The Bear

The Bear

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

The Bear S02E02 WEBRip 6CH x265 HEVC-PSA
The Bear S02E02 WEB h264-EDITH
A Commentary by ranon
Durasi 29:59, Terima Kasih kepada Coffee_Prison dan Amanda T Supriadi

Tags

webrip
web
BRip
x265
HEVC
Published on: 2023-07-22
Downloads: 759
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

TANGGAL 1 MARET PINDAHAN

THE BEAR BAGIAN 2

12 PEKAN SEBELUM BUKA

Aku tak mau membahasnya.

Ini ketiga kalinya kau bilang itu. Kau yakin?

Ya. Seperti sebuah kesan, kau tahu?

- Apa kesannya? - Ada yang tak beres.

Ganjil. Seperti, dia akan lebih senang jika aku tukang leding.

- Pojok. - Pojok.

Dia tak anggap kau pecundang.

Apa? Aku bilang itu? Menurutmu ayahku menganggapku pecundang?

- Tidak! Kalian tak apa-apa? - Ya!

Ada yang bisa diselamatkan?

- Tidak. - Ya!

- Sial! - Ya.

Sulit bagi ayahmu untuk mendukung.

Dia tak paham gaji pekerjaan ini tak besar.

Ini tidak begitu penting dan masuk akal.

Bagaimana progresnya, Para Koki?

- Buruk. - Tak baik.

Bagus. Baik.

- Kapan kau akan menemuinya? - Malam ini.

- Ulang tahun Ibu. - Pasti menyenangkan.

Ya. Bagus sekali.

Kita masih akan membahas menu nanti?

- Ya, Koki. - Baiklah.

- Carm. Ahli kulkas... - Hai.

Tunggu!

- Nanti kutelepon kembali. - Maaf.

- Hei. - Hei.

- Toilet masih rusak. - Kami bertukar.

Pegangan pintu rusak.

Bagian itu amat penting.

Bung, harganya lima ribu.

Dicetak manual dari Italia.

Ya, dan kita ada di Illinois.

Bagaimana dengan kayu Denmark?

Itu tiga ribu, yang katamu hanya dua ribu.

- Brutalisme perunggu? - Dua ribu.

Bisa dapat nikel Naperville.

Kau tak apa-apa, Nat?

Kau agak pucat. Apa karena nikel Naperville?

Aku tak apa-apa. Hanya kadang, nuansaku seperti Februari.

Tentu.

- Carm. - Ya.

Jumlah garpumu tak bagus.

- Berlebih? - Kurang.

Percayalah, jumlah garpunya tak kurang.

Ini produktif. Aku tak sabar ingin membahas sendok.

Di mana teleponnya?

Dirusak Marcus. Bisa pesan yang baru?

Tentu. Masukkan ke bokongmu.

- Kita perlu bicara nanti. - Terima kasih.

Jika ini bisa menghiburmu, saudariku tak menganggapku genius.

Tak ada ruginya.

Begitu ampelas terpasang, gosokkan beberapa kali.

Berapa durasi video ini?

Pastikan kau secara perlahan...

Berhenti.

mengampelas bagian yang tak rata.

Baiklah.

Baik, Tuan-Tuan. Operasi ini kuambil alih.

Sebelum pembersihan mendalam, cat ini harus dikelupas.

Itu kataku.

Namun, yang tak kau katakan adalah,

tak ada alasan untuk memindahkan loker ini dua kali.

Kita punya dempul?

Semua harus dikeluarkan sebelum mengikis.

- Kau tak mendengarkan. - Aku tak memihak,

tetapi memindahkan loker adalah cara terbaik.

Tak kuduga akan melihat

kau membentuk aliansi dengan Neil Geoff.

Bukan aliansi, hanya akal sehat.

- Terdengar seperti aliansi. - Memindahkan loker itu masuk akal.

Aku menonton pria yang sudah sering melakukan ini.

Hanya ditutupi terpal. Aku berusaha menghemat tenaga kalian.

- Bawa separuh pekerja di ruang makan. - Hanya ada tiga orang.

Butuh semua untuk mengeluarkan loker.

Ya, baiklah.

Kita pakai caramu. Ambillah dua orang...

- Itu masih caramu. - Ini bukan caraku.

Tak ada keberpihakan. Ada satu cara, yaitu yang benar.

Lihat ini.

- Nat! - Kau memanggil Ibu?

Kau memanggil Ibu?

Ya, Sayang.

Baik, dengar.

Aku hanya mau melakukannya dengan benar.

Lokernya harus dikeluarkan dahulu sebelum mengikis.

Jadi, keluarkan lokernya dahulu.

Akan mereka kembalikan lagi ke tempatnya!

- Untuk apa dikacaukan? - Mohon jangan sok memerintah.

Aku berusaha memimpin operasi ini.

Aku berusaha lebih tegas. Entah apa yang mereka ajarkan

tentang kepemimpinan di bank, tetapi dalam situasi ini,

kau perlu pemimpin dan itu bukan Fak.

