The first 200 lines.
Ya ampun, lihat dirimu. Ayo masuk.
Apa kabar, Nenek?
Nenek masih sehat.
Nenek pikir kau datang lebih awal.
Busnya terlambat.
Nenek pasti menjemputmu di kota, tapi Nenek tak diizinkan menyetir lagi.
Nenek sudah merapikan kamarmu.
Menaruh beberapa barang di lemari.
Ayo. Beres-beres sana.
Baik.
Ya.
Ya, kau berdandan manis, ya?
Berengsek. Sialan.
- Hei, Shelly. Shell. - Ya?
Kau mengambil dompetku lagi?
Ya, aku curi. Banyak uang di dalamnya.
Aku akan pulang, entahlah, beberapa hari lagi.
Aku tak sabar.
Wanita itu hanya menyusahkan.
Kalau bukan demi anak lelakinya, sudah Nenek usir dia dari trailer itu.
Nenek rasa kau akan butuh waktu agar terbiasa.
Ya.
Kau harus giat mencari kerja.
Itu saja.
Jangan mengasihani dirimu.
Tidak, Bu.
Nenek pergi ke gereja setiap Minggu.
Jika kau tinggal di sini, kau akan ke gereja juga.
Kau tahu syarat pembebasan bersyaratmu, 'kan?
Ya, Pak.
Kau akan melapor untuk tes narkoba.
Kau akan datang setiap dua minggu ke sini.
Kau harus mematuhi semua aturan: kota, paroki, negara bagian, federal.
Dan cari pekerjaan.
Paham?
Ada ide mau kerja di mana?
Tidak. Lihat nanti saja.
Sampai jumpa beberapa minggu lagi.
Begini saja.
Akan kuhubungi kau jika ada lowongan, akan kuupayakan.
- Terima kasih. - Ya.
- Palmer? - Kapan kau bebas, Kawan?
Ya ampun!
Kukira kau masih dipenjara lima tahun lagi.
- Tak kusangka kau bisa berjanggut. - Baiklah.
Hei, seharusnya kabari kau akan pulang.
Aku pasti akan mengadakan pesta.
- Oh, ya? Siapa yang akan datang? - Si Ned bodoh.
- Tentu aku datang. - Ya, 'kan?
Terakhir kali kita bicara,
kuberikan uang ke kantin penjara sesuai permintaanmu,
- tapi aku tak pernah dengar kabarmu. - Terima kasih.
Pernikahan keduamu masih bertahan?
Hei, jangan sampai kubahas.
Entah apa yang kupikirkan. Kini aku punya anak delapan tahun
dan Darleen masih selalu merepotkanku.
- Bagaimana kabar si Jake kecil? - Jake kecil sudah 15 tahun.
- Lima belas tahun? - Lima belas tahun.
- Astaga. - Ya. Dia pemain bola andal juga.
- Ya. - Benarkah?
- Seperti ayahnya. - Pasti.
Hei, rekor TD-mu sudah dikalahkan beberapa tahun lalu.
- Serius? - Oleh anak baru.
- Anak baru? - Astaga.
Lihat siapa ini. Palmer.
- Kapan kau bebas? - Beberapa hari lalu.
Wow.
Seragamnya cocok untukmu.
Oh, ya. Kau tahu ayahku. Aku tak punya pilihan.
Senang bertemu kau.
Ya, sama-sama.
- Kau tinggal di rumah Vivian? - Ya, untuk saat ini.
Jika butuh sesuatu, kabari aku, ya?
Aku serius. Apa pun.
Ya ampun. Aku ingin ayahmu berhenti menilangku karena mengebut.
- Aku tak mau dengar itu. - Ayo main biliar.
Hei, Ned, ayo main sebelum istri menelepon.
Palmer, selanjutnya kau.
Silakan.
Terima kasih.
- Cosimo, apa kabar? - Apa maumu?
Aku mau kukuku dihias dan bulu bokongku dicabut.
Menurutmu aku mau apa?
Berikan aku Jim dan Kola.
Kau cucu Vivian, 'kan?
Ada apa, Tampan?
Kau tak bisa bicara?
Kau sungguh baru keluar dari penjara.
Eddie. Eddie, bangun.
Kita akan terlambat ke gereja.
Anak ini pasti membuat kami terlambat.
Ibadah dimulai pukul 10.00. Jangan sampai kita terlambat.
Maaf.
Sam, ini cucuku, Eddie.
Dia lebih suka dipanggil Palmer, walau nama Eddie lebih bagus.
