The first 200 lines.
Kakak lagi lihat apa?
Land?
Ah, mau pergi sama Mei, ya?
Aku juga mau ikut!
Tidak boleh.
Kakak ingin berduaan saja dengan Mei.
Hah?
Reservasi Hotel
Dasar pelit!
Kau belum bilang pada siapa pun?
Ya...
Waktu aku mulai pacaran sama Takeshi, aku ngasih tahu semua orang, lho
Itu memalukan.
Aku yakin mereka juga takkan peduli.
Tidak, kok! Aku yakin mereka pasti mau tahu!
Oh, Kai.
Yo.
Hai.
Kalian kayaknya asyik sekali.
Lagi ngomongin apa?
Kai, kau akan ngasih tahu atau menyimpannya sendiri?
Soal apa?
Cinta.
Mei tidak mau ngasih tahu siapa pun kalau dia pacaran dengan Yamato.
Asami!
Kalau begitu, kalian mau pergi ke Land dengan teman atau pacar?
Kenapa tiba-tiba ngomong tentang Land?
Semua orang lagi heboh soal Land, 'kan?
Bagaimana?
Aku lebih suka pergi dengan teman.
Mei apa?
Yang mana saja.
Pilih salah satu!
Bisa kubayangkan kalau kalian kencan di sana.
Be-Benarkah?
Pergi sama teman memang menyenangkan,
tapi kalau kencan rasa senangnya jauh berbeda.
Ah, main di sana nggak ada puasnya!
Kai!
Kitagawa...
Kak Megumi!
Kami selalu baca majalah tentang Kakak.
Kami baca di majalah kalau Kak Megumi suka dengan Land.
Tolong terimalah!
Lucunya. Kalian yakin?
Ya, tentu saja!
Terima kasih.
Kau beruntung sekali, Kitagawa.
Kau tinggal bilang suka sama Land,
terus penggemarmu bakal ngasih hadiah.
Apa kau mau ini?
Hah?
Kau yakin?
Ya.
Tapi... serius, nih?
Ya, ambillah.
Wah! Asyik!
Hoi!
Aduh!
Ini untukmu, 'kan?
Harusnya kaupikirkan perasaan gadis-gadis itu.
Habisnya itu tidak berguna bagiku.
Hah?
Akan lebih berguna kalau aku ngasih ke orang yang mau memakainya.
Selain itu, aku tidak terlalu suka Land.
Kalau begitu, kenapa kau berbohong?
Sudahlah. Ambil saja ini.
Ini tiket.
Aku dapat dari agensi.
Serius, nih?
Tapi ini mahal, 'kan?
Ambil saja.
Tidak bisa.
Aku akan bayar.
Sudah kubilang, ambil saja. Dasar menyebalkan.
Ah, tapi...
Kai, kau sudah kenal lama dengan Yamato, 'kan?
Kukira, aku bisa dekat dengan Yamato kalau berteman denganmu,
tapi sepertinya aku salah.
Yamato?
Apa maksudmu?
Sudahlah. Aku akan berusaha sendiri saja.
Eh? Hoi, tiketnya!
Ambillah.
Kalau tidak mau, buang saja.
Biar kubantu, Asami.
Megu.
Aku tidak cuma tinggi, tapi juga kuat, lho.
Terima kasih.
Kita belum pernah ngobrol,
padahal kau itu teman pertamaku di sini.
Eh?
Kita harus ngobrol lebih sering lagi.
Permisi.
Aku sama sekali tidak tahu.
Iya, 'kan?
Aku juga tidak tahu sampai nonton itu di TV.
Aku mau ke toilet dulu.
Ah, aku juga.
Yamato.
SMA Toumei
Kitagawa.
Ada waktu sebentar?
Mei dan Kai?
Kemarin, aku dengar percakapan mereka di atap.
Mereka semangat sekali mau pergi bersama ke Land.
Padahal Mei pacaran sama Yamato, 'kan?
Tak kusangka, dia mau kencan dengan Kai.
Tidak mungkin. Kau pasti salah dengar.
Mungkin saja...
Ah, maaf.
Harusnya aku tak cerita padamu,
tapi aku tak bisa diam saja.
Aku...
...mungkin menyukai...
Tachibana Mei.
Hei, Megu.
Tidak, tidak jadi.
Ada apa?
Jangan berwajah seram begitu.
Belakangan ini kau jarang bicara, tapi terkadang kau jadi ceria seperti sekarang.
Sepertinya suasana hatimu mudah berubah-ubah.
Berubah-ubah?
Ya.
Apa kau lagi mengkhawatirkan tentang pekerjaan atau hal lain?
Sama sekali tidak.
Jangan ikut campur hal yang bukan urusanmu, Momo.
Itu menyebalkan.
Selamat pagi.
Pas sekali.
Mari kuperkenalkan dengan model baru kita.
Izumi.
Aku berharap kalian berdua bisa menjadi pilar bagi agensi kita.
Tidak mungkin. Aku ini masih pemula.
Salam kenal.
Aku Izumi.
Mohon bimbingannya.
Salam kenal juga.
Kau imut sekali, Megumi.
Aku selalu mengagumimu!
Eh? Justru Izumi yang lebih imut dariku.
Lengan dan kakimu panjang. Aku jadi iri.
Megumi selalu baris di belakang karena tinggi.
Bukan!
Dia selalu di belakang karena paling jelek di kelas!
Maaf.
Hei, Mei.
Apa kau pernah pacaran dengan orang lain?
Pernah menyatakan cinta ke orang lain?
Pernah jalan dengan orang lain?
Hah? Eh? Te-Tentu saja ti—
Apa kau pernah bicara hal semacam ini ke orang lain?
Apa yang ka—
Kau ngobrol dengan Kai, 'kan?
Eh?
Sudahlah. Lupakan saja.
Dia marah.
Memang apa yang sudah kulakukan?
Aiko...
Aiko!
Oh.
Mau ikut kami pergi minum teh hari ini?
Ah, boleh.
Selain itu, ada yang ingin Megu katakan pada Aiko.
Anu, aku mendengarnya dari Asami.
Kau berhasil menurunkan berat badan sampai 20 kg.
Ah.
Meski itu untuk orang yang kaucintai, tapi tetap saja tidak mudah, 'kan?
Kulitmu juga halus sekali.
Kau pasti berusaha keras, ya.
Karena pekerjaanku ini dilihat banyak orang,
jadi saat aku mendengar tentangmu,
aku ingin kau menjadi panutanku.
Oh, ya, boleh saja.
Oh, Mei!
Tachibana, kau mau ikut juga?
Ayolah, Mei.
Aku...
...ada keperluan lain.
Tachibana?
Benarkah? Sayang sekali.
Ayo kita pergi bersama lain kali.
I-Iya.
Awalnya aku sudah terbiasa sendiri, tetapi...
Sekarang aku tahu rasanya memiliki teman.
Aku tahu bergaul dengan orang lain itu sulit...
Kukira, diriku ini sudah siap.
Aku takut.
Saat kubayangkan semua orang menjauhiku...
Aku takut.
Hari ini, biar kutraktir!
Serius?!
Pemilik kafe ini berteman dengan seseorang dari agensiku.
Dia punya jabatan yang cukup tinggi.
Megu punya banyak kenalan, ya.
Mirip seperti selebriti.
Tidak, kok.
Mei?
Kai.
Ada apa?
No comments yet. Be the first to leave one.