The first 200 lines.
Di pegunungan ini,
jauh dari kota,
ada hiburan yang populer di kalangan perempuan.
Kami menyebutnya…
“Paluwagan.”
Di huruf "O"...
- Apa itu? - Apa itu?
- Ya, ya! - Apa itu?
Posisi favorit kita!
- Apa itu? - Atau mungkin itu cuma favoritku.
Tentu saja, 69!
- Ya Tuhan! - Woohoo!
Ini Marites.
Pedagang yang dengan sabar membawa barang
dan produknya ke pegunungan.
- Hei, Marites! - Hei kak!
- Hai nona-nona! - Hei, Marites!
- Ya ampun! - Hei, tenanglah.
- Hei, pesanan kami! - Hei, pesanan kami!
- Aku membawa semua pesanan kalian! - Ya!
Karena kota sangat jauh dari tempat kami,
semua orang membeli darinya.
Dia memulai keunikan kami…
Paluwagan.
Dalam versi rahasia paluwagan
di pegunungan ini,
setiap peserta menyumbang
dua puluh peso per hari
dari Senin sampai Jumat,
atau totalnya seratus peso
per kepala setiap minggunya.
Dan setiap hari Sabtu,
satu orang dapat bayaran sebesar seribu peso.
Orang yang menerima bayaran bisa memilih
uang seribu peso,
atau kesenangan.
Jika kau memilih kesenangan,
Hector akan jadi milikmu.
Kau bisa memilikinya selama dua hari,
dan satu malam.
Di sebuah gubuk di tengah hutan,
kau bisa melakukan apapun yang kau mau.
Jika tidak mau menggunakan gubuk tersebut,
dia bisa membawa pulang Hector
tapi dengan biaya tambahan.
Keesokan harinya,
sebelum matahari terbenam,
perempuan itu harus melepaskan Hector.
Dan jika Hector tidak segera kembali,
akan dikenakan denda seribu peso lagi
karena dia tidak kembali.
- Kau menyelesaikan kontribusimu? - Tentu saja!
Jika kau menyelesaikannya, kau tidak punya masalah.
- Ah, benarkah? - Aku akan mengantarmu ke gubuk.
Pastikan kau kembali pada hari Sabtu.
Hector milikmu sepenuhnya.
Manjakan dirimu sampai vaginamu sakit!
Hampir semua lelaki di pegunungan
bekerja sebagai kuli bangunan di kota terdekat
di wilayah kota ysng sedang membangun.
Mereka hanya kembali sebulan sekali
untuk mengunjungi orang yang mereka cintai
jadi hanya perempuan yang tersisa
di pegunungan ini.
Karena dia perlu mencari uang,
Tata Etchor pernah meminta bantuan Marites
untuk memberinya pekerjaan di konstruksi Walikota.
Tapi kata mereka
tidak ada lowongan yang tersisa.
Marites.
Oh.
Terima kasih banyak.
Aku sangat berterima kasih.
Eh
Um...
Terima kasih.
Aku juga sedang berjuang keras sekarang.
Kami bahkan tidak punya uang untuk beli beras.
"Kami"?
Tunggu, ada orang di sini, Tata?
Eh,
Ya…
Eh...
Mm…
Ini Hector.
Lelaki yang kekar.
Tampan,
- kuat. - Hey.
Dan merupakan impian setiap perempuan
untuk merasakannya di pegunungan.
Tata Etchor.
Aku memikirkan cara agar
kita bisa memanfaatkan laki-laki itu.
Hm?
Karena di desa
kita punya “paluwagan”.
Aku memikirkan
memberinya pekerjaan.
Sebenarnya,
dia tidak ada hubungannya dengan Tata Etchor.
Dia bahkan tidak mengenalnya.
Dia menemukan laki-laki itu
tidak sadarkan diri di tepi sungai.
Sepertinya dia datang dari tempat lain
dan berakhir di barrio kita.
Tata Etchor membawanya ke gubuknya
dan mengobati lukanya.
Tapi hari-hari terus berlalu,
dia masih belum bangun.
Sampai suatu hari,
dia tiba-tiba membuka matanya
dan sangat bingung di mana dia berada.
Orang tua itu lalu menceritakan
bagaimana dia menemukannya di tepi sungai.
Orang tua itu bertanya
siapa dia dan dari mana asalnya.
Tapi dia bilang dia tidak bisa mengingat namanya
atau dari mana asalnya.
Yang bisa dia ingat hanyalah
dia sedang terbang
dan jatuh dari tebing.
Apa kita akan menjual Hector
dan menawarkannya pada para perempuan di desa?
Dasar bajingan!
Kau kira kita sedang berbisnis prostitusi!
Sialan.
Tata Etchor,
mari kita praktis saja.
Yah... kau tidak punya uang lagi.
Dari mana kau dapatkan uang untuk membeli makanan,
beras, dan obat-obatan?
Dan bagaimana dengan kebutuhanmu di sini?
Kau harus menggunakan otakmu, Tata Etchor.
Dan bagaimanapun juga,
dia laki-laki.
Dia tidak akan rugi apa-apa.
Dia akan tetap kuat.
Kami akan merahasiakannya.
Untuk setiap seribu peso.
Aku mengumpulkannya setiap minggu,
Aku akan memberimu dan Hector 600 peso.
Dan aku akan menyimpan 400 untukku.
Wah,
banyak sekali uangnya, Tata Etchor!
Lebih baik daripada uangmu
yang kau peroleh dari menjual sayuran hasil panenmu.
Plus,
kau sekarang makin lemah.
Lututmu terluka.
Biarkan laki-laki itu melakukan pekerjaannya
dan beristirahat saja di rumah ini.
Oke, Tata.
Jika aku tidak bisa meyakinkanmu,
tidak apa-apa.
Jika kau berubah pikiran,
cari saja aku di desa.
Kalau begitu.
Aku akan pergi.
Namanya 'Hector'
nama yang diberikan Tata Etchor
dari mendiang anaknya.
Dan untuk saat ini,
begitulah mereka memanggilnya.
Tata Etchor yang malang.
Dia tidak banyak bicara.
Dia sedang sakit.
Dia perlu istirahat sekarang
dan berhenti bekerja.
Hey!
Hector, santai saja.
Anggur beras ini kuat.
Tidak terima kasih.
Bukannya para pendeta juga minum alkohol?
Ya kenapa? Kau pendeta?
Kau biasa minum?
Itu terlintas di pikiranku.
Kenapa Tata Etchor harus dirawat seperti itu?
Kau bahkan tidak ada hubungan keluarga, kan?
Dia orang yang baik.
Kau tahu, sama sepertimu
dia juga menyelamatkanku?
Mungkin sudah lima tahun.
Aku dan suamiku sedang dalam perjalanan
ke tanah yang kami warisi ini
untuk menjual dan membawa beberapa barang.
Tapi kami disergap.
Mereka menghentikan kami dan mengambil barang-barang
dan uang kami.
Itu pun tidak cukup,
mereka juga memperkosaku.
Militer,
mengancam kami.
Suamiku melawan.
Saat mereka memperkosaku,
mereka menembak suamiku.
Dan aku?
Mereka meninggalkanku di tengah tanah warisanku.
Tata Etchor datang diutus dari surga.
Karena dialah yang menyelamatkanku.
Dia kebetulan lewat dan menolongku.
No comments yet. Be the first to leave one.