Hwajung

Hwajung (화정)

Download Indonesian Subtitle

Season 39

Release info

Hwajung Splendid Politics Eps39 INDO
A Commentary by simasuk1
Diterjemahkan dari subs english by dramafever.. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Tags

other
Published on: 2015-08-27
Downloads: 36
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

[10 tahun kemudian, perbatasan antara Joseon and Later Jin.]

Lihat!

Itu seperti orang kita warga Joseon yang melarikan diri dari Later Jin lagi!

Bunyikan alarm dan beritahu Jendral! Cepatlah!

Ya, Pak!

Hang disana! Kami hampir sampai!

Kita akan berada di bawah perlindungan Joseon begitu kita mencapai menara itu! Bertahanlah!

Tahanan Joseon melarikan diri!

Tangkap mereka! Tangkap semuanya!

Jendral.

Apa kau baik-baik saja, Nona?

Aku... kurasa inilah akhir diriku.

Apa yang kau katakan? Tidakkah kau meninggalkan suamimu di Hanyang?

Kau perlu kembali dan melihatnya lagi!

Sekarang berdirilah. Kita harus melalui menara itu disana.

Pasukan Joseon akan melindungi kita!

Bangunlah. Cepat! Cepat!

Jendral, kau tak bisa melakuka itu. Orang-orang ini adalah penduduk Joseon.

Mereka adalah tahanan yang tidak bersalah yang ditangkap oleh tentara Later Jin.

Orang-orang ini melarikan diri agar bisa bertahan hidup, pak.

Tidakkah kau pikir aku mengetahuinya?

Namun, bagaimana dengan perjanjian yang disepakati saat kita menyerah kepada mereka?

Bila mereka tak melayani waktu mereka...

tak satupun dari mereka akan dapat kembali ke Joseon.

Bila kita menyetujui mereka, lalu Later Jin akan melihatnya sebagai sebuah tindakan perang.

Jendral, silakan!

Siapkan tentara. Kita akan menembak mereka bila mereka mencoba untuk menyeberang.

Apa... apa itu?

Apa para tentara mengarahkan senjata mereka kepada kita?

Lihat kemari! Kai dari Joseon! Kami adalah warga Joseon!

Astaga, apa yang kulakukan? Kemana...kemana aku akan pergi?

Nyonya, apa kau baik-baik saja? Astaga! Astaga, lihatlah keringat ini!

Ya Tuhan, keringat ini.

Aku baik saja. Aku tetap... Aku tetap...

Astaga! Astaga, ini takkan terjadi.

Kurasa kita perlu segera memberitahu Yang Mulia Joo Won.

Tidak, dia di Istana sekarang.

Hari ini, akan menjadi...

Nyonya! Apa yang akan kita lakukan? Oh Tuhan!

Ya Tuhanku, bayinya akan keluar. Ini akan segera keluar!

- Puteri! - Nyonya!

Ini tak boleh terjadi. Kita tak punya waktu untuk menunggu bidang datang.

Nyonya! Yang Mulia! Yang Mulia!

Yang Mulia, silakan tekan sedikit lagi! Yang Mulia!

Yang Mulia!

Sedikit lagi. Hanya sedikit lagi!

Jadi, bagaimana kabarmu?

Ini akan lebih lama dari perkiraan kita. Tetap belum ada beritanya.

Berapa jam itu sudah berlalu?

Nyonya, apa Yang Mulia Joo Won didalam perpustakaan kerajaan?

Putra mahkota ditengah-tengah waktu sekolahnya. Kenapa kau bertanya?

Ada sebuah pesan yang penting dari penduduk Yang Mulia Joo Won.

Puteri Jungmyung melahirkan!

Apa?

Sudah 2 jam.

Aku tak percaya belum ada kabarnya juga.

Silakan fokus ke pelajaranmu, Yang Mulia.

Kekhawatiranmu takkan merubah apapun.

Guru, apa aku tidak seperti sedang belajar sekarang?

Lihat ini. Aku sangat gugup seluruh tanganku berkeringat.

Berikutnya adalah Book of Odes. Bab The Consumption.

Kumohon terlihat ramahlah padaku sekali ini saja, Guru.

Yang Mulia. Kenapa kau begitu rewel?

Saat seorang wanita melahirkan, tak ada yang dapat dilakukan seorang manusia.

Kau harus tenang disaat seperti ini.

- Guru! - Yang Mulia, ini Pengadilan Lady Kim.

Ada sebuah pesan penting untuk Yang Mulia Joo Won.

Kau boleh masuk.

Ada apa?

Kau harus segera pulang.

Puteri Jungmyung sudah memulai persalinannya.

Apa? Puteri Jungmyung?

Kapan?

Ini terlalu cepat. Kapan itu mulainya? Bagaimana kondisinya?

- Guru. - Ya?

Kau bilang padaku agar tenang dan bijaksana. Apa yang terjadi disini?

Yang Mulia.

Kebenarannya adalah, Putri Jungmyung sudah 2 kali kehamilannya gagal sebelum ini...

..dan dia sangat menderita mencoba melahirkan mereka.

Kau bilang tak ada yang bisa pria lakukan saat seorang wanita melahirkan.

Kau tahu sedikit.

Lupakan itu, Guru.

Lalu... bagaimana kita menyebut itu sebuah hari, oke?

Kita harus melanjutkan pejaranmun. Bahkan bila itu tengah malam sekalipun.

