The first 200 lines.
DIVORCE ATTORNEY SHIN
Apa kau tahu bahwa kau sangat populer belakangan ini?
Aku cukup sering dapat tawaran untuk tampil di TV belakangan ini.
Aku masih tidak percaya sampai sekarang.
Videomu diputar lebih dari sejuta kali dalam waktu yang singkat.
Kau juga sering muncul di media sosial.
Aku ada pertanyaan yang agak personal.
Apa kau sudah menikah?
Aku belum menikah.
Pasti semua pendengar langsung fokus mendengarkan.
Biar aku yang mewakilkan para pendengar untuk menanyakannya.
Satu pertanyaan lagi yang agak personal.
Apa kau sudah punya pacar?
Tidak ada.
Tidak ada. Kau tidak punya pacar.
Semua kasus yang kutangani tidak kalah berharga seperti pacar.
- Begitu. - Astaga.
- Bagus. Benar-benar sempurna. - Jawaban yang sangat profesional.
Kau pasti disukai banyak orang.
Kau memainkan "Erlkönig" yang diciptakan oleh Franz Schubert.
Bisa dibilang sangat dinamis.
Apa kau memang suka komposisi ini?
Ya. "Erlkönig" adalah komposisi
yang bagus untuk dimainkan.
Dan sebenarnya, musik yang sangat terkenal juga.
Aku sudah cari tahu dahulu sebelum bertemu denganmu.
Lirik komposisi ini adalah sebuah puisi yang ditulis
oleh Goethe, seorang penulis sekaligus filsuf dari Jerman.
- Benar sekali. - Ya.
Sebenarnya, cerita yang terkandung dalam puisi sangat tragis.
Pak Shin, omong-omong,
apa yang membuatmu berpikir untuk berganti pekerjaan?
Pianis berbakat.
Kau bahkan mengajar para siswa di Jerman.
Kenapa tidak ada pembahasan siapa yang membuat video?
Acara ini benar-benar mengecewakan.
LANGSUNG
Tidak ada alasan spesial.
Aku hanya penasaran dengan hukum.
Kau mungkin penasaran, tapi ini bukan hal yang normal.
- Kau sungguh menyebalkan, Shin Sung-han. - Kau belajar untuk ujian pengacara?
Kau belajar dari buku teks?
"Buku teks"?
SEMUA ISU
- Buku Kode Etik Profesi Hukum. - Begitu.
Kuharap kau juga mati.
Kalau begitu, mari kita bahas
pekerjaanmu sekarang.
Aku yakin ada gugatan paling sulit yang membekas di ingatanmu.
Apa kau bisa menceritakannya?
Menurutku, tidak ada gugatan yang mudah.
Aku selalu merasa gelisah karena takut ada yang terlewatkan.
Gugatan yang sedang kutangani juga tidak mudah.
Gugatan apa?
Gugatan cerai pasangan suami istri,
yang tiba-tiba menjadi isu sensitif karena diangkat sebagai masalah sosial.
"Masalah sosial"?
Apa kau bisa menceritakannya?
Istri, yang berasal dari Vietnam, melayangkan gugatan cerai.
Namun, klienku masih tidak mengerti
kenapa istrinya bersikeras ingin bercerai.
Aku tidak bisa membahasnya karena isu ini sangat sensitif.
Begitu.
TADINYA AKU PENGGEMAR… DAH
Kurasa aku tahu kasus yang kau bicarakan.
DIA BERTEMAN DENGAN SUAMI ITU?
Baiklah…
Begitu.
Kau pasti sangat tertekan.
Benar.
Semua gugatan yang kutangani selalu membuatku tertekan.
- Begitu. - Ya.
Kalau begitu,
apa kau memiliki resolusi spesial untuk menghadapi kasus kali ini?
Resolusi?
Aku akan selalu berusaha
- melakukan yang terbaik di pengadilan. - Bajingan ini benar-benar…
Suara Pak Shin enak didengar, ya?
Cocok dengan acara radio.
Biasanya orang, yang baru menjadi bintang tamu, terdengar gugup.
Benar.
Dia memang lumayan berbakat di dunia hiburan.
Sejujurnya,
Pak Shin harus berterima kasih kepadaku.
Jika bukan karena aku, dia tidak akan diundang ke sana.
Peranku sangat penting.
Kau masih ingat Jae-sik, teman kita waktu kelas dua SMP?
- Ya. - Katanya dia reporter.
- Kita hubungi dia saja. - Artikel saja tidak cukup.
Lawan kita adalah Keumhwa.
Percuma masuk artikel, pasti akan hilang dalam sekejap.
Sebentar. Ada yang ingin kutanyakan.
Kenapa kau memanggilku?
Kau sedang cuti, 'kan? Sumbangkanlah bakatmu.
