The first 200 lines.
=== Diterjemahkan Oleh === FAFATIRTIR & AGOESINEMA
KUNG FU ALAM GHAIB
Mari kita mencari sedikit angin
Muridmu itu benar-benar nakal
Berani-beraninya bermuslihat didepan mata kita
Sialan! Sekarang aku harus mulai lagi
Yilang, jaga malam lagi?
Begitulah!
Sudah siap jaga malam selama 2 minggu?
Ya, aku tidak seberuntung kamu, Pulang dan istirahatlah
Kalian tidak cukup waspada. Kini sebuah kitab telah dicuri,
Apa yang harus kukatakan kepada Rahib Kepala?
Ini semua salahku. Aku terlalu menganggap remeh penyusup itu
Ternyata dia sangat sakti mandraguna
Dengan kata lain dia bukan saja menyerang Kuil Shaolin
Aku menduga kitab itu bukanlah tujuan utamanya
- Dia pasti punya tujuan lain... - Jangan menduga-duga.
Ini ketidakmampuanku memegang amanah
- Ini kesalahanku - Jangan salahkan dirimu
Aku yang harus disalahkan
Sebagai pimpinan Shaolin ke 32
Aku bahkan belum melihat Kitab itu.
Aku tidak pantas memimpin Shaolin
- Ketua! - Ketua, jangan berputus asa
Kita bisa menangkapnya dengan siasat.
Anggap saja selesai, itu hanya kitab biasa.
Kitab biasa? Kau tahu itu kitab apa?
- Apa itu 7 Jurus Kematian? - Ya itu Kitab 7 Jurus Kematian
Pimpinan ke 25 melarang mempelajari jurus itu, karena terlalu berbahaya
Kini kitab itu telah dicuri
Ini bisa mendatangkan petaka dalam dunia persilatan
Aku yakin, para pendiri Shaolin
Sudah menciptakan jurus tandingan
Tapi kitab 5 Jurus tandingannya itu sudah hilang berabad-abad lalu
Atas pencurian ini, akulah yang patut disalahkan
Untuk itu aku harus ke pertapaan untuk meditasi dan bertobat
Aku disini selama 100 hari
Aku akan serahkan kepemimpinan kepada Guru Chingsi
Kalian semua harus taati perintahnya
Baik!
Kalian semua harus waspada. Jangan buat kesalahan lagi.
Jaga diri, Ketua! semoga Budha memberkati!
Semua yang berjaga di perpustakaan bersalah karena lalai
Kalian harus dikunci dalam ruang pertobatan selama 3 hari
Baik, Kelompok Chundu, silakan
- Yilang juga. - Aku?
Guru, aku tidak ada hubungannya, aku hanya tertidur diluar.
- Masuk! - Tapi...
- Tapi aku tidak bersalah! - Kau tidak beruntung
Kenapa harus aku?
- Karena sial - Anak nakal, lekas masuk!
- Tapi Kak... - Sudah lekas masuk!
Tapi aku sungguh tidak bersalah!
Aku takkan sanggup meditasi 3 hari
Tolonglah, aku hanya tertidur. Itu bukanlah kejahatan
- Tapi kau tidur disaat tugas! - Aku tidak sengaja
Aku hanya tertidur sebentar
Kau layak dihukum. pergilah renungkan perbuatanmu
Kakak, kakak tertua...!
Kalian semua layak dihukum
Kalian berlima, tapi dia berhasil kabur
Dan kini aku juga kena getahnya
Kenapa aku selalu kena sialnya
Meditasi dan bertobat, memang apa yang harus kupertobatkan?
Aku takkan bertobat
3 hari tanpa makanan? Jangan khawatir!
Aku akan makan sepuasnya begitu keluar
Tenanglah!
Ayo!
Mampus kau!
Kemana kau?
Pantatku!
Aromanya sedap!
- Apa ini? - Aromanya sedap bukan?
Aku sudah berjuang keras untuk membuat sup ini.
Bahan utamanya adalah ayam yang belum sempat bertelur
Bagaimana kau tahu ayam itu belum sempat bertelur?
Jangan memotong ucapannya! Terus apa lagi bahannya?
Katak... burung.. ikan mas... belut
Ikan lele, bekicot, itik, ayam hutan, cacing tanah...
Cacing tanah? memangnya itu bisa dimakan?
Dasar kampungan. Cacing tanah itu makanan kesukaan Kaisar
- Sudah matang? - Bisa makan sekarang?
Tapi dengarkan dulu. aku tak mau disalahkan jika Ketua tahu
- Tentu saja tidak. - Mari makan.
- Ayo! - Nikmatilah.
Jangan berebut
- Hanya ada yang kurang. - Apa itu?
- Anggur! - Aku punya.
- Kau ambil dimana? - Ini untuk Budha.
Kau ambil itu dari altar?
- Jadi kau tak mau? - Tentu mau, bagaimana rasanya?
- Astaga ! - Apa ?
- Aku lupa - Apa ?
Daging anjing. akan lebih gurih kalau itu ditambahkan
- Tentu! - Kita coba lain kali.
Sedap sekali!
