Curb Your Enthusiasm

Curb Your Enthusiasm

Download Indonesian Subtitle

Season 8

Release info

Curb Your Enthusiasm - Eighth Season (2011) - HBO Go Retail Completed
A Commentary by Chesapeake_Ripper
Retail HBO Go

Tags

other
Published on: 2021-05-28
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Bukan urusanmu, Elaine!

Jangan!

- Maafkan soal itu. - Noda lingkaran?

Ya, aku punya kebiasaan buruk, menaruh minuman di atas meja.

Kebiasaan buruk? Menaruh minuman di atas meja kayu?

- Lihat noda yang kau buat. - Diampelas saja.

Kau menghargai kayu?

Kurasa begitu.

Astaga, kau pakai gelas seperti ini di pesta Julia.

Kau buat noda lingkaran di meja milik Julia.

Dia selalu salahkan aku, rupanya kau!

- Itu bukan masalah besar. - Benar, itu bukan masalah.

Walaupun begitu, aku ingin kau menelepon Julia...

- Dan cerita kau yang buat noda itu. - Aku tak mau menelepon Julia.

Ya, katakan kau yang buat noda lingkaran di meja antiknya.

- Tunggu di sini. - Aku tak mau melakukan itu.

- Aku tak mau. - Aku mau kau yang cerita padanya.

- Aku enggan bicara pada Julia. - Tunggu saja.

- Cheryl, tunggu sebentar. - Aku tak akan bicara pada Julia!

- Aku tak akan lakukan itu. - Halo, Jules!

Apa yang kupikirkan? Entah kenapa aku datang kemari.

Aku tak akan bicara pada Julia.

Kubilang, tidak. Kau tak dengar aku.

Tahan teleponnya. Cheryl, tunggu sebentar!

Bukan, kurasa dia yang buat noda lingkaran itu.

- Apa yang kaulakukan? - Aku akan pergi, Larry.

- Kenapa? Ya! - Kenapa? Astaga!

Cheryl!

Cheryl!

"Setahun Kemudian"

Aku tahu bercerai itu menyakitkan, tapi ini kesepakatan bagus, Larry.

Bukan kesepakatan bagus untukmu saja...

Ini kesepakatan bagus seseorang untuk orang lainnya.

Rumahmu tetap jadi milikmu, semua properti masih milikmu.

- Aku tahu hal itu penting buatmu. - Aku harus jadi orang baiknya.

- Ya, kau akan tampak jadi orang baik. - Tapi sebenarnya tidak mau.

- Aku tahu. - Kau tahu itu, kan?

Inilah pekerjaanku. Kau akan menangkan kasus ini.

Dia yang akan kalah. Bayangkan ibarat pai Belanda.

Isi daging dari painya yang akan kau dapatkan.

Bagian atasnya yang tampak bagus akan dia dapatkan.

Dia hanya dapat bagian luar saja.

Ya, tapi aku suka bagian renyah yang di atas itu.

- Ya, semua suka itu. Lezat. - Lebih suka itu daripada isinya.

- Aku lebih pilih itu dari painya. - Ya, aku tahu.

Tapi itu hanya sebagian. Tak akan jadi pai tanpa isinya.

- Ya, tapi itu bagian favoritku. - Baik, mari kita tukar saja.

Dia dapatkan isinya, dan kau dapat hiasan luarnya yang bagus.

Renyah cokelat yang lezat dan kayu manisnya.

Itu kesepakatan bagus. Siap diteken, semuanya akan lancar.

Kau datang ke tempat yang tepat.

- Tahukah? Aku suka gaya kerjamu. - Terima kasih, Kapten.

Aku hargai.

Cheryl dan pengacaranya sebentar lagi akan kemari.

Tidak wajib, tapi sebaiknya kau hadir dalam pertemuan ini.

- Tidak, aku akan pergi. - Baik, tak apa.

- Kau boleh tetap di sini. - Aku suka mejamu.

- Banyak ruang di bawahnya. - Ya, memang bagus.

Cocok untuk oral seks di bawah.

Bukan itu tujuanku membelinya. Anggap saja kebetulan menyenangkan.

Baiklah, Berg.

- Jangan terlalu cemas. Ini bagus. - Aku tak cemas, kuserahkan padamu.

- Aku percaya dan yakin padamu. - Ya, kau harus begitu.

