Green Mothers' Club

Green Mothers' Club (그린마더스클럽)

Download Indonesian Subtitle

Release info

ᆢᆢ그린ᆢ마더스ㆍ클럽ㆍGreen-Mothers-Club-E12-NEXT-NF
ᆢᆢ그린ᆢ마더스ㆍ클럽ㆍGreen-Mothers-Club-E12-WEBRip-NF
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2022-05-12
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Semua Karakter Tempat Kejadian Dalam Drama Ini Sepenuhnya Fiksi"

Kenapa kau kemari?

Ibu, apa dia juga membenciku?

Tidak, Dong-seok hanya menjadi pemalu sekarang.

Terkadang dia tak bisa bicara meski sebenarnya ingin.

Itu bukan karena dia tak menyukaimu. Bisakah kau memahaminya?

Hei, tunggu aku!

Yu-bin terlihat senang setelah sekian lama.

Dia murung belakangan ini.

Dia merasa cemas karena dia berpikir aku terus mengawasinya.

Dia juga lebih gugup karena dia sudah tak les lagi.

Sudah lama dia berhenti les.

Kupikir belajar bukanlah prioritasnya lagi sekarang.

Kami pergi ke dokter karena Yu-bin terus berbohong.

Saat kumarahi, dia mulai menangis dan bilang tidak tahu kenapa berbohong.

Lalu perlahan-lahan…

dia mulai percaya pada kebohongannya.

Saat itulah aku menyadari

bahwa ada yang tidak beres.

Kupikir

aku bisa membesarkan anak-anak jika bersikap teguh dan kuat.

Namun, ternyata itu hanya keangkuhan.

Tak ada yang berjalan sesuai yang kuinginkan.

Dokter bilang Dong-seok terkena mutisme.

Kurasa aku…

membuat dia terlalu stres.

Aku sangat bersemangat saat tahu betapa pintarnya dia

dan menekannya begitu keras.

Aku ingin membalas semua orang yang dahulu mengejek anakku.

Aku tak pernah menyadari bahwa itu berakibat padanya.

Bukankah kini kau menjadi sadar

alasan orang dewasa bilang membesarkan anak itu tugas paling sulit?

Kau dan aku belajar hal itu…

dengan cara yang sulit.

APA ORANG DEWASA JUGA BISA BERTEMAN TANPA MOTIF?

Jangan hanya bermain gim video di rumah hanya karena ini musim dingin.

Pastikan untuk berolahraga, juga jangan lupa belajar.

- Baik. - Baik.

Baiklah. Kemasi tas kalian.

- Baik. - Baik.

Sampai jumpa setelah liburan.

- Baik! - Baik!

Benar, dahulu aku perundung di sekolah.

- Sungguh? - Ya, tetapi bukan perundung

yang suka meminta uang. Aku hanya sering berkelahi.

Kau serius?

- Sungguh? - Benar begitu?

Lihat ini.

Ya ampun, apa itu?

- Dia tak bercanda. - Ini …

Astaga, itu sungguhan?

Ini kudapat dari gadis sekolah sebelah yang disebut "Gadis Bond".

Ini bekas luka pertempuran ketika kedua geng bertarung.

Dan aku dapat luka ini dalam pertandingan 17 lawan 2 orang.

- Apa? 17 orang? - Aku tak percaya.

- Aku bukan bagian dari 17, tetapi 2! - Apa?

- Bukan tujuh lawan dua? - Kalian tak percaya?

- Tidak. - Sungguh!

- Apa-apaan itu? - Kami hanya berdua!

Kau serius?

Aku serius. Saat itu, aku…

Sudah jelas dia perundung saat sekolah.

Dia pikir menjadi perundung adalah sesuatu yang bisa dibanggakan?

Dia tak punya malu.

Aku setuju.

Kenapa mereka tertarik padanya?

Kalau begitu, siapa ketua klub penggemarku?

Biar aku saja.

Namun, sejujurnya, dahulu kau juga agak liar, bukan?

Kau menggunakan semua jenis kata umpatan tempo hari.

Ya ampun, apa katamu?

Hei, jika seseorang menghinaku, aku akan menjadi kesal

dan ingin melawan balik.

Aku begitu terkejut hingga tak ingat kejadian hari itu.

Ya, tetapi kau memasukkan aksen dalam kata-kata umpatan itu,

jadi, itu terdengar cukup kuat.

Aksen?

Jadi, kau mendiskriminasi orang daerah?

Itu sama saja dengan rasisme, mengerti?

- Kapan aku begitu? - Benar. Aku memang agak liar.

Namun, aku peringkat teratas ujian masuk kuliah di daerahku.

Kau peringkat berapa di Seoul?

Eun-pyo, kau tak datang hari ini?

Tidak, kami berencana ke sana, tetapi dia agak ketakutan.

Ini kali terakhir semua orang berkumpul dalam acara bermain bersama.

Pasti sulit menyiapkan makan siangnya secara terpisah setiap hari.

Benar, aku tak tahu harus memasak apa.

Omong-omong, ketua kelas juga datang?

Byeon Chun-hui?

