Dan Da Dan

Dan Da Dan (ダンダダン)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Dan Da Dan 05 2024 id
A Commentary by koleksifilmserial

Tags

webdl
Published on: 2024-11-22
Downloads: 263
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 187 lines.

Tenangkan dirimu.

Salam selamat pagi itu tidak sulit.

- Pagi! - Semalam aku sudah banyak latihan!

- Tee-hee. - Semalam aku sudah banyak latihan!

- Vamola! - Semalam aku sudah banyak latihan!

- Apa kabar? - Persiapanku tanpa celah!

Jangan sampai ketahuan kalau aku masih amatir untuk menyapa di pagi hari.

Tapi tunggu dulu.

Walau kami sudah dekat, memangnya bakal langsung menunggu di gerbang begini?

- Tidak salah lagi dia menunggu orang lain. - Pagi!

Paling benar diabaikan saja.

Kamu lama banget. Ayo buruan.

Terus alien itu bilang.

LO, BIJINYA ADA DI MANA?! kalau mereka cowok semua.

LO, BIJINYA ADA DI MANA?! Oh, begitu rupanya.

Mereka datang pakai UFO dari tempat yang sangat jauh, kan?

Di dalam UFO mereka pasti pengap banget.

Kira-kira mereka biasanya makan apa, ya?

Menurutmu apa?

Ah, anu... apa, ya...

Ayo kita bicarakan lagi nanti. Dadah.

Iya, sampai nanti.

Dadah!

Aduh, sakit! Minggir, goblok!

Bisa cepat minggir enggak? Ganggu banget sumpah!

Tidak masalah.

Sejahat apa pun mereka memperlakukanku, saat ini aku bisa memaafkannya.

Karena sekarang...

...aku sudah punya teman yang hebat!

Oper ke sini!

- Oke, siap, ya! - Akan kumaafkan.

Enggak ketolong ini. Pikirannya pergi entah ke mana.

Pasti ada yang enggak beres.

Sudah enggak balas LINE, terus bilang ponselnya hilang.

Kemarin juga bolos sekolah.

Jangan-jangan dia pergi ke tempat mantannya?!

Wah, serius?!

Habis itu ditolak mentah-mentah, terus dia muak dan merusak ponselnya.

- Bisa jadi! - Bisa jadi!

Lihat, dia merana kesakitan.

Kesakitan karena teringat masa lalu itu, ya?

Aku mau mengobrol tentang alien.

Aku mau mengobrol dengan Mbak Ayase. Membahas hantu dan lainnya.

Tadi pagi aku panik dan tidak bisa menjawab pertanyaannya.

Padahal Mbak Ayase sudah tanya banyak hal.

Aku mau mengobrol dengan Okarun!

Alien yang menyerangku biasa makan apa? Mereka pakai dalaman atau tidak?

Dasar Ken bodoh! Otak udang!

Aku mau mengobrol dengan Okarun!

Harus segera kuluruskan, kalau tidak dia akan membenciku!

Mau mengobrol! Mau mengobrol!

ALIEN YANG MENYERANG HANYA ADA LAKI-LAKI. APA YANG BIASA MEREKA MAKAN?}

Hah? Siapa?

Okarun, aku mencari Okarun!

Kasih tahu namanya, dong.

Mana mungkin kusebut namanya!

Cepat panggilkan bocah kacamata yang suka okultisme!

Memangnya di kelas kita ada yang kayak gitu?

Sekarang jam istirahat, mungkin di kantin.

Maaf, permisi, apa Mbak Ayase ada?

Hah, siapa? Enggak kedengaran.

Mungkin dia ada di kantin.

Mana mungkin Okarun ke tempat ramai seperti itu!

Pasti di Kedai Sekolah!

Kedai Sekolah?

Akan kucoba ke sana setelah dari kantin.

Tidak ada. Akan kucoba ke kedai.

Coba pergi ke kantin, deh.

- Tidak ada di mana pun. - Tidak ada di mana pun.

Dia menghindariku.

Tadi pagi pasti dia sadar kalau aku membosankan, lalu jadi sebal.

Okarun pergi ke mana, sih?

Jam istirahat siang keburu selesai, nih!

Ini buruk.

Oh, iya, tadi pagi dia kelihatan tidak semangat.

Mungkin dia tidak suka kudekati sambil mengoceh begitu?

Mungkin aku tidak memikirkan perasaan Okarun dengan benar.

Mbak Ayase punya banyak teman.

Mungkin aku cuma dianggap sebagai teman cadangan bagi dia.

Apa dia menghindariku?

Bahkan mungkin aku tidak dianggap sebagai temannya.

Galau sekali rasanya.

Aku terlalu percaya diri.

Kenapa aku semenyedihkan ini?