Mereka bisa mencium feromonnya. Lemah sekali.

- Itu hanya kimiawi. - Pindahkan lokernya.

- Kau tak apa-apa? - Ya.

Mau minum Sprite?

Kau tampak mual.

Sungguh?

- Kau jahat. - Aku tak mau salah langkah.

- Kau mengadu kepada Ibu. - Terima kasih.

Ya, tetapi kau salah.

Apa? Itu benar.

Pindahkan.

Baik, Para Koki, kita buka tiga bulan lagi,

dan aku mau semua orang tetap fokus.

Jadi, kami akan mengirim kalian ke sekolah kuliner.

Namun, aku sudah bisa masak.

Bukan soal itu, Koki, tapi repetisi, bukan?

Itu sudah dianggarkan, jadi kalian masih digaji per jam.

Aku setuju, ayo kita lakukan, Sayang.

Ebra, ini akan jadi cara yang amat bagus

untuk memanfaatkan waktu kita di sini.

Aku tak mau pakai seragam.

Baik, silakan diskusikan itu dengan sekolah.

Bukan seragam semacam itu, melainkan...

- Seru. - Aku menerimanya.

Bagus. Baiklah. Ya.

Kapan kami mulai?

Pindahkan... Tunggu.

Tidak!

- Ke kiri! - Aku sudah ke kiri!

- Kau harus ke kanan. - Tidak. Itu pegangan kulkas.

Pegangan kulkasnya terus... Itu rusak. Ya, terlepas.

- Kanan, bukan kiri. Angkat! - Angkat.

Ayolah.

- Nomorku 773-555... - Apa yang kau lakukan?

- Turunkan. - 0901.

- Ayo. - Kalian harus angkat.

- Kalian angkat juga! - Ayo.

- Kenapa melawanku tentang ini? - Tidak!

Sepertinya aku tahu jawabannya, tetapi bisa tolong diam?

- Hei, Carmen. - Mau kulakukan dengan cara yang benar...

Semua ini sudah kutekan dan si bodoh ini,

dia mengadukanku kepada Ibu.

Jadi, harus menuruti caranya!

Baiklah! Hei. Aku paham. Terima kasih.

Marcus setuju denganku.

Ini masih ada di sini.

- Buka sajalah. - Baik, tunggu.

Biar kuambil.

Ini.

- Ada apa? - Harus kita potong.

Tanggal 5 Juni 2010.

- Taste of Chicago. - Stan.

Stan itu.

Itu sangat seru.

Untukmu.

Hei, mau kerja di apartemen?

- Ya. - Ya.

- Hei, Koki. Aku butuh inspirasi tambahan. - Apa maksudmu?

- Kubaca buku-buku yang kau beri. - Buku resep?

Semuanya.

Baiklah, ya, akan kupikirkan.

- Bagus. - Bagus.

- Apakah itu... - Loker Mikey.

Ya.

Isinya hanya topi?

- Syd... - Apa?

- Ayolah, jangan berengsek. - Apa?

Aku tidak berengsek. Hei, aku tidak berengsek.

Tunggu.

- Baiklah. - Baiklah.

Ada banyak Sydney di sini.

Jangan tatap mata mereka.

CARA MASAK PROFESIONAL SERTIFIKAT SARJANA MUDA

PROGRAM SENI KULINER SERTIFIKAT KEAHLIAN MEMASAK PROFESIONAL

Aku memikirkan daging sapi,

asap, ceri, semacam itu.

Aku suka itu.

Masih memikirkan menu kekacauan?

Ya, menu kekacauan, tetapi penuh pemikiran.

- Sungguh. - Itu New York. Payah, bukan?

Aku mau membencinya, jangan salah. Sungguh,

tetapi itu tampak keren, dan pasti akan senang memakainya.

Ya, benar.

Aku boleh bertanya?

Kau boleh menolak jawab dan marah jika mau.

- Aku ragu akan memarahimu. - Baiklah.

Saat kau dapat telepon itu. Telepon bintang tiga itu...

- Enyahlah. - Ya. Baiklah.

Entahlah, bagaimana rasanya?

Sepuluh detik pertama aku merasa panik

karena aku tahu harus menjaga dan mempertahankan bintang itu.

Otakmu melakukan hal aneh

yang melewatkan rasa bahagia apa pun,

langsung menempel ke kengerian.

Setelahnya, aku harus mempercepat meja yang makan dengan lamban

karena seisi Dewan Keamanan PBB akan datang.

Jadi, sungguh normal?

Ya.

Fak, ini noda cokelat apa?

Aku pernah lihat juga. Kenapa ada stik hoki di belakang loker?

- Itu rahasia. - Kita bisa bertukar?

Bisa dilihat jelas dari sini.

- Aku perlu lihat. - Kau bisa lihat jelas dari posisimu.

Baiklah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left