Eun-pyo, dia sudah lama tidak datang ke tempat seperti ini.

Astaga, kita memilihnya jadi ketua kelas, tetapi dia tak mengatur pertemuan.

Memangnya kenapa?

Tidak apa, tak ada alasan khusus.

Chun-hui, aku sedang membuat nasi goreng telur dadar.

Jika kau belum makan, mau makan bersama kami?

Baiklah.

Kau harus menaiki tangga seperti ini dan mengumpulkan koinnya.

Lalu kau bisa menggunakan koin itu untuk membeli karakter baru.

Mengerti?

Omong-omong,

kenapa kau tak menjawab sejak tadi?

Dia juga sulit berbicara.

Itu sama seperti aku sulit berhenti berbohong.

Dia pun begitu.

Begitu, ya.

Pokoknya, jika kau lakukan ini, kau bisa sampai ke 600.

Di 600, kau dapat pesawat luar angkasa…

Kau bisa makan siang dengan sederhana,

tetapi jadi lebih rumit karena kami.

Tidak apa-apa. Ini akan lebih enak jika dimakan bersama-sama.

Selain itu, anak-anak juga perlu bermain karena ini hari pertama liburan.

Anak-anak, minum ini dahulu sebelum kita makan siang.

- Baik. - Ini dia.

- Katakan terima kasih. - Terima kasih.

- Ini. - Terima kasih.

- Ini untuk Dong-ju. - Terima kasih.

Kalian makan dengan baik.

Makan yang banyak.

- Baik. - Baik.

Selamat makan.

Benar juga.

Mari coba anggur yang kau bawa.

Bersulang!

Ya ampun, ini enak sekali!

Jangan minum terlalu banyak.

Kau merepotkan saat mabuk.

Ibu, ini lezat sekali.

Sosisnya juga sangat enak.

- Kau suka? - Ya.

- Makan yang banyak. - Baik.

Eun-pyo kesulitan karena kasihan pada Dong-seok.

Namun, Dong-seok tak kunjung membaik.

Kusut sekali pikiranku.

Jangan khawatir.

Anak-anak bisa sakit dan membaik begitu saja

dalam sehari.

Konon, anak yang merepotkan akan tumbuh paling baik nantinya.

Bagaimana kau bisa tahu padahal belum punya anak?

Mana mungkin aku tak tahu? Akulah contohnya.

Dahulu ibuku berdoa setiap hari agar aku tak menjadi gangster.

Lihatlah diriku sekarang. Aku berhasil menjadi PNS.

Namun, gangster dan polisi tak terlalu berbeda.

Kurasa ibumu tak tahu itu.

- Beraninya kau meledek ibuku. - Aku benar, bukan?

Kau seperti gangster saat menangkap orang jahat.

Kau yang terlihat begitu. Sudahlah, lupakan saja.

Benar juga.

Apa kau sudah memeriksanya?

Maksudmu gadis itu?

Dia bekerja di Red Sun di Daewe-dong.

Jelas ada yang mencurigakan soal dia.

Dia pernah diinterogasi atas tuduhan narkoba beberapa waktu lalu.

Namun, dia bersih saat dites, jadi, dia hanya diberi peringatan.

Kapan kejadiannya?

Dua tahun yang lalu saat satuan tugas gabungan dibentuk.

Saat itu, kami memberantas seluruh jaringan.

Namun, mungkin saja mereka memiliki rantai pasokan baru sekarang.

Sudah kubilang aku mabuk dan terjatuh dari tangga.

Lalu kenapa kau kabur sebelum diobati?

Karena bajingan yang minum denganku mengancam akan membunuhku

dan bilang akan ke IGD.

Memangnya jika ditikam di IGD tidak akan sakit?

Siapa yang mengantarmu ke rumah sakit?

Hanya seseorang yang bekerja di sana.

Rekan kerja yang bekerja denganmu?

Sepertinya begitu.

Aku tak ingat.

Kenapa kalian menanyakan semua pertanyaan bodoh ini?

Apa tak ingin diobati termasuk kejahatan?

Nona Shin.

Kami tidak mengincar

pemakai obatnya.

Kami mengejar penjualnya.

Kurasa kau paham maksudku.

Para penjual bukanlah tipe orang yang ingin kehilangan

jejak pelanggannya.

Baiklah.

Pertimbangkan baik-baik

dan kuharap kau membuat keputusan tepat.

KANTOR POLISI JEONGJIN JUNG JAE-UNG

Sampai jumpa.

Cepat selidiki

semua orang yang terkait dengannya.

Baik, aku mengerti.

Ada apa?

Won-tae!

Polisi baru saja kemari.

Mereka menanyakan beberapa pertanyaan.

Apa yang mereka tanyakan?

Mereka menyuruhku bicara karena mereka mengincar penjual, bukan pembeli.

Sial.

Kau tak bicara sembarangan, bukan?

Kau sudah gila?

Halo.

Tetaplah diam.

Sialan. Kau bisa terinjak.

Hei.

Hei! Bereskan sebelah sana.

Jadi, kenapa?

Begini…

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left