Kenapa aku selalu begini?

Maafkan aku, Mbak Ayase.

Maaf, Okarun.

Aduh!

Okarun ketemu!

Wah! Mbak Ayase?!

Sedang apa kamu di sini?!

Itu kalimatku!

Aduh, sakit.

Gigi kita tadi tabrakan enggak, sih?!

Dari tadi aku mencari Mbak Ayase!

Sudah kubilang itu kalimatku. Jangan malah keluyuran!

Mbak Ayase mencariku?

Iya! Sekarang jam istirahatnya sudah mau habis!

Kukira Mbak Ayase menghindariku.

Itu... Aku tadi juga kepikiran begitu.

Loh, kok jadi aneh begini? Harus cepat-cepat ganti topik.

Mereka barusan ciuman!

Momo, kalau memang begitu bilang, dong!

Makanya kamu dari tadi aneh.

Bukan begitu!

Siapa juga yang mau ciuman sama si Otak Udang ini?!

Benar itu! Mana mungkin aku mencium orang bodoh ini!

Tunggu dulu!

Kenapa malah kamu yang menolak, dasar botak!

Aku tidak botak! Matamu bisa lihat tidak?!

Wah, dingin banget! Malah ditanggapi serius, dasar kacamata!

Oke, kamu sudah mengajak ribut semua orang berkacamata!

Aku tidak mau bicara denganmu! Jangan coba-coba mengajakku bicara!

Kamu sendiri jangan coba-coba mengajakku bicara!

Gila.

Mereka akrab banget!

Aku kelepasan bilang seperti itu tanpa pikir panjang.

Sebenarnya banyak yang ingin kubicarakan.

Aku harus minta maaf.

Eh?

Yang benar saja?!

Momo, katanya kamu ciuman di taman tengah?!

Kayak apa orangnya? Dari kelas berapa?

Sudah kubilang kalau...

...bukan begitu!

Orangnya maniak banget, terus pakai kacamata.

Jangan cerita seenaknya begitu!

Mbak Ayase!

Nah, itu ayangnya.

Sudah kubilang...

...dia bukan pacar...

Kamu sedang apa?!

Mbak Ayase, kita harus bicara!

Oh, kayak begitu.

Mengejutkan sekali.

Mbak Ayase, ada masalah besar!

Kenapa malah ke sini?! Sudah kubilang aku tidak mau bicara!

Hus, hus!

Bukan waktunya untuk itu!

Ini sangat penting! Aku ingin membicarakannya berdua!

Kumohon tolong dengarkan aku!

Enggak mau!

Belum apa-apa sudah cekcok pasutri.

Kasihan ayangmu.

Sudah kubilang! Dia bukan pacarku atau apa!

Jangan asal bikin gosip!

Mbak Ayase, bukankah tadi pagi dirimu begitu semangat bicara denganku?

Kenapa sekarang tidak mau bicara padaku?

Bukannya kamu juga bilang tidak mau?

Aku tadi cuma kelepasan karena terbawa suasana.

Sejujurnya aku sangat ingin bicara denganmu.

- Wah, berani banget! - Bagus, bocah maniak!

Diam!

Kalau tidak, ya tidak!

Pergi sana!

Dinginnya, jahat banget enggak, sih.

Yang jahat itu kalian.

Apakah berteman denganku sememalukan itu?

Enggak perlu ditolak sekeras itu juga, kan?

Kalau cuma teman, bukankah biasanya kamu akan menampik dengan candaan.

Tidak biasanya kamu begini.

Mbak Ayase sudah pulang belum, ya?

Maaf!

Ah, maaf! Kamu tidak apa-apa?

Ah, tidak, aku yang salah.

Ada botol air di dalam tasku. Apakah sakit?

Tidak, sama sekali tidak, kok!

Mungkin aku sudah terlatih.

Aku sungguh minta maaf.

Anu, aku yang salah. Tidak usah dipikirkan.

Dirimu baik sekali.

Ah, galau sekali rasanya.

Kesannya jadi cuma aku yang salah.

Itu memang salahku, sih.

Apa-apaan itu?

Bukannya dia bilang tidak punya teman?

Sudah begitu lumayan manis.

Kamu lihat yang barusan?

Maniak itu mukanya bodoh banget.

Dia tadi sudah jatuh hati.

Pasti sekarang suka banget sama diriku.

Tega banget kamu.

Habisnya mempermainkan pecundang sesuka hati itu seru.

Aku yakin dia tidak pernah bicara dengan benar sama cewek.

Pasti juga tidak akan pernah disentuh gadis manis sepertiku.

Membiarkan dia bermimpi bukannya malah bagus?

Maniak berkacamata itu pasti juga se...

More Indonesian subtitles for Dan Da Dan

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left