Luar biasa
Yilang, resep apa ini? Apa namanya?
- Ini resep turun temurun. - Benarkah ?
Resep ini diciptakan oleh Kaisar Qianlong.
- Namanya Rahib Nangkring di Pagar - Nama yang aneh
Aromanya seperti rahib yang ...
Rahib Nangkring di Pagar? kurang ajar!
Kau akan dihukum
Yilang, kau tidak boleh bercanda
Kakak
- Bisakah pakai kuas yang kecil? - Tidak bisa.
Inti dari hukumanmu ini agar kau jerah
Tapi kuas ini berat sekali
Sampai dimana tadi?
Kitab-kitab suci...
Aku salah tulis, Harus mengulang kembali
Dasar geblek!
Jelek sekali
Terserahlah
Sial! Mengulang lagi!
Ada apa dengannya?
Apa yang terjadi?
Ada apa denganmu?
Kupikir menyalin kitab suci pekerjaan yang mudah
Ternyata itu pekerjaan yang melelahkan.
- Lihatlah tanganku. - Yilang, kami prihatin padamu
- Tapi kami tak bisa membantumu. - Ya
- Aku ragu - Kenapa?
Butuh waktu seharian untuk setengah halaman
Aku disuruh menulis 100 salinan, Itu bisa seabad kuselesaikan
Lihat berapa tebal kitab ini. Menurutmu berapa halaman aku sangggup?
Tujuh Jurus Kematian?
Ayahmu sudah bersusah payah untuk mendapatkannya
Kita harus memenangkan gelar Raja Persilatan tahun depan
Ayahmu berkata kitab ini adalah kunci kesuksesan
Ayah, benarkah jurus ini sakti mandraguna?
Itu bisa membuatmu tak terkalahkan
Kau harus pelajari dengan seksama Kitab 7 Jurus Kematian ini
30 tahun yang lalu,
Ayahmu gagal memenangkan kejuaraan karena campur tangan Shaolin
Jadi kau tentu paham mengapa ayahmu berharap banyak padamu?
Bibi, aku berjanji tidak akan pulang kerumah tanpa gelar itu
Kau memang petarung, itu baru namanya putraku
Setelah kau kuasai 7 Jurus Kematian itu
Gelar raja di raja persilatan akan menjadi milik Klan Luk selamanya
Bukankah kau juga bilang, ada jurus tandingan dari 7 jurus kematian ini
Ya tapi jurus itu hilang berabad yang lalu
Kecuali kitab itu jatuh dari langit
- Apa yang terjadi? - Lari!
Lekas keluar dari sini!
- Apa itu? - Darimana mereka datang?
Hey! Darimana kalian?
- Ayo dekati mereka. - Ayo mendekat!
Coba sentuh saja
- Mengapa ini dingin sekali? - Dingin
Hantu! Lekas lari!
- Sudah, sudah, ada apa ini? - Ada hantu!
- Ada hantu diatas sana. - Hantu? Omong kosong.
- Aku tidak percaya - Naik dan lihatlah sendiri
TUHAN MAHA MELIHAT
Budha, hambamu yang hina ini memohon
Kuil kami dihantui
Bolehkah kupinjam kertas mantramu? Akan kukembalikan segera
Permisi
Maafkan hamba
TUHAN MAHA MENDENGAR
Maafkan hamba
Kakak, apa yang kau lakukan ?
Mantra-mantra ini bisa melindungiku
Mereka memberiku penglihatan dan pendengaran yang tajam
Jika hantu-hantu itu muncul lagi...
Kutangkap mereka. Sekarang enyahlah
Ayo
- Apa yang dia lakukan? - Entahlah
- Menurutmu? - Mana aku tahu?
- Haruskah kita tanya? - Tanyalah
Apa kau sedang sakit kepala?
Sakit kepala? Kalau melihat kalian saja
- Rahib Kepala menyuruh kami kesini - Baiklah, pergi sana
- Kenapa kalian kemari? - Kami disuruh jaga malam
Ada hantu dilantai atas / Mustahil / Memangnya kau lihat?
- Saat kusentuh tubuhnya sedingin es - Betul begitu?
- Benar. - Kau perlu menemui tabib.
- Yilang, aku tidak ikut. - Bagaimana denganmu?
- Kau bagaimana? - Tanya dia.
Baiklah pengecut, aku naik sendiri
- Ini tidak bercanda - Kemari!
Hantu-hantu itu berambut merah dan jahat
Kenapa aku tak bisa tidur?
Benarkah tempat ini berhantu?
Akan kubuat mereka bermain denganku
Hei siapapun kalian, dengarlah !
Mau besar, kecil, serakah, bersalah
Bodoh, nakal, jorok, terserah tampakkan saja dirimu!
Apa yang kalian takutkan? Keluarlah
Aku juga dikenal bandel, jadi kurasa kita cocok
Tidak mau?
Kalau begitu aku tidur saja
Apa-apaan ini..?
Ini tidak begini sebelumnya
Apa aku bermimpi?
Masih menyala?
Tempat ini benar berhantu
No comments yet. Be the first to leave one.