Release info

슈퍼맨이 돌아왔다 The Return of Superman E129 160508
A Commentary by anyhow

Tags

other
Published on: 2022-03-12
Downloads: 40
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 150 lines.

The Return of Superman episode 129,

"Ayah Juga Butuh Ayah."

Biarkan aku memperkenalkan keluarga baru.

Interiornya rapi dan sederhana.

Ini rumah milik pasangan yang indah.

Rumah siapa ini?

Makanlah pelan-pelan, Sayang.

Pelan-pelan.

Aku tahu, kau lapar.

Kenapa?

Namaku Oh Seo Heun.

Aku tahu.

Ada sesuatu.

Kau melihat sesuatu di sana?

Pada saat itu, Ayah tiba larut di rumah dari bekerja.

Apa dia tertidur?

Seo Heun.

Dia terkejut.

Superman baru, aktor Oh Ji Ho.

Aku akan menangkapmu. Apa menurutmu aku tidak bisa menemukanmu?

- Buka. Apa yang kau lakukan? - Dari peran komik feisty...

Kau tidak akan berhenti?

Aku benar-benar ingin mencarimu.

Peran melodramatisnya yang sesuai dengan selera pemirsa perempuan.

Aku minta maaf.

Kenapa kau sangat tampan di hari seperti ini?

Dan bahkan untuk peran aksi spektakuler.

Tidak peduli apa genre-nya,

aktor tampan Oh Ji Ho memikat pemirsanya.

Kami menantikan perubahan perannya...

dari raja kantor ke raja pengasuhan.

Halo.

Aku aktor Oh Ji Ho...

dan ayah Seo Heun yang berusia 4 bulan.

Senang bertemu dengan kalian.

Nama panggilannya Ji Bong.

Ji dari Ji Ho...

dan nama panggilan istriku Eun Bong.

Kami mengumpulkan dua kata dan kami menyukainya.

Dia sudah dua bulan.

Dia dilahirkan di hari sebelum malam Tahun Baru.

- Kau harus mencuci tanganmu! - Benar.

Aku harus mencuci tangan. Tunggu.

Sutradara membeli ini untuk kita.

Ini hadiah dari sutradara.

Kenapa tiba-tiba?

- Ini hari ke-100 Seo Heun. - Benar. Dia kini berusia 100 hari.

Besok hari ke-100 sejak kelahiran Seo Heun.

Ayah menerima...

baju baru untukmu.

Ngomong-ngomong, bukankah itu bajuku?

Ini milikku. Apa maksudmu?

Lengannya pendek.

Itu milikku.

Tidak, lengannya terlalu pendek dan ketat.

Itu karena lenganku berotot.

- Astaga. - Jangan berkeringat.

- Rumah sangat panas. - Itu milikku.

- Benarkan? - Milikmu?

Tidak, itu bajuku.

Coba lihat ukurannya. Perlihatkan padaku.

- Ini besar. - Angkat.

- Ini besar. - Tidak.

Itu milikku, kan?

Ketika aku syuting... Ketika aku...

- syuting sebuah adegan... - Dia bangun. Terlalu berisik.

Seo Heun, sekarang saatnya untuk tidur.

Astaga, aku sangat lelah.

Bagaimana adegan ciumannya?

Itu hanya kecupan.

Suami mu sudah bekerja seharian...

Astaga, sekarang saatnya makan untuk bayi kita.

Dia terbangun karena adegan ciumanmu.

Dia mungkin mendengar kita.

Kemarilah, Seo Heun.

Dia terlihat cemberut.

- Dia mengantuk. - Dia melakukan hal ini.

Itu karena dia mengantuk.

Ding-dong.

Ding-dong.

Kau senang?

Senang?

Kau senang.

Orang-orang menanyakan soal bayi.

Beberapa orang menganggap kalau putriku pasti benar-benar cantik.

Dan ketika aku menunjukkan kepada mereka fotonya,

reaksi mereka...

Aku tidak mendapat reaksi seperti, "Wah, dia sangat cantik!"

Mereka memiliki harapan yang tinggi terhadap wajahnya karena melihat wajahku.

Dan ketika mereka melihat fotonya, aku bisa melihat kalau putriku...

tidak memenuhi harapan mereka.

Dia tidak begitu cantik.

Namun, semakin kau melihatnya,

semakin kau akan mempelajari pesonanya.

Tolong, cintai Seo Heun kami.

Kami memperkenalkan Seo Heun.

Semakin kau melihatnya, semakin kau akan mempelajari pesonanya.

Ji Ho memiliki putrinya yang berharga di usia 40.

Seo Heun, kau bisa melihat Ibu?

Cinta Ibu dan Ayah membesarkan Seo Heun.

Kulit kecoklatan yang mirip Ji Ho,

senyum tak tertahankan...

dan rambut halus dan runcing adalah pesonanya.

Lihat ini.

Bukankah senyumnya manis?

Aku tahu.

Aku tahu. Lihat dia.

Dia mulai berbicara karena dia pikir ini pagi.

Ya.

Ini belum pagi.

Apa dia selalu membuat suara seperti ini?

Ya.

Kau tidak mendengarnya berbicara karena kau tidak di rumah di pagi hari.

Di pagi hari, dia berbicara seperti ini terus menerus.

Benarkah?

- Benarkah? Dia melakukan ini? - Iya.

Dia benar-benar melakukannya?

Tentu saja.

Kenapa kau bertingkah seperti kau belum melihatnya beberapa saat?

Tidak, aku belum melihatnya melakukan hal-hal ini.

Ayah akan menidurkanmu. Sudah lama.

Aku tahu. Sekarang, ayo kita tidur.

Ayo tidur.

Ji Ho tidak bisa menghabiskan banyak waktu dengan Seo Heun...

karena jadwalnya yang sibuk.

Tapi tidak apa-apa.

Kami menantikan untuk menyaksikanmu...

menjadi ayah yang lebih baik ketika Seo Heun tumbuh.

Jadi, malam penuh tawa berlalu.

Pagi di rumah Seo Heun.

Kau bisa menyalakan lampu. Aku masih bisa tidur.

- Kau bahagia? - Kau mau pergi kemana?

- Aku akan ke rumah sakit. - Benar.

Sarapanlah.

- Apa? - Kau perlu sarapan.

Aku lapar.

Apa kau baru saja menendangku?

Sekarang, kita di sini.

Apa itu?

Sarapan hari ini adalah makanan Korea...

sayuran hijau dan lezat.

Sup rumput laut disiapkan untuk merayakan hari ke-100 Seo Heun.

Ini pesta.

Di hari ke-100, orang makan 3 jenis sayuran hijau.

Ini harusnya bayi yang makan, bukan aku.

Ini untuk keluarga.

Oh, benarkah?

Apa dia melihat kamera?

Itu menarik perhatiannya.

Ding-dong.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left