Tentu saja. Bagaimana aku bisa menghindari gangguanmu?

Jangan khawatir, dan pergi saja.

Nah, minta maaflah nanti.

Ya, ya.

- Cepat! Cepatlah! - Ya.

Oke, jadi bagaimana kondisinya saat ini?

Dia selalu begitu kaku, seperti pohon birch.

Disaat seperti ini, dia seperti kutil yang khawatir, tidakkah kau setuju?

Ketika itu menyangkut Puteri Jungmyung.

Ya, sepertinya.

Bagaimana Putra Mahkota melakukannya?

Ayah!

Anak muda.

- Kau datang. - Ya, Ayah.

Bagaimana dengan Puteri Jungmyung?

Joo Won!

Astaga! Ini keluar! Ini keluar!

Ini anak yang gagah dan kuat!

Bagaimana dengan Puteri? Bagaimana dia melakukannya, Ok Joo?

Astaga, melihatnya tersenyum.

Bagaimana bisa seorang bayi yang baru terlahir begitu manis seperti ini?

Bukannya dua tuan muda seperti ini juga?

Suamiku menginginkan seorang anak perempuan.

Astaga, apa yang kau katakan?

Banyak orang yang tak bisa mendapatkan anak laki-laki. Kau punya tiga.

Puteri.

Suami.

Hallo, pak.

Selamat, Yang Mulia.

Kau pasti khawatir.

Aku tak tahu kau melahirkan.

Kenapa kau datang kesini? Ini bukan apapun yang dikhawatirkan.

Tak ada alasan. Bagiku tak ada yang lebih penting daripada ini.

Suamiku.

Aku akan ada disisimu.

- Aku tak punya pilihan. - Tidak, itu tak apa-apa.

Bayinya terburu-buru ingin keluar.

Tapi, bagaimana dengan istana? Bagaimana dengan Putri Mahkota?

Ini cucu pertamamu Yang Mulia.

Apa?

Cucu pertamaku, kau bilang?

- Ini seorang anak laki-laki? - Ya, Yang Mulia.

Putri Mahkota akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki, Yang Mulia.

Ya Tuhanku.

Kabar baik apa.

Selamat, Yang Mulia.

Ini sudah lama sejak istana punya sesuatu untuk dirayakan.

Ya, cukup lama.

Sukwon...

Bangsa ini hanya dalam kekacauan.

Putra dan Putri Mahkota memberikanku hadiah yang sangat menggembirakan.

Puteri... kerja yang bagus.

Terima kasih banyak.

Yang Mulia.

Disaat yang sulit seperti ini.

Tetap, aku tak percaya aku mempunyai seorang anak laki-laki.

Bukankah begitu?

Putri Jungmyung mendapatkan pengantaran yang aman..

.. dan Putri Mahkota juga melahirkan seorang putra?

Ya, Tuanku. Itulah yang mereka katakan.

Sepertinya kita punya harapan lagi.

Meski demikian, kehidupan baru akan selalu lahir.

Tidakkah kau pikir sebuah hari seperti itu akan datang untuk tanah ini juga?

Suamiku.

Ya, Putri.

Itu pasti akan terjadi.

Ini sebuah perang, Yang Mulia!

Tentara Later Jin masuk kedalam!

Yang Mulia, kita harus melarika diri! Istana akan disita!

Kemana?

Kemana lagi kita akan melarikan diri?

Memang, tentara Later Jin tak bisa dihentikan.

- Nyonya! - Nyonya!

- Yang Mulia! - Puteri.

Aku berdoa...

Aku berdoa kau dan negeri ini akan aman... Aku berdoa...

- Ibu! - Nyonya!

- Yang Mulia! - Ibu!

- Yang Mulia! - Nyonya!

Tuanku. Raja Won Ik.

Kalian...

harus bertahan disaat sulit ini.

Maafkan aku...

...untuk pertama pergi.

Tuanku!

Raja Won Ik.

Tuanku.

Kita banyak kehilangan orang yang berharga.

Tolong selamatkan kita!

Tolong biarkan kami beristirahat di Joseon!

Pak! Pak!

Tolong jangan kembalikan kami ke Later Jin!

Kumohon padamu! Pak, tolong selamatkan kami!

Pak, kumohon...

Kenapa kau membawa kami kembali ke Later Jin?

Kami tak ingin kembali!

Hey, Soo Deok. Apa aku melakukan ini dengan benar?

Ayolah! Sebelum kau pernah menikah, jelas kau tak mengetahuinya!

Serahkan itu.

Sayang.

- Kau masih punya cara untuk pergi? - Tidak, ini hampir berakhir.

Bagaimana pestanya?

Pesta apa? Ini hanya acara makan sederhana.

Aku hanya akan membuat sebuah pasangan jeons, itu saja.

AKu tahu.

Astaga, itu lebih baik daripada tidak sama sekali untuk saat ini.

Itu lebih dari cukup.

Ya Tuhanku, dimana kau mendapatkan paprika ini? Sungguh kecil.

Yang Mulia, selamat atas kelahiran Putra pertamamu.

Terima kasih, Pangeran Bongrim.

Bila ibu masih hidup untuk menyaksikan ini... Dia pasti akan begitu bahagia.

Bagaimanapun, harapan akan datang, Puteri.

Nyonya.

- Ibu. - Ibu.

Anak muda, anak muda.

Dua tuan muda ingin melihat adik kecil mereka.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left