan?
La..Laki.
Kau benar2 menghayati. Kau bahkan tak bisa bedakan laki dgn perempuan.
"A..Aku secara lahir adalah laki2.."
Kau melupakan semua yg guru ajarkan padamu!
Kau lupa lagi, aku pukul kau seumur hidup.
Salah! Salah!
Kau sebaiknya ingat ini.
Jika kebetulan aku terpukul sampai mati besok..
Aku mau kau mendapat..
Tiga koin tembaga yg dibawah kasurku.
Hati-hati !
Jika tanganmu tidak sembuh, karir aktingmu tamat.
Douzi, beberapa hari lagi kau akan dilantik ke dlm rombongan.
Bersikaplah sebagai perempuan dan jgn mengacau lagi.
-Laizi, kau pernah makan kue Pea manis? -Apa hebatnya kue Pea manis?
-Kalau kue beras? -"kue Mangkok?".
Mereka sama enaknya seperti kentut anjing.
Jadi, apa yg kau suka?
Tak ada yg lebih enak dari manisan Apel.
Kalau bisa, aku mau makan manisan apel tiap malam.
Manisan apel..manisan apel !
Jangan lihat aku seperti itu, aku bukan seperti manisan apel.
Laizi, kau ngiler!
Apa yg kau lakukan? Kembali sini!
Wah, banyak sekali layangan besar!
Kembali!
Douzi!
Ayo kabur!
Berhenti disitu!
Douzi!
Jangan lupa uang dibawah kasurku.
Kau tak berharga. Menyingkir dariku!
Darimana kau dapat itu?
Aku beli pakai tiga uang tembagamu.
Lupakan Shitou. Aku sudah habiskan uangmu.
10 manisan per batang. Aku kasih kau 2, bagaimana ?
-Ada apa denganmu? -Aku kebelet.
Jangan di tengah jalan.
Ayo!
Itu Tuan Wang!
Bintangnya telah datang. Lewat sini.
Tuan yg terhormat, ini seperti kunjungan dari surga.
Hanya dengan bersin dan kau sudah dapat tepuk tangan.
Kita telah merepotkanmu.
Kita beruntung bila tak ada yg terinjak mati disini.
BEIJING OPERA ''SELAMAT TINGGAL SELIRKU''
Aku duduk di pundakmu, dan nanti giliranmu.
Raja ! itu Raja Chu !
Apa yg diperlukan buat jadi bintang?
Berapa banyak pukulan?
Kapan aku menikmati ketenaran seperti ini?
Hey! Kau mengencingiku!
Apa yg kau lakukan?
Aku tahu kau akan kembali.
Kau tak bisa hidup tanpa Shitou!
Kita akan mencicipi pedang, tapi aku tak takut!
Buatku, serasa seperti digaruk.
Aku sudah makan manisan apel. Aku sudah jadi bintang.
Siapa yg perlu aku takuti?
Kalian bajingan kecil, kalian kembali akhirnya.
Bagus! Aku pantas dapat!
Kenapa kau lepaskan mereka?
Aku bosan dengan kau!
No comments yet. Be the first to leave one.