The first 200 lines.
MUSIM PANAS
- Ayah tidak mengambil jagung sama sekali? - Tidak.
Orang tua Antoine mulai menanamnya.
Sayang, saat kamu punya suami, Kau bisa memintanya menanamkan jagung.
Tetapi jika Kamu terus membiarkan mereka pergi satu demi satu ...
Temanmu akan lebih cepat.
Aku tidak ingin menikah.
Aku tidak ingin menikah.
Apa yang kamu lakukan tiap malam?
Pulang tengah malam.
Aku cuma berkeliling.
Apa kamu menemui seseorang?
Tidak.
- Apakah itu Antoine? - Tidak.
Kamu tidak bisa tinggal sendirian sepanjang hidup mu.
Kesendirian itu menakutkan.
Aku akan menikah pada bulan September.
Dengan siapa?
Pierre Coubin.
Kamu mencintai dia?
Aku tidak tahu
Aku tidak begitu mengenalnya. Maksudku,
Aku sudah lama mengenal dia, Aku tak tahu apakah dia akan menjadi suami yang baik.
Dia terlihat baik.
Dia sangat berambisi, dia ingin menetap di Limoges.
Oh, ya, sangat ambisius.
Apakah Kamu ingin tinggal di sini selamanya?
Ya.
Aku suka di sini.
Kita harus pindah, Delphine.
Kita bukan anak kecil lagi.
Apa yang terjadi, Apa ada masalah di antara kita?
Ya benar.
Tentu saja, tapi,
Itu tidak serius.
- Hei. - Hei.
- Apa yang kamu lakukan di sini? - Tidak ada, hanya berkeliling.
Kamu?
- Kamu mau? - Tidak, terima kasih.
Kau akan tertangkap suatu hari nanti.
Apa Kau akan pergi ke pesta dansa di Aubusson?
Tidak tahu
Kita bisa pergi bersama.
Aku tidak tahu, Antoine.
Kita lihat saja nanti.
Di mana Delphine?
Aku tidak tahu
Delphine.
Delphine?
Delphine ?!
PARIS Musim Semi 1971
Presiden Pagi ini menyambut 11 orang ibu, di Istana Élysée
Yang masing-masing memiliki anak lebih dari 10.
Presiden Pompidou memberi mereka medali keluarga Prancis.
Selama pidatonya, Presiden berbicara tentang peran keluarga.
"Membesarkan anak membutuhkan usaha keras, Tapi akan berbuah manis nantinya"
Saat ini para Keluarga terancam oleh lingkungan sendiri
Di tandai dengan banyaknya kekerasan di lingkungan mereka
"Kami tidak ingin Perancis menjadi negara yang Otoriter"
"Tetapi pemerintah harus tegas untuk menghentikan segala bentuk kekerasan. "
Hei!
- Hei, kau senang? - Ya, sekarang giliran mu!
- Kamu bisa tertawa sekarang? - Lepaskan dia !
Sampah!
Tutup pintunya!
Pelacur!
Enyah Kau!.
Kau lihat bagaimana reaksi dia?
Pasti sama jika kita mencuri dompetnya.
Tidak lebih buruk jika kita mencuri kejantananya.
Untung kamu ada di sini.
- Kamu tidak mudah takut! - Dia mengancam.
- Dia tidak berbahaya. - Benar kah?
Dia gila.
Apakah itu suatu keberanian?
Tidak, itu untuk menunjukkan kepada mereka bagaimana rasanya.
Jika itu pantat kami, itu normal, saat itu milik mereka, mereka tak akan menyukainya.
- Lain kali kita lakukan itu pada polisi! - Ya!
Untuk apa Kamu demo?
Untuk Hak Perempuan.
Hak untuk tidak diganggu di jalanan.
Hak untuk melakukan apa yang kita inginkan.
Apa kamu tidak setuju?
Aku tidak tahu
Tidak ada hal yang tidak bisa kamu lakukan,
karena kamu seorang wanita?
Permisi Aku mencari tempat pertemuan.
Yang Aku tahu pada hari Kamis ini.
Oh, perkumpulan wanita itu? Ada dalam kampus.
Saat Kau menjadi sektarian! Kekuatan kita adalah keragaman.
Apa yang perlu dipahami pria
Untuk saat ini, mereka tidak ada di sini!
Aku tahu apa yang akan dikatakan orang.
Mereka akan mengatakan kita menentang laki-laki.
Tapi kita tidak. Tidak!
Karena, separuh wanita di sini punya hubungan dengan seorang pria.
Kita tidak menentang pria.
Kita di sini untuk para wanita! Untuk hak-hak kita!
Maaf....,
Ketika ada seorang pria di sampingnya, sikap wanita akan berubah.
Bicaranya akan berbeda, bahkan seorang wanita berpendidikan pun,
ketika dia berada di samping seorang pria, apakah dia mengenalnya atau tidak.
Dia akan berhati-hati dalam ber kata.
