The first 200 lines.
Tuhan memberkati. Terima kasih sudah menyaksikan.
Hari ini...
Aku akan bicara mengenai menahan godaan.
Sekarang, kita semua tahu kisah dari Alkitab
tentang David dan Goliath.
Sang Juara dari Philistine
melawan musuh yang lebih lemah dan lebih kecil
yang hanya memiliki keberanian untuk melawannya.
Anda lihat...
David sudah tahu dia akan menang.
Ada Tuhan bersamanya.
Goliath bisa seperti dosa itu
dalam hidup Anda yang
sangat sulit untuk dikalahkan, tapi Anda...
bisa seperti David.
Dengan Tuhan di sisi Anda...
Anda bisa mengalahkan musuh besar Anda
dan hidup bebas dari dosa.
Pertanyaannya:
Dosa mana yang menjadi Goliath Anda?
Kau dapat ini?
Ya, apa itu?
Aku tidak mem-follow orang ini.
Kau dapat ini?/ Apa ini?
Ada apa? Apa ada Peringatan AMBER?
Tidak ada apa-apa di ponselku.
Ini peringatan dari PicThread.
Oh, pantas saja--
Aku tidak pakai media sosial.
Homestead Harrison?
Aku tidak mem-follow siapa pun yang bernama Homestead Harrison.
Aku juga tidak./ Sepertinya
orang ini mengirimkan peringatan ke semua orang di sini.
Apa? Raven, apa kau lihat foto ini?
Tidak, bukan semua orang yang ada di ruangan ini.
Setiap pengguna di PicThread menerima foto ini.
Apa ini hoax?
Tidak.
Kepucatan di ujung jari-jarinya,
warna ungu menandakan kematian, jadi...
entah orang ini sangat berniat sampai memerhatikan sedetil itu,
atau memang orang itu mati.
Siapa yang memposting?
Aiden Harrison. Profille bilang dia tinggal di Boston.
Periksa. Postingan ini ber-geo-tag.
Kita harus memilih menunjukkan
lokasi kita di PicThread. Bukan aplikasi yang melakukannya.
Jadi Aiden Harrison ini ingin kita
mengetahui di mana foto ini diambil.
geo-tag bilang tempatnya adalah gereja di Boston.
Ini Aiden Harrison.
Sepertinya dia sudah lama di sini.
Dua atau tiga hari,
dari tampak dan baunya.
Gerejanya sedang direnovasi.
Memberi si pembunuhnya waktu sebelum mengirim foto itu.
Raven baru dapat pemberitahuan dari VICAP.
Dia dihilangkan hilang seminggu yang lalu./ Pembunuhnya pasti
meretas akun PicThread-nya.
Kenapa menunggu memposting gambar ini sampai tadi pagi?
Dan kenapa juga harus dipost?
Ini parah. Ada darah
dan cairah tubuh di portnya,
membasahi seluruhnya melalui keyboard.
Aku akan ambil semuanya ke CTOC,
lihat apa aku bisa mengembalikan datanya.
Baiklah.
Ayo bangun.
Wah, sial.
Ada yang harus dilakukan dulu.
Lidah orang ini dipotong.
Tersedak sampai mati karena darahnya sendiri.
Apa itu tato?
Ya, ini kode QR.
Mungkin petunjuk dari pembunuh kita.
Dia orang yang baik.
Ayah yang baik.
Suami yang baik.
Tolong terus doakan kami.
Siapa pun yang melakukan ini
harus berhadapan dengan Tuhan
dan diadili.
Aku tak bisa bayangkan
kehilangan orang tercinta dan mengetahui soal itu
di media sosial./ PicThread sudah menghapus fotonya,
tapi terlanjur menyebar luas, sudah ada di internet.
Selamanya.
Raven, apa kau bisa mencari tahu caranya
foto itu bisa terkirim ke setiap pengguna?/ Ini aneh memang.
Semua orang, semua subscriber PicThread,
sedang mem-follow Pastor Harrison.
Aku tahu khotbah online
seperti mimbar abad ke-21,
tapi itu gila, sampai sebanyak itu followernya?
Ya, beberapa yang paling populer
hanya memiliki empat atau lima juta.
Pastor Harrison sudah memakai media sosial selama lima tahun.
Dan minggu kemarin dia dapat 80.000 follower
di PicThread, tapi hari ini...
dia baru saja melebihi 200 juta follower.
Bagaimana bisa?/ Aku belum tahu.