Menyumbang bakat?
Kalau begitu, begini saja.
Buat unggahan di komunitas.
Jika menjadi isu, biasanya pelaku bisa tertangkap.
Tidak bisa.
Pak Ma tidak boleh semakin menjadi pusat perhatian.
Sebenarnya, aku…
terpikirkan suatu ide.
Aku ingin tahu pendapat kalian.
Kasus ini sudah menjadi masalah sosial besar.
Opini publik sudah berpusat pada Dinh Thi Hoa.
Pak Ma juga ikut terseret.
Namun, hanya Dinh Thi Hoa yang dapat simpati.
Kalau begitu, kalian juga harus mendapatkan simpati publik.
Karena itu berpengaruh besar.
Ya. Makanya aku ingin tanya pendapat kalian.
- Mengenai idemu? - Benar.
Kita bisa membuat aku,
Shin Sung-han.
Pengacara Shin Sung-han
dikenal sebagai…
Pria paling tampan di bidang hukum.
Pria seksi yang sempurna dalam segala hal.
Sangat jantan.
Atau mungkin
pria berbakat dari Seocho-dong
yang tidak kalah tampan dengan idola para wanita muda.
- Harta nasional? - Kau sadar tak sehebat itu, 'kan?
- Bukan begitu. - Bagaimana dengan radio?
Apa ada acara yang bisa mengundangnya?
Pantas kau memaksaku untuk datang ke sini.
Karena butuh koneksi?
Harus ada isu untuk mendapat perhatian publik.
Agak gila mengeklaim sebagai idola Seocho-dong.
Pria berbakat…
Anggap saja kita melakukannya.
Siapa yang peduli?
"Agak gila"?
Hentikan.
Pembahasan rapat kali ini sulit sekali.
Apa perlu putar lagu latar?
"Erlkönig" ciptaan Franz Schubert.
Bagus sekali.
Apa itu?
Aku yakin pasti ada isu yang bagus untuk dibicarakan.
Jangan buat isu untuk dikeluarkan.
Pak Choi!
Kau genius.
Aku akan membunuhmu.
Silakan dilihat.
Ini sungguhan?
Bukan diedit?
Bukan.
Tidak diedit. Itu aku.
Ini bisa dijadikan isu, 'kan?
Astaga. Keren sekali.
Siapa yang peduli dia pengacara?
Semua bisa dilakukan selama ada uang.
Kita harus menyatukan kekuatan untuk menghancurkan orang-orang ini.
- Kalian tahu rekeningku sponsor, 'kan? - Juga pengacara bedebah itu.
Hampir semuanya pengacara dan politikus.
Kenapa tidak sekalian menjadi pemeran utama drama saja?
DIA MENJUAL DIRI PENGACARA YANG MENCARI PERHATIAN
DIVORCE ATTORNEY SHIN
Kau sangat tertarik dengan piano?
Ya.
Pantas saja.
Aku penasaran kenapa Shin Sung-han.
Ternyata karena piano?
Apa kau ganti jurusan seperti dia?
Tidak. Kemampuanku tidak sehebat itu.
Cinta bertepuk sebelah tangan.
Dengan Sung-han?
Dengan piano.
Sudah kubilang, dia berbeda dari yang lain.
Dia memang seperti ini. Senang membuat lelucon.
Bagaimana Sung-han belakangan ini?
Dia sedang menyiapkan gugatan
dan menghabiskan waktu dengan temannya.
Bagaimana persiapannya untuk kasus Ma Chun-seok?
Persiapan apa?
Maksudmu,
strategi untuk memenangkan kasus?
Memang aku dapat apa?
Kupikir kau hanya bercanda karena aku tiba-tiba ingin keluar.
Jika persoalannya seserius ini dan terus berlanjut,
harus ada kesepakatan.
Kau makin mirip dengan Sung-han. Dia mengajarimu banyak hal?
Tidak juga. Ini hanya caraku untuk bertahan hidup.
Aku langsung mengaku begitu diterima,
- kau menyuruhku jadi mata-mata. - Dia bilang apa?
Dia menyuruhku bersikap sebagai mata-mata
dan minta bayaran untuk traktir mereka.
Jika kau serius ingin mendapatkan informasi,
kau harus memberiku jaminan lain.
Ternyata orang terpelajar belum tentu punya akal sehat.
Maaf, tapi aku bukan orang yang bisa diperalat begitu saja.
Choi Jun.
Pak Choi.
Jadi, jaminan seperti apa
yang kau inginkan?
Kau serius?
- Kau minta posisi Park Yu-seok? - Ya.
Aku benar-benar keren.
Bisa dibilang sikapku sangat tegas.
Apa kau terharu?
No comments yet. Be the first to leave one.