The first 200 lines.
Aku jatuh cinta pada orang yang sudah punya kekasih
Aku tahu aku telah jatuh cinta pada kekasih orang lain
Apa kau tak akan mengganti lagumu?
Roti goreng 10 baht, 'kan?
Ayah!
Apa yang kau lakukan, Chai?
Aku tidak melakukan kesalahan.
Pekerjaan ini berisiko.
Maafkan aku, Nan.
Aku membuatmu merawat anak-anakku.
Percayalah padaku! Ini akan selalu begini.
Aku tahu!
Mereka memang keponakanmu, tapi ayahnya juga harus merawat mereka.
Jika tidak, anak-anak itu akan jadi anak nakal.
Ayahnya tidak pernah di rumah bersama mereka...
...dan menyerahkan anak-anaknya padamu seolah kau ibu kandung mereka.
Ibunya meninggalkan mereka sejak masih bayi.
Dan sekarang ayahnya sangat menyebalkan.
Aku akan memakinya jika bertemu dengan dia.
Omong-omong, jangan biarkan dia pergi.
Jika dia belum tewas, kau tak perlu sepenuhnya merawat mereka.
Pendarahan otak, leher serviks patah.
Mungkin penyebabnya adalah benturan keras pada kemudi.
Bagaiamana dengan luka ini?
Mungkin tergores kompartemen atap mobil.
Semuanya sudah ada dalam laporan. Apa lagi yang kau inginkan, Letnan?
Kenapa kau di sini?
Ini hari liburmu. Kenapa kau di sini?
Sebaiknya habiskan hari liburmu dengan tidur siang.
Jadi, kau tak membuat kesalahan lagi.
Siapa yang mengizinkan si berengsek itu ikut campur?
Pria gila itu harus disingkirkan.
Dia tak berguna.
Awasi dia.
- Apa kau mau dia mati? - Tenanglah, Kawan.
Baiklah.
Tenang.
Semoga ini menjadi kasus terakhir.
Aku tidak mau mati muda.
Ibu mereka pindah ke Belgia dengan suami barunya.
Dia tidak memberikan alamat dan tak ada yang tahu keberadaannya.
Apa yang akan kau lakukan?
Aku harus membesarkan mereka. Mereka adalah keponakanku.
Tapi ada tiga anak!
Kau tak akan mampu membesarkan mereka dengan menjual susu kedelai dan roti.
Jangan begitu, Prae.
Izinkan aku memainkannya, Prae!
Kau punya mesin jahit di rumah.
Jika kau gunakan waktu istirahatmu, kau dapat melakukan banyak hal.
Jika sudah selesai mengurus mereka, kau bisa lakukan hal baru.
Jika kau tertarik, aku akan memberi tahu bos.
Pemakamannya sudah selesai. Anak-anaknya dibawa pulang.
Aku tidak bisa menemukannya.
Aku mau ke 7-Eleven. Kau mau sesuatu?
Aku juga tak menemukannya di atas.
Ada yang ingin kau beli?
- Aku akan membawa ini ke sana. - Silakan saja!
Hei!
Dia teman dekatmu dan dia meninggal secara tiba-tiba.
Apa kau tak mencurigai kematiannya?
Kenapa aku harus curiga?
Dia menelponku untuk minum...
...tapi aku tak bisa mabuk sepagi itu. Jadi, dia minum sendirian.
Menurutku dia mabuk berat sehingga dia tewas dalam kecelakaan.
Itu yang disimpulkan kepolisian. Apa lagi yang kau mau dariku?
Kalian berargumen sebelum insiden itu.
Kami memang selalu saling meneriaki saat mabuk.
Dia penggemar MU, sedangkan aku penggemar Liverpool.
Tapi ada yang melihat kalian bertengkar.
Apa itu benar?
Apa? Dugaan itu hanya omong kosong.
Kalian sungguh tak berkelahi?
Aku menghormatinya seperti kakakku sendiri.
Bagaimana mungkin aku menyakitinya? Kau bertanya pada orang yang salah.
Berdasarkani luka memar di tubuhnya...
...luka itu disebabkan oleh pukulan.
Sial! Aku tidak membunuhnya!
Kau berani bersumpah di hadapan jasadnya?
Masa bodoh!
Karena kau polisi kau pikir kau bisa melakukan apa pun?
Beraninya kau menyeretku dalam perbincangan ini!
Baiklah.
Mungkin di rumah kau meneriaki ibumu...
...atau PSK sehingga itu menjadi sifatmu yang menjijikkan.
Tak apa kau mengelak.
Aku tahu apa yang terjadi.
Kau tahu maksudku?
Pada hari itu...
...setelah kalian bertengkar...
...siapa yang kau temui?
Atau kau cukup bodoh...
...untuk disalahkan.
Aku tidak tahu.
Kau tidak tahu?
