Alice in Terrorland

Alice in Terrorland

Download Indonesian Subtitle

Release info

Alice In Terrorland 2023 720p WEBRip x264 AAC-[YTS MX]
A Commentary by BndrST
No Resync

Tags

webdl
Published on: 2024-05-28
Downloads: 119
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ny. Crimesly, ini Robert Shaw menghubungi lagi dari Dinas Sosial.

Ini adalah pesan keempatku untukmu.

Aku takut ini mengenai cucumu, Alice Aciman.

Ini bukan kabar baik, dan jika kau bisa luangkan waktu,

Aku akan sangat menghargainya...

Sebuah perahu di bawah langit cerah,

Terus melaju sambil melamun di suatu malam bulan Juli.

Tiga anak bersarang di dekatnya.

Berani, mata, dan ingin mendengar,

Memuaskan kisah sederhana untuk di dengar.

Langit cerah telah lama memucat,

Gema memudar dan kenangan mati.

Embun beku musim gugur telah membunuh bulan Juli.

Secara ilusi masih menghantuiku,

Alice bergerak di bawah langit, tak pernah terlihat oleh mata terjaga.

Namun anak-anak ingin mendengarkan kisahnya,

Mata berani dan telinga yang siap,

Dengan mencintai akan bersarang di dekatnya.

Mereka berada di Wonderland,

Bermimpi seiring hari berlalu,

Bermimpi seiring musim panas mati.

Pernah hanyut terbawa sungai,

Dalam pancaran sinar keemasan.

Apalah hidup selain mimpi?

Alice-ku yang tersayang.

- Kau pasti Beth. - Beth Crimesly.

Tapi kau bisa panggil aku...

Kau mau memanggilku apa?

Nenek?

Kita keluarga.

Dua orang yang tersisa.

Aku turut prihatin, sayang.

Itu sangat tidak terduga.

Ayo masuk.

Mari membuat dirimu hangat dan nyaman.

Ya Tuhan.

Itu sesuatu, bukan?

Itu indah.

Ini sudah berdiri sejak abad ke-15.

Aku rasa sistem pemanas dan burung merpatinya...

...berasal dari periode yang sama.

Halo.

Siapa namamu? Aku Alice.

Itu Mitzi. Dan ini Maisie.

Halo, Mitzi.

Kau sangat manis.

Ini.

Minumlah teh.

Itu akan menghangatkanmu.

Terima kasih.

Rumah ini terasa sangat dingin, khususnya saat musim dingin.

Kau bisa lihat ini sangat besar.

Maaf aku tak bisa datang ke pemakaman.

Aku tak tahu apa-apa soal itu.

Sama sekali. Hingga pengacara menghubungiku 6 minggu lalu,

Lalu aku membuat pengaturan agar kau datang kepadaku secepatnya.

Tak apa. Aku bicara dengan dia.

- Maaf jika... - Tidak perlu meminta maaf.

Bagaimana keadaanmu?

Maksudku, sejujurnya? Bagaimana kau menerima ini?

Aku minta maaf.

Terlalu dini.

Tidak, aku hanya belum benar-benar...

Aku belum benar-benar bicara kepada siapapun.

Lagi lupa tak ada orang lainnya, bukan?

Gadis yang malang.

Di rumah dimana mereka tempatkan aku,

Selagi mereka mencarimu.

Ada seseorang, tapi...

Maksudku, ada anak-anak di sana.

Anak-anak dengan masalah yang lebih besar dari masalahku.

Kau memiliki keberanian Ibumu.

Kau memiliki matanya.

Aku bisa melihatmu di dirinya,

Dan kau jelas memiliki hati dia.

Berani dan menantang seperti singa.

Satu-satunya hal yang bisa kau lakukan, Alice,

Yaitu terus melangkah maju.

Tidak penting seberapa jauh. Selangkah demi selangkah.

Dan hari ini, langkah itu membawamu kepadaku.

Dan kau akan baik saja.

Kau akan aman di sini.

Aku janji.

Apa kita bertemu, saat aku masih bayi?

Tidak. Aku dan Ibumu, kami...

Katakanlah.

Ada banyak waktu untuk itu.

Karena hanya itu yang kita punya.

Sekarang habiskan tehmu,

Lalu Mitzi, Maisie dan aku akan mengantarmu ke kamarmu.

Itu dulu kamar ibumu.

Aku harap kau menyukainya.

Aku yakin itu akan sempurna.

Aku akan biarkan kau merapikan barang-barangmu,

Dan memberimu sedikit ruang.

Datanglah temui aku saat kau siap.

Aku tidak menyarankan mendekati hutan.

Tidak di musim sekarang.