Apa yang kita inginkan saat ini, mendapatkan kembali hak kebebasan berbicara kita
Tak peduli dengan pacarnya, Bosnya atau ayahnya,
Ketika berbicara dengan wanita.
Aku setuju dengan gerakan separatisme,
Tetapi dalam hal ini, ada seorang jurnalis yang ingin datang ke pertemuan kita ...
Harus jurnalis yang jujur!
Biarkan semua orang bicara!
Jika Perempuan belum merdeka kita tidak bisa setuju!
Pria di dapur, wanita di bar!
Aku sungguh tak membayangkanmu duduk di meja sepanjang hari.
Aku membayangkan mu ...
Melakukan sesuatu yang lebih fisikal.
Oh ya? Seperti apa?
Guru renang.
Ya, Kamu bisa pandai dalam hal itu.
Kamu harus serius, banyak fokus, dan fisik bagus.
- Dan apa pekerjaanmu? - Tebak.
Ini terlalu sulit, Aku belum mengenal mu.
Ku beri kamu dua kali percobaan
Pramuniaga?
Tidak, Aku bukan pramuniaga.
Tebakan terakhir.
... Dokter?
Mengapa kamu berpikir begitu?
Kamu berbicara dengan baik,
itu menandakan Kamu seorang terpelajar,
Dan Kamu nampaknya peduli dengan orang.
- Lupakan, itu konyol. - Tidak, tidak sama sekali.
Aku seorang guru.
Guru bahasa Spanyol.
Jadi, apa untungnya?
Kamu harus datang ke pertemuan berikutnya Kamis.
Ah.
Itu kalimat yang kuat, tetapi kita harus berkompromi.
Kita berbicara tentang orang yang tidak bisa membela diri mereka sendiri.
Tidak ada serikat untuk para tahanan,
Jika kita tidak mewakili mereka
Tidak ada gunanya.
Kau tahu kelemahan wartawan, yaitu kaum borjuis.
Le Monde tidak akan mau menerimanya.
Kecuali kita mengancam mereka ...
Berapa banyak artikel tentang Penjara di Prancis?
- Tak ada. - Kita akan jadi yang pertama,
Pasti akan ditolak, Itu konyol.
Kita akan mengecam diri kita sendiri sampai Fauvert melakukannya.
Apa tujuan kita di sini? Untuk mempublikasikan sebuah artikel sendiri, atau di Le Monde?
Terbitan Le Monde akan lebih berbobot.
Kita ada bahan untuk ditulis, ini sudah setahun, apa bisa diterbitkan,
kita harus menulis apa yang mereka inginkan?
Jika itu cuma pidato yang ditulis, tidak ada gunanya, itu memalukan.!
Memalukan? Benarkah?
Tentu saja.
Penjara menciptakan penjahat baru. Itu yang kita pikirkan.
Apa Kau tau dimana gaun biruku?
Rapikan sendiri, aku tak sempat.
Aku tahu, Aku perlu merapikanya.
- Aku tidak sempat. - Oh, ya, sulit untuk melakukan semuannya,
Bebaskan budak perempuanmu dan cucikan bajunya.
Ya.
Apa yang akan Aku lakukan tanpamu?
Wanita tidak bisa hidup tanpa pria.
Phallocrates.
- Harpy. - Gougnafier.
- Virago. - Pendukung perbudakan.
Suffragette.
- Pemilih Pompidou. - Ah, tidak, tidak.
- Tidak ada nama yang tepat. - Kau tidak menjawab apa-apa, Kau kalah.
Tidak, tidak, tidak, kamu curang. Kamu curang!
- Hukuman untukmu! - Lanjutkan.
Aku menang, Aku menang.
Hei.
Delphine, kamu di sini.
Kita merindukanmu.
Kita banyak tertawa saat di Ménie Grégoire.
Semua orang pergi ke lokasi syuting. lalu Orang-orang berteriak,
- "Merdeka! Merdeka!" - Ah, Delphine.
Hei.
- Apa kabar? - Aku baik-baik saja, kamu?
Aku bercerita tentang Ménie Grégoire.
Oh la la, itu sesuatu!
Aku pikir dia akan pingsan.
Mau mencoba?
Majalah ini benar-benar masih basah.
Mereka berkata: "343 seorang pelacur:
Baik itu keberanian atau "eksibisionisme"
Tentu saja, Untuk mereka artikel itu sangat berani.
Tidak apa-apa.
- Maaf - Tidak apa-apa. Tidak apa-apa.
"Kami mengajak saudara perempuan kami:
Kita menuntut, Pekerjaan yang manusiawi, upah yang layak,
Dan kesetaraan manusia,
"Wanita harus berhenti diperlakukan sebagai obyek"
Pertemuan di Amphitheatre B, 23 April. "
Bagaimana spanduknya?
Ini yang keempat.
Kami membutuhkan lebih banyak, bukan?
- Mungkin satu lagi. - Ya, lebih baik.
No comments yet. Be the first to leave one.