Chai orang yang misterius. Dia jarang berbicara kepadaku.
Dengar, Bung.
Polisi tidak mendugaku sebagai tersangka.
Aku bisa menuntutmu. Sampai jumpa.
Sial! Ini tak ada kaitannya denganku.
Bisakah kau berjanji padaku?
Jika sesuatu terjadi padaku...
...jangan tinggalkan anak-anak.
Ini uang yang ayah berikan padaku.
Aku simpan semuanya dan tak memakainya sepeser pun.
- Ambillah semua, Biibi Nan. - Kenapa?
Aku tak mau Bibi bekerja terlalu keras. Aku khawatir Bibi akan kelelahan.
Kau simpan saja uangnya.
Jika Bibi sangat membutuhkannya, Bibi akan memberitahumu.
Tidurlah.
Aku tidak bisa tidur.
Adik-adik menunggu Bibi atau mereka tak akan tidur.
Aneh. Bibi kira Mai dan Thong di sini.
Mungkin mereka belum pergi ke kamar.
Mungkin mereka di lemari.
Tidak ada?
Di mana kalian?
Di mana kalian sembunyi?
Sepertinya selimut ini sudah kotor. sebaiknya Bibi bawa ke penatu.
Tidurlah. Sudah cukup bermain.
- Kita akan pergi ke kuil besok. - Baiklah.
Jangan lupa pakai selimutnya.
Pejamkan mata kalian.
Tidurlah.
Aku tidak berpikir begitu.
Jika aku punya barangnya, aku pasti memberitahumu.
Akan aku selesaikan masalah pribadiku dahulu.
Setelah itu kita bisa makan bersama dan mengobrol.
Ayolah. Kau pasti akan menjadi orang pertama yang tahu.
Aku akan urus polisi itu.
Tak perlu. Ini bukan waktu yang tepat.
Aantai saja. Dia belum mengetahui apa pun.
- Dia sangat mengganggu. - Mengganggu? Lalu kenapa?
Polisi itu siap menangkapmu.
Jika mereka menggangumu...
...berarti mereka belum tahu di mana Chai menyimpan barang itu.
Menurutmu adik Chai mengetahuinya?
Mungkin saja.
Dia sangat mempercayai adiknya.
Aku akan mencoba memakai cara yang damai dengannya.
Kau mandi saja!
Bibi Nan. Bawa yang banyak. Aku akan membantu Bibi.
Kau tak perlu membatu Bibi. Kau harus dapat nilai bagus demi Bibi.
Jaga adik-adikmu, ya.
Aku mau telur rebus.
Aku mau telur rebus.
Jika kau ingin telur rebus, masak saja sendiri.
Aku tak tahu caranya.
Maka makanlah telur dadar ini...
...atau makanan yang sudah disiapkan Bibi Nan untukmu.
Chai tak pernah memberi apa pun padaku.
Kami tak bertemu selama beberapa bulan.
Santai saja. Jangan tegang.
Berpikirlah dengan jernih.
Nasib kita sama.
Polisi masih belum bisa melacak kami.
Kenapa kita tidak bekerja sama saja?
Baik, aku tak akan memberi tahu polisi tentang kalian.
Tolong lepaskan aku.
Negara Thailand dibangun dengan jerih payah
Tanah air kami, milik penduduk Thailand dengan segala hormat
Telah lama mempertahankan kedaulatannya
Aku tidak tahu kalau Chai punya adik yang cantik.
Maukah menjadi pacarku? Mau?
Sepertinya dia tidak tahu apa pun. Singkirkan dia dari sini.
Menurutmu begitu?
Apa kau tak tahu trik wanita?
Sebaiknya kita paksa dia agar dia berkata jujur.
Tolong!
- Turun di sini. Cepat! - Kau mau ke mana?
- Tangkap dia! - Tunggu, wanita jalang!
Di sana.
Di mana dia?
Kau ke sana.
Di mana kau, gadis cantik?
Keluarlah!
Apa kau di sini?
Kau mau ke mana?
Di sini!
- Tangkap dia! - Kau pikir kau mau ke mana?
Kau mau kabur ke mana?
Kau pikir kau pintar, ya?
- Awas, Bos! - Jangan biarkan dia kabur!
Dasar ceroboh!
- Tangkap dia! - Biar aku saja!
Maukah kau menungguku, Cantik?
Kenapa kau naik ke sana?
Berhenti atau kau akan mati!
Sial!
Tolong!
Tolong!
Tolong! Tolong aku!
Tolong!
Tolong!
Dasar wanita jalang! Kau memancing amarahku.
Jika tak bisa menangkapmu malam ini, aku tidak akan bisa tidur.
Wanita jalang!
Kau menginjak obatku!
Wanita jalang!
Kau masokis, ya? Baiklah, kuberikan apa yang kau mau.
Rasakan ini!
No comments yet. Be the first to leave one.