Luas tanah kita enam hektare, dan ada pemburu liar.

Selama kau tetap di tepian sungai,

Kau harusnya baik-baik saja.

Itupun jika kau merasa ingin menjelajah.

Halo?

Itu resep Ibuku.

Leluhurnya tinggal di sini. Leluhurku.

Dan kurasa begitu juga leluhurmu.

- Bagaimana ini mendapatkan nama itu? - "Wonderland"?

Kau tidak familier dengan bukunya?

Kau harusnya familier. Namun di ambil dari sana.

Buku?

"Adventures of Alice in Wonderland", Lewis Carroll.

Aku menonton filmnya, tapi tak pernah membaca bukunya.

Kabarnya Lewis Carroll tinggal di sini awal 1800-an,

Dan ini di duga yang menginspirasi dia.

Menginspirasi dia untuk menulis...

...salah satu contoh terbaik dari sastra Victoria.

Lalu kemudian leluhurku memberinya nama seperti itu.

Apa namanya? Sebelumnya?

Kediaman Crimesly.

Bagaimana supnya?

Enak. Sangat enak.

- Apa kau punya salinannya? - Salinan?

Dari buku "Alice in Wonderland"?

Tentu saja.

Aku mau membacanya.

Aku akan carikan itu untukmu.

Kau tidak mendekati hutan, 'kan?

Tidak. Aku hanya bersantai di dekat sungai.

Itu sangat tenang.

Aku serius dengan perkataanku tentang hutan, Alice.

Kau bermain?

- Bermain apa? - Kartu.

Aku bermain dengan temanku,

- Tapi jarang dengan... - Dengan?

Aku sering bermain dengan temanku.

Apa kau masih merindukan dia?

Setelah itu terjadi, aku seperti menutup diri.

Aku tak bicara dengan siapapun selama...

Itu terasa seperti selamanya.

"Selamanya" waktu yang lama, Alice.

Apa kau pernah kehilangan seseorang?

- Maksudku sebelumnya. - Maaf, aku...

Apa yang terjadi antara kau dan ibu?

Aku tidak begitu ingin membicarakan itu.

Mungkin suatu hari kita akan belajar untuk saling memulihkan.

Aku harap begitu. Aku suka itu.

- Maaf jika... - Baik.

Mari mulai permainannya.

Kenapa kau berhenti?

Maaf, aku tak tahu jika aku diizinkan.

Ini sangat indah.

Tentu saja.

Wonderland adalah rumahmu sekarang.

Rumah kita.

Takdir telah membawa kita bersama.

Apa Ibumu mengajarkanmu cara bermain piano?

Dan menurutmu siapa yang ajarkan dia?

Sesuatu tentang berada di sini bersamamu...

...membuatku merasa lebih dekat dengannya.

Oke, geser.

Cucuku tersayang... Alice?

Apa kau baik saja?

Aku penasaran apa yang terjadi denganmu.

Mungkin sedikit terlalu banyak kesenangan untuk hari ini.

Sekarang istirahatlah,

Dan aku akan pergi ambilkan sesuatu untuk menenangkan perutmu.

Nenek?

- Ya, sayang? - Terima kasih untuk semuanya.

Ini untukmu.

Ini resepku sendiri.

Dan semuanya langsung dari kebun.

Ini akan sangat bagus untukmu.

Ambillah sedikit sesapan.

Sedikit dan sering. Oke?

Aku tepat di ujung lorong jika kau butuh aku.

Benar begitu. Pelan-pelan.

Kau tak apa.

Apa kau masih kedinginan?

Benar begitu. Masuklah ke dalam selimut.

Jangan pergi.

Aku punya ide.

Aku segera kembali.

- Aku janji. - Janji?

Aku janji.

Aku akan membacakanmu hingga kau tidur.

Aku akan beritahu kau sebuah cerita.

Kisah petualangan Alice di Wonderland.

Bab satu, "Masuk lubang kelinci".

"Alice mulai merasa jenuh duduk bersama saudarinya di tepi sungai..."

"...dan tak memiliki kegiatan lain."

"Sesekali dia mengintip ke buku yang di baca saudarinya,"

"Tapi itu tidak memiliki gambar atau percakapan didalamnya."

"'Lalu apa gunanya buku itu?'", pikir Alice.

"Tanpa gambar atau percakapan."

"Jadi dia mempertimbangkan..."

"...dipikirannya sendiri, semampunya,"

"Karena hari yang panas membuat dia merasa sangat mengantuk dan bodoh."

"Apakah kepuasan dari membuat gelang bunga aster..."

"...akan menjadi usaha yang layak untuk beranjak..."

"...dan memetik bunga aster."

Alice in Terrorland subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left