- Baik. Sampai nanti, Larry. - Sampai nanti.

Larry.

- Hei. - Hei.

- Halo. Aku juga senang. - Senang bertemu kau.

Ini David Rabinowitz, pengacaraku.

- Ini Larry David. - Senang bertemu denganmu.

Kau menyewa orang botak, ya?

Itu kebetulan saja, aku tak berniat mencari orang botak.

Kau seharusnya undurkan diri. Kita tak boleh saling menyakiti.

- Itu kode etik orang botak. - Benarkah?

- Aku perlu ambil barang di rumah. - Mau ambil kain tidur dan lainnya?

- Benar. - Ya, aku akan berikan.

- Kau memang tak suka kain tidurnya. - Aku suka dan juga bantalnya.

Aku berikan bantal padamu, kau mau itu?

Ya, tapi kau juga tak suka bantalnya.

Ya, tapi aku bisa pasang harga pada semua itu jika ingin tak adil.

- Kau menyuruhku membelinya? - Ya, itu benar, kan?

- Ya, secara teknis begitu. - Secara teknis, benar?

Kata pengacara botakmu, secara teknis bisa dilakukan.

Aku bisa memanggilmu botak.

Seperti orang kulit hitam saling memanggil negro. "Hai, Botak."

Tak perlu saling memanggil begitu.

- Kurasa kau melewati batas sekarang. - Baik.

Apa yang kaulakukan?

Aku sedang melatih gerakan kebiasaanku.

Kode untuk berkencan.

Aku ingin tahu apa kencanku memperhatikannya.

- Aku akan terus lakukan itu. - Itu yang kau lakukan saat kencan?

Kau berlaku begitu untuk tahu berapa lama...

Apa yang kau pikirkan jika ada orang di depanmu berlaku seperti ini?

Jika dia sengaja begitu, aku akan berpikir dia berengsek.

Hanya karena aku beri tahu dan kau sudah mengenalku.

Jika kau tak kenal aku dan kita baru saja kenal...

Lalu jika kau ada di depanku dan aku berlaku begini...

Itu tidak berhasil. Sebaiknya jangan lakukan itu.

- Kenapa tidak? - Ayo, kita pergi.

- Itu hanya eksperimen sosial. - Aku akan kirim SMS.

- Senang bertemu denganmu. - Sama-sama.

Aku dapat pengacara perceraian berkebangsaan Yahudi terbaik di sini.

- Dia sangat hebat. Sangat suka. - Kau suka Berg?

Kuberi tahu, jika kita akan bercerai...

Kita saling bagi separuh, ambil yang kau mau dan aku sisanya.

- Jangan berdebat, bersikap negatif. - Apa kau bergurau?

Pikirmu kita bercerai baik-baik jika itu nanti terjadi? Enak saja.

Aku akan merenggut semua milikmu.

Aku akan ambil zakarmu dan kusematkan di dinding.

Kau tak akan dapatkan apa-apa.

Jika terucap kata cerai sekali saja dalam hidupmu...

Kau akan menyesali saat pertama bertemu denganku.

Baiklah, aku punya kabar bagus.

Tebak ke mana aku akan pergi selama tiga minggu ini?

- Miami? - Ke London.

- Benarkah? - Bagaimana bisa?

- Perjalanan bisnis. Hebat, ya? - Itu menyenangkan.

- Kau tak ikut? Benarkah? - Tidak.

- Dia tak suka bepergian. - Aku enggan pergi dinas dengannya.

- Kau pernah pergi ke London? - Belum.

Kau harus ke sana. Sangat indah pada bulan-bulan ini.

- Benarkah? - Ya, London!

- Mungkin aku harus ikut, Marty. - Di sana dingin.

Di sana sedang dingin, berkabut, dan berbahaya.

Banyak geng penjahat di sana, dan aku mau bisnis.

Aku tak pernah bepergian denganmu. Kurasa itu ide bagus, aku ikut.

- Kita bahas itu nanti... - Terima kasih.

Ini sudah diputuskan. Aku ikut.

Kalian ingin santap siang apa?

- Ikan. - Aku selada, tak terlalu lapar.

- Aku mau pesan prasmanan. - Baik.

- Aku segera kembali. - Baik.

- Larry! - Halo, Joe!

- Apa kabarmu? - Baik, perkenalkan ini...