Kau menginap bersama ibuku,
dan kau tak memakai piama atau celana dalam juga.
Sam.
Tutup jendelanya.
Butuh dua jam untuk menata rambutku.
Dot, kau ingat Eddie?
Eddie, ini Dot.
Cucuku.
- Hentikan. - Toby, jangan ganggu dia.
Selamat pagi, Semuanya. Selamat datang
di Kapel Wesley pagi ini.
Pasti rasanya aneh kembali ke sini, ya?
Benar sekali.
Tak banyak yang berubah. Masih seputar gereja dan futbol.
- Amin. - Tapi mereka membuka kedai kopi baru.
- Eddie. - Komandan.
- Kabarnya kau bebas lebih cepat. - Ya, Pak.
Pastikan kau bersikap baik.
Aku tak suka harus memenjarakanmu kembali.
Ya, Pak.
- Sampai jumpa di kantor polisi. - Ya, Ayah.
Sial. Maaf soal itu.
Pak tua judes yang sama.
Ya, aku bakal heran kalau dia tak menghampiriku.
Aku hanya ingin bilang bahwa seharusnya aku mengunjungimu
atau setidaknya mengirimimu surat.
Seharusnya aku jadi teman yang lebih baik.
Sudahlah.
- Ada apa ini? - Hei.
Aktivitas sama, Minggu berbeda.
Ya ampun. Ada yang salah dengan anak itu.
Ini. Berikan pada ibumu.
Pastikan dia memakannya dan itu bisa tahan seminggu.
- Terima kasih, Bu Vivian. - Anak yang manis.
- Dah, Bu Vivian. - Dah.
Dah, Palmer.
Selamat malam, Nek.
Mimpi yang indah, Eddie. Nenek senang kau kembali.
Aku juga.
- Kau begadang. - Ya. Kurasa begitu.
Nenek butuh sesuatu dari toserba
jika kau tak keberatan membelinya saat pulang.
Ya, tentu.
Sebentar. Ini uangnya.
Nenek rasa kau tak punya uang.
Ya.
Hati-hati di luar sana.
Aku akan kembali nanti.
Hei, serius. Kau harus bercukur,
karena kemaluanku jadi perih dan sakit sekali.
Nanti kucukur, karena aku mencintaimu dan aku suka kemaluanmu.
- Siapa pria itu? - Katakan lagi seberapa besar cintamu.
Terserah.
Dia hanya melihat.
- Terima kasih. - Terima kasih. Semoga harimu baik.
- Halo. - Halo.
BUTUH KASIR
Mau formulir lamaran kerja?
Ya, tentu.
Aku sudah mengisi posisi itu tadi pagi.
- Hei, Eddie. Apa kabar? - Hogan.
Aku lupa mencabut tandanya.
Senang bertemu kau.
Sama-sama.
Maaf. Kukira masih ada lowongan.
Tak apa-apa.
Mau di sebelah mana?
Sebelah sini.
Kurasa bisa kubuat lebih bagus.
Itu bagus.
Ibunya pergi lagi.
Dia akan tinggal bersama kita sampai ibunya kembali.
Kurasa aku harus pakai lipstik.
Sebentar.
Terima kasih.
Kau harus tidur di sofa nanti.
Sam tidur di kasurmu saat malam.
Aku tak keberatan tidur di sofa, Bu Vivian. Biasa juga begitu di rumah.
Anak seusiamu harus tidur di kasur.
Aku tak keberatan.
Aku bisa menonton TV.
Terlalu banyak menonton TV tak baik untukmu.
Permisi. Hanya mau ini.
Temanku Emily memberiku ini.
Setiap kali dia dapat boneka baru, aku dapat boneka lamanya.
Sial.
Anjingnya mengigit boneka ini, tapi masih bagus.
Dia tinggal jalan melompat saja. Lihat?
Kau tahu kau anak lelaki, 'kan?
Ya.
Anak lelaki tak main boneka.
Aku anak lelaki dan main boneka.
Makan malam siap!
Sampai nanti, Palmer.
- Bakso. - Terima kasih.
Kau sudah mendapatkan pekerjaan?
Belum.
- Nanti pasti dapat. - Bu Vivian.
- Itu untuk dia. - Kami suka bakso.
Satu untukmu dan satu untukku.
Berapa lama biasanya ibumu pergi?
Diamlah.
Kapan kau akan mengembalikan sisa kembalian dari toserba?
- Sudah kukembalikan. - Tidak, masih kurang.
Apa maksud Nenek "kurang"?
No comments yet. Be the first to leave one.