Pasti diretas. Tunggu, lihat ini.
Dia baru-baru ini mulai memposting
soal menjungkirkan perarutan pernikahan gay
dan memprostes klik aborsi.
Itu menarik, `kan?
Jika kau kukuh melawan topik politik,
itu membuat percikan yang lebih besar secara online.
Mendapatkan begitu banyak follower dengan cara seperti itu.
Ya, tapi postingan kontroversial bisa membuat orang-orang marah.
Bahkan bisa membunuh.
Apa yang kau temukan, Nelson?/ Kode QR biasa.
Seperti yang ada di seluruh iklan majalah, hanya yang ini
terhubung pada website dengan domain Swedia.
Lihat ini.
Sekarang...
Saat aku pindai kode QR-nya
yang kita temukan di Pastur Harrison.
sensor gambar di ponselku
membaca data, dalam kasus ini, alamat website.
Lalu apa yang ada di website itu?
Aku tidak tahu. Aku cuma tahu alamatnya.
Mungkin itu situs phishing
atau mungkin menyimpan malware ke network.
Ya, tapi aku ingin membuat koneksi terisolasi
untuk meminda kode QR itu, lalu kita bisa lihat apa yang ada di website itu.
Hanya ponsel ini yang akan
terkena.
Lakukan./ Baik.
Itu yang aku maksud.
Baik, jadi sidik jari yang bisa kudapatkan dari laptop itu
hanya milik Pastur Harrison.
Dan sebelum tertutup darah,
laptop ini masih baru.
Hanya ada satu file ber-user di seluruh hard disknya.
"Jika kau tidak bisa bicara baik,
jangan bicara sama sekali."
Dan ini bukannya hasil copy-paste, lihat.
Ada typo
di beberapa baris.
Makin ke bawah, makin parah.
Kapan dokumen ini dibuat?
Dari datanya sih...
tiga hari lalu./ Jadi setelah
Pastur Harrison dilaporkan hilang.
Jadi dia diikat di kursi
dan dipaksa menulis ini terus menerus.
Ada 10.000 baris di sini.
Bahkan mengetik 60 kata per menit,
butuh berhari-hari.
Ada yang ingin memberi dia pelajaran.
Oh, benarkah? Aku tidak tahu.
Baiklah, kita cari Avery.
Aku tidak tahu.
Wah, kau sudah lihat ini?/ Aku tidak tahu.
Waw.
Ini tidak mungkin kebetulan.
Kita dapat foto baru./ Ya, sudah lihat.
Pentas pembunuhan lain yang dikirim ke semua orang di PicThread?
Setelah kami memindai kode QR
dan masuk ke situsnya, pesan ini muncul.
"Ada hal yang lebih baik tetap tertutup."
Dan ponsel semua orang mulai
mendapat peringatan PicThread baru.
Jadi hal yang kita lakukan memicu itu muncul?
Jadi kita sedang melihat satu, mungkin dua korban di sini.
Hastag #GraphicWarning.
Sama seperti di foto yang satunya.
Jadi target kita ingin kita tahu
ini terhubung dengan pembunuhan yang sebelumnya.
Ini seperti Zodiac Killer
yang mengirim surat ke media.
Kita punya pembunuh berantai yang mengejek kita
di media sosial.
Kode QR (quick response) - sebuah pola kotak hitam-putih yang bisa dipindai dengan kamera di smartphone untuk mengunduh informasi.
Ponselku berdering menyangkut
foto di PicThread.
Anak Presiden sendiri menerima gambar itu.
Dia memanggilku untuk jawabannya.
Aku harap kau punya.
Kedua foto itu punya geo-tag.
Petugas hukum setempat sedang bergerak
ke lokasi kedua.
Kita tidak tertinggal jauh./ Dan aku mengerti
Divisi Cyber kita bertanggung jawab
atas foto kedua itu terpublis?/ Saat halaman itu dibuka
di CTOC, hal itu menjalankan skrip yang otomatis memposting
foto selanjutnya di PicThread.
Target itu ingin FBI bertanggung jawab karena mengirimnya.
Aku janji, ini tidak akan terjadi lagi.
Bagus.
Ayolah, kau tidak bisa membagi
satu jam saja untuk ayahmu?
Ayah, aku minta maaf.
Kau harus membatalkan makan siang kita.
Kasus ini datang begitu saja.
Aku paham.
Tapi, bisa kita bicara sebentar?
Ini penting.
Ya. Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.