- Astaga! Apa kabarmu? - Ini Anna.

Ini Joe O'Donnell, pemilik the Dodgers.

Halo, semuanya. Aku tak ingin ganggu kalian.

Tidak, kami cuma santap siang bersama.

- Kabarmu bagaimana? - Baik.

Sudah bicara dengan Andy hari ini? Pengacara terbaik kita?

- Pengacara perceraian kami sama. - Benar, kami menikmatinya.

- Bagaimana dengan kasusmu? - Sebenarnya, ini agak rumit.

Tim pengacaranya cukup hebat.

Kini keadaan cukup gawat, kurasa pengacaraku akan berhasil.

- Aku yakin sekali. - Ya, dia pengacara hebat.

Apa kau tertarik menonton bisbol bersamaku di tribune?

- Pasti menyenangkan. - Kita bisa saling bersimpati.

Membahas kenapa kita menikah?

Ya, aku tertarik.

Kita harus cerita pada mereka, putri Joe, Kyra, berusia 13 tahun...

Kemungkinan akan mengetuk pintu rumah kalian...

Dia menjual kue pramuka putri. Ini pekan terakhirnya.

- Dia akan pecahkan rekor tahun ini. - Kita akan bantu, benar, Jeff?

Aku akan banting pintunya dan kuharap itu tak masalah.

- Beri dia kesempatan. - Dia akan datang ke tempatmu dulu.

- Bersiaplah. Jaga diri kalian. - Senang bertemu kau.

- Itu baru yang kusebut makan. - Kau suka?

- Itu indah sekali. - Sudah kukatakan, ini prasmanan.

Ya ampun, kita telah salah memilih.

Kaki kepiting, udang, kentang.

- Aku masih lapar, bisa minta kentang? - Silakan.

- Lihat ini! - Ambil saja kaki kepitingnya.

- Kau yakin? - Ya, juga udangnya.

- Kuambil 2 udang. - Ambil 3 jika kau mau.

- Tidak, 2 sudah cukup. - Jika kau ambil lagi, aku mau.

Maaf mengganggu, tapi...

Dilarang berbagi dengan tamu yang pesan dari menu.

Jadi, kami terpaksa mengenakan tarif untuk prasmanan tambahan.

- Katanya, bisa makan sepuasnya. - Hanya kau yang diizinkan.

Apa bedanya jika kubagi dengan yang lain?

Jika yang lainnya ikut makan, dia juga bisa makan sepuasnya.

Aku tak berniat menambah, aku akan makan ini saja.

- Bagaimana aku bisa tahu? - Tak ada peraturan bilang begitu.

Permisi, mungkin aku bisa bantu. Aku Hiriam Katz, pengacara hukum.

Mungkin aku bisa bantu menyelesaikan ini.

Pertama, perjanjian tertulis dengan pelangganmu...

Tak ada yang melarangnya berbagi makanannya usai dia membelinya.

Jadi, terserah dia ingin lakukan apa dengan makanannya.

Kedua, jika kau curiga dia mencuri makanan tambahan...

Kau harus punya bukti niat jahatnya.

Kau bisa buktikan itu?

Sudah kuduga. Jadi, karena tak ada bukti...

Tak ada yang bisa kaulakukan, kecuali minta maaf kepada mereka.

Dan mungkin beri minuman gratis kepada mereka.

Aku minta maaf.

Dengan senang hati, kami akan beri minuman gratis.

Ucapan maaf diterima, tapi itu tak perlu.

- Terima kasih. - Terima kasih banyak.

Semoga kau tak keberatan, aku benci melihat orang diperdaya seperti itu.

Jadi, aku ikut campur.

Aku Hiriam Katz, pengacara hukum. Ini kartu namaku.

Selamat menikmati sarapan siangmu.

Komentarmu soal O'Donnell undang aku menonton di tribune?

Itu keren. Ini akan bagus untuk kita.

Ini memang lebih baik daripada... Maaf, apa katamu?

- Itu akan baik untuk kita. - Untuk kita? Baiknya untuk aku.

- Kencan selalu bawa pendamping. - Tak ada pendamping di sini.

Aku dapat kencan, kau selalu ikut bersamaku.

- Kau belum pernah dapat kencan. - Aku sering kencan, Larry.

Kau saja yang tak pernah memerhatikan hal kecil.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left